![Juli [ Soobin ]](https://asset.asean.biz.id/juli---soobin--.webp)
..."Blood, sweat, and tears"...
.......
.......
...- Nada -...
...****************...
CKLEK
Suara pintu kamar yang baru saja diperbaiki pagi tadi itu berbunyi ketika seseorang menarik tuas ke bawah. Seorang laki-laki dengan jas putih kebanggaannya, masuk dengan perlahan.
Pandangannya terpaku sesaat, melihat seorang gadis yang duduk di kursi sebelah bangsal itu tertidur dengan posisi duduk. Salah satu favorite view bagi Taehyun.
Dengan hati-hati, laki-laki itu menghampiri Nada, lantas menundukkan sedikit tubuhnya agar bisa melihat wajah Nada yang sedang terlelap.
Gadis ini sangat cantik saat tertidur.
Senyuman kecil tercipta di bibir Taehyun. Kedua netranya tak pernah bosan memandang wajah gadis di hadapannya ini. Sayang, Taehyun hanya menjadi pengagum rahasia Nada.
Laki-laki itu menegakkan kembali tubuhnya, melambaikan tangan di depan wajah Nada. Tapi nampaknya, gadis ini sudah tidur nyenyak.
Karena Taehyun tidak tega atas posisi tidur Nada, akhirnya dia memutuskan untuk mengangkat tubuh gadis itu, membawanya ke atas bangsal.
Tapi sebelum ia meletakkan tubuh Nada, Taehyun bergeming. Kini kepala Nada bersandar pada dada Taehyun, dan kedua tangannya merangkul pada lehernya. Nada tidak bangun, tapi tadi sempat melindur sejenak.
Dalam keadaan seperti ini, rasa kasih sayang Taehyun untuk Nada bertambah pesat. Selain itu, rasa takutnya juga semakin menjadi-jadi. Entah apa yang akan terjadi pada Taehyun jika Nada pergi dari hidupnya. Dia tidak bisa membayangkan itu semua.
Laki-laki itu menghela, lantas membaringkan tubuh Nada diatas bangsalnya. Menarik selimut hingga dadanya agar Nada tidak kedinginan, lantas mengusap kepalanya pelan.
"Aku menyayangimu, Nad" Ucapnya pelan, lantas beranjak pergi dari kamar Nada, meninggalkan Nada yang terlelap.
...----------------...
"Soobin" Panggil Taehyun ketika ia mendapati Soobin yang tengah berjalan manyusuri koridor rumah sakit seorang diri.
Yang dipanggil menoleh, menatap Taehyun "Dokter Kang?"
Taehyun mempercepat langkahnya, menjajari posisi Soobin "Mau pergi kemana kamu malam-malam begini?"
"Ini baru lewat dua puluh menit setelah adzan isya, Dokter Kang.. ini belum terlalu malam, masih sore" Jawab Soobin "Dokter Kang sendiri, kenapa bisa ada disini? mana Nada?"
"Nada sudah tidur, Soobin"
Mendengar itu, alis Soobin mengerut "Tidur? di jam sekarang?" Taehyun mengangguk sebagai jawaban.
"Nada pasti kelelahan seharian ini" Lanjut Soobin.
"Baguslah, Soobin.. setidaknya dia tidak keluyuran malam ini" Taehyun terkekeh pelan "Kamu belum menjawab pertanyaanku, mau kemana?"
"Ke kamar nenek, untuk menyuapinya makan malam agar Nada tidak perlu melakukannya," Soobin tersenyum kecil menatap Taehyun.
"Aku ingin ikut denganmu, Soobin" Ucap Taehyun setelah terdiam beberapa saat yang lalu.
"Boleh, ayo Dokter Kang"
"Ngomong-ngomong, panggil aku Taehyun saja.. kita masih seumuran kok"
"Ah, baiklah kalau begitu.." Soobin tersenyum, mulai melangkah bersama Taehyun.
...----------------...
Pintu kamar dibuka perlahan oleh Soobin. Laki-laki itu tersenyum lembut menatap seorang wanita tua yang juga tengah menatapnya dari jauh.
"Assalamu'alaikum, nek" Ucapnya.
Nenek mengangguk, menggerakkan tangannya merangkai sebuah kalimat 'waalaikumsalam' untuk Soobin.
__ADS_1
Taehyun masih diluar, laki-laki itu tengah mempersiapkan hatinya untuk bicara pada seseorang yang selama ini menjaga Nada.
Berita baiknya, Taehyun bisa bahasa isyarat. Hey, tentu saja. Jika Nada bisa, Taehyun juga harus bisa. Tapi, ya tetap saja lebih lancar Nada.
Soobin juga sudah mulai mengenal beberapa huruf, dia belajar dengan cepat. Seluruh pergerakan tangan nenek sudah dia pahami. Walaupun beberapa kali masih salah, tapi sejauh ini sudah bagus.
"Nenek lapar? biar aku suapi ya.." Senyumannya tidak memudar. Soobin beranjak mengambil bubur, lantas duduk disisi nenek.
Beberapa suapan masuk kedalam mulut nenek, itu sudah cukup membuat perutnya terisi. Setelah makan, Soobin menaruh kembali makanan yang tersisa diatas meja.
"Nek, ada yang ingin bertemu dengan nenek" Ucap Soobin lembut.
Siapa? Nada?
Soobin menggeleng kecil, "Bukan Nada, nek.. tapi Dokter Kang.."
Seketika, alis nenek terangkat.
Dokter Kang? Taehyun? Tapi, ada apa?
"Biar kupanggil kan ya.." Laki-laki itu bangkit, lantas menghampiri Taehyun di luar ruangan.
"Dokter Kang, ayo masuklah ke dalam" Titah Soobin. Dokter muda itu menghela pelan, lantas mengangguk.
Begitu kedua laki-laki itu masuk, suasana berubah. Kamar nenek kini dipenuhi oleh rasa canggung. Terutama bagi Taehyun.
Anak itu kelihatan sangat canggung ketika kedua netranya bertemu dengan netra nenek. Dengan langkah perlahan, dia mendekati bangsal nenek, disusul Soobin dari belakang.
"Nenek.." Taehyun mulai bersuara setelah diam beebrapa saat. Pandangannya tertuju pada kedua kakinya. Tubuhnya penuh dengan rasa malu.
Perlahan, tangan nenek mulai terangkat mengusap lembut kepala Taehyun. Laki-laki itu cukup terkejut, seketika hatinya terasa pedih.
Tangan nenek bergerak turun mengenai pipi Taehyun, mengangkat dagunya dengan lembut agar wanita tua itu bisa melihat wajahnya. Laki-laki itu mengangkat pandangan, menatap nenek.
Kenapa kamu menundukkan kepalamu di hadapan pasien? kamu harus terlihat gagah, bukan?
Taehyun bergeming membaca jemari nenek yang bergerak.
"Aku telah banyak bersalah padamu, nek.. aku sampai malu untuk menatap wajahmu" Ucap Taehyun kemudian.
"Nenek, maafkan aku"
Tidak ada yang bersalah dalam ini, nak.. semua hanya tentang kesalahpahaman saja..
Mendengar itu, hati Taehyun sedikit mencelos.
Tidak ada yang perlu meminta maaf dan memaafkan sekarang..
"Nek, aku ingin tau siapa dirimu sebenarnya.. agar hatiku tidak ragu terhadapmu, agar hatiku merasa puas atas seluruh pertanyaan, tolong beri tahu aku.. nek"
Kamu sungguh ingin tau? ini menyangkut masa lalu Nada, apa gadis itu sudah mengizinkan kalian?
Keduanya, baik Soobin maupun Taehyun, mereka bungkam.
Sepertinya, belum ya? tidak apa.. biar aku yang akan bicara padanya nanti.. Soobin, duduklah.. kamu juga harus tau tentang ini, agar kamu mengerti siapa gadis bernama Nada itu.
Soobin mengangguk, dia duduk disebelah Taehyun.
...****************...
...FLASHBACK...
...(Nenek & Nada)...
.......
.......
Seorang gadis duduk dengan posisi kedua kakinya yang dilipat keatas nampak bersandar di dinding rumah bagian samping. Rambutnya lembab, matanya sembab, pelipisnya sedikit luka hingga berdarah. Dia menangis.
Nenek yang kebetulan melintas itu menghampiri sang gadis dengan langkah tergesa. Dia nampak sangat menyedihkan.
__ADS_1
"Kau- Nada??" Mata nenek itu membulat sempurna ketika tau gadis ini adalah gadis yang sama saat dua hari lalu datang ke rumahnya untuk memberikan obat bersama cucunya, Jihya. "Nak? ada apa? kenapa wajahmu berdarah seperti ini?"
Nada kecil yang masih menangis itu mulai mengangkat tangannya yang gemetar. Tangan kecil itu penuh darah "N-nek.. ibu.." Rintihnya.
Nenek lantas menggenggam tangan Nada, mengusap kepalanya lembut "Ada apa? kenapa ibumu?" Tanyanya dengan nada cemas.
"A-yah, dia memukul adik bayi.."
"Astaghfirullah hal adzim.." Nenek langsung terkejut ketika mendengar penjelasan dari Nada. Wanita itu membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan.
"D-dimana? dimana ayahmu melakukan itu, nak?"
Tangan Nada yang masih bergetar itu menunjuk kearah rumah yang pintunya terbuka lebar. Itu adalah rumah Nada. "D-disana.. nek"
"Kamu tunggu disini, mengerti? nenek akan mengecek keadaan di dalam, ya?" Sebagai jawaban, Nada hanya mengangguk.
Segera ia berlari sekuat tenaga untuk melihat apa yang terjadi di dalam rumah itu. Begitu kakinya melangkah masuk, lagi-lagi dirinya dibuat terkejut oleh pemandangan tidak menyenangkan di hadapannya.
Seorang wanita yang tengah meringis memegangi perutnya yang nampak bunting sembari menyandar lemah dengan pakaian penuh darah. Wanita itu nampak kacau, dia menangis menahan rasa sakit yang sangat pada bagian perutnya.
"NAK?!" Nenek menghampirinya dengan tergesa. Dengan cepat, ia memanggil nomor ambulan untuk segera datang ke lokasi.
Begitu para medis datang, Nada dan ibunya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dari rumahnya. Sampai disana, pengecekan berjalan.
Baik Nada ataupun Yoona-ibu Nada, mereka sama-sama melakukan cek up kesehatan. Setelah selesai, ketiganya berkumpul.
Yoona terlihat sangat terpukul. Sejak tadi wanita ini hanya menatap kosong kedepan. Dia kehilangan anaknya, dia keguguran untuk pertama kalinya.
Nada yang juga berada di dekat Yoona itu menangis melihat sang ibu yang hanya melamun dan tak kunjung mengatakan sepatah kata dari mulutnya yang terlihat pucat.
"Kamu harus kuat, Nak.." Nenek mengusap lembut pundak Yoona. Sungguh, pemandangan ini sangat membuat hatinya luka meskipun ia bukan anggota keluarga Nada.
"Bu.." Suara lirih Nada terdengar memenuhi gendang telinga Yoona. Wanita itu mulai menitikkan air matanya, lantas langsung merengkuh Nada ke dalam pelukannya "Bu.. berhentilah menangis, adik sudah tidak lagi merasakan sakit sekarang.."
Yoona makin tersedu, dia mengangguk cepat, melepaskan pelukan Nada.
"Jangan menangis, bu.. hatiku terasa sangat sakit jika melihatmu begini" Lirih Nada sembari mengusap pelan pipi sang ibu, menghapus seluruh air mata yang membasahi hamparan lembut itu. "Adik juga pasti akan sedih jika melihatmu begini, jangan menangis bu.."
"Yoona, Nada benar, nak.. kemarilah" Nenek, merengkuh tubuh wanita itu dengan lembut. Mengusapnya dengan penuh kasih, menganggap Yoona seperti putrinya sendiri.
Nenek memejamkan matanya, seketika ingatanya kembali terulang akan anaknya yang meninggal pasca melahirkan Jihya. Hatinya mencelos, putrinya bahkan belum sempat melihat Jihya.
Momen seperti ini, dia paham betul bagaimana rasanya. Berpisah dengan orang tercinta secara tiba-tiba, itu adalah sebuah kejutan terburuk dalam siklus kehidupan.
"Tidak apa, nak.. bersabarlah, ikhlaskan bayimu pergi.."
...----------------...
"HOSEOK?!" Nenek, dengan segala kepanikanya bergegas menghampiri Nada yang kini tengah menyenderkan tubuhnya di dinding dapur dalam keadaan penuh lebam di wajahnya.
"Nada.." Nenek yang melihat itu lansung merengkuh tubuh lemah Nada erat-erat dalam pelukannya "Nada, bangunlah nak.. ayo kita pergi dari sini.."
Hoseok yang tengah murka itu mengepalkan kedua tangannya. Napasnya bergerak cepat, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
"Heh nenek tua! jangan halangi aku, atau kau yang akan aku beri pelajaran" Ucap pria itu dengan nada mengancam.
Gadis kecil itu membulatkan matanya, mulai meneteskan air mata "Pergilah, Nek.. pergi.. jangan disini, nanti nenek terluka.. pergilah, nek.."
"Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian, Nada.."
"Oh? begitu.. jadi ini persekongkolan kalian? huh?"
SRETTT
BRAKK
"NENEK?!!"
...****************...
Episode kali ini penuh dengan :
__ADS_1
Makasih yang udah menetap sampai siniii ><