
Setelah ketiga Gadis itu menyelesaikan tugasnya, mereka berjalan di koridor Sekolah.
"Guys, gue lapar" ucap Villa dengan wajah lesunya.
Gled melihat jam tangannya "5 Menit lagi mau bel nih" sahut Gled.
"Yasudah tahan aja dulu laparnya, tuh kantin masih pada panjang antriannya, nggak apa apa ntar pas mau pulang kita mampir ke jajanan dekat sekolah" saran Kiki tersenyum lesu.
Gled dan Villa mengangguk tanda mengiyakan ucapan Kiki.
Saat Gled menuju kelasnya ia melupakan sesuatu.
"Guys, gue lupa ni, jaketnya... aduh siapa namanya kemarin? ucap Gled mencoba mengingat nama cowok yang meminjamkan jaket kepadanya.
"Guvi!" ujar seseorang yang berasal dari belakang mereka.
Mendegar perkataan itu Gled menoleh kebelakang, Villa dan Kiki juga sontak terkejut dan menoleh kebelakang.
"Lo?" ucap Gled menatap cowok itu.
"Iya gue, maaf ya atas kejadian kemarin gue nggak sempat minta maaf secara baik baik" sahut cowok yang ternyata adalah Guvi, cowok yamg menumpahkan kuah mie ayam di seragam sekolah Gled.
"Iya nggak apa apa kok, tapi jaket lo ada di kelas, ntar gue ambilin dulu" gumam Gled melangkah memberikan kode kepada Kiki dan Villa agar melangkah.
Belum sempat selangkah ia berjalan, Guvi menarik tangannya dan sontak Gled terkejut.
"Nggak usah diambil, nanti aja pas pulang sekolah, lagian gue yang salah kemarin" ucap Guvi yang melepaskan tangan Gled.
"Yasudah, jadi lo mau ngapain cegah gue pergi?" tanya Gled.
"Gue mau minta maaf, lagian kita belum kenalan, kita udah ketemu dua kali dan sekarang gue mau ngenalin diri, nama gue Guvi William Dozen, kelas X1 OTP/ Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran. 2, ketua klub Merchanding Band dan sekali lagi sebagai rasa bersalah gue lo mau nggak gue ajak makan pas pulang sekolah nanti?" jelas Guvi menyodorkan tangannya.
"Yasudah tidak maslah gue nggak mentingin soal kemarin, lagian udah gue lupakan, nama gue Gledies Rienza Wenard, kelas X1 Akuntansi. 1, hmm gimana ya, soalnya gue udah ada janji sa..."
"Gled lo pergi aja sama Guvi, lagian tuh dia merasa bersalah banget" potong Villa tersenyum.
"Iya Gled, benar banget pergi aja" sahut Kiki mengedipkan satu matanya ke Gled.
"Tapi apa nggak apa apa ni, ntar cewek lo marah kalau lo ngajak gue pergi makan" ucap Gled membalas salaman Guvi yang masih menyodorkan tangannya.
Guvi tertawa, hingga menampakkan aura ketampanannya.
"Hehehe, gue nggak ada kekasih, nggak ada yang nyangkut dihati gue" sambung Guvi tersenyum.
"What!, bagus dong" sahut Kiki terkekeh.
"Apa benar seorang Guvi cowok yang terkenal dengan ketampanannya, nggak ada yang naksir dengan seseorang?" tanya Villa mengintrogasi.
"Hehehe, bentar lagi akan ada kok" ujar Guvi tersenyum.
__ADS_1
"Jadi gimana Gled, lo mau nerima tawaran gue?" tanya Guvi menatap Gled.
"Yaudah deh, gue terima tawaran lo" ucap Gled tersenyum.
"Ntar gue tunggu lo diparkiran ya, jangan lupa gue nungguin lo ya, jangan PHP!" tegas Guvi tersenyum dan melambaikan tangan.
"Iya" ucap Gled.
"Hehehe gue seneng banget lo pergi jalan sama Guvi, nanti cerita ya lo ngapain aja" sambung Villa tersenyum.
"Yasudah kita masuk ke kelas lagi yuk, Gled jangan lupa senyum didepan orang, kebiasaan lo tuh yang cuek, jadi mulai sekarang senyum ya, kalau Guvi ngomong dijawab jangan bengong" tukas Kiki.
"Iya iya, kalian ni udah kek Mommy gue aja, lagian gue cuman ditraktir makan bukan pergi pacaran" protes Gled sambil berjalan.
Villa dan Kiki terkekeh saat melihat ekpresi Gled, yang tidak biasanya dekat dengan seorang cowok.
***
Bel pulang berbunyi...
Saat hendak keluar melangkahkan kaki, Gled,Villa dan Kiki dikejutkan dengan seseorang yang tak asing lagi bagi mereka, berdiri diambang pintu dengan tersenyum manis.
"Okim!" ucap Gled pelan.
"Oh hai Okim, kenapa lo ada disekolah ini?" tanya Kiki heran.
"Oh jadi begitu, yaudah semoga kamu betah sekolah disini, aku pulang dulu ya" ujar Gled tersenyum tipis.
"Mau aku anterin nggak Gled, aku bawa mobil" ajak Okim.
"Maaf ya Okim, Gled udah janji sama kami mau pergi bareng, masa Gled harus ingkar janji sih sama kami" alasan Villa yang ingin Gled pergi dengan Guvi.
"Yaudah nggak apa apa, lain kali kita akan pulang bareng, aku nggak sabar nuggu besok, kita bakal ketemu tiap hari" sambung Okim tersenyum.
"Oke Okim, kami pergi duluan ya" tegas Kiki menarik tangan Gled dan Villa, melangkah meninggalkan kelas.
"Nggak apa apa Gled sekarang kamu cuekin aku, aku akan sabar nunggu kamu agar terima aku" gumam Okim pelan.
***
Di parkiran
Kiki dan Villa mengantarkan Gled sampai di parkiran, tampak Guvi melihat sekitar dan pandangannya menuju ke arah ketiga gadis itu.
Guvi memakai helmnya, menstarter motor sportnya dan memarkirkannya kedepan Gled.
"Ayo Gled kita pergi, nih pasang helm dulu" ucap Guvi memasangkan helm ke kepala Gled.
"Kenapa lo masangin helm ke gue, gue bisa sendiri" protes Gled.
__ADS_1
"Hehehe nggak apa apa kok, yaudah naik yuk" sahut Guvi tersenyum.
Gled manaiki motor sport Guvi, "Villa, Kiki gue pinjam Gled bentar ya" ucap Guvi menggas motornya.
Villa dan Kiki tampak tertawa bahagia melihat sahabatnya.
Tidak sengaja ada seseorang yang ada diparkiran itu, ia adalah Okim yang tampak terpana dengan apa yang dilihatnya.
"Siapa tuh cowok, tidak mungkin Gled punya pacar" ketus Okim tampak sedikit marah.
"Nak, ayo jalan kita harus ke tempat perlengkapan sekolah kamu" sahut Mommy Okim yang ada di dalam mobil.
"Iya Mi" jawab Okim membuka pintu mobil dan mengendarai mobilnya.
***
Kiki dan Villa duduk disebuah jajanan yang ada didekat sekolah mereka.
"Eh gue kepo bat deh, Gled kemana ya" ucap Kiki mengunyah kebabnya.
"Gue harap makan bareng Gled berjalan baik" sahut Villa menyeruput jus apelnya.
Tidak disangka sangka, Fandri datang dan bergabung duduk membawa nampan makanan.
"Gue boleh gabung nggak?" tanya Fandri.
"Ya boleh dong kak, gabung aja" jawab Villa tersenyum.
Fandri menggeser kursi dan mulai duduk, sembari mengeluarkan sebuah buku dari tas dan menyeruput jus mangganya.
"Gled mana?" tanya Fandri yang sadar akan ketidakhadiran Gled disana.
"Oh Gled udah pulang, dia ada acara keluarga" jawab Kiki menatap Fandri.
"Oh gitu" ucap Fandri meneruskan membaca buku yang ada ditangannya.
"Itu buku apa sih kak, dari tadi sibuk banget baca buku?" tanya Villa penasaran.
"Oh ini buku tentang pembuatan robot" jawab Fandri tersenyum, sambil mengunyah kebab.
"Rajin banget lo kak, kemana mana emang lo bawa buku itu?" tanya Kiki yang tampak penasaran.
"Ya, cita cita gue pengen buat nih robot, buat orang yang gue sayangi" sambung Fandri melihatkan gambar di bukunya.
"Wah bagus banget tuh robot, beruntung emang tuh cewek kalau kakak ngasih robot itu" ucap Villa tersenyum.
"Semoga berhasil ya Kak, bikin robotnya" ucap Kiki menyemangati.
"Makasih" sahut Fandri tersenyum.
__ADS_1