Kabisat Dream (Love From Another World)

Kabisat Dream (Love From Another World)
KERAJAAN EQUESTRIA


__ADS_3

“Siapa disana!” ucap seorang penjaga sambil menodongkan tombak ke arahku.


“i..ini aku..” ucapku menampakkan diri.


“Nona.. bagaimana nona bisa berada di dalam hutan?”


“Syuut..” aku menaruh jari telunjuk ke arah mulutku agar mereka diam dan tidak banyak bertanya dulu. Aku harus memastikan tidak ada Sen.


“Aku hanya berjalan-jalan sebentar tidak terjadi apa-apa, jadi kalian jangan melaporkan apa-apa. Karena jika Yang Mulia tahu aku berada dalam hutan padahal kalian yang berjaga, kalian akan dianggap lalai” ucapku setelah memastikan tidak ada Sen.


“Tapi nona..”


“Apa? Apa kalian mau dihukum karena lalai?” ancamku, tentu saja ini akan menguntungkan untukku mereka tidak akan mengadukannya.


“nona…”


“Ternyata kau masih bisa kabur..” Sen memotong ucapan penjaga. ‘sejak kapan dia berada disini?’


“Kalian perketat penjagaan, kau ikut denganku” Sen memerintah dan aku mengikutinya.


Sekarang kami berada di ruang kerjanya. ‘Padahal dia memiliki banyak kerjaan masih saja mengawasiku!’


“Aku tidak kabur, buktinya aku kembali. Aku hanya bosan berada di dalam istana.” Jelasku sebelum Sen bertanya.


“Kau bosan?”


“Tentu saja aku bosan! Tidak ada yang bisa aku lakukan selain membaca buku di perpustakaan”


“Buku yang kau pegang..” Sen melirik ke arah buku yang ada di tanganku.


“Ini,, aku bawa dari perpustakaan, akan aku kembalikan..”


Sen berbalik dan duduk di kursi, “Ada kabar jika kerjaan Equestria melakukan negosiasi dengan  kerajaan Xanavery.. sepertiya kerajaan Equestria ingin menjadikan Xanavery sebagai sekutu.”


‘Kerajaan Xanavery terkenal dengan pembuatan senjata tapi selalu bersikap netral, kerjaan Equestria terkenal dengan pembuatan obat-obatan seperti bubuk perangsang dan beberapa obatan terlarang’


“Lalu? Bukannya Kerajaan Xanavery akan bersikap netral?”


“Aku tahu Xanavery tidak akan menjadi sekutu mereka, namun kerajaan Equestria pintar dalam memanipulasi dan apa kau tahu salah satu keberhasilan manipulasi mereka adalah musnahnya kerajaan Arion.”


“Arion? Kerjaan Calista dulu??” Sen mengangguk mengiyakan.


“Karena itu kita harus lebih waspada terhadap mereka”


“Selain kerajaan Xanavery apa ada kerajaan lain yang diinginkan Equestria untuk dijadikan sekutu?”


“Entahlah sampai sekarang sepertinya selain Xanavery belum ada.”


“Hmm, Sen, ingat kejadian panas di ranjangku waktu itu?”


“Yah ada apa? Kau menginginkannya?” tanya Sen gamplang ‘sialan! Apa dia tidak tahu saat sedang dalam suasana serius?’

__ADS_1


“Bukan itu. Lilin aroma terapi yang merupakan obat perangsang. Apa berasal dari kerjaan Equestria?”


Sen menangkap maksudku sambil berfikir, “Kalau memang berasal dari kerjaan itu, bukankah berarti di kerajaan ini sudah ada mata-mata?” lanjutku.


Sen termenung mendengar penuturanku, ‘apa dia selama ini tidak sadar?’


“Aku akan menyelidikinya, dan kau diamlah dalam istana jangan berkeliaran.”


“Bukankah sudah ku bilang, aku bosan Sen! Tidak ada yang bisa ku lakukan.”


“Ada” Sen menatap ke arah ku.


“Apa?” tanyaku penasaran.


“Menggodaku” ucapnya mantap.


‘Apa dia sudah gila? Peranku memang seorang pelakor tapi bagaimana bisa dia mengatakannya dengan santai!’


“Lupakan, aku akan berada di perpustakaan dan menggoda buku-buku disana.”


“Hey, apa kau tidak puas denganku?”


“Sen, aku bahkan belum mencicipimu!”


“Hmm, benarkah?” Sen tersenyum iblis. ‘Sial! Aku teringat kejadian saat tidur di kamarnya!’


“Aku akan kembali ke kamarku!” ucapku langsung pergi meninggalkan Sen yang masih menggunakan ketampanannya untuk menggoda.


Sebelum ke kamarku, aku kembali ke perpustakaan dan meletakkan buku nyanyian hujan itu kembali pada tempatnya.


“Kau membaca buku kuno?”


“Yah, hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang untuk menutupi rasa bosan.”


“Aku sudah mendengarnya, bahwa kau bisa dengan mudah membaca tulisan kuno karena tempat tinggalmu dulu selalu menggunakan bahasan kuno untuk berbicara dan menulis.”


‘aku yakin madam Vero yang sudah mengatakannya.’


“Jika kau bosan, kau bisa ke tempat latihan berpedang ataupun memanah setidaknya kau tidak akan bosa menggerakkan tubuhmu”


“Baiklah akan aku pertimbangkan.” Tidak buruk juga menerima ide Rey.


“Oh yah dimana Zee? Aku sudah lama tidak melihatnya” tanyaku sambil berjalan beriringan keluar perpustakaan.


“Zee sedang melakukan penyelidikan di kerajaan Xanavery”


“Kenapa? Bukankah kerajaan itu bersikap netral?”


“Yah, tapi tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi, jadi Zee melakukan penyelidikan dan meminimalisir terjadinya manipulasi yang dilakukan kerajaan Equestria”


“hmm, masuk akal juga. Jadi apa kerjaan Equestria akan menyerang kerajaan ini?”

__ADS_1


“Entahlah, tapi besar kemungkinan, karena kerajaan ini termasuk kerajaan yang paling unggul di banding kerajaan yang lainnya.”


“um, berarti aku juga harus mempersiapkan diri untuk berperang!”


“Kau? Jangan bercanda. Lebih baik kau berlindung jangan ikut berperang.”


“Apa kau lupa? Aku bisa mengayunkan pedang dan lepas dari pembunuh bayaran?”


“Aku tidak akan lupa itu. Seharusnya aku yang bertanya, apa kau lupa? Kau hanya sedang beruntung.”


‘yah itu keberuntunganku di tolong oleh beberapa ekor beruang! Yang tidak pernah ku ceritakan.’


“Tapi aku akan tetap ikut andil dalam perang jika itu terjadi, karena aku calon permaisuri aku harus melindungi rakyatku dan berada disamping kaisar.” Ucapku lancar, ‘entah kenapa aku menikmati peran ini’


“Sepertinya kau dan kakakku semakin dekat..”


“Tentu saja karena kami sudah bertunangan, di masa depan nanti aku akan menjadi pendampingnya”


“Apa kau akan seperti itu juga, jika aku yang menjadi tunanganmu?”


“Apa?” tanyaku kebingungan, ‘bagaimana bisa Rey bertanya dengan wajah seperti itu.


“Tidak lupakan. Aku akan kembali berlatih, jika kau bosan pergilah ke tempat latihan.” Ucap Rey pergi meninggalkanku yang sedang kebingungan dengan pertanyaannya. ‘apa Rey punya perasaan terhadapku?’


Aku kembali ke kamar dan di sambut oleh Kin yang mengatakan Calista ingin bertemu. ‘sepertinya dia kesepian karena tidak ada Zee’


“Calista?” aku mendekatinya yang sedang duduk menikmati teh.


“Hana..” dia meletakkan cangkir teh ke atas meja.


“Aku sudah mendengarnya, kerajaan Equestria..” raut sedihnya nampak ‘apa dia teringat keluarganya yang di bantai?’


“Apa menurutmu kita bisa mengalahkan Equestria jika perang terjadi?” lanjutnya “A.. aku hanya takut peristiwa itu terjadi lagi” Calista menitiknya air matanya.


Aku langsung memeluknya, menenangkannya, “tidak.. peristiwa itu tidak akan terjadi lagi. Jika terjadipun akan menjadi kebalikannya, kerajaan ini akan menang dan Equeatria yang akan musnah” hiburku.


“Hana.. terima kasih..” ucap Calista terisak menangis dalam pelukanku.


‘Dia pasti merindukan keluarganya, sama sepertiku. Keluarganya di bantai di depan matanya, bagaimana bisa seorang anak perempuan mengalami hal keji seperti itu..’


“Hana aku bersyukur kau berada disini, selama ini aku selalu sendirian..”


“Bagaimana dengan Zee?”


“Zee jarang menemuiku dan sebelumnya kami tidak sedekat itu..” Calista menggantung ucapannya, “Mungkin kami dekat setelah Zee mengantarkanmu yang tertidur ke kamarku” lanjutnya.


Aku ingat kejadian waktu itu, Zee menceritakan mengenai Calista saat aku masih menjadi pelayan.


“Zee jadi sering menemuiku untuk menanyakan keadaanmu, dia mengatakan kau sudah seperti adiknya”


‘Adik? Itu hanya alasan agar dia bisa menemuimu’

__ADS_1


“Yah, Zee memang cukup baik untuk dijadikan seorang kakak” aku menanggapi ceritanya, “Apa kamu menyukai Zee?”


Calista terdiam dengan rona merah di wajahnya, tanpa dia jawabpun aku sudah tahu jika dia menyukai Zee.


__ADS_2