Kabisat Dream (Love From Another World)

Kabisat Dream (Love From Another World)
BAD MOOD


__ADS_3

Aku mengambil handphone di atas lemari karena ada perasaan yang tidak nyaman di hati ini. Aku membuka media sosial ya aku dan dia memang tidak saling mengikuti. Dan seperti kebanyakan cewe jiwa FBI nya tidak perlu di khawatirkan, aku memiliki akun fake yang mengikutinya. Yah setelah putus aku me-nonaktifkan akun tersebut, dan baru membukanya sekarang. Karena akun asli ku di blokir olehnya dan tidak tahu kapan itu. aku membuka akun fake dan yang ku dapatkan hanya sakit hati yang mendalam.


Cowok brengsek!!! Setelah putus denganku ternyata dia sudah memiliki kekasih lain!. Postingan foto dia dengan wanita itu terlihat dengan komentar-komentar yang menjijikan menurutku, kalian tahu aku bukan iri aku hanya kesal. Yang membuatku kesal adalah saat dia memanggil wanita itu seperti saat dia memanggilku “gadis pulau”. Ya dia memanggilku seperti itu dan sekarang panggilan itu dia jatuhkan kepada wanita lain.


Aku menangis menitikan air mataku menagisi cowok brengsek seperti dia!! Jadi selama ini dia menganggap aku hanya angin lalu tidak ada artinya sama sekali. Tidak ini bukan salahnya aku dan dia memang sudah putus. Tapi kalian pasti tahu bagaimana sakitnya, saat kita bedoa berharap akan kembali kemasa dimana cinta itu ada, namun kenyataan malah menamparmu habis-habisan.


*****


Aku merasakan seseorang sedang mengusap puncak kepalaku dengan lembut membelai wajahku, membuat hatiku yang hancur sedikit tenang. Namun air mataku tetap mengalir, tangan itu membelai lembut wajahku mengapus air mataku dan mengatakan jika semuanya pasti akan baik-baik saja.


Aku membuka mataku perlahan namun yang ku dapati sinar matahari menusuk mataku.


“Kau sudah bangun?” tanya seorang wanita yang sedang berdiri di dekat jendela. Siapa dia?


“Hmm..” jawabku seadanya, nyawaku masih belum terkumpul dan tenaga ku seakan terkuras habis.


“Apa tidurmu nyenyak?” tanya lagi.


Argh sial! Aku bermimpi sangat buruk dan terasa sangat nyata. Sampai sekarang hatiku masih sakit, dan air mata ku mengalir ke pipi.


“Hana kau baik-baik saja?” seseorang itu menghampiriku dengan khawatir. Dia Calista yang terlihat sangat khawatir dengan keadaanku sekarang.


Gawat, aku tidak mungkin bercerita kalau aku bermimpi cowok brengsek itu kepada Calista, hatiku masih benar-benar sakit tidak bisa berfikir dan menganggapi pertanyaan Calista hanya menangis. Calista memelukku tanpa tahu apa permasalahanku. Di dalam pelukannya aku merasa sedikit tenang. Memang benar wanita jika menangis hanya butuh pelukan tanpa harus bertanya apa yang terjadi.


Aku melepaskan Hana setelah tenang dan dapat berfikir jerni lagi. “Terima kasih putri, aku sudah tidak apa-apa”ucapku menghapus sisa air mata di pipi yang mulai mengering.


“Apa ada yang sakit?” tanya khawatir. Jika aku jawab tidak apa-apa ini akan membuatnya lebih khawatir lagi.


“Tidak ada, aku benar-benar tidak apa-apa putri. Hanya saja kemarin Zee menceritakan tentang selir di istana ini dan tentang mu, mungkin karena itu terbawa suasana dan membuatku bermimpi aneh” ucapku mencari alasan.


“Zee?” ucapnya tidak percaya.

__ADS_1


“ehm maksudku pangeran Zee” bodohnya aku lupa status Zee disini sebagai seorang pangeran.


Calista tersenyum tanganya mengelus pipi ku “Maafkan aku membuatmu menjadi sedih..”


“Tidak putri..” aku memegangi tangannya yang berada di pipi ku berusaha menurunkannya. Bagaimana bisa aku membiarkan tanga seorang putri mengelus wajahku yang berminyak ini. “Bukan salahmu, maafkan aku karena telah membuatmu khawatir putri” ucapku tulus.


Dia tersenyum bak seorang dewi dengan mata kesepiannya. “Jadi pangeran Zee menceritakan tentang istana ini dan membuatmu tertidur?”


Haa iya aku lupa kenyataannya. Bagaimana aku bisa berada di kamar ini, seingatku masih di jembatan. Dan aku bangun di tempat tidur Calista bukan kamar seorang pelayan namun di kamar seorang selir kaisar.


“Apa Zee maksudku pangeran Zee yang mengantarku kesini?”


“Yaa, dia mengatakan kau tertidur karena kelelahan berjalan mengitari istana dan tersesat”


“Mengapa dia mengantarku ke kamar ini bukan ke kamar pelayan?”


“Kau tau, jika dia mengantarmu semua penjaga dan pelayan akan melihatnya, jadi dia mengantarkanmu ke kamarku karena hanya kamarku yang sedikit penjaga bahkan tidak ada pelayan”


Aku mengangguk mengerti, aku beranjak dari tempat tidur kembali ke kamarku untuk mandi dan menganti pakaianku.


*****


“Meow? (Kau kenapa?)” aku mendongakan kepalaku melihat Poko berjalan ke arah ku.


“Meow.. (Bermimpi buruk?)”


“Ya, aku bermimpi buruk dan membuat hari-hari ku menjadi buruk. Arrghh kenapa aku jadi kesal setiap mengingat mimpi itu!”


“Mimpi apa?” Rey tiba-tiba muncul. Dia kenapa selalu tiba-tiba muncul!


“Hmm, tidak ada, aku hanya bermimpi Poko berubah menjadi seorang wanita yang lebih cantik dan bertemu seorang pangeran berkuda putih lalu mereka hidup bahagia namun tiba-tiba muncul seorang wanita yang tidak dikenal dan merebut pangeran berkuda putih tersebut akhirnya mereka hidup bahagia dan Poko bunuh diri karena perasaanya hancur” karang ku di balas tatapan tidak percaya dari Poko. ‘hey! Aku hanya mengarang terima saja!’

__ADS_1


“Hahaha, lalu itu yang membuat harimu buruk?”


“hmm ya, bagaimana bisa aku membiarkan sahabatku terluka hanya karena pangeran mata keranjang itu!”


Sial Mood ku benar-benar hancur! Bahkan aku malas mengobrol dengan Rey, malas menangapinya. Aku benar-benar butuh pelampiasan untuk menghapus mimpi sialan itu!


“Kau pernah menggunakan pedang?” lamunanku terhenti kekesalanku tiba-tiba memuncak. Benar pelampiasan aku butuh pelampiasan.


“Belum pernah. Bisakah kamu mengajariku Rey?” tanyaku bersemangat.


“Ayo ikut denganku” ini dia pelampiasan ku! Aku akan berlatih pedang untuk membunuhnya setidaknya jika aku bertemu dengannya di mimpi ku lagi aku bisa langsung membunuhnya.


Rey memberikanku sebuah pedang, ‘oh ini pedang, agak lebih lebar dari pada samurai yang pernah ku gunakan’ batinku. Aku mememang pernah menggunakan samurai milik kakak ku walau hanya mengayunkan dan memasukkan ke dalam sarungnya, itu juga sudah termasuk menggunakan bukan?


Rey mengajariku cara memegangnya, ini tidak beda jauh saat memagang samurai. Aku mengayunkan pedangku melampiasakan kekesalan, namun Rey memegang tanganku menghentikan pelampiasanku.


“Jika kau menggunakannya seperti itu akan menyakiti pergelangan tanganmu.”


Rey mempraktekkan cara menggunakannya agar tidak menjadi pedang bermata dua, Rey memegang tanganku dan aku mengikuti gerakan tangannya. Ternyata ini cukup untuk membuatku melupakan mimpi sialan itu.


“Bisakah kita istirahat Rey? Atau menyudahinya..” ucapku dengan keringat yang bercucuran di kening dan mengalir ke pipi. Ini keringat, keringat pelapiasan bukan air mata.


“Baiklah, sepertinya suasana hati mu sudah membaik” ucapnya menghentikan pelampiasan ini.


“Iya aku merasa lega, terima kasih Rey” ucapku tersenyum tulus.


Rey mengelus kepalaku “Ayo kembali” ucapnya.


Hari sudah mulai sore, matahari mulai bersembunyi di balik malam. Hari yang melelahkan untuk hatiku benar-benar hari buruk hanya karena mimpi. Sial! Jangan mengingat mimpi itu lagi!


Aku kembali dalam kamarku beberapa pelayan berbisik-bisik sambil melihat ke arah ku. Apa yang terjadi sebenarnya?

__ADS_1


 


 


__ADS_2