Kabisat Dream (Love From Another World)

Kabisat Dream (Love From Another World)
SELIR ISTANA


__ADS_3

“Meow (ada apa?)” Poko menghampiriku yang sedang melamun duduk di jendela kamar yang terbuka.


“Hmm, aku masih tidak mengerti tentang kehidupan istana, aku tidak ingin ikut dalam permasalahan istana tujuanku masuk istana adalah perpustakaannya. Tapi sampai sekrang aku bahkan tidak tau dimana letaknya.” Gerutuku duduk memeluk lutut sambil bersandar dibingkai jendela.


Ya aku benar-benar duduk di jendela seolah sedang duduk diatas pohon, dan tidak perlu takut ketinggian karena kamar pelayan adanya di lantai satu. ‘haa anginnya begitu menyejukkan, semoga tidak ada lagi perusak mood seperti kemarin.’


Aku mengendong Poko dan mengelus bulunya yang tidak setebal bulu Bear. Aku merindukan Hutan.


“Hey sedang apa?” Rey tiba-tiba muncul mengagetkan Poko yang sempat tertidur di lengan ku.


“Tidak ada” jawabku tersenyum. “Hanya merindukan hutan” cicitku. Rey memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti dengan yang aku katakan. Astaga! Aku baru sadar apa yang aku katakan. Sial tidak seharusnya aku merindukan hutan.


“Egh maksudku aku merindukan kampung halaman ku. Rey kita selalu bertemu di dekat hutan, kamu tahu kampung halaman ku sangat sejuk sama seperti saat kita berada di dalam hutan” ucapku mencari alasan.


“Kau merindukan pulau tempat mu berasal?” ucap Rey memastikan.


“Iyaa, aku merindukan Forestland” ucapku. ‘Sial kenapa aku merasa malu saat menyebutkan kata itu’.


Rey hanya mengangguk mengerti. Aku harus membuat pengalihan, apa yang harus ku katakan biar tidak canggung seperti ini. Ku arahkan pandanganku ke arah Poko yang seolah tidak peduli. ‘Kucing sialan!’


“Rey, apa di istana boleh membawa kucing?” tanyaku mengendong Poko mengahadap ke depan wajah Rey.


“Ya, mungkin asalkan tidak ketahuan”


“Apa ada larangan?”


“Tidak ada, hanya saja tidak pernah ada pelayan yang membawa binatang peliharaannya ke dalam istana”


“Aku tidak membawanya, dia datang sendiri…” ucapku membela diri. ‘Lihat kucing sialan, kamu tidak diterima di istana ini. Memohonlah kepadaku.’


“Baiklah …” ucapku beranjak dari jendela keluar membawa Poko namun tidak dengan memeluknya tapi seperti induk kucing membawa anaknya dengan tangan bukan mulut maksudku.


“Meow!! (apa yang kau lakukan!!)” berontak Poko.


“Membuangmu!” ucapku tepat di telingannya. “Kamu dengar, tidak ada pelayan yang membawa binatang ke dalam istana, yang artinya kamu tidak diterima” ucapku menang.


Poko memasang wajah memelasnya seolah memohon pertolonganku. ‘ternyata kucing ini tau cara minta tolong juga’ batinku senang. Rey masih tepat dibelakangku, yaa keluar lewat jendela memang lebih praktis.


“Rey..” panggilku membalikkan badan menghadapnya.

__ADS_1


“Kamu bilang asal tidak ketahuan tidak apa-apa kan?” tanyaku dibalas anggukan oleh Rey.


“Aku tadi berniat mengeluarkannya dari istana tapi tidakkah kamu lihat?” aku menghadapkan Poko lagi di depan wajahnya. “Bukankah dia sangat lucu?” Poko membuat wajah seimut mungkin ‘Sial! Kucing ini menggemaskan’. “Biarkan dia berada di istana ya, dia tidak akan menganggu pekerjaan ku dan pekerjaan yang lainnya.” Ucapku memohon.


“haa baiklah aku akan membiarkannya. Tapi dia akan menjadi binatang peliharaanku, dengan begitu tidak ada yang berani membuangnya.” Ucap Rey menghela napas.


“Baiklah aku setuju!” ucapku senang.


“Meooww…” Poko melompat ke arah Rey, dan menjadi kucing yang manja. ‘Dasar kucing bermuka dua!’.


“Maaf Rey, sepertinya Poko menyukaimu.” Poko melihat kearahku seolah berkata ‘diamlah aku tidak ingin nama panggilan itu, biarkan dia memberikanku nama panggilan baru yang jauh lebih bagus.’


“Namanya Poko?” Aku mengangguk mengiyakan. Rey tersenyum dan mengelus Poko dengan lembut.


“Baiklah, besok aku akan membuat tanda pengenal istana untuknya.” Haa yang benar saja seekor kucing bisa mendapat pengenal istana yang berarti dia sudah termasuk keluarga istana.


Rey membawa Poko dalam pelukkannya meninggalkanku yang masih ingin mengelilingi istana. ‘aah sial harusnya aku tanyakan kepada Rey saja dimana perpustakaan istana!’ batinku kesal.


*****


Sudah hampir 2 jam aku berkeliaran mengitari istana ini dan tidak tahu dimana aku sekarang, ya aku tersesat! Aku berdiri di tengah jembatan dengan kolam ikan dibawahnya. Aku lelah dan duduk bersender di dalam tengah jembatan. Kenapa aku selalu tersesat.


“Sedang apa kau?”


“Hmm benarkah?” Zee menyelidiki. “Baiklah jika kau ingin menikmati pemandangan disini dan bukannya tersesat aku akan pergi” Zee tahu aku tersesat, telinga ku memerah karena ketahuan.


“Egh tunggu a..aku sebenarnya tersesat. Sudah hampir 2 jam dan aku tidak tahu jalan pulang ke istana selir..” ucapku malu.


Zee tersenyum, senyum yang bisa membuat gadis terpikat. “Ayo, biar aku antar” ucapnya berjalan melewatiku.


“Tunggu dulu..” aku menarik baju Zee “Bisakah kita beristirahat dulu disini, kaki ku lelah karena berjalan tanpa henti mencari jalan keluar” dengan wajah memelas aku berharap Zee akan menyetujuinya.


“Baiklah” ucapnya dan bersender di jembatan.


“Zee, duduklah..” ucapku sambil menepuk tempat di sampingku. ‘arrgh aku lupa dia seorang pangeran bagaimana mungkin seorang pangeran mau duduk bersampingan dengan pelayan di jembatan ini.’


“Duduklah tidak ada yang melihat kalau kamu duduk disampingku, kita tertutup dengan sisi jembatan. Lihatlah tidak ada pemandangan lain dari sini kecuali sisi jembatan batu ini” Zee tersenyum dan mengambil tempat di samping ku.


‘ah pantas saja dia tahu kalau aku sedang berbohong, bodohnya aku sendiri yang menjelaskan jika aku sedang berbohong dengan mengatakan sedang menikmati pemandangan padahal tidak ada yang terlihat.’

__ADS_1


Canggung rasanya hanya duduk dan berdiam diri seperti ini.


“Zee, ada hal yang ingin aku tanyakan” ucapku memecahkan kecanggungan. Zee hanya berdeham, ‘baiklah dia memang tidak banyak berbicara, aku anggap jawaban iya.’ Batinku.


“Kenapa Maura maksudku putri egh selir Maura memanggil ibu suri kakak? Bukannya ibu suri artinya ibu, dia istri kaisar sebelumnya?”


“Dia bukan ibu suri. Di kekaisaran ini tidak ada seorangpun yang menjadi ibu suri setelah ibu kami meninggal. Dia hanya seorang selir tidak lebih.” terlihat wajah tidak suka dari Zee saat aku menyebut selir Vera sebagai ibu suri.


“Hmm, baiklah aku mengerti. Bisakah kamu ceritakan tentang istana selir ini? Siapa mereka. Kenapa selir di istana ini hanya sedikit. Ini tidak seperti harem” ya yang ku tahu kekaisaran memiliki haremnya dengan artian dia memiliki banyak selir.


“Hanya ada dua selir kekaisaran ini, selir pertama adalah putri Maura, dia merupakan adik sepupu dari selir kaisar sebelumnya selir Vera. Selir Vera menjadi selir karena paksaan dari kakek, saat itu aku baru berumur 5 tahun, ibuku terkena penyakit yang membuatnya lemah dan hanya terbaring. Sedangkan selain ibuku, ayahku tidak memiliki wanita lain termasuk selir. Karena itu kakek ku menyarankan untuk mengangkat seorang selir untuk membantu ibuku dan memilih seorang yang masih muda dan diangkatlah selir Vera. Tidak lama kemudian ibuku meninggal saat umurku 7 tahun, kami tahu siapa dalang dibalik semua ini namun tidak ada yang bisa kami lakukan.”


Ternyata kehidupan istana benar-benar rumit. Pantas saja tidak ada yang bisa mereka lakukan, mereka masih sangat kecil.


“Setelah itu selir Vera memasukkan putri Maura ke dalam istana dan menyarankannya untuk menjadi istri dari kakak ku karena latar belakang keluarganya yang dapat membantu kekaisaran, saat itu kakak baru berumur 9 tahun.”


“Haa semuda itu!” ucapku terkejut.


“umm, karena masih terlalu muda untuk mempunyai istri, mereka hanya mengadakan tunangan, dan menjadi pertunangan termuda di kekaisaran ini. Setelah 2 tahun kemudian ayahku sakit-sakitan, penyakitnya hampir dengan yang di derita mendiang ibuku dulu. Tidak sampai 1 tahun ayahku meninggal dan tahta dialihkan kepada kakakku yang saat itu berumur 12 tahun.”


Dengan usia semuda itu dia menjadi seorang kaisar? Sedangkan aku di umur segitu masih menjalani cinta monyet di SMP.


“Sebagai seorang kaisar dia harus menepati janjinya, karena sudah bertunangan dengan putri Maura dia harus menikahinya. Dia akhirnya menikah dengan putri Maura, namun putri Maura hanya dijadikan seorang selir. Dia hanya berjanji akan menikahi putri Maura bukan menjadikannya permaisuri ataupun pendampingnya dalam mempimpin kerajaan ini”


“Bagaimana dengan putri Calista?” penasaran bagaimana putri kesepian itu mau dijadikan seorang selir.


“Calista.. dia sebenarnya putri dari kerajaan musuh, setelah kerajaannya kalah semua keluarganya di bunuh.”


Calista? Kenapa mereka terdengar dekat?


“Sebenarnya ada yang sedang mengadu domba kedua kerajaan agar saling berperang dan mendapat untung dari perang ini. Setelah mengetahui kebenaran ini kakak bermaksud menyudahi perang dan berdamai. Namun sudah terlambat saat sampai semuanya sudah menjadi lautan mayat.”


“Jadi bukan kerajaan ini yang membunuh keluarganya?”


“Kau benar, yang membunuhnya adalah kerajaan yang lain. Kakak menemukan Calista di ruang bawah tanah sedang meringkuk menangis lalu membawanya ke dalam istana ini dan menjadikannya selir sebagai upaya untuk melindungi satu-satunya garis kerajaan Arion.”


Ternyata Kaisar seorang yang baik hati.


“Dan untuk membayar rasa bersalahnya kepada kerajaan Arion. Jika ia tidak termakan dengan umpan dari para pengkhianat, dia tidak akan memulai perang dan mengakibatkan gadis kecil menangis dengan air mata kering. Saat itu Calista berumur 15 tahun.”

__ADS_1


Membayangkan gadis berumur 15 tahun melihat sendiri adegan berbahaya dan yang menjadi peran utama adalah keluarga, mungkin itu akan membuatnya depresi, lalu bunuh diri.


Dengan angin sepoi-sepoi yang menyapu pucuk kepala membuatku terbawa suasana dan semuanya gelap. Disini sangat nyaman.


__ADS_2