Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Panik


__ADS_3

"Menurut analisis gue Gled, Okim yang pasti suka sama lo, mungkin Kak Fandri dan Guvi juga suka sama lo" ucap Kiki


"Bisa jadi, gue perhatiin sikap mereka itu berbeda Gled kepada lo, contohnya Kak Fandri nggak biasanyakan dia deketin cewek dan dia bela belain datang ke kelas kita buat nganterin brownies untuk lo, biasanya dia ke Perpustakaan saat jam istirahat. Kedua Guvi menurut gue sih mungkin kemarin cinta dia bersemi kepada lo, kenapa coba? dia jauh jauh ke kantin cuman nanyain warna kesukaan lo bukannya malah pergi makan, Guvi itu terkenal dengan sikap ramahnya kepada para siswa perempuan, tapi yang gue lihat kek nya dia lebih merhatiin lo Gled" jelas Villa yang membuat Kiki memberhentikan menyendok nasi gorengnya.


"Gue salut dengan penjelasan dan anilisis lo Vil, memang hebat sahabat gue ini" ucap Kiki tertawa.


"Gue pusing deh, nggak tau gue kenapa tiga cowok itu bisa masuk kedalam kehidupan gue" sambung Gled.


"Sabar aja Gled, lo tinggal pilih diantara ketiga cowok itu yang mana tipe lo" ucap Kiki tertawa sambil menyeruput minumannya.


"Nggak tau gue, mau bilang apa sama ketiga tuh anak, mereka baik sama gue, entahlah mungkin gue akan membuka hati, gue nggak tau kemana hati ini akan jatuh cinta" jelas Gled.


"Tentu saja, namanya hati kita nggak tau Gled, siapapun yang lo pilih besok, mungkin itu keputusan lo" sambung Villa tersenyum.


Bel istirahat telah selesai


Semua siswa memasuki kelasnya dan memulai pembelajaran seperti biasanya.


Tapi saat ini di kelas Gled sedang ada jam kosong, guru piketpun tidak memberikan tugas, akhirnya mereka dipulangkan.


"Guys gue senang banget jam kosong, gue nggak suka diganggu mulu sama tuh cowok cowok" ucap Gled menyandang tasnya.


"Iya Gled, nggak apa apa tapi masih jam 2 siang ni, kita mau kemana?" tanya Kiki melihat Gled dan Villa.


"Kerumah gue aja gimana, lagian gue nggak tega pulang lama lama tinggalin Nola" saran Gled.


"Yes, saran diterima" sahut Kiki


"Oke juga Gled, lagian kangen juga sama Nola, udah lama nggak ketemu" ucap Villa menyandang tasnya.


***


Gled menaiki mobilnya dan kedua sahabatnya juga ikut bersamanya.


Sesampainya di rumah kediaman keluarga Wenard, ketiga gadis itu langsung duduk di sofa Gled dan tampak lelah.


"Bi Ida" sapa Gled kepada Bi Ida yang sedang ada di Dapur.


"Iya Non Gled, ada apa Non?" tanya Bi Ida melihat ke arah Gled.


"Nola mana?, oh ya buatin jus jeruk ya Bi, teman teman Gled datang" suruh Gled kepada Bi Ida.


"Non Nola lagi dikamar Non, bentar Bibi buatin dulu jus jeruknya" jawab Bi Ida langsung mengambil jeruk di kulkas.


Gled melangkah menaiki tangga lantai dua, menuju kamar Nola yang bersebelahan dengan kamarnya.

__ADS_1


Tok...tok...


"Nola, ini Kak Gled, keluar yuk ada teman temannya Kak Gled ni" sapa Gled sambil mengetuk kamar Nola.


Nola membuka pintu kamarnya, wajahnya kini tampak senang dengan kepulangan Gled.


"Iya Kak" jawab Nola memeluk Gled.


"Yaudah ayo kita turun Dek" ajak Gled membimbing tangan Nola untuk menuruni tangga.


"Oke Kak" sambung Nola sambil menorehkan senyuman manis di bibirnya.


Gled dan Nola menuruni tangga menuju ruang tamu dimana ada Kiki dan Villa yang duduk di sofa.


"Eh ada si tembem Kakak" ucap Kiki yang bangun dari rebahan di sofa, melihat kedatangan Gled dan Nola ia langsung menghampiri Nola dan mencubit pipi Nola.


"Kak Kiki sakit tau, cubitnya jangan keras keras, ntar aku aduin ke Mommy" ucap Nola mengusap pipinya yang habis kena cubit sambil tertawa.


"Maaf jangan aduin Mommy dong" ucap Kiki.


Nola tertawa melihat ekpresi wajah Kiki saat ini.


"Nola Kak Villa rindu banget" sapa Villa memeluk Nola.


Saat Villa melepaskan pelukan Nola, Villa mengkrinyutkan keningnya, serta wajah cemas menghampirinya.


"Nola hidung kamu berdarah, Gled gimana ni?" tanya Villa panik.


Gled dan Kiki langsung mendekat kearah Nola dan melihat hidung Nola berdarah.


"Bibi..." teriak Gled dengan panik.


"Iya Non" jawab Bi Ida sembari membawa jus jeruk.


"Non Nola hidungnya berdarah, bentar Bibi ambilin es batu dulu, buat berhentiin darah yang mengalir" ujar Bi Ida meletakkan jus jeruk di atas meja dan langsung berlari menuju dapur untuk mengambil es batu.


Sembari menunggu Bi Ida Gled dan Villa membantu menghapus darah yang ada di hidung Nola dengan tisu. Sementara Kiki mencoba menenangkan Nola yang saat ini mulai menangis.


Bi Ida datang membawa panci berisi es batu dan mengoleskan es itu dihidung nola agar mimisan Nola berhenti.


10 menit kemudian mimisan Nola telah berhenti dan keadaan sudah mulai membaik.


Gled mengajak Nola duduk di sofa dan menanyakan apakah ia demam.


"Sayang kamu sakit?, badan kamu gimana apa panas?" tanya Gled menyentuh kening Nola.

__ADS_1


"Nggak kak, badan Nola nggak panas" jawab Nola meyakinkan.


"Non Gled mungkin suhu badan Non Nola kali" potong Bi Ida.


"Iya juga mungkin Bi" balas Gled.


"Yaudah kita makan lagi yuk" ajak Gled kepada Nola sembari melihat Villa dan Kiki.


Villa dan Kiki mengangguk dan berdiri mengiringi langkah Gled ke meja makan.


Setibanya di meja makan kedua sahabatnya menyantap makanan yang tersedia, Gled tidak tega melihat adik kesayangannya menyuap makanan sendiri karena yang dia lihat Nola tampak lelah.


Gled menyendok nasi dan sambal kemudian mencuci tangan dan menyuapi Nola makan.


"Gue pengen punya adek" gumam Villa memulai pembicaraan.


"Udah syukuri aja hidup Lo, gue aja yang punya adek nggak kek gini, entahlah gue pengen adek cewek eh yang lahir malah cowok" timpal Kiki tertawa sambil melihat Gled dan Nola.


"Kalian makan dulu aja, nggak baik makan sambil bicara" ujar Gled sambil menyuapi Nola.


Villa dan Kiki menghentikan bicaranya dan mulai makan kembali.


Seusai makan mereka semua duduk di ruang bersantai tepatnya di teras lantai tiga, mereka berempat duduk di ayunan sembari menikmati hembusan angin.


"Guys gue seneng banget untuk sesaat otak gue mulai rileks, setelah mengahadapi aktifitas padat biasanya" ucap Gled sembari mengunyah buah apel.


"Saat gue ngelihat gedung gedung itu, gue teringat akan Papi, entahlah gue sadar mengelola sebuah perusahaan itu susah" timpal Kiki memandangi gedung gedung tinggi yang ada di depan mereka.


"Namanya juga hidup, roda itu berputar jadi kita harus menikmati waktu, karena waktu itu sangat berharga, belum tentu besok atau lusa kita bisa ngumpul kek gini, gue pengen dimasa depan gue bisa sukses dan ngebahagiain Mama" sambung Villa menunduk.


"Lo betul banget waktu itu sangat berharga, jadi masa SMK, kita akan hiasi dengan banyak menyimpan kenangan manis" ujar Kiki ngerangkul Villa.


"Tapi dimasa depan semoga kita bisa kek gini lagi, gue berharap dimasa depan kita bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi" sambung Gled tersenyum.


"Kakak kakak ini ngomong apaan si?, nggak ngerti Nola" ucap Nola yang membuat Gled, Villa dan Kiki tertawa.


"Kamu masih kecil, besok akan ngerti kok apa yang kami bicarakan ini" balas Villa tersenyum, mengelus lembut rambut Nola.


"Iya Kakak" jawab Nola tersenyum.


"Eh ya btw para tuh cowok pada nyariin lo pulang bareng nggak Gled?" tanya Kiki tampak berfikir.


"Entahlah gue nggak tau, tapi yang gue tau Okim nyari nyariin gue buat pulang bareng soalnya tadi diabilang buat anterin gue pulang" ujar Gled.


"Bisa jadi sih Gled Okim nyariin lo, tapi apa kabar dengan Kak Fandri dan Guvi?" tanya Villa.

__ADS_1


__ADS_2