Juli [ Soobin ]

Juli [ Soobin ]
[ Episode 16 ] of Juli.


__ADS_3


..."Day & Night...


...You were only so far away, but it hurt to look at you...


...For countless nights and even more days, i loved you...


...I hope you know, i hope you'll say"...


...- Juli -...


...****************...


...- Flashback tiga hari lalu -...


Nada sudah pulih dari efek samping Radioterapi. Gadis itu sudah mulai berjalan perlahan sembari masih berpegangan pada benda-benda yang sekiranya mampu menahan berat tubuhnya.


Dia tidak sabar ingin bertemu dengan Soobin hari ini. Sudah terlambat dua hari, Soobin pasti akan marah-marah dengan wajah imutnya. Gadis itu terkekeh pelan menebak apa yang akan terjadi nanti.


"Nad, kamu mau pergi kemana?" Taehyun yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk baju berwarna putih itu langsung menghampiri Nada yang tengah berusaha berjalan keluar dengan berpegangan pada dinding kamar.


"Aku sudah sembuh, Dokter Kang.. aku ingin pergi menemui Soobin" Jawabnya sembari tersenyum.


"Nad, kamu baru saja pulih.. setidaknya besok atau lusa kamu bisa menemui Soobin kapanpun kamu mau, tapi untuk hari ini jangan dulu, ya? lihat, cara berjalanmu saja masih terlihat lemas" Taehyun menyentuh kedua pundak Nada, menatapnya.


"Aku baik baik saja, Dokter Kang.." Nada tersenyum lembut menatap Taehyun yang nampak khawatir.


"Kamu selalu keras kepala, Nad.. baiklah, kamu boleh pergi, tapi.."


"Tapi apa?"


"Aku harus ikut bersamamu"


Nada terkekeh pelan mendengar ucapan Taehyun barusan "Kamu ingin pergi keluar dengan pakaian seperti ini?"


"Kamu pikir aku se-nekat itu? tidak, lah" Taehyun mengerutkan kening, "Tunggu dulu, biar aku ganti pakaian" Lanjutnya.


"Iya, iya, cepat" Nada mengangguk tersenyum, lantas duduk di sofa.


Beberapa menit kemudian, Taehyun kembali dengan jas putih dan celana kulot berwarna abu-abu. Dengan rambut yang sudah disisir pula. Ah, semakin kesini dia terlihat semakin tampan.


"Bagaimana?" Ucap Taehyun. Kini laki-laki itu sudah berlagak seperti model yang sedang photoshoot di hadapan Nada.


Dia mengusap kedua sisi kepalanya, tersenyum, menyentuh dagu, dan masih banyak lagi. Nada hanya menatapnya. Taehyun itu punya sifat random, kadang so adorable, kadang juga begini sikapnya.


"Jadi kamu ini ingin menemaniku pergi atau sedang menunjukkan bakat terpendam?"


"Hehe, iya ayo" Taehyun tersenyum lebar hingga deretan giginya nampak, lantas membantu Nada berdiri.


Dengan sabar, Taehyun menuntun Nada berjalan. Sesekali menyapa beberapa dokter dan perawat yang sudah dikenal oleh keduanya. Mereka kini dalam perjalanan menuju kamar Soobin.


Senyum Nada mengembang selama perjalanan. Namun ketika keduanya tiba di depan kamar Soobin, Nada melirik kearah jendela.



Ya, pemandangan itulah yang nampak jelas di hadapan Nada sekarang.

__ADS_1


Gadis itu memundurkan langkah, membuat Taehyun bertanya-tanya. Ada apa dengan Nada? pasalnya laki-laki itu berada di belakang Nada tadi, jadi tidak melihat apa yang barusan Nada lihat.


"Ada apa, Nad? kenapa mundur begini?" Taehyun berusaha menahan tubuh Nada dari belakang.


Nada masih terpaku pada kedua manusia itu, senyumnya seketika memudar, pandangannya kabur karena air mata yang terbendung di matanya. Dadanya terasa sangat sesak.


Laki-laki yang selama ini ia rindukan, dia-


Nada menundukkan pandangan, menggeleng. Air matanya jatuh begitu saja. Taehyun yang sudah menyadari perubahan sikap Nada itu langsung membalikkan tubuh mungil Nada, lantas membawanya pergi secepat mungkin.


"Dokter Kang.. i-itu tadi--" Nada berkata dengan suara gemetar.


"Tidak, Nada.. jangan ingat itu lagi" Taehyun mengusap lembut rambut Nada. Mata gadis itu sudah berair.


"Dokter Kang, Soobin.." Nada menundukkan kepala, menangis. Dia benci ini. Hatinya serasa ditusuk dari belakang. Segera, Taehyun membawa Nada dalam pelukannya.


Pundak Nada bergerak naik turun dengan cepat, napasnya terdengar kencang. Taehyun tau, Nada ingin sekali menangis dengan bebas, namun dia tidak bisa.


Nakyung dan Soobin, kenapa kalian melakukan ini? kenapa kalian membuat Nada menangis?


Ucap Taehyun dalam hati.


...----------------...


Setelah kejadian itu, Nada jadi enggan keluar kamar. Dia lebih memilih berdiam diri di bangsalnya dari pada harus melihat pemandangan seperti itu untuk kedua kali.


Tidak, Nada tidak mau lagi.


Sikap gadis itu juga berubah, dia jadi lebih pendiam dari biasanya. ***** makanya berkurang, hal ini jadi makin membuat Taehyun khawatir.


"Aku ingin pergi ke luar sebentar" Taehyun bangkit dari kursinya, lalu-


Taehyun bergeming. Tidak menjawab pertanyaan Nada.


"Dokter Kang?" Tanya Nada sembari menoleh. Berusaha untuk melihat wajah Dokter Kang.


"Aku ingin pergi menemui Soobin" Taehyun menoleh, menatap Nada.


Begitu mendengar jawaban Taehyun, tatapan Nada berubah menjadi sendu. Bayangan itu kembali nampak di pikirannya.


"Untuk apa?"


"Aku ingin meminta penjelasan, Nad. Kenapa dia melakukan semua ini? atas dasar apa dia memeluk-"


"Aku mohon, jangan pergi kemanapun, Dokter Kang" Nada memotong ucapan Taehyun.


Laki-laki itu hanya bisa menatapnya tanpa jawaban lagi.


"Aku tidak ingin kamu meninggalkanku sendirian disini"


...- End of flashback -...


...----------------...


Hari ini, Nada sudah mulai mau keluar kamar. Pagi tadi, dia pergi menemui neneknya yang sudah lama tidak dijenguk.


Melihat ini, Taehyun jadi sedikit lebih lega. Ya walaupun Nada tidak sama seperti sebelum melihat kejadian tiga hari lalu, setidaknya dia sudah berusaha menerimanya dengan lapang hati.

__ADS_1


Dan sekarang, gadis itu tengah merajut sesuatu di depan jendela. Diluar gerimis, hawa ruangan jadi lebih dingin.


Tapi Nada bilang tidak apa, dia tidak merasakan kedinginan sedikitpun. Taehyun tidak bisa memaksa keras kepalanya itu, lebih baik membiarkannya jika Nada memang terlihat baik.


"Kamu haus tidak? mau kubelikan coklat?" Tanya Taehyun sembari tersenyum di sebelah Nada.


"Kalau aku bilang tidak mau?" Nada menoleh sembari tersenyum.


"Aku akan tetap membelikannya untukmu" Jawab Taehyun.


"Loh?" Gadis itu mengerutkan kening.


"Karena Taehyun tau Nada sangat suka coklat, mana mungkin dia menolaknya" Laki-laki itu terkekeh pelan, membuat Nada jadi ikut tertawa kecil.


Tapi, Taehyun benar kok. Dia memang sangat menyukai coklat.


"Aku pergi dulu ya, janji tidak akan lama"


"Iya, pergilah.." Nada tersenyum lembut.


Mereka sudah seperti pasangan suami istri yang hendak berpisah untuk kerja di pagi hari, bukan?


...----------------...


Perjalanan pulang.


Kini Taehyun sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan membawa sekantung plastik berisi dua buah coklat dan dua botol coklat hangat yang dikemas di dalam kaleng.


Dia tersenyum, hendak berbelok kearah kamar Nada. Namun, pandangannya terhenti ketika melihat seseorang yang berada di kursi roda melaju dengan cepat menuju area taman yang basah dan licin.


Segera, Taehyun berlari menyusulnya dari belakang. Dia terlihat seperti Soobin. Dan, benar saja. Ketika jarak antara keduanya sudah dekat, laki-laki ini benar-benar Soobin.


GREPP.


Taehyun memegang pegangan kursi roda itu dengan erat dari arah belakang, membuatnya berhenti melaju seketika. Hampir saja kursi roda ini meluncur ke area yang terkena hujan.


"Soobin kamu ini mau kemana? ini sedang hujan.. kamu bisa terjatuh!" Ucap Taehyun.


Soobin menoleh, "Jangan hentikan aku, Dokter Kang.. i-itu, aku melihat Nada berlari kesana, tolong jangan hentikan aku.. aku ingin menemuinya, aku mohon"


Taehyun menatapnya sejenak. Soobin terlihat sangat tergesa tadi. Padahal, Nada sedang ada di kamarnya. Mana mungkin dia pergi hujan-hujanan tanpa seizin Taehyun. Juga, belum tentu Nada ingin menemui laki-laki ini lagi.


"Soobin, Nada tidak ada disana, kamu pasti salah lihat" Ucap Taehyun.


"Tidak! jelas-jelas dia adalah Nada, lepaskan aku dokter Kang!" Melihat ini, Taehyun merasa kasihan padanya. Soobin, dia seperti sangat merindukan Nada. Tapi mengingat kembali kejadian hari lalu, membuat hati Taehyun ragu.


"Dia bukan Nada, lagi pula mana mungkin Nada ingin bertemu denganmu lagi, Soobin" Ucap Taehyun tegas.


Mendengar itu, air mata Soobin jatuh tanpa aba-aba. Dia menatap wajah Taehyun dengan mata basah, juga hatinya yang terasa perih. Apa katanya barusan? Nada tidak ingin menemuinya lagi? kenapa?


"Apa maksudmu, Dokter Kang?"


...****************...


[ Yey, ketemu lagi kita.. ]


__ADS_1


Soobin, are you okay??


__ADS_2