
Dua hari lagi acara pertunanganku dengan Sen akan dilaksanakan. Selama hampir seminggu ini, tidak hanya madam Vero, bahkan Calista dan Rey pun ikut membantuku mempersiapkan segalanya.
“Hana kau harus terlihat cantik di saat pesta pertunangan nanti”
“Apa aku belum cukup cantik sekarang?” tanyaku kepada Calista saat kami menikmati waktu santai.
“Tentu kau sudah cantik, tapi kau harus lebih memperhatikan dansamu!” Rey ikut bergabung dalam percakapan kami.
“Bukankah dansa ku sudah lebih baik?”
“Yah sudah lebih baik dari sebelumnya, setidaknya kau hanya menginjak kakiku lima kali selama dansa”
“Rey, aku anggap itu pujian” senyumku kesal.
“Yah kau bisa menganggapnya begitu”
“Dimana Zee?” tanyaku melihat Calista yang dari tadi memandangi ke arah lain seperti mencari sesuatu.
“Oh dia ikut mengantar selir Vera ke pengasingan”
Selir Vera sudah diberangkatkan ke pengasingan sebelum pesta pertunanganku.
“Zee akan hadir di pesta pertunanganku, tenang saja” bisikku kepada Calista yang langsung menegang karena ucapanku. Tentu saja aku tahu kegelisahannya.
‘Calista dan Zee memang pasangan yang serasi. Aku akan mengusir Maura dari sini dan membebaskan statusmu Calista.’
“Apa kau sakit Calista? Wajahmu memerah” ucap Rey yang melihat wajah Calista memerah karena bisikanku.
“Tidak apa-apa Rey, aku hanya merasa gerah, hari ini panas” ucapku asal. ‘dia terlihat lucu saat malu’
*****
Hari pertunanganku tiba, dan aku masih tidak percaya akan situasiku saat ini. Tentu saja di duniaku dulu aku tidak pernah sampai ke tahap pertunangan, hanya omong kosong komitmen semata. ‘Ah bukan saat teringat masa lalu! Aku harus melewatkan hari ini dengan tenang!’
“Nona tolong jangan banyak bergerak..” ucap pelayan yang sedang meriasku.
Semua persiapan diriku selesai, aku mengenakan gaun pesta mewah yang tidak pernah terpikirkan aku bisa memakainya.
“Nona, Kaisar sudah tiba” ucap seorang pelayan dan membuka pintu.
Sen terlihat tanpan dengan pakaiannya, rambutnya di rapikan hingga terlihat begitu gagah. ‘dia calon suamiku!’
“Kau sudah siap?” Sen mengulurkan tangannya untukku.
Kami berjalan berdampingan menuju ruang pesta, debaran di dadaku tidak bisa berhenti berdegup dengan cepat.
“Kau gugup?”
“Tentu saja!” ucapku mengeratkan rangkulanku di lengannya.
Sen mengusap tanganku, memberiku ketenangan. Semuanya akan baik-baik saja.
Setelah pertukaran cincin kami sudah bertunangan secara resmi. Pesta dansapun di mulai, aku dan Sen menuju tengah pesta untuk memulai dansa, lalu semua yang berada disanapun mengikuti kami berdansa.
“Apa benar kau sudah belajar dengan baik?”
“Apanya?” tanyaku kepada Sen di tengah dansa kami.
“Tentu saja latihan dansamu, kau sudah berapa kali menginjak kakiku”
“Ah benarkah?” aku bahkan tidak sadar telah menginjak kakinya, aku hanya berfokus pada wajahnya bukan dansanya.
Musik berhenti dan kami selesai melakukan dansa pertama, Sen terlihat kesal, sepertinya selama dansa aku selalu menginjak kakinya. Sen membawaku menyapa beberapa bangsawan dan itu membuat wajahku kaku karena harus selalu tersenyum menghadapi mereka.
Aku mengambil minum dan membawanya ke balkon sekalian mencari udara segar.
“Haah.. pesta dansa pertamaku..” tidak pernah terpikirkan aku bisa mengikuti pesta dansa yang sudah jarang dilakukan di duniaku.
“Hana?”
__ADS_1
“Rey? Kamu dari tadi disini?”
“Yah aku melihatmu membawa minuman keluar dari pesta”
“Aku tidak keluar, hanya mencari angin..” ucapku lalu meminum sedikit minumanku.
“Apa ini?” ku kira jus tapi rasanya aneh, baru pertama kali aku meminumnya.
“Kau bisa meminumnya?”
“Apa maksudmu? Aku bisa meminumnya!” ucapku meneguk minuman itu lagi.
“Tunggu Hana. Apa kau baru pertama kali meminumnya?”
“Apa kamu meremehkanku?” ah entah kenapa ucapku tidak bisa ku kontrol.
“Hana yang kau minum itu wine, kau harus meminumnya pelan-pelan”
“Wine? Lalu kenapa?” kepalaku mulai berputar.
“Hana.. kau mabuk. Kenapa kau meminumnya jika kau tidak kuat minum alkohol?”
“Apa masalahmu? Aku hanya haus dan meminumnya!”
“Hana, kau harus masuk kembali ke kamarmu, kau mabuk!”
“Tidak! Aku tidak mabuk! Aku masih ingin disini, menikmati pestaku!” ucapku mulai meracau.
“Hana, kau tidak bisa menikmati pesta dengan keadaan seperti ini. aku akan memanggil kakak..” terdengar nada khawatir dari Rey.
'Kepalaku pusing dan bicaraku mulai melantur, apa ini yang dikatakan mabuk?'
“Rey..” aku menarik tangan Rey mencegahnya untuk pergi. “Tetaplah disini.. aku tidak ingin sendirian di dunia ini..”
Rey menemaniku, aku tidak tahu apa yang terjadi hingga Sen datang menghampiri kami dan menggendongku kembali ke kamar.
*****
“Nona.. bagaimana keadaan anda?” Kin masuk membawakanku satu mangkuk sup dan membuka tirai jendela.
‘kepalaku pusing, aku tidak terlalu ingat yang terjadi. Ini pertama kali aku mabuk alkohol, pertama kalinya aku minum alkohol!’
“Kin siapa yang membawaku?”
“Kaisar yang mengendong dan membaringkan anda nona..”
“Sen.. benar aku ingat waktu itu Sen datang..”
“Nona minumlah ini akan meredakan mabuk anda”
“Kin, aku tidak melakukan hal aneh kan?”
“hmm, nona.. tidak membiarkan Yang Mulia pergi anda memeluk lehernya dengan erat, dan merengek tidak ingin ditinggal sendirian”
“hukk.. huk.. apa benar begitu?” aku tersedak mendengar penuturan Kin.
“Benar, nona membuat Yang Mulia menetap di kamar anda sampai anda tertidur”
‘ah tidak mungkin, bagaimana aku bisa seperti itu? mabuk benar-benar membuat orang menjadi gila!’
“Kin apa aku harus mandi dan menemuinya?”
“Itu memang sudah seharusnya nona”
*****
Aku masuk ke dalam ruang kerja Sen, disana terlihat dia sedang menangani beberapa dokumen. ‘haruskah aku membicarakannya sekarang?’
“Ada apa kau kemari?”
__ADS_1
“Hm,, itu.. itu soal semalam..”
“Semalam? Kenapa?”
“Aku minta maaf karena sudah mempersulitmu”
“Hmm, bisakah aku anggap itu sebagai percobaan pembunuhan?” ucap Sen santai
“Sen!!”
“Kau memelukku begitu erat sampai aku sulit bernapas..”
‘apa aku memeluknya sekuat itu?’
“Aku meminta maaf soal itu. waktu itu aku sedikit.. mabuk”
“Sedikit katamu?”
“Yah yah aku benar-benar mabuk dan menjadi gila!”
“Mulai sekarang kau dilarang meminum wine dan minuman beralkohol lainnya saat tidak bersama denganku!”
“Kenapa denganmu??”
“Karena aku menyukai kau yang lebih liar dari biasanya” senyuman iblis muncul di wajah Sen.
“Dari biasanya? Apa maksudmu aku liar?!!”
“Bukankah kau sudah membuktikannya?”
“Sen!! Aku akan keluar!” teriakku kesal.
“Kau mau kemana?”
“Pergi dari sini! Bisa-bisa tidak minum alkoholpun aku jadi gila!” ucapku langsung keluar dari ruangan Sen dengan kesal.
“Bisa-bisanya dia mengatakan aku liar! Kalau bukan karena alkohol aku tidak akan memperlihatkan sisi liarku!” gerutuku kesal. ‘ah sial aku mengakui bahwa diriku memang liar!’
“Arrghh kenapa bisa-bisanya aku mabuk hanya karena segelas wine!!”
“Hana kau kenapa? Apa mabukmu masih belum hilang?”
“Rey… ” aku berbalik melihat Rey yang berjalan menghampiriku. ‘Benar, sebelum mabuk aku bersama Rey’
“Rey, apa semalam aku melakukan hal yang aneh?”
“Hal yang aneh?” beo nya.
“Yah hal yang tidak biasa aku lakukan..”
“Hmm maksudmu merengek tidak ingin aku tinggalkan, dan berperilaku seperti seekor anak kucing yang imut?”
“Apa aku melakukan itu??”
“Apa kau tidak mengingatnya?”
“Aku tidak ingat apa yang telah aku lakukan semalam ketika mabuk..”
“Kau mengatakan bahwa kau tidak ingin aku pergi dan ingin terus bersama denganku.. kemudian kau juga ingin menikah denganku bukan dengan kakakku…”
“Kau berbohong?”
“Yah aku berbohong”
“Rey!!!!”
“Pufft hahahaha, selain kau merengek manja seperti anak kucing, kau tidak melakukan apapun..”
“Benarkah?”
__ADS_1
“Yah, walaupun aku menyukai saat kau menjadi anak kucing yang manja..” ucap Rey lalu pergi meninggalkanku
“Rey!! Kamu menyebalkan!!” teriakku. ‘dua kakak beradik itu benar-benar membuatku kesal!’