Kabisat Dream (Love From Another World)

Kabisat Dream (Love From Another World)
SARAPAN


__ADS_3

Kamarku menjadi lebih besar dari sebelumnya, yah aku sudah pindah ke kamar tamu. Tidak perlu memperhatikan jam bangun tidurku lagi, dan disini aku dilayani bukan lagi sebagai pelayan.


Kemarin setelah bernegosiasi dengan kaisar aku kembali ke kamar Calista.


“Apa yang kalian bicarakan? Yang Mulia tidak membuatmu sulit kan?”


“Tidak, dia hanya mengatakan untuk terus berada disisinya..”


“Benarkah hanya itu?” Calista menyelidik


“Yah, hanya itu dan dia memberiku izin untuk keluar masuk perpustakaan istana semauku..”


“Sepertinya Yang Mulia benar-benar menyukaimu Hana, izin keluar masuk perpustakaan tidak diberikan semudah itu”


Aku tersenyum, ‘tentu saja tidak mudah, aku harus memainkan peran sebagai pendampingnya dan membuat Maura melakukan kesalahan’


Pelayan yang diutus kaisar untuk melayaniku menuntunku menuju ke kamar tamu yang akupun sama sekali tidak tahu letaknya. Kami sampai di depan ruangan dengan dua daun pintu, besarnya hampir sama seperti kamar Calista, hanya saja disini memiliki beberapa penjaga. Aku masuk ke kamar tidur baruku, langsung merebahkan tubuh ku ke atas kasur yang besar dan empuk. ‘ah ini sangat nyaman memang sangat berbeda jauh dari tempat tidur seorang pelayan yang kecil dan keras’


Aku membuka lemari pakaian dan beberapa baju sudah tersedia, namun aku tidak menyukai pakaian yang terlalu mewah dan memakainya pun sulit. ‘aku akan meminta kaisar menjahitkan baju dengan model seperti pakaianku kemarin’


“Nona, pangeran ketiga ingin bertemu dengan anda..” ucap pelayan yang ku ketahui namanya Kin


‘Biasanya dia langsung masuk, kenapa sekarang begitu sopan?’ aku membiarkan Rey masuk


“Aku sudah mendengarnya, apa benar kaisar ingin menjadikanmu selirnya?” Tanpa basa-basi dia langsung menanyakanku


‘Apa kabar ini sudah menyebar begitu cepat?’


“Yah seperti yang kamu dengar..” aku menyuruh Ana untuk meninggalkan kami berdua


“Aku tahu ini rencana kaisar tapi aku tidak setuju jika kau yang dijadikan umpannya.”


“Rey.. apa ini karena rasa bersalahmu meninggalkan aku saat kamu dibutuhkan?”


Rey hanya diam. Tentu saja dia merasa bersalah, dan karena kejadian itu aku dijadikan umpan untuk menangkap pelaku asli sampai di cambuk karena berurusan dengan para iblis.


“Aku hanya tidak ingin kau terluka. Kau temanku. Aku yang membawamu ke dalam istana dan karena aku juga kau jadi terlibat dalam masalah internal istana”


“Tenang saja Rey, aku bisa menjaga diriku sendiri. Kenapa kamu tidak mengajariku cara menggunakan pedang lagi?”


“Tidak aku tidak ingin, apa kau lupa karena itu juga kau dicurigai!”


“Haa Rey, jangan dibahas lagi oke?”


“Baiklah, aku hanya tidak ingin kau terluka, terutama perasaanmu. Aku tidak pernah melihat kakakku menyukai wanita selain ibuku”


‘apa ini yang Rey khawatirkan? Takut aku jatuh cinta kepada kaisar dan malah terluka karena cinta tidak terbalas? Seandainya kamu tahu Rey aku sudah cukup terluka karena cinta dan sebuah ungkapan kata komitmen sebelum aku menemukan dunia ini’


“Tenang saja, aku tidak akan jatuh cinta kepada kaisar.. aku hanya membantunya, dan aku memberikan pelajaran kepada mereka yang selalu menganggu Calista yang ku anggap ini sebuah hiburan untukku”


“Baiklah.. aku percaya denganmu, namun jika kau terluka kau bisa menemui aku untuk menutupi lukanya”


“puftt.. sejak kapan kamu bisa berkata seperti seorang pria dewasa hahahah”

__ADS_1


“Cih.. istirahatlah aku akan keluar..” ucap Rey berlalu pergi keluar kamar. ‘Jika aku masih seperti yang dulu, aku akan salah paham mendengar kata-katamu itu’


Setelah kepergian Rey, akupun benar-benar beristirahat.


*****


“Nona… Yang Mulia Kaisar mengajak anda sarapan bersama”


“Baiklah Kin bantu aku berhias” memiliki seorang pelayan ternyata membuat urusan lebih mudah. Kin membantuku berhias tipis, dan mengikat rambutku. Tentu saja aku memakai pakaian yang biasa aku pakai, ini lebih membuatku nyaman.


Aku memasuki ruangan yang dikatakan menjadi tempat untukku sarapan.


“Salam Yang Mulia..” ucapku sopan memberi salam


“Duduklah” balasnya singkat


Para pelayan dan penjaga keluar ruangan setelah menyajikan makanan di atas meja.


“Bukankah sudah disediakan pakaian lain di dalam lemari, kenapa kau memakai pakaian itu?”


“Aku tidak menyukai pakaian yang ada dalam lemari. Aku tidak suka dengan modelnya. Aku lebih menyukai pakaian yang ku kenakan sekarang, lebih nyaman”


“Terserahlah, asal kau tidak mengenakan pakaian pelayan”


Kami sarapan dalam diam, hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar.


“Apa ini rencanamu?” tanyaku membuat percakapan


“Kau akan lihat nanti..”


“Sepertinya kau tahu bagaimana alurnya..”


“Apa ini juga pernah dilakukan saat Calista menjadi selir?”


“Yah, aku mengajaknya makan bersama, namun Calista tidak seberani dirimu, Maura memakinya dan menampar wajahnya, dia tidak bisa melawan. Karena itu aku tidak bisa menggunakannya untuk membuat Maura kesal dan melakukan kesalahan”


‘Aku akan balas tamparan yang dilakukannya kepada Calista’


“Kau sudah selesai makan?” aku mengangguk “Kita keluar ruangan bersama” Kaisar mengandeng tanganku pergi keluar ruangan menuju taman dekat istana selir.


Para pelayan dan penjaga melihat ke arah kami yang terlihat mesra. Benar saja di perjalanan menuju taman kami bertemu dengan target.


“Salam Yang Mulia..” Maura memberi salam dan melihat ke arah ku dan kaisar, aku mempererat rangkulanku di lengan kaisar. Kaisar tidak memberikan respon apapun.


“Selir Maura, apa kamu sudah sarapan?”


“Bukan urusanmu!”


“Yang Mulia lihatlah, aku hanya menanyakan apa dia sudah sarapan hanya untuk basa-basi saja, sebagai calon selirmu bukannya aku harus dekat dengan selir lainnya?”


“Maura jaga ucapanmu, dia bukan lagi seorang pelayan, dia tamuku dan calon selirku” aku menyunggingkan senyum kemenangan


“Maafkan saya Yang Mulia..” Maura meminta maaf dengan wajah kesal

__ADS_1


“Sudahlah Yang Mulia, mari kita lanjutkan perjalanannya” aku melewati Maura yang masih menunduk, dan para pelayannya yang tidak bisa berkutik di depan kaisar


‘apa ini perasaan bahagia saat pelakor menang dari istri sah?’


“Bagaimana kau tahu cara pengobatan?”


“Aku belajar dari bibiku” jawabku singkat


“Bibi? Apa bibimu seorang tabib?”


“Sepertinya bukan, bibiku hanya seorang pembuat obat-obatan saja..”


“Benarkah?” aku mengangguk ‘kenapa kaisar penasaran dengan bibiku?’


“Aku juga belajar pengobatan dari buku”


“Buku?” beo kaisar “Bukankah kau tidak bisa membaca? Bagaimana kau bisa mempelajarinya?”


“Hmm, itu karena aku bisa membaca bukunya”


Kaisar mengerutkan keningnya mendengar jawabanku, yah aku tahu jawaban yang ku berikan akan sulit dicerna olehnya, tapi itu memang jawabannya.


“Maksudmu buku pengobatan yang kau baca tidak seperti tulisan pada umumnya?” tanyanya memperjelas jawabanku


‘Bagaimana tidak pada umumnya. Yang benar buku pengobatan yang ku baca itu adalah tulisan pada umumnya, dan tulisan kalian itu yang bukan tulisan pada umumnya!’


“hmm mungkin..”


“Ikut aku!” kaisar menarik tanganku untuk mengikutinya, sampai di sebuah ruangan yang baru pertama kali ku lihat. Beberapa penjaga berada di depan pintu, dan seorang dengan pakaian rapi seperti seorang kasim tapi aku rasa dia bukan kasim menyambut kami.


‘ini perpustakaan istana!’ aku melihat sekeliling, banyak sekali buku yang susun rapi seperti perpustakaan waktu ku di sekolah dasar. Perpustakaan ini tidak besar dengan buku yang disusun menjulang tinggi, ini hanya perpustakaan sederhana seperti perpustakaan disekolahan dan di universitas namun lebih luas.


Kaisar membawa ku sebuah rak buku dengan label, Jangan tanyakan aku apa tulisannya karena aku tidak bisa membaca! Kaisar mengambil sebuah buku dari rak tersebut dan memberikan kepadaku.


“Bisakah kau membacanya?” aku melihat sampul buku itu, dan membuka lebaran di dalamnya.


‘yah! Aku bisa membacanya!’ aku sangat senang melihat tulisan yang bisa ku baca, kalian tahu betapa sengsaranya aku tidak bisa membaca dan menganggap diriku tuna aksara?


Aku mengangguk dan membacakan beberapa kalimat di dalam buku tersebut beserta judul di sampulnya.


“Kau bisa membacanya, apa kau bisa mengartikannya juga?”


‘cih! dia meremehkan kemampuan bahasa inggrisku! Tentu saja aku tahu!’


Aku mengartikan beberapa kalimat yang ku baca, dan kaisar hanya diam.


“Kau benar-benar gadis yang aneh” ucapnya setelah mendengarkanku membaca dan mengartikan tulisan dalam buku


‘cih! sudah lama aku tidak mendengar kata gadis aneh yang merujuk pada diriku!’


“Kau bisa membaca tulisan kuno dengan mudah, tapi tidak bisa membaca tulisan pada umumnya” aku anggap ini sebuah pujian.


“Terima kasih atas pujiannya Yang Mulia..”

__ADS_1


“Mulai besok aku akan mendatangkan guru untuk mengajarimu membaca dan menulis pada umumnya” titah kaisar.


Kaisar memanggil penjaga perpustakaan dan memberi tahunya bahwa aku bisa keluar masuk perpustakaan istana semauku.


__ADS_2