Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Family


__ADS_3

Setibanya didepan pagar rumah, mobil Gled tidak bisa terparkirkan, karena rumahnya saat ini dipenuhi dengan 5 mobil yang tampak mahal.


"Ada apa ya Mister?" tanya Gled yang melihat kanan dan kiri melihat bagaimana rumahnya kini dipenuhi banyak mobil.


"Ada orang penting mungkin Nona" jawab Mister Gerry keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Gled.


"Yaudah Mister, aku masuk ke rumah dulu" ujar Gled pamit dengan Mister Gerry, bodyguard sekaligus supir pribadi keluarga wenard.


"Iya Nona Gled" jawab Mister Gerry sembari berjalan memasuki mobil dan memarkirkan mobil.


Setibanya didalam rumah, Gled tampak terkejut dengan suasan rumah saat ini, rumahnya yang dulu begitu sepi dan tenang, kini tampak berbanding terbalik, suasan saat ini begitu ramai, bahkan keluarganya yang ada diluar kota juga datang.


Ia melihat kerabat Daddy dan Mommynya duduk di ruang tamu, serta beberapa karyawan perusahaan Wenard.


Saat Gled baru beberapa langkah berjalan memasuki rumahnya, ia dihentikan oleh sebuah tangan mungil yang tidak asing lagi baginya.


Tangan mungil, putih itu adalah tangan Adik kesayangannya, Nola.


"Kakak, sini dong Kak, aku senang deh rumah kita ramai, Kak kita kesana yuk" ajak Nola menarik tangan Gled menuju ruangan keluarga.


Gled hanya menurut dengan Adiknya itu, serta ia juga diperhatikan sejak saat pertama kali ia memasuki rumah.


Akhirnya mereka sampai diruang keluarga itu, ruangan itu yang awalnya kosong, kini tampak banyak sekali kerabatnya yang datang ke rumahnya.


Gled melangkah mendekati semua orang itu, serta senyuman ia torehkan kepada semua orang.


Mommy menyuruhnya mendekat, untuk memperkenalkan Gled dengan keluarganya, karena mereka sangat jarang berkumpul seperti ini.


"Kamu cantik banget sayang" puji Tante yang berada disamping Mommynya.


Gled hanya tersenyum dengan pujian itu, ia bertanya tanya ada apa ini semua, kenapa semua orang berada disini.


"Glediesnya Bunda udah besar dan cantik lagi, udah nggak kurus lagi" ucap seorang wanita, yang tidak lain adalah adik kandung dari Mommynya dan ia adalah Mama Haqqi.


"Eh ada Bunda, kangen banget Bun" ujar Gled langsung memeluk wanita yang dipanggil dengan sebutan Bunda.

__ADS_1


Wanita itu membalas pelukan Gled, karena rasa kerinduan yang begitu dalam.


"Bunda juga kangen sama Gledies" ucap wanita itu.


Waktu kecil Gled sangat dekat dengan Bundanya, yang tidak lain adalah Mama Haqqi, ia bernama Asmita.


Saat Mommynya Gled sedang bekerja, Asmita sering sekali mengajak Gled kerumahnya dan bermain dengan Haqqi.


Rasa sayang Asmita kepada Gled sama dengan rasa sayangnya dengan Haqqi.


Gled melepaskan pelukannnya dari Asmita, Gled merasa senang karena sekian lama akhirnya ia bertemu kembali dengan Bunda kesayangannya.


"Bun, kenapa nggak pernah ke rumah aku lagi sih Bun?, apa Bunda nggak sayang lagi sama aku" tanya Gled kepada Asmita.


"Bukan begitu Gledies, Bunda sibuk ngurus usaha jadi nggak bisa deh, ketemu sama kamu, Bunda sayang kok sama kamu" ujar Asmita tersenyum.


"Bun, tadi aku ketemu Haqqi lo di sekolah, nggak nyangka banget Bun, Haqqi udah nggak gendut lagi" ucap Gled tertawa, sembari melihat semua orang memperhatikannya berbicara, karena Gled tipikal anak yang tidak mudah untuk dekat dengan seseorang. Bahkan dari keluarga Daddynya ia tidak terlalu dekat, apalagi dengan sepupunya yang lain, ia hanya dekat dengan Haqqi.


"Benarkah?, Haqqinya Bunda udah gede lo, udah tampan lagi tuh, tetapi dia nggak tinggal sama Bunda lagi" ucap Asmita tersenyum.


"Iya, Bunda udah ngasih alamat ini ke dia, kapan lagi kita bisa ngumpul" jawab Asmita tersenyum.


"Eh aku lupa, karena keasikan ngobrol sama Bunda, lupa deh nanya, ini ada apa ya Bun?" tanya Gled bingung.


Mommy Gled memegang rambutnya Gled, memberikan isyarat untuk melihat siapa yang berada di depannya.


Gled menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh Mommynya, mulut Gled membulat, serta tangannya menutup mulutnya itu.


Ia tidak menyangka siapa yang berdiri didepannya ini.


Raut wajah bahagia terpancar dari wajah Gled, seorang lelaki yang berdiri di depannya adalah orang yang sangat tidak asing lagi baginya, orang yang ia sayangi dan ia rindukan.


Ia adalah Daddynya Gled, lelaki tegas dan berumur 42 tahunan, seorang Presdir dari perusahaan Wenard, yang sangat terkenal.


Gled tersenyum dan langsung memeluk Daddynya, mungkin sudah satu bulan mereka tidak bertemu, Daddynya langsung membalas pelukan Gled, raut wajah Daddynya tampak bahagia melihat anak pertamanya setelah satu bulan tidak bertemu.

__ADS_1


Gled melepaskan pelukannya, serta raut wajah bahagia terpancar dari wajahnya.


"Dad, kapan pulang sih?, kok nggak ada yang kasih tau aku?" tanya Gled sedikit kesal karena tidak ada yang memberitahu bahwa Daddynya akan pulang.


"Kejutan sayang, yaudah deh mari kita kumpul lagi, Daddy kangen suasana rumah yang ramai, makanya Daddy undang kerabat kita" jawab Daddynya tersenyum.


"Daddy sih kelamaan di Australia, jadi nggak ingat sama aku, Nola dan Mommy" ucap Gled dengan wajah kesalnya.


"Iya Daddy minta maaf, lain kali Daddy akan bagi waktu bersama keluarga" tegas Daddynya tersenyum.


"Yaudah deh Dad" ucap Gled menghela nafas lelahnya.


Kemudian semua keluarga itu berkumpul bersama dan makan bersama, berbincang hangat dan melepaskan kerinduan yang telah lama tidak dirasakan.


Gled sudah menggaanti seragam sekolahnya, kini ia duduk di sofa rumahnya dan benar ia tidak memiliki teman, karena yang datang ke rumahnya hanya orang tua dan tidak ada anak seumuran dengan Gled.


Nola tengah asiknya bermain dengan anak kerabat dari Daddy, Nola memang mudah untuk bergaul, berbeda dengan Gled sewaktu kecil ia pemalu dan cuek.


Ditengah lamunannnya, Gled tersadar akan seseorang yang mengacak acak rambutnya dan tersenyum.


"Lo kenapa sih, suka banget ganggu gue!" ketus Gled kepada Haqqi yang baru datang.


"Gue kangen tau sama masa kecil kita, kalau bukan Ibu kita nggak saudara kandung, mungkin udah gue pacarin lo" ucap Haqqi tersenyum.


"Apaan sih main pacar pacaran, udah lo cukup jadi Kakak gue aja ya Ber" sahut Gled tersenyum.


"Iya tuan putri, saya akan mematuhi perintah tuan putri" ejek Haqqi menunduk.


"Yasudah ku perintahkan kau untuk menemui Ibu dan Ayahmu" tukas Gled tertawa.


"Baiklah tuan putri saya akan pergi, tapi jangan rindu sama saya" ucap Haqqi tersenyum.


"Kok kita masih main tuan putri dan pembantu si Ber, jadi keingat deh gue sama masa kecil kita, lo lucu banget sih walaupun udah dewasa masih mau dengerin ucapan gue" ucap Gled tertawa.


"Iya itu karena gue sayang, yaudah deh gue ketemu sama Papa dan Mama dulu ya, udah kangen ni sama mereka" gumam Haqqi melangkah menuju ruang keluarga.

__ADS_1


Gled hanya tertawa melihat sikap sahabatnya.


__ADS_2