
Hariku sebagai seorang pelayan dari selir dimulai kembali.
“Putri.. apa kamu mau dibawakan cemilan untuk menemanimu membaca buku?” tanyaku saat melihat Calista fokus dengan buku ditangannya
“Tidak.. Hana bagaimana pelajaranmu?”
“ah,, ii itu baik..” Calista menutup bukunya dan menatap tajam ke arah ku ‘kenapa aku merasa seperti dicurigai’
“Kau berbohong? Bacakan ini untukku..” perintahnya ‘kenapa Calista yang seperti ini terlihat lebih kuat dari biasanya’
“Putri maafkan aku, aku tidak bisa belajar sendirian tanpa adanya seorang guru”
Calista tersenyum “Bersiaplah aku akan menjadi gurumu”. ‘kenapa aura guru BP ada di dalam dirinya sekarang!’
Calista mengajariku cara menulis dan membaca di tempat yang biasa ku gunakan untuk belajar. Jika ceritaku sebelumnya menggambarkan Calista seorang yang lembut dan tutur katanya halus, kalian tidak akan menyangka kalau yang sedang mengajariku ini adalah orang yang sama. Calista cukup keras dalam mengajariku, dia benar-benar seperti seorang guru killer yang memberi pelajaran kepada muridnya.
“Lihat kakak bukannya ini pelayan yang melarikan diri?” tiba-tiba dua iblis bersama antek-anteknya datang.
“Apa kau serius mengajari seorang pelayan ini membaca dan menulis? Kau tahu itu akan menjadi sia-sia” sindirian keluar dari mulut Maura
Calista merubah sifatnya menjadi dirinya yang biasanya, seorang putri yang penakut, dan lebih memilih tidak menanggapinya. ‘sepertinya aku melayani seorang putri yang mengidap bipolar..’
“Bukan urusanmu!” aku bantu Calista menjawab
“Kau! Pelayan ini sangat kurang ajar putri” pelayan disampingnya tidak terima.
“Aku penasaran apa seorang tersangka yang melarikan diri dari penjara kehilangan akal sehingga lupa siapa tuannya..” selir Vera yang tidak diakui sebagai ibu suri ikut bersuara
“Aku tidak lupa dengan tuanku, tuanku ya putri Calista dan kalian tidak terlihat di depan mataku. Pergilah! Kalian menganggu waktu belajarku.”
“Lancang!” Maura melayangkan tangannya untuk menamparku. ‘oh itu tidak berguna’. Aku menangkap tangannya sebelum mengenai pipiku.
“Hana sudahlah ayo kita kembali” sepertinya Calista tidak suka keributan ini.
“Kau fikir bisa pergi begitu saja setelah penghinaan yang kau lakukan!” lenganku ditahan oleh selir Vera
Tentu saja aku tidak akan ditahan dengan mudahnya, jika aku hempaskan lenganku aku akan terbebas.
“Apa yang kalian lakukan?!” suara seorang pria menghentikan niatku
Semuanya memandang ke arah sumber suara “Yang Mulia..”
“Yang Mulia pelayan ini sangat lancang terhadap ku dan ibu suri” Maura meminta pembelaan
“Ibu suri?” kaisar tersenyum miring meremehkan ke arah selir Vera “Tidak ada ibu suri di istana ini! Dia hanya seorang selir sama seperti mu!!” Dua iblis terdiam setelah mendengar teriakan raja iblis.
“Dan kau.. kenapa mengenakan pakaian pelayan? Apa kau lupa identitasmu yang sudah ku katakan”
‘apa dia serius dengan perkataannya ingin menjadikan aku selirnya?’
“Hmm, karena tidak ada pakaian lain selain pakaian ini di kamarku.”
“Mulai sekarang kau di larang memakai pakaian pelayan! Dan pindahlah ke kamar tamu!” perintah kaisar seenaknya
“Yang Mulia apa maksudnya? Dia memang seorang pelayan.” Maura tidak terima dengan titah kaisar
“Sejak dia kembali ke istana ini dia bukan lagi seorang pelayan! Dia tamuku, dan akan menjadi selirku.” Semuanya terdiam, termasuk diriku.
‘apa dia gila? Mengatakan itu di depan kedua istrinya?’
__ADS_1
“Aku tidak setuju!” di saat seperti ini perkataanku dan Maura sama. ‘cih kenapa bisa sama dengan pengucapannya’
Kaisar mendekat ke wajahku mengapit daguku dengan jarinya. “setelah kau masuk kembali ke istana ini, apa aku masih membutuhkan penolakanmu?” seringai iblis keluar dari senyumannya. ‘dia benar-benar raja iblis’
“Kembali lah, aku akan menyuruh pelayan mengemasi barang-barangmu” kaisar melepaskan jarinya dari daguku
“Tidak perlu! Aku tidak memiliki barang apapun kecuali pakaian yang ku pakai kemarin.”
“Baguslah.. mulai hari ini kau akan tidur di kamar tamu, dan statusmu bukan sebagai pelayan namun tamuku”
Aku hanya pasrah menuruti perintahnya, bukan karena aku munyukai statusku sekarang. Tapi melihat muka dari dua iblis yang kesal membuatku mengikutinya, ‘benar-benar sebuah hiburan’. Calista hanya diam tanpa tanggapan apapun, ‘sepertinya dia akan menanyakan banyak pertanyaan kepadaku nanti’
“Lalu bagaimana waktu belajarku yang sia-sia?”
“Kau sedang belajar?”
“Yah aku belajar membaca dan menulis dari putri Calista untuk menjadi pendampingmu, tapi mereka mengatakan bahwa yang aku lakukan sia-sia!” protesku
Kaisar menatap tajam ke arah mereka “Jika kalian masih menganggu tamuku, aku tidak akan segan-segan melihat kalian hancur!”
Aku tersenyum penuh kemenangan, sedangkan wajah mereka sudah pucat disertai kekesalan yang melanda hati dan fikiran.
“Kau bisa belajar semaumu, aku akan mendatangkan guru untuk mengajarimu”
‘calon suami idaman!’
“Terima kasih Yang Mulia.. kami permisi..” aku menarik Calista kembali ke kamarnya.
Benar saja setelah sampai dalam kamar dan pintu tertutup Calista menyodorkanku dengan beberapa pertanyaan.
“Apa sebenarnya yang terjadi antara kau dan kaisar?”
“Kau tahu jika Yang Mulia sudah mengatakannya, kau akan berada dalam bahaya Hana… aku tidak ingin kau terluka..”
“Terima kasih atas perhatianmu putri, aku akan baik-baik saja. Akupun masih bingung dengan titah kaisar ini”
“Ha..” Calista menghela napas “Jangan lakukan tindakan yang akan membahayakanmu. Kamu dengar?”
“Baik putri aku akan mendengarkan mu. Aku juga harus mendapat penjelasan dari kaisar! Dia benar-benar membuatku gila!”
“Tapi aku senang karena sekarang kau bukan sebagai pelayan, tapi sebagai tamu istana, artinya kedudukan kita sama. Dan kau tidak perlu memanggilku putri, cukup dengan nama saja”
“Umm, baiklah Calista”
Calista tersenyum, dan membelakangiku mengambil sesuatu dari lemarinya “Pakailah.. bukankah Yang Mulia sudah mengatakan kau dilarang memakai pakaian pelayan..”
“Terima kasih” ucapku lalu mengganti pakaian yang ku kenakan.
Aku menghadap ke cermin, ‘ah aku lebih suka memakai pakain ku kemarin. Dari pada pakaian mewah ini’
‘tok tok tok’
Suara ketukan pintu membuat ku berbalik, Calista menyuruhku untuk tetap di tempat.
“Biar aku saja, kau bukan lagi pelayanku.”
Calista membuka pintu dan ku dapati orang yang ingin ku temui dari tadi. aku melangkah tergesa-gesa ke arahnya.
“Apa kamu sudah gila!!” bentakku menatap tajam ke arahnya
__ADS_1
“Hana, hentikan! Jangan bertindak seperti itu di depan Yang Mulia.. Yang Mulia maafkan Hana..” Calista mengucapkan maaf mewakiliku.
“Tidak masalah, aku tahu dia akan seperti ini” ucap kaisar santai
Calista hanya menunduk “Aku ingin berbicara berdua dengannya” ucap kaisar meminta izin
“Yah tentu saja! Akupun ingin berbicara denganmu!”
“HANA!” geram Calista. ‘seadainya di depan selir lainnya Calista bisa seperti ini, pasti tidak akan ada yang meremehkannya!’
Aku hanya diam dan mengikuti kaisar berjalan di belakangnya, Calista menunggu di dalam kamarnya. Kaisar membawa ku ke sebuah kolam tempat pertama kali aku bertemu dengannya di dalam istana.
“Katakan padaku alasanmu ingin masuk ke dalam istana”
“Yang Mulia bukannya kamu yang mengajakku kembali ke istana?”
“Maksudku pertama kali kau masuk ke istana”
“Hmm, aku mengikuti kompetisi dan gagal”
“Haa.. maksudku apa kau punya alasan lain selain ingin menjadi pelayan istana, dekat dengan Rey atau yang lainnya?”
“Tidak ada” ucapku singkat. Sebenarnya alasan utamaku adalah perpustakaan istana, aku harus menemukan cara kembali ke dunia asalku.
“Lalu apa maksud kamu melakukan ini semua. Tidak mungkinkan Yang Mulia jatuh cinta kepadaku?” pertanyaan yang menjijikan keluar dari mulutku. Aku tidak ingin mengenal cinta lagi setelah apa yang terjadi dan membawaku ke dunia ini.
“Aku membutuhkanmu.” Ucapnya singkat
“Untuk apa? Jika yang anda maksud untuk pengobatan, sepertinya tabib istana sudah cukup” aku kesal teringat kejadian saat mengikuti kompetisi yang ternyata hanya formalitas.
“Tidak hanya itu, aku butuh kau untuk menjadi pendampingku”
“Ha?”
“Sepertinya Zee sudah pernah menceritakan kepadamu tentang yang terjadi di dalam istana ini?” aku mengangguk menanggapinya. “Aku butuh kau untuk membantuku menyingkirkan Maura”
“Maksudmu membuatnya kesal? Apa menjadikan Calista selir juga karena anda membutuhkannya?”
“Tidak. Aku menjadikan putri Calista selir untuk melindunginya. Dan untuk rencana ini kau bisa lihat sendiri Calista tidak bisa melawan Maura”
“Ha.. aku mengerti, jadi anda membutuhkanku untuk membuat Maura kesal dan melakukan kesalahan?” Kaisar mengangguk ‘apa belum puas dia menjadikanku umpan untuk menangkap penjahat?’
“Aku akan mengabulkan apapun permintaanmu sebagai gantinya”
“Yang Mulia anda serius?”
“Yah aku serius, selama aku bisa mengabulkannya dan tidak merugikanku”
‘yaps kesempatan yang bagus bukan?’
“Aku ingin mendatangi perpustakaan istana”
“Hanya itu saja?”
Aku mengangguk “yah, untuk sekarang hanya itu saja, permintaan yang mudah bukan?”
“Sebenarnya tidak sembarang orang bisa masuk ke perpustakaan istana, tapi kalau hanya itu permintaanmu, aku akan memberikan izin, kau diperbolehkan keluar masuk perpustakaan istana.”
“Deal!!” ucapku senang menangkap telapak tangannya tanda sebuat negosiasi berhasil dilakukan. kaisar hanya diam menatapku, tentu saja dia akan befikir aku gadis aneh.
__ADS_1