Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Kumpul bareng di kantin


__ADS_3

Haqqi dan Fandri telah sampai di depan meja Kiki dan Villa.


Fandri menarik kursi untuk duduk dan senyuman ia berikan kepada Villa dan Kiki.


"Gue boleh gabung kan guys?" tanya Fandri yang sudah lebih dulu duduk dari pada menanyakan boleh duduk atau tidak bersama mereka.


"Lo udah duduk kok Kak, ngapain nanya lagi" ucap Kiki menyumpit mienya.


Fandri hanya tersenyum, sambil mengaduk bakso miliknya.


Tampaknya Kiki tidak memperhatikan keberadaan Haqqi, karena ia sibuk dengan mienya.


Villa melirik Haqqi dan menatap nampan makanan yang berada di tangannya, Haqqi masih berdiri dengan menatap mereka.


"Haqqi lo gabung aja sama kita" ajak Villa yang langsung di angguki oleh Haqqi.


Haqqi mendekat ke meja tersebut dan menarik kursi untuk duduk.


Kiki menghentikan memakan mienya dan melihat ke arah Haqqi yang berada di depannya.


Kiki hanya memandang Haqqi dengan tatapan datar.


Haqqi membalas tatapan Kiki dengan tersenyum dan mulai memakan makanannya.


"Guys Gled kok nggak ada?" tanya Fandri yang baru sadar Gled tidak ada disana.


"Lo belum tau ya Kak?" tanya balik Villa melihat ke arah Fandri.


Fandri menggelengkan kepalanya "Gled nggak masuk sekolah ya?" tanya Fandri lagi.


"Gled demam" ucap Haqqi yang dari tadi hanya diam.


"Gled sakit ya, apa gue boleh jengukin dia nggak?" tanya Fandri tampak cemas.


"Boleh kok, lagian Gled senang kalau ada yang jengukin dia" sahut Villa tersenyum.


Tidak lama sesudah itu, datang Okim dan Guvi yang datang dengan bersamaan.


Okim langsung duduk dan mengambil kerupuk yang berada di mangkok Fandri.


Guvi juga begitu ia juga ikut duduk bersama mereka, walaupun ia tidak membawa makanan.


"Lo langsung ambil kerupuk orang aja, izin dulu" ketus Guvi yang tidak suka dengan tingkah Okim, tetapi ia juga ikut ikutan mengambil kerupuk yang berada di mangkok Fandri "Minta ya Kak" ucap Guvi tertawa kepada Fandri.


"Lo ngatain gue ambil kerupuk orang, lo juga kali, lagian Kak Fandri nggak marah" balas Okim melirik Fandri.


"Nggak apa apa kok, lagian kan ini kerupuk dikasih sama buk kantin terlalu melimpah sampai sampai ada yang hampir terjatuh" ucap Fandri tersenyum melihat Guvi dan Okim.


"Buk kantinnya lihatin lo terus makanya dia nggak nyadar" ledek Okim tertawa.

__ADS_1


"Mungkin dia suka sama lo Kak" timpal Guvi ikut menertawakan Fandri.


"Mau gue sentil tuh ginjal kalian berdua?!" ancam Fandri dengan tertawa.


"Senang deh gue kalau kalian akur kek gini" ucap Haqqi melihat mereka bertiga.


Guvi, Okim dan Fandri hanya tertawa kecil dan mereka juga tidak tau sejak kapan mereka mulai akrab.


"Kalian kok barengan?" tanya Kiki melihat Guvi dan Okim.


"Tadi kita ketemu di ruang guru" ucap Okim.


"Gue tadi habis ketemu sama kepala sekolah, kalau Okim tadi gue lihat dia habis bawa buku trus di kumpulin ke guru matematika" timpal Guvi melihat mereka semua.


"Lagian gue ke sini mau ketemu Gled" ucap Okim melihat sekitar.


"Glednya mana?" tanya Okim mengkrinyutkan keningnya.


Guvi juga begitu, ia tampak juga mencari keberadaan Gled.


"Gled demam, jadi nggak sekolah" ucap Fandri yang langsung di tatap oleh Guvi dan Okim.


"Gled demam ya, yaudah gue bakal jengukin dia, gimana kalau kita jengukin Gled" ajak Okim tersenyum melihat mereka semua.


"Benar guys" timpal Guvi.


"Oke ntar kita ngumpul di parkiran" sahut Guvi mengedipkan satu matanya dengan tersenyum.


"Oke" ucap mereka semua.


"Guys kok kita ngumpul kek gini ya biasanya kan nggak pernah, tapi nggak lengkap tanpa Gled" ucap Haqqi menyeruput jus jeruknya.


"Iya juga ya, kok bisa ngumpul di kantin kek gini ya" timpal Villa.


"Seru juga ya ngumpul kek gini, tapi gue karena sibuk latihan marching band jadi jarang bisa kek gini, jadi keingat nostalgia pas awal ketemu Gled" sahut Guvi tersenyum.


"He?" ucap Haqqi dengan mulut yang menganga.


Kiki yang melihat itu ingin tertawa melihat tingkah Haqqi, tetapi Kiki mencoba menahan tawanya.


Haqqi menyadarinya bahwa Kiki sempat menatapnya, tetapi ia pura pura nggak tau biar Kiki nggak malu.


"Gue ceritain aja ya biar seru" ucap Guvi tersenyum dan ucapan Guvi di angguki oleh Haqqi.


Guvi menceritakan apa yang terjadi padanya saat pertama kali ia bertemu dengan Gled.


Mereka saling bercerita, canda dan tawa seperti kisah novel happy ending yang pernah di buat oleh author.


***

__ADS_1


Parkiran, 15:00


Okim sepertinya telah lebih dulu sampai di Parkiran, Okim mengeluarkan handphonenya ia hendak ingin menelfon Gled agar Gled mengetahui mereka akan menjenguknya.


Saat Okim ingin memencet tombol hijau di layar handphonenya, sebuah tangan menghentikannya.


Okim melihat siapa orang yang menghentikannya.


Ia adalah Fandri yang menatapnya, kemudian ia tertawa.


"Ngapain lo hentikan gue?" tanya Okim dengan wajah bertanya tanya.


"Jangan telfon Gled biar suprise" jawab Fandri memasang jaket dan helmnya.


Okim mengangguk, mematikan handphonenya dan memasukkannya ke dalam saku celananya.


Tidak lama kemudian Villa dan Kiki datang dan disusul oleh Haqqi yang tampak dari sisi sebelah kanan.


"Vil, gue bareng lo aja ya soalnya tadi gue pergi ke sekolah diantar sama supir karena malas bawa motor" ucap Kiki melirik Villa.


Villa mengangguk tanda mengiyakan ucapan Kiki.


Haqqi mendengar itu dan ia mendekat ke arah Kiki.


"Ki bareng gue aja, sayang kan kursi belakang moge nggak ada yang duduk, pliss jangan tolak gue, anggap aja ini permintaan maaf gue" ucap Haqqi menatap Kiki dengan harapan Kiki mau naik motornya.


Kiki berfikir sejenak, Kalau gue tolak Haqqi ntar dia malah nggak mau berhenti paksa gue, gue terima aja deh ya batin Kiki.


Kiki mengangguk "Oke gue bareng lo, udah jangan bawel lagi" sambung Kiki berwajah datar, karena ia tidak tau mau bersikap apa.


Villa menahan tawanya saat melihat ekpresi Kiki yang berwajah datar, biasanya kalau cowok nawarin cewek pulang bareng, ekpresi ceweknya bakal senang banget, tetapi berbeda dengan Kiki.


Senyuman terukir dari bibir Haqqi, hatinya merasa bahagia karena Kiki mau menerina ajakannya.


"Makasih ya Ki, lo udah mau terima tawaran gue" sambung Haqqi dengan raut wajah senang.


Entah kenapa Kiki juga ikut tersenyum, saat melihat Haqqi tersenyum kepadanya.


Mereka semua kebetulan membawa motor, karena biasanya Okim membawa mobilnya, namun hari ini ia membawa motor sportnya.


"Guys, Guvi mana ya ini udah 5 menit lo kita nuggu dia" ucap Villa memperhatikan sekitar.


"Tunggu bentar lagi guys, mungkin dia lagi jalan ke sini" sahut Haqqi meyakinkan mereka semua.


"Oke deh kita tunggu aja Guvi" sambung Okim memakai kaca mata hitamnya, seperti cowok cool.


"Kebiasaan lo emang nggak berubah ya Okim" ucap Kiki yang melihat Okim kini memakai kaca mata hitamnya.


"Tentu Ki" jawab Okim dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2