Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Ke rumah Gled


__ADS_3

Keadaan menjadi canggung di atas motor mereka hanya diam satu sama lain.


Beberapa menit kemudian akhirnya Gled dan Okim telah sampai di depan pagar rumah Gled.


"Gled maafin aku ya soalnya tadi nggak lihat ada jalan yang berlobang" pinta Okim tersenyum dan memegang kedua telinganya.


"Iya nggak apa apa kok, lanjutin kata kata kamu yang tadi dong" balas Gled menatap Okim.


"Oh baiklah, aku cuman mau kamu janji ke aku, kalau aku nggak kepilih tolong jangan jauhi aku ya, aku nggak mau sikap kamu berubah ke aku, aku akan selalu support kamu kok, aku sayang kamu" ucap Okim tersenyum.


Gled tampak sedikit terkejut, mendengar ucapan Okim yang tiba tiba membuat dirinya seakan berkata dimana Okim yang dulu yang suka memaksa dia agar menjadi pacarnya batin Gled.


"Iya aku janji kok, yaudah mau mampir nggak ada Mommy lo di rumah, tumben tumbenan Mommy di rumah ini lo, tenang Daddy masih di kantor" tawar Gled melirik rumahnya.


"Hmm ... gimana ya" balas Okim ragu ragu.


"Ayo masuk aja, kita temenan udah lama, mampir dikitlah, lagian kamu belum pernah masuk ke rumah baruku" ucap Gled melihat ke arah Okim.


"Yaudah deh, sekalian mau ketemu Nola" ujar Okim memasukkan motornya ke dalam halaman rumah Gled.


Mereka memasuki rumah Gled, di ruang tengah ada Mommynya dan Nola yang sedang duduk memakan cemilan dan berbicara.


Okim menyalami tangan Mommy dan wajahnya kini tampak terlihat lebih tampan.


"Eh ada si ganteng" puji Mommy melihat Okim dan tersenyum.


"Biasa aja kok Mom, ini Gled nyuruh mampir Mom jadinya aku mampir deh" ucap Okim tersenyum.


"Yaudah duduk sini dulu udah lama lo kita nggak cerita cerita bareng, terakhir kali Mommy lihat kamu pas kamu jemput Gled waktu itu" balas Mommy ramah.


"Mom, Okim baru datang udah di sambut aja tuh, aku baru datang nggak di sambut apa?" tanya Gled tertawa.


"Ehehe kan Okim tamu sayang" timpal Mommy tertawa.


Okim mencubi pipi tembem Nola, seraya tersenyum.


"Abang Okim sakit tau, Nola bilangin ke Mommy ntar Abang kena marah lo" ucap Nola yang membuat Gled dan Mommy tertawa, karena sikap lugu Nola.


"Bilang aja ke Mommy" balas Okim tertawa.


"Yaudah aku bilangin, Mom Abang Okim cubit pipi Nola Mom" ujar Nola merengek seraya memegang tangan Mommy.


"Abang Okim itu cuman gemes lihat pipi tembem kamu sayang" sahut Mommy tersenyum kepada Nola.


"Oh gitu ya Mom" ucap Nola tertawa.

__ADS_1


"Yaudah deh kita temenan" sahut Nola kepada Okim.


"Siap Princes" sambung Okim tersenyum.


Kemudian mereka berbicara bersama dengan meminum teh dan cemilan.


Mungkin setengah jam mereka berbicara akhirnya Okim pamit pulang.


"Mom Okim pulang dulu ya, makasih cemilannya" ucap Okim tersenyum.


"Iya Mommy senang deh kamu dekat sama Gled" sambung Mommy tersenyum.


Gled melirik Mommy dan Okim, seraya berwajah datar.


Setelah motor Okim keluar dari pagar rumah Gled, Mommy Gled langsung menanyakan sesuatu kepada Gled.


"Sayang ..." paggil Mommy melihat ke arah Gled yang masih memakai seragam sekolah.


"Ada apa Mom?" tanya Gled mengambil tasnya yang ada di sofa..


"Apa kamu udah jadian sama Okim?" tanya Mommy tersenyum menatap Gled.


"Nggak Mom, emang kenapa Mom?" tanya balik Gled, menaikkan satu alisnya.


"Tumben tumbenan kan Okim ke rumah" jawab Mommy duduk di sofa.


"Oh gitu ya sayang, yaudah kalau kamu udah ada pacar bilang Mommy lo ya" ucap Mommy tersenyum.


"Oke Mom, Gled ke kamar dulu" ujar Gled mulai melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.


"Oke sayang" balas Mommy.


***


21:00 malam


Gled, Villa dan Kiki akan meet online malam ini, mereka akan berbicara lewat online malam ini.


Panggilan video mereka akhirnya tersambung.


"Malam guys" sapa Gled tersenyum dari balik layar handphone.


"Malam" sapa Villa dan Kiki.


"Lo mau ngomong apa?" tanya Kiki yang tampaknya ia sedang rebahan di ranjangnya.

__ADS_1


"Iya Gled mau ngomong apa?" timpal Villa tampaknya duduk di sebuah kursi.


"Gue bingung banget, huwaa gila gue kalo kek gini terus" ucap Gled menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Melihat ekpresi Gled yang seperti itu, Kiki dan Villa langsung tertawa.


"Lo kok kalian ketawa, bukannya nanyain ke gue kenapa gue bingung" ucap Gled menaikkan satu alisnya.


"Ekpresi lo itu lo, emang masalahnya apaan?" tanya Villa, sambil meminum air dalam gelas.


"Jadi gini, gue belum bisa milih antara mereka bertiga" ucap Gled menundukkan kepala tampak dari layar handphone tersebut.


"*Masalah mereka ya, kapan lo bisa jawab ke mereka, gue rasa lo bukannya nggak bisa mikir cuman lo nya aja yang takut ntar kalau lo pilih salah satu dari mereka lo bakal mikir mereka nggak bakal dekat lagi ke lo" ucap Kiki.


"Ah benar banget apa kata lo, apa gue egois ya karena sampai sekarang belum gue jawab" sambung Gled*.


"Lo gak salah kok, cuman keadaan yang memaksa lo kek gitu. Sekarang lo pikirin sama hati lo, coba lo ingat moment apa yang paling bahagia dari hidup lo sama mereka, gue rasa sebentar lagi lo bakal jawab kok" ucap Villa.


"Apa gue nggak cinta ya sama mereka" sambung Gled menatap mereka dari layar handphone.


Kiki dan Villa tampak terkejut mendengar apa yang dikatakan Gled.


"Coba deh lo pikirin lagi, siapa yang bisa bikin lo bahagia, ini kan cuman masalah hati, dimana hati itu akan menetap" ucap Kiki.


"Bijak amat lo Ki, keknya gue bener nih lo jatuh cinta ya" timpal Gled tertawa.


"Ehemm ngomongin masalah cinta kok gue ngerasa ga pantas ya berada di panggilan ini" ujar Villa tertawa.


"Eh kok kalian kek gini sih, kok jadi ngomongin cinta ya" sahut Kiki.


"*Kan emang kita ngomong cinta dan hati" ucap Gled.


"Cinta apa itu?" tanya Villa melihat layar handphonenya.


"Ah lo kek nggak tau aja Vil, yaudah biar senior kita yang bilang, di persilahkan untuk Kiki agar menjelaskannya" ujar Gled tertawa.


"Kok gue sih!," ketus Kiki demgam wajah datar.


"Udah Ki nggak usah ketus amat napa" sahut Villa.


"Udah jangan ngomongin cinta" sahut Kiki tertawa.


"Ngomongin apa ya bagusnya?" tanya Villa.


"Btw kita mau festival sekolah bentar lagi" sambung Gled.

__ADS_1


"Gue suka banget kalau ada festival" ucap Kiki*.


Kemudian mereka bertiga bercerita mengenai festival yang akan diadakan di sekolah mereka.


__ADS_2