Kabisat Dream (Love From Another World)

Kabisat Dream (Love From Another World)
KENAIKAN TINGKAT


__ADS_3

Setelah mendapatkan izin aku kembali ke kamarku, sebenarnya aku ingin menemui Calista tapi ku urungi niatku karena jika mengikuti alur, Maura akan mencariku. Sedangkan Calista tidak menyukai keributan.


“Kin..” aku memanggil pelayan pribadiku


“Kin!!” tidak ada respon sama sekali, biasanya saat majikan memanggil pelayan langsung datang. ‘apa dia tidak menganggapku?’


Aku keluar dari kamar dan bertanya kepada penjaga di depan pintu.


“Apa kalian melihat Kin?”


“Kin?” beo kedua penjaga


“Ya.. pelayanku yang keluar bersamaku tadi..”


“Kami tidak melihat nona, semenjak nona dan pelayan nona keluar dari kamar, pelayan nona belum kembali..”


“Baiklah.. terima kasih…”


‘Lalu kemana Kin? Bukannya dia tadi langsung kembali.. atau..’ pikiran ku langsung mengarah ke Maura. Jika mengikuti alur Maura pasti mencari masalah dengan menggunakan pelayanku. Aku memantapkan pilihan menuju ke istana selir, yah walaupun aku tidak tahu letak pasti kamarnya.


“Meow…” Poko tiba-tiba muncul mengikuti langkahku


‘astaga! Aku benar-benar lupa dengan kucing hitam ini.. Setelah dijemput kembali ke istana, aku melupakannya yang sudah menemaniku kabur dari penjara. Teman macam apa diriku?’ aku menunduk melihat Poko.


“Meow.. (apa kau melupakan ku?)”


“Oh ayolah aku tidak mungkin melupakanmu. Kamu temanku..”


“Meow? (lalu?)”


“mmm…” alasan apa yang bisa ku pakai “Ah iya Poko, kamu tahu kan dimana kamar Selir Maura?” tanyaku mengalihkan topik sementara


“(Meow.. meow..? (ya tentu saja.. lalu kenapa?)”


“Antarkan aku kesana.. aku harus menjemput pelayanku”


“Meow? (bukankah pelayan itu kau?)”


‘ah kucing menyebalkan!’


“Tentu saja sekarang aku punya! Akan aku jelaskan nanti..”


Aku mengikuti Poko yang menunjukkan arah berjalan didepanku. Kami sampai di depan kamar yang cukup besar dengan penjaga berada di depannya. ‘kenapa kamarnya berbeda jauh dengan kamar Calista yang sepi tanpa penjaga dan pelayan?’


“Nona, ada perlu apa datang kesini?” tanya penjaga menghentikan langkahku


“Menjemput pelayanku!” jawabku menerobos masuk ke dalam


“BRAAK!!” aku membanting pintu hingga terbuka


“No..Nona..” Kin terlihat terkejut dengan darah di sudut bibirnya dan luka memar di tubuhnya.


‘Dia benar-benar iblis! Jadi setelah bertemu denganku tadi dia mencari pelayanku, dan waktu yang ku habiskan bersama Kaisar tadi dilakukannya untuk menyiksa pelayanku!!’ emosiku tersulut melihat pelayan pribadiku tersungkur ke lantai tidak berdaya dengan beberapa pelayan yang memeganginya.


“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!!” Bentakku kesal


“he bukannya kau lihat sendiri? Aku sedang mendidik pelayanmu..” Maura mencibirku


“Aku bisa mendidiknya sendiri! Dan yang kamu lakukan bukan mendidik! Tapi menyiksanya! Apa kamu benar-benar iblis?!!”


“Apa kau bilang? Iblis? Sepertinya kau lupa statusmu..”


“Bukannya kamu yang lupa statusmu? Bukannya Yang Mulia sudah mengatakan tentang statusku saat ini?” balasku

__ADS_1


“hahaha,, lihatlah kau ternyata masih tidak mengerti..” Maura berjalan mendekat ke arahku. “Kau belum menjadi selirnya! Kau hanyalah calon! Dan jika kau menjadi selirpun statusmu masih dibawahku! Apa kau lupa? Aku selir utama Yang Mulia!” ucapnya penuh kemenangan.


‘Sial! Aku lupa dan tidak mengerti tentang ini!! Dan sepertinya diapun baru menyadari ini..’


“Kembalikan pelayanku!” ucapku menatap tajam Maura


“Memohonlah maka akan aku berikan.. hahaha”


“Aku mohon kembalikan pelayanku!” masih dengan tatap tajamku


“Apa seperti itu caramu memohon?”


“Tentu saja, apa kamu pernah melihatku memohon seperti orang rendahan? Atau memohon kepada seorang iblis?”


“Kau!!”


“Apa kamu hendak menamparku? Lalu bagaimana caramu menjelaskan kepada Yang Mulia karena telah melukai wajahku..?”


“Tampar pelayan itu!! dan cambuk!” perintahnya di iringin bunyi tamparan terhadap pipi Kin dan dilanjutkan dengan suara cambukan


“HENTIKAN!!” teriakku, kegiatan penyiksaan itu terhenti


“Apa sekarang kau sudah mengerti statusmu?”


Aku mengangguk dan menunduk tidak sanggup melihat penyiksaan yang ada di depan mataku “Maafkan aku..” ucapku, maaf yang aku tujukan bukan untuk Maura tapi untuk Kin yang sudah menerima siksaan karena diriku.


“Hahahahaha, apa kalian dengar? Bekas pelayan yang sombong ini ternyata tahu cara meminta maaf hahaha” ledek Maura dengan senangnya. ‘awas saja akan ku balas!’


“Kalian serahkan pelayan yang hampir mati itu kepadanya, aku tidak ingin melihat mayat di kediamanku!” perintahnya kepada beberapa pelayan yang ikut serta dalam penyiksaan.


Aku memeluk Kin yang sudah tidak berdaya dengan luka disekujur tubuhnya dan air mata lolos dari pelupuk mataku, ‘Bagaimana bisa seorang manusia diperlukan seperti ini oleh manusia lainnya, ah iya aku lupa dia iblis!’ aku memapah Kin berdiri.


“No..na.. a..ku ti..dak apa a..pa..” ucapnya lemah menahan sakit yang dirasakan tubuhnya


Aku berjalan memapah Kin kembali ke kamarku perlahan, aku tahu lukanya pasti sangat perih karena aku pernah berada di posisi itu.


“Hana…” suara yang ku kenal mengahampiri kami


“Rey..”


“Apa yang terjadi kepadanya?” tanya Rey terkejut melihatku membawa Kin yang hampir terlihat seperti mayat


“Iblis melakukan tugas penyiksaan kepadanya..” jawabku. “Rey bisakah kamu membantuku membawanya ke kamar ku?” tanyaku kepada orang yang telihat sedang menikmati waktu sengangnya.


“Pan..ge..ran.. ja..ngan a..ku ti..dak…” ucap Kin yang tidak enak hati mendapat bantuan seorang pangeran.


Dengan bantuan Rey yang membantuku memapah Kin, aku sampai ke kamar dengan keringanan beban. Jika kalian menanyakan kembali kemana Poko, tenang aku tidak meninggalkannya lagi. Dia mengikuti langkah kakiku.


Rey membantuku membaringkan Kin ke tempat tidurku.


“Rey bisakah kamu memanggil tabib kerajaan?”


Tangan lemah memegang pergelangan tanganku, aku menoleh ke arah pemilik tangan, dia menggeleng lemah tidak menyetujui tindakanku. “ti..dak per..lu no..na, a..ku ti..dak ingin men..yu..sakan no..na dan pa..ngeran”


“Ha..” aku menghela napas mengalah dengannya yang berusaha menghentikanku “Baiklah, aku akan memanggil pelayan lainnya untuk membersihkan lukamu”


“Bagaimana bisa pelayanmu sampai seperti ini?” tanya Rey penasaran


“Ha.. Maura yang melakukannya. Dia kesal melihatku bersama kaisar dan karena dia tidak bisa melukaiku, dia menyiksa pelayanku…”


“Apa?? Bukankah sudah ku katakan terlalu berbahaya berurusan dengan Maura..”


“Rey, lihat aku tidak apa-apa.. hanya saja dia malah menyusahkan orang disekitarku. Hanya karena status!”

__ADS_1


‘salahkan Yang Mulia kenapa kau hanya diberikan status di bawahku!! Hahahah’ aku teringat dengan kalimat akhir yang dikatakan Maura. ‘Salahkan Yang Mulia..’ haa sekarang aku tahu cara membalasnya!


“Rey,, kakakmu hmm maksudku Kaisar ada dimana?”


“Biasanya sekarang dia sedang berada di ruang kerjanya di istana utama.. kenapa?”


“Baiklah terima kasih!” ucapku berlalu pergi menuju istana utama diikuti oleh Rey yang masih penasaran karena aku tidak langsung menjawab pertanyaanya.


“Mohon maaf nona, Yang Mulia sedang tidak bisa diganggu” ucap penjaga menghalangi jalan masukku


“Ada yang ingin aku bicarakan kepadanya”


“Tidak bisa nona.. Yang Mulia sedang berdiskusi dengan Pangeran kedua” ucapnya masih menahanku ‘ah Zee juga ada di dalam..’ aku tersenyum karena otak ini bisa di pakai saat seperti ini


“Apa Yang Mulia atau Zee tidak mengatakannya? Aku dan Rey juga di undang dalam diskusi ini! Benarkan Rey?” aku mengalihkan pandanganku kepada Rey.


Terlihat ekspresi bingung di wajahnya, ‘oh ayolah Rey kamu hanya perlu mengatakan ya!’


“Ya.. yaa kakak mengundangku dan Hana dalam diskusi ini..” Rey membantuku


‘kesempatan!’ kedua penjaga mengalihkan pandangannya ke arah Rey dan aku langsung menerobos masuk ke dalam ruang kerja kaisar.


“Yang Mulia!!” teriakku sambil membuka pintu dan menerobos masuk ke dalamnya diikuti kedua penjaga dan Rey yang mengejarku.


“Hana?” Zee melihat ke arahku. “Apa yang kau lakukan disini?”


“Ada yang ingin…”


“Maafkan kami Yang Mulia, Pangeran Zee, kami sudah mengatakannya tapi nona dan Pangeran langsung menerobos masuk.. kami akan mengeluarkannya” ucap penjaga


Kedua lenganku dirangkul oleh kedua penjaga, mereka cukup kuat untuk mengangkatku sampai kakiku tidak menyentuh lantai lagi.


“Aku yang mengundangnya.. lepaskan dia..” ucapan kaisar membuat kakiku menyentuh bumi lagi


Kedua penjagapun memberi hormat kemudian pergi keluar ruangan dan menutupnya.


“Jadi apa alasan kalian membuat keributan menerobos masuk?”  tanya Kaisar menutup buku di atas mejanya dengan kedua telapak tangan memangku dagu, seperti penyelidik.


“Aku tidak melakukannya, Hana yang menerobos masuk..” bantah Rey. ‘Hey berkat siapa aku bisa menerobos masuk!’


“Aku ingin negosiasi ulang!” ucapku langsung ke intinya. “aku ingin membalas perlakuan Maura yang sudah menyiksa pelayan pribadiku! Jadi aku tidak ingin dijadikan sebagai calon selir saja!”


Berbeda dengan Rey dan Zee yang bingung, Kaisar menatapku dengan santai seolah tahu apa yang aku inginkan “lalu?” tanya kaisar memastikan


“Jadikan aku permaisuri. Calon permaisuri bukan calon selir!”


“Baiklah!” jawabnya singkat tanpa adanya pertimbangan.


“Apa? Hana apa kau tahu apa yang kau katakan?”


“Aku tahu apa yang aku katakan Zee, karena aku yang mengatakannya”


“Hana statusmu sebagai calon selir saja sudah seperti ini bagaimana jika Maura tahu statusmu sebagai calon permaisuri kerajaan ini? Kau akan berada dalam bahaya lebih dari ini”


“Rey… dia melakukan itu karena statusku di bawahnya.. jika statusku lebih tinggi darinya lihat apa yang bisa dia lakukan terhadapku dan orang di sekitarku.”


“Baiklah mulai sekarang..” Kaisar berdiri dari tempatnya duduk berjalan ke arahku, memengang daguku untuk melihatnya “kau calon permaisuriku” mata cokelat kehitamannya kelihatan sangat jelas, mata yang pertama kali kulihat di danau.


“Baiklah karena aku sudah mendapat status baru darimu..” aku mundur secara perlahan menjauh dari mereka bertiga dan mebalikkan badan keluar dari ruangan


“Apa yang akan kau lakukan?”


“Bukannya sudah jelas?” ucapku berbalik melihat ke arah mereka “Membuat keributan baru!! Hahaha” lanjutku sambil berlalu pergi meninggalkan mereka yang masih tidak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2