
Seminggu telah berlalu, hari hari yang dilewati Gled tampak dipenuhi canda tawa, karena ia melewatinya dengan kedua sahabat yang sangat dia sayangi dan ketiga cowok yang selalu mendekatinya.
Hari ini adalah hari minggu Gled berencana ingin pergi jogging bersama kedua sahabatnya.
Gled telah sampai di GOR XX, ia melihat kekiri dan kekanan mencari keberadaan Villa dan Kiki.
Gled duduk di kursi taman itu, sambil memandangi Nenek Nenek lansia yang sedang senam dengan semangatnya.
Pluk
Suara tepukan di bahunya membuat ia tersadar dan melihat kebelakang, ternyata yang berada di belakangnya tidak lain adalah Guvi tersenyum manis dengan keringat yang menetes di keningnya.
"Ada apa?!" tanya Gled yang sedikit ketus karena ia terkejut saat ada yang memegang bahunya.
"Lo ngapain sendirian disini?" tanya Guvi ikut duduk disamping Gled.
"Mau ngapain lagi?, olah raga lah!" jawab Gled masih memperhatikan Nenek nenek lansia.
"Oh jadi begitu, mau olah raga bareng?" tanya Guvi lagi melihat Gled.
"Lo lanjut dulu aja deh, gue lagi nungguin Kiki dan Villa dari tadi nggak kelihatan puncak hidungnya" ujar Gled melihat Guvi.
"Eh bentar lo keringatan tuh, ni sapu tangan gue, belum gue pake" ucap Gled memberikan sapu tangan ke Guvi.
"Makasih Gled, okedeh bye Gled gue sambung olah raga dulu" sambung Guvi melambaikan tangan.
Gled membalas lambaian tangan Guvi dan tersenyum menatap punggungnya.
"Kenapa gue senyum lihat Guvi?" batin Gled.
Tidak lama sesudah itu, Villa dan Kiki datang dan berjalan kearah Gled.
"Hai Gled sayang lama ya nungguin kami?" tanya Kiki yang ngerangkul Gled, karena ia tidak mau Gled marah padanya.
"Kemana aja kalian, lama tau gue nunggu kalian, yaudah deh kita olahraga" jawab Gled tanpa ada kemarahan diraut wajahnya.
Villa dan Kiki tampak saling memandang, mereka bingung biasanya Gled akan marah jika dia menunggu terlalu lama.
Mereka bertiga berlari sekeliling lapangan dan sesekali berhenti karena capek.
Lebih kurang 2 jam mereka telah selesai jogging. Mereka duduk di rumput hijau meluruskan kaki dan merenggangkan kaki, jika tidak melakukannya maka kaki mereka akan mengeluarkan urat urat.
__ADS_1
"Guys gue laper" ucap Gled melihat Kiki dan Villa.
"Gue juga" sambung Kiki dengan wajah lesunya.
"Tunggu apa lagi, yuk pergi makan" ajak Villa berdiri.
Gled dan Kiki juga ikut berdiri dan mereka pergi membeli jajanan didekat Gor.
Saat mereka tengah menyantap sandwich tiba tiba ada yang menutup mata Gled dari belakang, Kiki dan Villa tampak tersenyum sambil memakan sandwichnya.
"Jangan becanda deh!" gertak Gled, sambil melepaskan tangan yang ada di matanya.
Okim langsung membuka mata Gled dan tersenyum manis dibibirnya.
"Nggak lucu" ucap Gled mengunyah sandwichnya.
Okim duduk disebelah Gled dan memesan sandwich, kemudian ikut bergabung bersama ketiga cewek itu.
"Udah seminggu ya Kim lo sekolah" ucap Kiki memulai pembicaraan.
"Iya Ki, nggak terasa aja udah seminggu, gue seneng banget bisa satu sekolah dengan kalian apa lagi dengan Gled" sambung Okim melihat Gled yang sedang meminum air.
"Gled kamu kenapa sih, sejak tadi cemberut terus, apa kamu nggak suka aku disini, kalau nggak aku pergi ni?" ucap Okim lagi karena melihat sikap Gled yang tidak senang dengan kehadirannya.
"Aduh Gled pantesan punya gue nggak berasa apa apa, ternyata punya kita ketukar, mungkin mas masnya salah ngasih si, padahal gue minta banyakin sausnya" ucap Kiki tersenyum.
"Nih minum dulu airnya" ucap Okim menyodorkan gelas ketangan Gled.
"Pantesan pedas" ucap Gled dan memgambil gelas yang disodorkan oleh Okim.
Hening sejenak...
"Gue perhatiin kalau Gled bicara ke Okim pakai aku, kamu, kalau ke yang lain lo, gue kenapa?" tanya Villa yang sejak tadi hanya diam.
"Gue seneng aja gitu kalau bicara sama Okim pakai Aku, Kamu, karena udah kenal lama mungkin" jawab Gled.
Senyum mengembang tampak di bibir Okim "Itu artinya kamu udah terima aku ya" ucap Okim menatap Gled.
"Terima apa ya?" elak Gled tersenyum.
"Okim lo ada saingan lo" ucap Kiki tertawa.
__ADS_1
"Siapa?, nggak bisa dibiarin nih" tanya Okim tersenyum tipis.
Gled hanya diam dan tidak mengubrik ucapan Kiki.
"Ada yang cemburu ni, gue penasaran banget siapa yang bakal bisa ngerebut hati Gled" ucap Villa.
"Siapa orangnya Gled, apa mungkin cowok yang aku lihat di Parkiran?, saat pertama kali aku mendaftar di sekolah ini" tanya Okim menatap Gled.
Gled hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Okim.
"Benar Kim, mungkin yang lo lihat itu Guvi" tebak Kiki.
"Guvi ya nama cowok itu, pas gue lihat di parkiran wajah dia nggak terlalu jelas" ucap Okim.
"Cari tahu sendiri aja deh, ntar Glednya marah sama gue, karena keceplosan juga, eh tapi gue mau kasih tau lo juga cowok yang menurut analisis gue dia juga suka sama Gled, namanya Erfandri" jelas Kiki tersenyum tipis melihat ke Gled.
"Okeh, gue bakal cari tahu" ucap Okim meminum teh esnya.
Tidak lama sesudah itu tanpa disangka sangka orang yang mereka bicarakan datang.
Dia datang dengan membawa motor metik, memakai baju berwarna merah serta ada sabuk dipinggangnya, turun dari motornya dan mendekat ke mereka berempat.
"Kalian kesini juga ya, kebetulan banget nih" ujar Fandri yang datang dengan tersenyum.
Okim tampak melotot ke Fandri terlihat dari wajahnya, ia terlihat kesal dengan kedatangan Fandri.
"Lo dari Mana kak?, kenapa pakai baju kek gitu?" tanya Gled yang tampak penasaran.
"Oh gue lagi belajar bela diri, ini baru pulang latihan karate, gue ikutin saran kalian buat ngejaga diri dan gue juga ngerasa senang, kebetulan banget gue lapar trus gue keingat jajanan didekat Gor ini sekalian deh gue mampir kesini" jawab Fandri tersenyum.
"Udah ada peningkatan nih ya Kak" sahut Kiki.
"Dia siapa?" tanya Fandri yang sadar akan kehadiran Okim.
"Nama Gue Okim Catur Elwardo, sepertinya kita satu Sekolah dan gue harap lo jangan deketin Gled, karena gue calon pacarnya Gled" tegas Okim menatap Fandri dengan menyodorkan tangannya.
"Salam kenal Okim, nama gue Erfandri Fadel Putra, kita memang satu sekolah bahkan gue senior lo dan satu hal lagi apa hak lo buat ngelarang gue untuk tidak ngedekatin Gled?, Gled aja nggak ngelarang" ucap Fandri membalas salaman Okim.
"Okim kenapa larang aku untuk berteman, lagian Kak Fandri baik kok, dan satu hal lagi jangan ngaku ngaku jadi calon pacar aku" ucap Gled menatap mereka semua dan berlalu pergi meninggalkan mereka.
Villa dan Kiki juga mengejar Gled, karena mereka tau suasana hati Gled saat ini sedang tidak baik.
__ADS_1
"Awas lo!" ancam Okim kepada Fandri dan pergi mengejar Gled.
"Apa lo!" jawab Fandri menatap tajam Okim.