Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Mini market


__ADS_3

Bel pulang telah berbunyi


Gled, Villa dan Kiki sangat lapar, karena mereka belum makan saat bel istirahat tadi.


Mereka pergi menuju kafe kebab yang ada di seberang sekolah, tempat biasa mereka nongkrong.


Setibanya disana mereka memesan 3 kebab, 3 ice cream minuman float dan sekotak kentang goreng.


Saat ketiga gadis itu sedang memakan makanan mereka, kemudian dari depan Gled ada sebuah kota yang berukuran sedang, berwarna ungu dengan pita silver berada di depan Gled, Gled tersentak ia langsung menoleh kebelakang, tampak seseorang yang tidak asing lagi bagi Gled.


"Lo ngapain ada disini? dan apa ini" tanya Gled menoleh ke Guvi, kemudian melihat kotak berwarna ungu itu.


"Udah terima aja, ingat nggak pas gue nanya apa warna kesukaan lo?, ini hadiah untuk lo sebagai tanda perkenalan dari gue, pliss jangan nolak, ini spesial buat lo!" ucap Guvi tersenyum.


"Eh tapi ..." ucap Gled terpotong karena Guvi berbicara.


"Udah nanti aja buka isinya, yaudah gue latihan marching band dulu, hati hati pulangnya" potong Guvi mengacak rambut Gled dan pergi begitu saja dengan tersenyum.


"Apa apaan tuh anak?!, pakai pegang kepala gue segala" ketus Gled melipat tangan di dada.


"Ciee yang dikasih kado" ucap Villa tertawa.


"Hemm keknya ada yang diperhatikan sama Guvi, dia acak acak rambut lo, tandanya dia udah naruh hati sama lo, lo peka dikit napa" sambung Kiki tersenyum.


"Haah ... masa sih, apa ini benar?" tanya Gled tampak terkejut dan seketika raut wajahnya kini tampak bahagia melihat kotak berwarna ungu berpita silver yang ada didepan mejanya.


"Hehehe yang bahagia nih" ledek Villa tersenyum sambil memegang kebab di tangan kanannya.


"Dia ngasih gue kado ini bukan berarti gue udah terima dia!" tegas Gled.


"Iya terserah lo aja maunya kek mana" sambung Kiki menyeruput floatnya


Beberapa menit kemudian, Gled, kiki dan Villa telah selesai makan, sekarang perut mereka tidak keroncongan lagi.


"Guys pulang lagi yuk udah sore ni" ujar Villa menyandang tote bag pink yang ada di bahu kanannya.

__ADS_1


"Bareng gue aja gimana Vil" ajak Gled.


"Nggak usah Gled, Villa udah ada motor tuh, kemarin saudara Mamanya beliin" sanggah Kiki tersenyum.


"Ciee yang dibeliin motor, nggak susah payah deh tu naik angkot lagi" ucap Gled tersenyum.


"Hehehe iya Gled, nggak tau kenapa kemarin pas habis lo nganterin gue dari rumah Kiki, tiba tiba udah ada motor metik di depan rumah gue, trus gue lihat didalam rumah ada Om dan Tante gue, Mama bilang mereka ngasih gue motor karena udah berprestasi dan motor itu hadiahnya, gue senang banget" jelas Villa tersenyum.


"Selamat ya, gue ikut bahagia" ucap Gled tersenyum.


"Iya Gled" ujar Villa.


"Kok lo bisa tau Ki?" tanya Gled menoleh ke Kiki.


"Tadi pagikan hujan, sebenarnya gue mau dianterin pakai mobil, trus karena supir rumah gue sakit, jadinya gue pakai motor aja dan gue udah sediain jas hujan. Pas udah nyampe didepan parkiran sekolah gue buka dah jah hujan itu, gue lihat orang yang disamping gue juga buka jas hujan dan ternyata itu Villa. Dia ceritain deh tuh ke gue" jelas Kiki.


"Oh jadi begitu ceritanya Ki" sambung Gled mengangguk.


Villa hanya tersenyum, terpancar di wajahnya ekpresi bahagia, Ia melambaikan tangan "Gled gue pulang dulu ya, Ki ayo ntar pintu pagar keburu tutup" ajak Villa.


"Belum ketutup kok, anak marching band masih latihan, Gled gue duluan ya" sambung Kiki melangkah ke parkiran dekat sekolah menysul langkah Villa, karena Kiki juga membawa motornya.


***


Didalam mobil Gled masih memegang sebuah kado yang diberikan Guvi Apa ya isinya? batin Gled sambil tersenyum.


"Mister, berhenti di mini market depan dulu ya Mister mau beli sesuatu!" tukas Gled.


Mister Gerry mengangguk dan memberhentikan mobil didepan mini market.


Setibanya di mini market itu Gled membeli beberapa cemilan untuk Nola dan dirinya, karena stock cemilannya sudah mulai habis.


Saat Gled sedang memilih milih beberapa makanan, tanpa sengaja saat dia hendak mengambil snack itu, tangannya dengan tangan orang lain berebut snack yang hanya tinggal sebungkus itu.


Sontak Gled, langsung melihat kesamping siapa orang yang ingin mengambil snack yang sama dengannya.

__ADS_1


Ia juga terkejut saat melihat orang yang mengambil snack yang sama dengannya.


Dia adalah Fandri yang datang dengan menyandang tasnya, serta wajah kaget juga terpancar di wajahnya.


"Eh berebutan jadinya, ambil aja Gled snacknya" ujar Fandri tertawa.


"Lo aja yang ambil Kak, eh lo kok bisa ada disini dan tiba tiba kita rebutan snack yang sama sih Kak?" tanya Gled heran.


"Oh nggak tau ah kok bisa ketemu disini, tadi niatnya mau beli cemilan buat teman bikin robot, biasanya itu snack favorit gue, pas gue lihat tinggal satu, tanpa perhatiin orang yang disamping gue, gue malah langsung ambil aja deh, ternyata lo yang ada disamping gue" jelas Fandri tersenyum.


"Oh gitu, lo aja yang ambil gue mah udah banyak ni" ujar Gled memberikan snack itu ketangan Fandri.


"Ta .."


"Udah jangan nolak!" tegas Gled memotong pembicaraan Fandri dan pergi melangkah menuju kasir.


Saat mau melangkah menuju kasir, langkah Gled terhenti saat Fandri menarik tangannya, Gled langsung menoleh kebelakang.


"Maaf ya atas kejadian di Gor kemarin, kalau gue nggak kesana mungkin lo sama pacar lo nggak bakal berantem" ujar Fandri menatap Gled dan masih memegang tangannya.


"Nggak apa apa kok Kak, keknya lo salah paham deh Kak, Okim itu bukan pacar gue, emang sih gue dekat sama dia tapi bukan berarti gue pacar dia" ucap Gled tersenyum tipis.


"Oh jadi begitu, gue kira gue yang salah karena akan ngerusak pagi kalian, jadi lo belum punya pacar ya?" tanya Fandri memastikan.


"Belum lah, eh Kak lepasin tangan gue, gue mau bayar kekasir ni" ucap Gled menatap Fandri.


"Eh maaf, Gled gue nggak sadar sejak tadi masih pegang tangan lo" sambung Fandri tersenyum dan melepaskan tangan Gled.


"Iya nggak apa apa kok, lain kali sadar ya, yaudah gue bayar nih dulu dan mau pulang" ujar Gled melambaikan tangan dan tersenyum.


"Iya Gled" gumam Fandri tersenyum.


Setelah Gled pergi dari hadapan Fandri dan menuju kasir, Fandri langsung mengepalkan tangan kanannya dan mengayunkannya.


"Yes... gue masih ada harapan" ujarnnya tersenyum sendiri, raut wajahnya seperti orang yang baru mendapatkan cek 5 miliar, sampai sampai ada pegawai mini market yang berada disana tertawa kecil sambil menutup mulut melihatnya.

__ADS_1


Melihat pegawai mini market itu yang tertawa melihat tingkahnya, Fandri tersadar dan pura pura tidak terjadi apa apa.


Fandri teringat akan niat awalnya datang kesini dan ia langsung membawa keranjangnya, melangkah menyusuri mini market itu untuk memilih beberapa snack.


__ADS_2