Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Gue kangen


__ADS_3

Tak lama kemudian akhirnya Guvi datang, dengan nafas yang ngos ngosan.


"Sorry ya guys gue telat, tadi ada rapat dadakan eskul marching band gue," ucap Guvi tampak bersalah melihat mereka semua.


"Lama amat si lo," ketus Okim melirik Guvi dan bersiap siap menstarter motornya.


"Udah, nggak apa apa. Yaudah kita berangkat," sahut Haqqi memberikan isyarat untuk menaiki motor mereka masing masing.


Mereka semua menggas motornya menuju rumah Gled.


Di atas motor hanya kesunyian yang menghiasi moge milik Haqqi.


Kiki dan Haqqi tampak canggung, Haqqi memperhatikan Kiki dari kaca spion motornya dan senyuman terukir di bibir Haqqi.


Haqqi mengajak Kiki untuk bicara, karena Haqqi tipikal cowok ceria dan suka becanda.


"Ki, gue senang deh bisa naik motor berdua sama lo," ucap Haqqi memulai pembicaraan.


"Trus," sahut Kiki cuek.


"Cuek amat baby, jangan diam dong. Nggak enak tau kalau diam diam kek gini," ucap Haqqi tertawa kecil.


"Apaan si, pakai baby, baby. kalau lo manggil itu ke gue, bakal gue sentil tuh ginjal lo." Kiki melihat Haqqi dari kaca spion motor. Haqqi juga begitu melihat Kiki dari kaca spion motor. "Perhatiin tuh jalan gue belum mau mati."


Haqqi tertawa, "Iya jangan marah gitu dong, gue panggil itu karena gue sayang sama lo," ucap Haqqi spontan.


"He?, maksud lo" tanya Kiki, seakan bingung dan entah kenapa jantungnya berdegup kencang.


Kenapa kumat lagi ni jantung, gue nggak mau ntar dia dengar jantung gue berdetak kencang, batin Kiki.


"Hehehe lupakan deh, suatu hari nanti lo bakal tau," jawab Haqqi dengan berkeringat.


Haqqi kenapa lo keceplosan sih, tenangin diri lo. Ini bukan waktu yang tepat, batin Haqqi fokus menyetir motornya.


Percakapan mereka berdua berlanjut, Haqqi sangat pintar mencari topik pembicaraan, sehingga Kiki tidak merasa bosan saat berada di motornya.


***


Rumah Gled


Mereka semua kini telah sampai di depan pagar rumah Gled, Security rumah Gled melihat keluar dan ia mengenali wajah Villa dan Kiki, karena mereka berdua adalah sahabat Gled, mereka sering ke rumah Gled.


Security tersebut membukakan pagar untuk mereka.


Sesampainya di depan pintu rumah Gled, Villa menekan bel rumah Gled.


Kemudian tampak seorang wanita paruh baya membukakan pintu.


Ia adalah Bi Ida, maid keluarga Wenard. Bi Ida mengenali wajah Villa dan Kiki.

__ADS_1


Tanpa bertanya kepada mereka Bi Ida langsung mempersilahkan mereka masuk.


Mereka duduk di sofa rumah Gled, tidak lama kemudian Mommy Gled datang.


"Ini teman temannya Gled ya," sapa mommy Gled ramah dan tersenyum.


Mereka semua menyalami tangan Mommy dan tersenyum kepada Mommy Gled.


"Mom, kami kesini jengukin Gled," ucap Kiki tersenyum ramah kepada Mommy.


"Baru sehari Gled sakit udah di jengukin, kalian baik banget, thank's ya," ucap Mommy tersenyum manis.


Guvi dan Fandri tampak canggung, mereka berdua hanya diam, karena belum mengenal keluarga Gled.


"Kalian berdua baru pertama kali ya datang ke sini?" tanya Mommy Gled to the point. Ia menatap Guvi dan Fandri.


Guvi berinisiatif memperkenalkan diri, "Perkenalkan Tante, namaku Guvi William Dozen, aku temannya Gled Tante," ucap Guvi tersenyum dan sedikit deg degan.


Mommy Gled mengangguk dan beralih menatap Fandri.


"Kalau nama saya Fandri Fadel Putra Tante, kami khawatir dengan keadaan Gled Tante," sambung Fandri tersenyum manis.


Mommy Gled menatap Fandri dan Guvi, sehingga wajah Guvi dan Fandri tampak tegang karena ini pertama kali mereka bertemu dengan Mommy Gled.


Mommy Gled tertawa kecil dan beralih melihat mereka semua.


"Iya Tante," sambung Guvi dan Fandri.


Mommy Gled memberikan isyarat kepada Bi Ida untuk memanggil Gled.


Mommy Gled melirik Okim, Guvi dan Fandri secara bergantian.


Mereka bertiga ya yang perebutin anakku, batin Mommy Gled tertawa kecil menutup mulutnya.


Mereka semua bercerita bersama agar mulai akrab.


***


Tok ... tok ...


Bi Ida mengentuk pintu kamar Gled, "Non Gled. Ini Bibi Non."


Gled sedang berbaring di kamarnya, ia sedang berada di fase malas untuk berdiri.


"Masuk aja Bi, pintunya nggak di kunci," ucap Gled, masih menutup matanya.


Bi Ida memasuki kamar Gled, "Non ada tamu di luar Non, Nyonya suruh Non ke bawah," ucap Bi Ida melihat Gled.


"Males banget Bi, Ini badan lemes amat. Mandi aja belum," keluh Gled, membuka matanya, ia nggak mau keluar kamar.

__ADS_1


"Yakin nggak mau keluar ini Non?, itu yang datang teman sekolah Non lo, Bibi lihat ada teman cowok juga" ucap Bi Ida meyakinkan.


"Eh? ini beneran Bi. Tapi aku malu turun ke bawah, apa lagi mungkin ada mereka bertiga," ujar Gled menutup kepalanya dengan selimut.


"Yaudah kalau Non Gled nggak mau turun. Bibi bikinin alasan deh," ucap Bi Ida yang di angguki oleh Gled.


Saat Bi Ida mau melangkah keluar kamar Gled, ia dihentikan oleh suara Gled.


"Bi ... "


Bi Ida menoleh ke belakang. "Iya Non?"


"Aku siap siap dulu deh, kasihan juga mereka udah jauh jauh ke sini masa aku nggak mau nyamperin," ucap Gled dengan tersenyum.


"Oke Non, Bibi bilangin nanti," sahut Bi Ida mulai melangkah keluar dari kamar Gled.


Gled bangkit dari kasurnya, badannya tak kuasa untuk mandi. Ia hanya mengganti pakaian dan memakai skin care.


Gled melihat dirinya di kaca. "Walaupun nggak mandi juga cantik, kepedean amat gue."


Setelah selesai Gled keluar dari kamarnya, langkahnya agak pelan dari biasanya karena ia merasa badannya lemas.


Gled berjalan ke ruang tamu, tampak semua teman temannya sedang berbicara hangat dengan mommynya.


"Sini duduk di samping Mommy," ajak Mommy merangkul Gled yang berada di sampingnya untuk duduk.


Gled hanya mengangguk dan duduk di samping Mommy.


Ia menatap semua temannya, dan senyuman terukir di bibirnya.


"Gimana keadaan lo?" tanya Kiki melirik Gled dengan wajah cemas.


"Udah baikan Ki," balas Gled melihatvke arah Kiki.


"Cepat sembuh ya, kita nggak lengkap tanpa lo," sahut Villa menyenggol tangan kiri Gled, karena ia duduk di samping Gled.


"Bisa aja lo Vil, thank's ya kalian udah jengukin gue, perhatiaan banget sama gue," ucap Gled melihat mereka semua.


Mereka semua mengangguk dan tersenyum melihat Gled.


"Yaudah Mommy tinggal dulu ya, kalian lanjutin ngobrolnya," ucap Mommy bangkit dari kursi dan melangkahkan menuju lantai dua.


Setelah keberadaan Mommy Gled yang nggak tampak lagi, mereka mulai berbicara kek biasa.


"Mommy lo ramah juga ya, ini pertama kalinya gue ke sini. Cepat sembuh ya, gue kangen kalau lo nggak ada di sekolah," ucap Guvi tersenyum.


Gled terkejut mendengar ucapan Guvi yang tiba tiba, seketika hatinya merasa bahagia.


Semua teman temannya Gled menatap Guvi, "Gue salah ya ngomong kek gitu?" tanya Guvi melihat mereka semua dengan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2