
Sesampainya di rumah, Gled langsung menemui Adiknya Nola, ia langsung memberikan beberapa snack untuk adiknya.
Raut wajah Nola tampak bahagia, ia langsung membuka snack itu dan memakannya.
Kemudian Gled langsung beranjak dari kamar Nola, menuju kamarnya.
Gled membuka pintu kamarnya, meletakkan kado yang diberikan Guvi di atas meja belajarnya.
Setelah itu Gled membersihkan tubuhnya ke kamar mandi dan memakai baju rumahnya.
Gled menghempaskan tubuhnya di kasur empuk miliknya, seraya menatap langit langit kamarnya.
Perpaduan antara putih dan ungu, menghiasi seisi kamarnya, tidak tau kenapa ia menyukai warna ungu.
Gled tidak begitu mementingkan apa kata orang, biasanya orang mengatakan warna ungu adalah warna janda, tidak mungkin setiap orang yang menyukai warna ungu maka ia akan janda, Gled hanya tersenyum tipis saat seseorang menanyakan tentang warna kesukaannya.
Tanpa sadar Gled tertidur pulas dalam mimpi indahnya.
***
Apa Gled udah buka kado dari gue nggak ya? batin Guvi sambil senyum senyum sendiri.
Guvi duduk dikursi taman rumahnya, menatap bintang bintang yang tampak indah olehnya, cahaya rembulan begitu terangnya, entah kenapa hati Guvi sedikit lebih tenang saat menatap bintang dan rembulan.
Pemandangan indah di bawah sinar rembulan, serta desiran angin yang membuat Guvi tidak merasa dingin, ia teringat akan seseorang yang entah bagaimana bisa ada dalam hatinya.
Kini ia benar benar sendiri, ditaman itu ia hanya senyum senyum sendiri membayangkan orang yang sudah ada dalam hatinya membuka kado yang ia berikan.
"Gledies Rienza Wenard, aku sudah gila memikirkanmu, apakah aku benar benar jatuh cinta padamu?" tanya Guvi sambil senyum senyum sendiri, angin yang menghembus menyapu poni rambutnya, membuat ketampanannya semakin terlihat.
"Semoga lo suka sama hadiah gue yang Gled" ujarnya sambil menatap indahnya bintang bintang dan bulan.
***
Kring ... kring ...
Handphone Gled berbunyi, seketika membuat ia tersadar dari mimpi indahnya.
Gled bangkit dari tidurnya, mengusap usap matanya dan melihat jam dindingnya menunjukkan pukul 07 malam.
__ADS_1
Siapa coba yang telfon gue? gerutunya dalam hati.
Gled mengambil handphonenya yang berada di sampingnya, tenyata itu adalah panggilan video dari Kiki dan Villa.
Gled menggeser tombol hijau itu dan merapikan sedikit rambutnya yang berantakan.
Akhirnya panggilan video itu tersabung, tampak Kiki memakai pakaian piama berwarna biru, dan Villa memakai kaos berwarna abu abu, serta rambut mereka yang dibiarkan tergerai.
"Iya ada apa?" tanya Gled memulai pembicaraan.
"Apa lo baru bangun tidur ya?" tanya Kiki dari balik layar handphone itu.
"Iya" jawab Gled singkat.
"Keknya gue jadi nyamuk ni antara dua pasangan serasi ini" sahut Villa yang dari tadi hanya diam, sambil tertawa.
"Haah apa lo bilang?!, mau disentil tuh usus" ancam Kiki tertawa.
"Sentil aja sekarang" balas Villa tertawa.
"Jadi intinya kalian video call gue mau ngapain?" tanya Gled langsung pada inti pembicaraan.
"Apa lo bilang tadi sayang?!" tanya Gled balik tampak kesal.
"Jadi apa isinya?" tanya Villa dari balik layar handphone, tampak ia sedang memakan roti tawar.
"Vil suapin gue dong, gue lapar ni belum makan" ucap Gled membuka mulutnya dan mengalihkan pembicaraan.
Villa menyodorkan roti tawar itu dari balik layar handphonenya, sambil tertawa.
"Gled jangan alihkan pertanyaan gue!" ucap Kiki karena penasaran dengan hadiah yang diberikan Guvi kepada Gled.
Gled menukar layar kameranya jadi kamera belakang dan memperlihatkan kotak kado itu masih berada di meja belajarnya, dengan keadaan masih rapi.
Akhirnya muncul peringatan baterai Gled hanya tinggal 1% dan tiba tiba handphonenya mati, panggilan video merekapun terputus.
Gled mencharger handphonenya, kemudian pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya, menyisir rambut dan pergi kelantai satu untuk makan malam.
Gled belum terpikirkan akan membuka kado itu, mungkin akan ia buka setelah ia selesai makan malam.
__ADS_1
Gled menuruni anak tangganya dan tibalah dilantai satu ruang makan, tampak Mommynya dan Nola sudah lebih dulu duduk di meja makan.
Tidak butuh waktu lama Gled memakan makanannya, kemudian ia langsung kembali ke kamarnya.
Gled berjalan menuju meja belajarnya, seraya mengambil sebuah kotak yang berwarna ungu dengan pita silver yang menghiasi kotak itu.
Gled duduk di ranjangnya sambil berfikir dan senyum senyum sendiri apa ya isi kotak ini? batin Gled.
Gled mulai membuka kotak itu, dan tampak sebuah kotak yang lebih kecil dari itu, kemudian Gled membukanya lagi dan benar masih ada kotak yang lebih kecil dari itu, kemudian Gled membukanya lagi sudah 3 kota yang Gled buka dan Gled tampak geram.
"Apa lo mau ngerjain gue ya Guvi!" ketus Gled membuka kotak yang paling kecil mungkin sebesar kotak korek api.
"Kenapa coba?, dia ngasih kotak yang besar kek gini, trus isinya malah kotak kotak yang lebih kecil dari itu, dan sekarang ini kotak yang paling kecil, apa jangan jangan kotak ini nggak ada isinya?" ucap Gled sambil menggoyang goyangkan kotak yang sebesar kotak korek api itu.
"Oh ada isinya" ujar Gled tampak bingung.
Gled membuka kotak terakhir itu, dengan jantung berdebar debar dan rasa penasaran yang sudah merasukinya sejak membuka kotak pertama tadi.
Dilihatnya isi dari kotak itu, Gled tercengang melihat isi dari kotak itu.
Gled merebahkan tubuhnya keranjangnya sambil memegang hadiah pemberian Guvi, bibirnya kini tampak tersenyum, kini raut wajah bahagia terpancar.
Ternyata isi dari kotak terakhir itu adalah sebuah hadiah yang penuh kejutan, Gled kira isinya tidak ada tetapi tidak, hadiah pemberian Guvi memang indah, bahkan warna kesukaan Gled tampak indah.
Hadiah itu adalah sebuah liontin berwarna silver dengan mainan lumba lumba berwarna ungu yang tampak berkilau kilau.
Hati Gled begitu bahagia menerima hadiah Guvi, ia tidak menyangka ternyata selera Guvi memang the best, bahkan warna kesukaan Gled ada di hadiahnya itu.
"Indah sekali hadiah dari lo Guvi, gue nggak nyangka nih anak malah ngasih gue ini" puji Gled sembari bangkit dari ranjangnya dan melangkah menuju kaca riasnya.
Gled memasangkan liontin itu kelehernya dan melihat dari kaca bagaimana penampilannya saat memakai liontin itu.
Gled tampak cocok sekali memakai liontin itu, kulitnya yang putih serasi dengan liontin yang berwarna silver dan mainan lumba lumba yang berwarna ungu berkilau kilau.
"Gue suka banget sama hadiah lo Guvi" ucap Gled memegang liontin itu sambil tersenyum manis, hingga kecantikannya muncul saat senyuman terukir di bibirnya.
"Yaudah deh besok gue pake ke sekolah, sebagai ucapan terima kasih gue ke lo" ucap Gled tampak bahagia, sembari membuka liontin itu dari lehernya dan meletakkan dimeja riasnya.
Raut wajah Gled tampak bahagia, kemudian Gled memeriksa bukunya, apakah ada pr atau tidak, benar dugaannya ternyata tugas Gled telah selesai sejak minggu kemarin.
__ADS_1
Kemudian ia langsung tidur, karena tidak ingin terlambat besok ke sekolah.