Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Pilih siapa


__ADS_3

Orang itu tersenyum manis kepada Gled dan memegang kepala Gled.


"Udah jangan nangis lagi" gumam seorang cowok yang tidak lain adalah Haqqi yang sedari tadi bersembunyi di balik semak semak.


"Bukan begitu Ber" gumam Gled memandangi Haqqi.


"Iya gue tau kok, lo bingung milih mereka, untuk sekarang lo tenangin diri lo dulu, nggak usah mikir mikir kek gitu dulu" saran Haqqi tersenyum.


"Eh bentar lo siapa?" tanya Fandri menatap Haqqi.


"Oh gue pacarnya Gled, iya kan Gled" jawab Haqqi tertawa.


"Apa!" ucap ketiga cowok itu secara bersamaan.


"Tenang, jangan marah gitu aja, gue becanda kok, gue bukan pacar Gled, melainkan sepupunya Gled yang baru bersekolah disini, kenalin nama gue Haqqi Bermana, kelas X1 Multimedia. 5" ujar Haqqi tertawa.


"Apaan sih nggak lucu juga tau, gue sangka beneran Gled udah punya pacar" ketus Guvi.


"Udahlah kalian jangan desak sepupu gue, untuk jawab sekarang yang terpenting dia tenangin dirinya dulu, apa kalian nggak sedih?, lihat orang yang kalian sayangin jadi banyak pikiran!, jadi untuk itu biarkan Gled memberikan waktu dulu untuk memikirkannya" saran Haqqi khawatir dengan Gled.


Haqqi melirik Kiki dan Villa, untuk membawa Gled pergi dari sana.


"Akhirnya Gled pergi dari sana, bentar kalian nggak boleh pergi" henti Haqqi kepada ketiga cowok itu.


"Kalian butuh gue ceramahin dulu" ujar Haqqi melotot.


"Kalian tau nggak, Gled itu sangat berarti bagi gue, jadi tolong jangan kek gini lagi, gue selaku sepupunya memohon banget jangan buat dia nangis lagi, gue mau kalian bertiga buat dia bahagia dan tersenyum" ucap Haqqi tersenyum.


"Iya makasih udah ngasih saran untuk kami" ujar Okim tersenyum.


"Gue senang Gled dikelilingi banyak orang yang menyayaginya" sambung Fandri tersenyum.


"Yaudah kita nunggu Gled dulu untuk berfikir, ingat apapun keputusan Gled, kita terima mungkin itu sudah keputusan Gled, jadi kita nggak boleh berantem ya, jika salah satu dari kita tidak terpilih" tegas Guvi menatap Okim dan Fandri.


"Oke" ucap Fandri dan Okim bersamaan.


"Ini kan senang gue lihat kalian kek gini nggak berantem" ucap Haqqi tersenyum.


"Yaudah gue cabut dulu" ujar Okim pergi dari taman itu, mungkin hatinya sedikit kecewa.

__ADS_1


Guvi juga begitu, ia pergi dari taman itu, sedangkan Fandri dan Haqqi masih berada disana.


"Apa lo!" ketus Fandri tertawa sambil menepuk bahu Haqqi.


"Nggak nyangka gue bro, lo suka sama sepupu gue" sahut Haqqi tertawa.


"Yang namanya cinta, mau gimana lagi, gue juga terkejut lihat lo ada disini" ucap Fandri mulai melangkah.


"Iya gue juga sempat terkejut lihat lo ada disini, lo cukup tenangin diri ya, jangan sampai berantem, cukup berantemnya saat di tempat latihan aja" sambung Haqqi mulai menyetarakan langkah kakinya dengan Fandri.


"Iya, yaudah gue lapar tapi mungkin waktu tinggal beberapa menit lagi, belum sampai ke gedung Mekantronika yang berada di ujung sana" lesu Fandri.


"Jangan lemah dong, sabuk lo hampir menyaingi sabuk gue lo, lo banyak peningkatannya, walaupun gue baru masuk ke pelatihan itu, tapi lo kalah dari gue lo" ucap Haqqi tertawa.


"Biarin, ntar gue bakal kejar lo" balas Fandri.


Haqqi dan Fandri telah mengenal sejak saat Haqqi datang ke kota ini, Haqqi bertemu Fandri saat mereka di pelatihan karate, mereka mungkin berteman baru satu minggu dan mereka akhirnya mereka akrab.


***


Bel pulang telah berbunyi, Kiki dan Villa mencoba menghibur Gled.


"Gue nggak tau harus bersikap apa, gue bahagia kok, tapi disisi lain gue susah nentuin sang pemilik hati gue" balas Gled masih meletakkan kepalanya dimeja.


Semua teman kelas mereka telah pulang, hanya mereka bertiga yang ada di kelas itu.


"Yaudah, kita jalan jalan nggak pake mobil atau motor aja gimana?, maksud gue kita jalan kaki, sambil menikmati jalanan perkotaan" ajak Villa melihat Gled dan Kiki.


"Bagus juga tu Vil, tapi motor kita gimana Vil?" tanya Kiki menyandang tasnya.


"Oh ya gue nggak kepikiran" gumam Villa.


"Hah gini aja, gimana kalau kita naik motor aja, sembari menikmati desiran angin" ajak Kiki.


"Betul juga tuh" sahut Villa.


"Ayo Gled, kita jalan jalan naik motor, buat ngilangin badmood lo" ucap Villa.


Gled mengangguk dan menerima ajakan Kiki dan Villa karena ia juga butuh waktu untuk menenangkan diri.

__ADS_1


Setibanya di parkiran, Gled menyuruh mister Gerry untuk pulang lebih dulu, karena ia akan diantar oleh sahabatnya.


"Gled lo sama gue aja ya" ajak Villa menepuk nepuk kursi bagian belakangnya.


"Nggak Vil, Gled sama gue, lo baru pandai bawa motor, ntar terjadi apa apa sama Gled" tegas Kiki.


"Yaudah deh, tapi lain kali Gled sama gue ya" gumam Villa tersenyum.


Kiki mengangguk dan menyurih Gled untuk menaiki motornya.


Mereka bertiga menikmati jalan jalan memakai motor, biasanya anak anak hits dan kaya akan pergi naik mobil, tetapi berbeda dengan mereka walaupun Gled dan Kiki berasal dari keluarga kaya, mereka tidak mau sombong dan lebih mementingkan rasa persahabatannya, karena melihat keadaan Villa.


Lebih kurang 15 menit mereka jalan jalan, akhirnya Gled, Villa dan Kiki berhenti di sebuah toko es krim, karena mereka lumayan haus dan lapar.


Gled memesan es krim stroberry, vanila, dengan toping kacang dan keju diatasnya, Villa memesan es krim coklat, vanila dan topingnya kacang, keju dan wijen, lain dengan Kiki ia memesan es krim coklat oreo dan topingnya susu putih dan keju.


Mereka duduk sejenak di toko itu menikmati dinginnya es krim yang berada di lidah mereka.


Tidak lama kemudian muncul seseorang yang ikut duduk disamping Kiki, membawa mangkok es krimnya.


Ia adalah Haqqi yang datang demgan menabur senyuman.


"Hai girls" sapa Haqqi tersenyum.


"Kenapa lo ada disini Haqqi?" tanya Kiki melihat Haqqi yang duduk disampingnya.


"Makan es krim lah, mau ngapain lagi, gue haus jalan jalan pakai motor tadi" jawab Haqqi menyendok es krimnya.


"Lo ngikutin kita?" tanya Villa sembari menyendok es krimnya.


"Iya, maaf ya awalnya gue mau anterin Gled pupang karena gue lihat kondisinya saat ini lagi badmood, pas gue mau masuk kelas kalian, gue mendengar kalian berbicara dan akhirnya gue putuskan untuk ikut jalan jalan bareng kalian" ucap Haqqi tersenyum.


"Apa lo nggak kerja Ber?" tanya Gled tersenyum tipis.


"Gue lagi sakit, jadi nggak bisa kerja" alasan Haqqi tersenyum.


"Ah lo becanda ya, wajah cerah kek gini masa sakit sih" ucap Kiki melihat wajah Haqqi dan reflek Haqqi juga melihat wajahnya.


Kiki membuang muka dan menahan malu karena tanpa sengaja ia bertatapan dengan Haqqi.

__ADS_1


__ADS_2