
Beberapa bulan telah berlalu. Ketiga pasang suami istri itu, telah menjalani kehidupan keluarganya masing-masing di rumah mereka. Dengan saling menjaga keutuhan dan kedamaian mereka. Dengan berusaha, menjadi sosok suami dan istri yang baik versi mereka.
Andin tengah berjalan-jalan di sekitar rumah. Melihat-lihat tanaman dan bunga-bunga yang mulai bermekaran di taman depan. Sesekali bergumam kecil dengan nada-nada yang spontan ia ingin gumamkan. Dengan tanpa berhenti mengelus-elus perutnya yang membuncit besar.
Sedang apa kau di dalam? Apa di dalam sempit? Kau pasti sudah tidak sabar ingin keluar, kan? Tenang saja, perkiraan beberapa hari lagi, kau akan lahir sayang.
Andin tersenyum memikirkan apa yang tengah bayi yang ada di dalam kandungannya lakukan di dalam perutnya. Dan kerapkali, ia merasa, semuanya seperti mimpi. Ia yang dahulu kecil dan kekanakan, tinggal beberapa hari lagi akan menjadi seorang ibu. Hidupnya akan lengkap dengan kehadiran si kecil. Sungguh.
Andin kembali berjalan pelan. Berjalan sehat di pagi hari, akan mempermudahkan proses dalam melahirkan. Ia mendapatkan saran dari Kumala. Dan tentu ia lakukan. Ia ingin, semuanya baik-baik saja. Tentunya, semua harus di ikhtiarkan.
Tiba-tiba saja Andin merasakan perutnya terasa sakit. Ia mencoba menahan rasa sakit itu. Tetapi, tidak bisa. Andin mengerang kesakitan. Ia bahkan hampir menjatuhkan tubuhnya karena tidak kuat menahan dirinya. Tetapi, beruntungnya, satu satpam berlari ke arahnya. Ia segera membantu Andin memapah tanpa berpikir panjang. Ia justru paling terlihat panik. Ia takut, ia yang akan disalahkan jika terjadi apa-apa.
"Aaaaaaa, mas!!!"
Andin terus mengerang kesakitan. Satpam tersebut berteriak memanggil Ziban, Kumala, Arga, rekan kerjanya di rumah itu, dan siapapun yang dapat ia panggil.
Terlihat dari arah pintu, Ziban yang memang segelas susu, langsung menjatuhkannya. Ia sontak saja berlari, setelah melihat kondisi Andin yang tidak baik-baik saja.
"Cepat siapkan mobil!"
Perintah Ziban. Satpam itu pun langsung berlari mencari sopir untuk mempersiapkan mobil secepatnya.
"Tahan sayang, tahan."
Ziban langsung membopong Andin. Ia yang berjalan dengan cepat mendekat ke mobil yang sudah mulai bergerak. Ia masuk ke dalam mobil dengan berhati-hati. Mobil pun melaju dengan cepat. Menuju rumah sakit terdekat, karena darurat.
Ziban terus berusaha menenangkan Andin. Membuatnya untuk harus tetap kuat. Walau ia tahu, yang Andin rasakan pasti sangat sakit, hingga membuatnya terus menjerit.
Melihat Andin kesakitan seperti itu, hatinya teriris-iris. Ia bahkan sampai ikut menangis. Tak mampu membayangkan rasa sakit yang tengah dihadapi oleh Andin, istrinya.
"Mas, sakit...!"
"Sabar sayang, sabar. Kita akan segera sampai."
Dan benar saja. Tak terlalu lama, mereka sampai di rumah sakit terdekat. Andin langsung segera dibawa ke ruangan tindakan. Dokter mengatakan pada Ziban, Andin akan melahirkan.
__ADS_1
Rasa sedihnya, kini bercampur dengan takut. Tetapi ia segera mengusir rasa takutnya itu.
"Tolong lakukan apapun yang terbaik demi istriku dan calon bayiku, dok."
Pinta Ziban berusaha berbicara dengan tenang. Dokter itu pun mengangguk lalu bergegas membantu Andin dalam proses melahirkan.
Pada awal mulanya, Ziban diminta untuk tetap didepan saja. Tetapi, pada akhirnya ia disuruh masuk ke dalam. Ziban pun menurutinya.
Ziban yang sudah masuk ke dalam, kebingungan. Ia sampai mati gaya. Entah mengapa, melihat Andin tengah berada di detik-detik proses melahirkan, Ziban semakin gugup.
"Silakan, pegang tangan istri anda. Sebagai suami dan calon ayah, anda yang akan menguatkan istri anda." (ucap sang dokter)
Ziban meneguhkan hati penuh keberanian dengan cepat. Ia tahu, ini bukan waktunya untuk memikirkan hal apapun.
Ziban lalu menggenggam erat tangan kanan Andin. Sedangkan tangan kiri Andin berpegangan ranjang di atas kepalanya. Dokter sudah mulai mengarahkan. Untuk mulai menarik dan menghela nafas juga mengejan.
Dalam melahirkan, Andin termasuk memahami prosesnya. Walau yang akan dilahirkan olehnya, adalah lahiran pertamanya. Ilmu itu ia dapatkan dengan membaca.
Ziban tak henti-hentinya mengelus-elus kepala Andin yang dipenuhi peluh keringat. Ia bahkan tak sekalipun mengalihkan matanya selain wajah Andin. Ia memejamkan matanya. Kali ini, genggaman tangannya, diperkuat oleh Andin. Dengan Andin yang mencari sumber kekuatan.
Ini pasti sangat sakit kan, sayang?
Dalam hitungan detik, tangan kanan Andin kembali mencari-cari tempat berpegangan. Dan ia mendapatkan tempat berpegangan yang kurang menguntungkan bagi Ziban.
Ziban menahan rasa sakit akibat jambakan Andin yang ia rasakan luar biasa. Ia baru tahu, bahwa Andin mempunyai tenaga yang sebesar itu. Dan mungkin saja, semua ibu di dunia. Mereka pasti akan mengerahkan semua tenaga mereka untuk buah hati mereka.
Ziban meringis kesakitan dengan nyeri di kepalanya yang mulai terasa. Tetapi ia mencoba menahan hingga bayi mereka keluar. Ia tahu, Andin lebih merasakan rasa sakitnya. Rasa sakit yang tak akan mampu laki-laki bayangkan, dan pikirkan.
Beberapa saat lamanya, setelah melewati masa-masa penuh ketegangan, akhirnya Andin menghembuskan nafasnya panjang dengan teratur. Bayinya sudah keluar.
Ziban mencium bibir Andin dengan bibirnya yang bergetar dan matanya yang berlinangan.
"Terimakasih banyak sayang atas perjuanganmu. Rasanya pasti sangat sakit, kan?"
Andin tersenyum lalu menggeleng pelan. Tenaganya sudah benar-benar habis. Tetapi ia terlihat bahagia. Ya, tentu saja.
__ADS_1
Beberapa saat, dokter dan perawat membawa bayi mereka. Serta diiringi oleh Kumala dan Arga yang masuk ke dalam. Mereka tersenyum turut berbahagia, untuk kelahiran cucu mereka.
"Selamat ya, untuk pertama kalinya melahirkan, langsung dua sekaligus. Satu laki-laki, dan satu perempuan. Sangat tampan dan cantik."
Bahagia yang tak ternilai. Dikaruniai dua anak sekaligus. Sepasang suami istri itu tak henti-hentinya berterimakasih kepada Tuhan. Andin yang tadinya tak memiliki daya sekalipun, kembali bertenaga setelah melihat kedua bayi yang baru dilahirkan olehnya.
"Meta dan Rossie juga sudah melahirkan." (ucap Kumala)
Andin dan Ziban terkejut. Kumala langsung menjelaskan.
"Mereka semua sudah menuju kesini sejak mereka dikabari. Dan bukannya menemanimu, mereka justru merasa perutnya tiba-tiba sakit. Ketika sampai di rumah sakit ini. Dan benar saja, mereka langsung melahirkan disini."
"Semua hal yang tidak disangka-sangka, akan selalu datang dari arah mana saja." (sambung Arga)
"Meta dan Rossie sama-sama melahirkan bayi perempuan yang sehat." (ucap Kumala lagi)
Andin dan Ziban semakin berbahagia. Memang benar, kejadian yang tidak terduga akan selalu terjadi, karena Tuhan yang mengatur. Semuanya akan menjadi mungkin, jika Tuhan sudah berkehendak.
Dokter dan perawat meminta Andin dan Ziban untuk mencoba menggendong bayi mereka. Andin dengan sigap mencobanya. Ia sudah terbiasa menggendong adiknya. Sedangkan Ziban sedikit ragu. Ini adalah pengalaman pertamanya. Tetapi Andin menyakinkan dirinya.
Andin menggendong bayi laki-lakinya. Dan Ziban menggendong bayi perempuannya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Ziban mencium pelan kening mungil itu. Begitupun dengan Andin.
"Putriku ini akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik seperti mommy nya."
"Begitupun dengan putraku ini. Dia akan sama tampannya dengan dady nya."
Ziban memberikan bayi yang tengah digendongnya, kepada Arga. Andin melakukan hal yang sama. Ia meminta Kumala untuk menggendong cucu nya. Ziban memeluk Andin yang masih duduk dengan ganjalan bantal dibelakang kepalanya.
"Kau adalah istriku yang selalu ku cintai. Baik di kehidupan kini, besok, ataupun di kehidupan nanti."
Andin membalas pelukan penuh cinta dari Ziban.
"Dan kau adalah bukti nyata dari adanya cinta. Bukti dari cinta yang murni nan berarti. Bukti dari cinta yang sejati. Bukti adanya suami yang selalu mengerti. Kau, suamiku yang selalu ku cintai."
Keduanya sama-sama meneteskan air mata kebahagiaan, dalam peluk. Dengan berjanji dalam diri, akan mendampingi, melengkapi, satu sama lain. Berusaha menciptakan kehidupan berbahagia bersama. Tanpa adanya kesedihan, keterpurukan, penyesalan, pengorbanan yang berlebihan, dan tanpa adanya jerit tangisan.
__ADS_1
TAMAT.
Baca novel terbaru dari LeeNov. #Padamu Cinta. Selain untuk hiburan, akan ada banyak pelajaran disana. Semoga suka yaa.❤️