
Gadis cantik yang rupawan itu keluar dari mobil mewahnya, dengan seorang bodyguard yang selalu setia mengantarkannya pergi kemanapun.
Ia berhenti disebuah SMK elit yang hanya anak orang kaya dan siswa berprestasi yang bersekolah disana.
Hidupnya begitu bahagia dimasa remaja, namun ia belum menemukan seseorang yang memikat hatinya.
Gledies Rienza Wenard
Gadis cantik yang rupawan, yang memiliki kekayaan yang luar biasa, ia biasa dipanggil Gled, usianya yang beranjak 16 tahun membuat kecantikannya semakin bersinar, namun Gled tidak begitu sombong dan angkuh, melainkan ia begitu baik hati.
Gled adalah anak pertama dari dua bersaudara, adiknya bernama Nola Elviona Wenard, gadis kecil yang berparas imut yang saat ini sedang duduk di bangku kelas 3 SD.
Daddynya bernama Gibran Wenard, bekerja sebagai seorang Presdir di perusahaannya sendiri, aset, tanah, gedung, apartement serta kendaraan mewah yang dimiliki keluarga Wenard sangat terkesan banyak dan mahal.
Mommynya bernama Gina Kelana Wenard, Gina bekerja sebagai ketua Yayasan sekolah Suasta, namun Gina terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan membuat kedua putrinya kurang kasih sayang.
Saat Gled keluar dari mobilnya, semua siswa tampak terpana melihatnya, bahkan ada siswa laki laki yang mengejarnya dan mengatakan "I Love You Gled", tapi Gled hanya membalasnya dengan senyuman.
Gled berjalan sendirian di koridor sekolah, ia melangkah dengan begitu anggun menuju kelasnya yaitu X1 Akuntansi. 1
Kenapa Gled memilih SMK?, kenapa tidak SMA saja?, karena ia ingin memiliki keahlian tersendiri, setelah ia tamat sekolah ia akan menjadi ahli waris yang akan memimpin perusahaan Wenard.
Gled memasuki kelasnya, tampak ia duduk di kursi nomor dua sebelah kanan di samping jendela.
"Hai Gled" sapa seorang siswi perempuan yang tidak lain adalah sahabatnya.
"Oh hai Vill" jawab Gled menompang dagu dengan tangan kanannya.
Sevilla Tita Azzahra
Ia adalah salah satu sahabat Gled, biasa dipanggil Villa, kehidupan Gled dengan Villa sangat berbanding terbalik, Gled adalah anak yatim, ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya hanya bekerja sebagai guru honorer SMP. Villa adalah anak tunggal sehingga ia rajin belajar dan mendapatkan beasiswa, karena otaknya pintar sehingga Villa diterima disekolah elit ini.
"Hari pertama sekolah udah lesu aja Gled?, ada apa?" tanya Villa yang heran melihat sahabatnya itu.
"Tidak ada yang berubah sama sekali, masih tidak ada yang menyenangkan disekolah ini" tutur Gled dengan wajah datarnya itu.
"Yaudah makanya cari cowok dong, masa cantik kek kamu nggak ada pacar sih" ledek Villa tertawa.
"Apa bedanya denganmu!" balas Gled.
"Aku ada gebetan lo, kamu jangan remehin aku dong, kemarin baru pdkt" ucap Villa tertawa.
"Serius?" tanya Gled menaikkan satu alisnya.
__ADS_1
"Tapi boong" jawab Villa tertawa.
Tidak lama sesudah itu datang seorang siswi perempuan yang juga sahabat Gled.
Kiki Kharisma Putri
Kiki cewek tomboy dan berwatak tegas, serta mulutnya yang kalau bicara kek toa. Kehidupan Kiki lumayan mapan dari pada Villa, Papinya adalah seorang CEO, Mommynya bekerja sebagai Ibu sosialita, itu sebabnya Kiki terbiasa tidak manja, tapi ia mempuanyai adik laki laki, saat ini sedang duduk di bangku kelas 5 SD.
Kiki langsung mendatangi Gled dan Villa, tersenyum ke arah mereka berdua dan langsung ngebacot.
"Guys gue ada kabar hot ni, mau dengar nggak?" tanya Kiki menyunggingkan bibirnya.
Karena suara Kiki yang keras seperti toa, membuat beberapa siswa yang berada di kelas sontak melihat kearahnya.
"Apa lo liat liat!" ketus Kiki menatap beberapa siswa yang memandanginya.
Beberapa siswa itu hanya diam dan melanjutkan aktivitasnya kembali.
"Udah tau lo yang salah, malah orang yang dimarahi" ucap Gled dengan wajah kesalnya.
"Hehehe iya deh, gue yang salah" sambung Kiki tertawa.
"Apa berita hotnya?" tanya Villa tampak penasaran.
Sontak mendengar nama Okim, Gled langsung menatap Kiki.
"Emang kenapa?" tanya Gled yang penasaran karena Okim adalah cinta pertama Gled.
"Terus terus" desak Villa.
"Kemarinkan gue ke Mall sama Mommy, terus nggak sengaja pandangan gue teralihkan saat gue menoleh kesebelah kanan dekat jaket cowok, disitu gue lihat Okim bareng teman cowoknya." jelas Kiki dengan wajah yang meyakinkan.
"Gled, lo bilang Okim nggak tinggal di kota ini, tapi kenapa dia malah ada dikota ini?" tanya Villa menaikkan satu alisnya.
"Kok dia nggak bilang sama gue, bodohlah! gue tau Okim itu suka sama gue dan gue juga suka sama dia, tapi gue nggak mau jalanin hubungan sama dia, nggak tau kenapa rasa suka gue ke dia udah mulai hilang." tegas Gled tersenyum.
"Kok malah senang Gled, hmm gue tau nih, lo udah suka sama yang lain ya" tebak Kiki.
"Bukan kek gitu" sanggah Gled.
"Apa lo nggak peduli sama Okim?, udah setahun lo dia merhatiin lo, walaupun kalian cuman bisa lewat telfon doang dan hubungan kalian cuman sebatas teman dekat" sahut Villa.
"Biarlah gue cuman anggap dia teman, dari dulu gue bilang ke dia gue nggak mau pacaran, tapi dianya aja yang selalu ngejar gue" ucap Gled merapikan rambutnya yang tergerai sebahu.
Glad tidak pernah pacaran sejak lahir, bukan berarti dia nggak mau pacaran, tapi Glad tipikal cewek yang memilih pasangan yang benar benar tulus menicintainya.
__ADS_1
"Tapi..." ucap Kiki yang terpotong karena bell masuk berbunyi.
Semua siswa duduk dengan rapi dan tidak ada suara sama sekali karena yang masuk adalah Buk Della Elwiz, wali kelas X1. Akuntansi Beliau masih sangat muda kira kira berumur 35 tahun, namun Buk Della terkesan tegas dan sedikit killer.
Wajar saja, ia begitu tegas karena jurusan Akuntansi sangat terpandang dan dihormati oleh jurusan lainnya, oleh sebab itu Buk Della ingin mempertahankan nama baik jurusan Akuntansi.
Pelajaranpun dimulai...
***
Tring...tring.....
Jam istirahat berbunyi, semua siswa langsung istirahat.
Gled, Villa dan Kiki, langsung berjalan menuju kantin.
Ketika ketiga gadis itu berjalan, semua mata memandang kepada mereka bertiga, mereka tidak hanaya cantik, namun ketiganya tidak memiliki kekasih. #single awet itulah yang diibaratkan oleh para siswa kepada mereka bertiga.
Tidak jarang, semua sapaan khususnya kepada Gled diteriakkan serta ungkapan perasaan cinta yang diungkapkan oleh para cowok tampan disekolah itu.
Mereka bertiga memesan tiga porsi mie ayam dan tiga gelas teh es.
Saat ingin meletakkan makanan ke meja, tiba tiba secara mendadak seorang cowok menabrak Gled, hingga seragam Gled menjadi kotor karena kuah mie ayam.
Gled menjadi marah dan menoleh ke atas, cowok itu terkesan tinggi dan putih.
Villa dan Kiki tampak terkejut dan para siswa yang berada disana menghentikan aktifitasnya.
"Maaf banget, gue nggak sengaja, pliss maafin ya, lain kali gue traktir makan deh, gue lagi sibuk banget, itu sebabnya gue terburu buru, yaudah pakai ini dulu" ucap cowok yang menabrak Gled dan menyodorkan sebuah jaket ke tangan Gled.
Gled hanya diam dan tersenyum tipis, menerima jaket yang diberikan ke tangan kanannya.
"Yaudah gue buru buru ni, lain kali gue traktir, gue minta maaf ya udah ngotorin baju lo" ucap cowok itu melangkah meninggalkan Gled.
Gled melihat punggung cowok itu dari kejauhan, sambil memikirkan kenapa dia tidak marah dan membiarkan cowok itu pergi begitu saja.
"Gled baju lo kotor sama tuh anak, kenapa nggak diomelin si Glad" ketus Kiki.
"Yaudah nggak apa apa, lagian dia udah minta maaf tadi karena buru buru dan dia udah ngasih jaket ini ke gue untuk nutupin bekas kuah mie ayam" ucap Gled membersihkan bekas kuah mie ayam yang ada di bajunya dengan tisu dan mengenakan jaket yang diberikan cowok itu.
"Hemmm, gue tau ni Gled kenapa lo kek gitu, apa lo nggak tau siapa tuh cowok?" tanya Villa menyunggingkan bibirnya.
"Emang siapa?" tanya Gled yang bingung.
"Gled kenapa lo nggak tau sih, udah berapa tahun lo sekolah disini?" tanya Villa yang menepuk keningnya.
"Yaudah kita makan dulu aja ya, ntar keburu bel istirahat habis, nanti aja ceritanya" sambung Kiki duduk di meja kantin.
__ADS_1
Gled kembali memesan makanannya dan mereka bertiga menyantap makanan hingga habis.