
"Mbok, siapa cowok tadi Mbok?, kenapa dia ngasih kotak ke Mbok?" desak Kiki
"Dia kurir pengiriman barang non, yang kek tokoh online gitu, ini pesanan Nyonya Gina" jawab Mbok Nita tersenyum.
"Aduh" ucap Gled, Kiki dan Villa bersamaan sembari menepuk keningnya.
Kiki memastikan apakah betul dia kurir tokoh online atau tidak, ia memeriksa kotak itu, ternyata benar ada logo tokoh online di samping kotak.
Kemudian ketiga gadis itu kembali naik ke lantai tiga.
"Dia kan masih pelajar kenapa bekerja?" tanya Kiki tampak heran sambil melihat kedua sahabatnya itu.
"Bisa jadi dia nggak ada uang, atau mungkin dia mau mandiri" sahut Villa.
"Benar kata Villa, kok gue jadi kepo ya kenapa tuh anak jadi kurir" ucap Gled tertawa.
"Gue juga kepo nih, pas dia minta maaf ke gue, saat itu gue langsung pergi aja karena marah dan gue nggak tau namanya" jelas Kiki sembari melihat pemandangan dari teras lantai tiga itu.
"Guys, tugas stalker menunggu, apakah kalian mau ngepoin tuh anak?, lagian kan ada kaitannya sama Kiki" ucap Villa seketika lampu penerangan muncul di otaknya memberikan sebuah ide.
"Setuju!" sahut Gled dan Kiki tertawa.
Setelah berbincang banyak Gle dan Villa, pulang ke rumahnya masing masing.
***
Pagi ini cuaca tampak mendung, udara saat ini lumayan dingin, Gled melampisi seragam sekolahya dengan sweater abu abu, rambutnya ia biarkan tergerai, serta bibir yang sudah berwarna pink sejak lahir ia pakaikan sedikit lip bamb, agar bibirnya tidak kering.
Ia menyalami tangan Gina yaitu Mommynya serta memegang pucuk rambut adiknya dengan tersenyum.
Saat ini ia hanya tinggal bersama Mommynya dan Nola. Deddynya sedang tidak ada di kota ini, karena pekerjaan Deddynya sebagia seorang Presdir / Presiden Direktur membuat ia jarang dirumah.
"Pagi Mister" sapa Gled tersenyum kepada Mister Gerry.
"Pagi Nona Gled" ucap Mister Gerry juga tersenyum.
Mister Gerry adalah bodyguard setia keluarga Wenard, bertubuh kekar, tinggi, ramah dan baik hati. Usia nya Kira kira 37 tahun.
Mister Gerry membukakan pintu mobil serta tersenyum kepada Gled.
Gled melangkahkan kaki menaiki mobilnya, sembari melihat kanan dan kiri apakah orang yang akhir akhir ini datang pagi pagi datang kembali atau tidak.
Ternyata orang itu tidak datang, Gled merasa lega, seketika hatinya sedikit kecewa.
Hah, kenapa gue kecewa? gumam Gled dalam hati.
Kemudian mobil Gled melaju ke sekolah, diperjalanan menuju sekolah, hujan begitu deras, langit kini telah menurunkan rintikan air.
__ADS_1
***
Setibanya di sekolah ternyata ia tidak membawa payung, jarak parkiran menuju pintu masuk ruangan utama sekolah lumayan jauh.
Kemudian tiba tiba ada yang mengetuk kaca mobilnya, Gled menurunkan kaca mobilnya.
Ia adalah Okim, tersenyum dan memakai sebuah payung "Gled aku lihat mobilmu ada disini dan kamu nggak keluar keluar, kamu nggak bawa payung ya, gimana kalau kita berengan udah mau bel" ajak Okim tersenyum.
Gled berfikir sejenak, akhirnya ia menerima tawaran Okim karena ia tidak tau kapan hujan akan berhenti.
Gled membuka pintu mobilnya dan disambut oleh Okim dengan panyungnya.
Mereka berjalan menuju pintu utama sekolah.
"Gled dekat dikit dong, ntar kamu basah" ucap Okim sedikit menunduk melihat Gled yang setara dengan pundaknya.
"Iya" jawab Gled singkat.
Deg ... deg ...
Kok gue jadi deg degan gini ya?, apa mungkin ini ... , oh tidak jangan macam macam Gled, ingat Okim sahabat lo! batin Gled.
"Gled sorry akhir akhir ini aku jarang jemput kamu, karena Mommy mau diantar ke perusahaan. Aku minta maaf atas kejadian kemarin" ucap Okim sembari mengucutkan payungnya karena mereka telah sampai di pintu utama sekolah mereka.
"Iya nggak apa apa kok" jawab Gled melihat wajah Okim.
"Yaudah mau aku anterin ke kelas kamu?" tanya Okim tersenyum.
"Nggak usah kamu duluan aja, ntar kamu telat lo" jawab Gled menatap Okim.
"Oke, bye Gled" ujar Okim melambaikan tangannya.
"Bye" gumam Gled melangkah menuju kelas X1 Akuntansi 1.
***
Bel masuk berbunyi
Semua sisiwa telah masuk ke kelasnya, saatnya jam pelajaran Jasa Dangan Manufaktur atau disingkat JDM dimulai.
Suara hentakan high heels terdengar memasuki kelas itu, seorang wanita yang tidak lain adalah guru JDM, yang terkenal cantik dan pintar itu memasuki kelas.
Ia adalah Bu Atika Betries, wanita yang berumur 25 tahun, memiliki pribadi yang lembut serta tidak lupa senyuman selalu tertorehkan dibibirnya.
Ia sangat sabar dalam menghadapi murid muridnya yang tidak pandai dalam menyusun jurnal.
Kepala anak anak cowok yang mulanya ada di atas meja, kini menegakkan kepala melihat kedatangan Bu Atika.
__ADS_1
Pelajaranpun dimulai ...
Jam pelajaran berlangsung 3 jam, karena pelajarannya Bu Atika menguras otak dan pikiran jika salah saja meletakkan angka, maka semua jurnal yang dihitung dari awal tidak akan balance.
"Aduh Buk cantik ini pelajarannya susah banget buk, bisa bisa wajah tampan Niko jadi kusam" gerutu Niko salah satu murid kelas X1 Akuntasi yang menjabat sebagai sekretaris, ia juga terkenal dengan lebaynya.
"Lebay amat si Lo Nik, baru beberapa jurnal yang lo isi, udah ribut seisi kelas" ketus Kiki menatap Niko.
Melihat tatapan Kiki yang tajam, seketika nyali Niko ciut dan memilih membuang pandangan dari Kiki, serta mengeluarkan kaca merapikan rambutnya.
Bu Atika hanya teryawa kecil melihat tingkah murid muridnya yang bisa dibilang, mereka pintar.
Kiki merasa jijik melihat Niko yang ciut ketika ditatap oleh Kiki, cowok macam apaan coba lembek kek gitu, aduh dasar lebay batin Kiki.
Tidak lama sesudah itu pelajaran Bu Atika telah selesai, saatnya bel istirahat berbunyi.
***
Gled, Villa dan Kiki berencana akan mencari cowok yang kemarin datang kerumah Kiki.
Mereka bertiga berjalan menyusuri koridor sekolah, sapaan serta senyuman tidak lupa mereka dapatkan dari beberapa siswa.
Mereka berncana mengelilingi semua gedung yang ada di sekolah itu.
"Guys, kok dia nggak kelihatan ya" keluh Kiki.
"Bukannya nggak kelihatan baru satu gedung yang kita telusuri, didepan masih banyak gedung tuh, apakah kita kuat untuk menyusurinya?, belum lagi waktu tinggal 20 menit lagi" ucap Villa tampak lelah.
"Gini aja, feeling gue dia ada disana, tempat dimana kalian berdua ketemu sama dia, gue rasa keknya dia ada ditaman sekolah deh, kita lihat aja dulu siapa tau dia ada disana" duga Gled meyakinkan kedua sahabatnya.
"Benar juga sih, ayoklah kita pergi kesana, kita dikejar waktu ni" ajak Kiki mulai melangkah.
Gled dan Villa ikut melangkah mengiringi jalan Kiki.
Setibanya di taman itu mereka tidak melihat ada seorangpun disana, taman tampak sepi, tentu saja mungkin semua siswa berada dikantin.
"Guys sepi banget, mungkin saja dia ada dikantin atau di kelasnya, apa ia tidak sekolah hari ini?" duga Kiki.
"Hmmm benar juga sih, udah capek capek kita kesini nggak ada hasilnya!" keluh Villa duduk dikursi taman itu.
Gled dan Kiki ikut duduk dikursi taman itu, mengehela nafas lelah mereka.
"Guys nih taman bagus juga ya, bunganya mekar mekar nih, nggak apa apa kita belum makan saat ini, nggak apa apa juga kita belum ketemu sama cowok itu, tetapi setelah gue lihat nih taman banyak bunga yang mekar, serta bungnya berwarna warni mengurangi sedikit lelah gue" puji Gled memandangi bunga warna warni yang berada disekeliking mereka.
"Iya Gled bagus banget" sahut Kiki.
Kira kira sepuluh menit mereka duduk disana, akhirnya mereka kembali ke kelas.
__ADS_1