
Gled membaringkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya, ia memakai earphone dan memainkan gadgetnya tanpa mengganti seragam sekolahnya.
Beberapa menit kemudian ada yang membuka pintu kamar Gled, sontak Gled terkejut dan tersenyum melihat seseorang yang datang.
Ternyata yang datang ke kamarnya adalah Nola, adik kecil kesayangannya.
Nola langsung naik ke ranjang Gled dan memeluknya.
"Kakak, aku kesepian banget, pas dengar kakak udah pulang, hatiku begitu senang dan berlarian kesini" ucap Nola tersenyum dengan menampakkan gigi kelincinya.
Gled tersenyum manis kepada adiknya itu dan mencium kening Nola.
"Adek udah makan?, Mommy gimana apa udah pulang?" tanya Gled kepada Nola.
"Aku belum makan kakak, aku kesepian banget dirumah besar ini, nggak ada teman, Mom sibuk ngurus yayasan dan Dad paling malam pulangnya dan kakak kadang pulang jam 3 siang atau nggak jam 5 sore, terasa dunia ini sepi, aku cuman ditemanin dengan Bibi dirumah ini" ucap Nola yang masih memeluk Gled.
Gled tersenyum dan sedikit merasa bersalah, karena kurang waktu bermain dengan adiknya, sampai sampai adiknya tahu jam berapa Gled pulang.
"Kenapa kamu nggak makan sih?, apa Bibi nggak ngasih makan?, yaudah kita makan dulu gimana, tapi bentar kakak ganti baju dulu ya" ucap Gled memegang rambut Nola.
"Aku nunggu Kakak pulang, tadi Bibi udah maksa aku makan, tapi aku tolak, Kakak ganti baju dulu sana dan kita makan bersama ya" sambung Nola melepaskan pelukannya.
Gled dengan cepat mengganti pakaiannya dan langsung memegang tangan Nola untuk menuruni tangga ke ruang makan.
Setibanya dimeja makan, Bi Tika langsung membawakan makanan, tersenyum manis kepada Gled dan Nola.
Bi Tika adalah pembantu rumah tangga keluarga Wenard sejak 5 tahun lalu, ia berumur sekitar 50 tahun.
"Maaf ya Non Gled, tadi Bibi udah suruh Non Nola untuk makan, tapi dia bilang mau nunggu Non Gled pulang" ucap Bi Tika sambil menaruh makanan di meja.
"Iya Bi nggak apa apa kok Bi, Nola kalau dipaksa emang nggak mau" sahut Gled tersenyum sambil mengisi piring Nola dengan nasi dan ayam bakar.
Nola terkekeh, saat kakaknya malah menuangkan kecap manis di dalam gelas, melainkan menuangkan di nasi milik Nola, Gled saat itu berbicara dengan Bi Tika tanpa menoleh ke piring Nola. Gled tanpa sadar malah terkejut saat melihat air didalam gelas berubah warna menjadi coklat.
"Kakak.. ini kenapa nggak fokus sih" ledek Nola sambil menertawakan Gled.
__ADS_1
"Hehehe kakak nggak fokus ni, ada air putih nggak dari tadi nggak fokus terus" gumam Gled ikut tertawa dan meminum segelas air putih.
"Yasudah mari kita makan, nanti cacing diperutmu malah menggigit ususmu" suruh Gled kepada Nola sambil tertawa.
"Iya Kakak, dedek makan lagi nih" jawab Nola menyendok nasinya.
Gled merasa senang ketika bisa menghibur Nola, karena saat ini otak Gled, sedang berada dimasa masa tidak bisa menganalisis diri sendiri. "aduh thor bahasa apa ini?"
Setelah selesai makan, terdengar sebuah mobil berhenti di depan rumah. Suara hentakan high heels terdengar keras. Diambang pintu tampak wanita berparas cantik, walaupun sudah masuk usia 40 tahun tersenyum dan mendekat ke meja makan.
"Mommy..." teriak Nola melihat ke arah Mommy.
Mommy tersenyum, mengelus lembut rambut Nola dan melihat kearah Gled.
"Kenapa baru pulang sih Mom?, apa sesibuk itukah Mom sampai tidak ada dirumah?, Nola masih kecil Mom, butuh perhatian dari Mom" ucap Gled sedikit kesal.
"Maafkan Mommy ya, Mommy tau kamu udah dewasa udah bisa ngomong kek gini, baiklah Mommy akan banyakin waktu dirumah dan memperhatikan anak anak Mommy" ujar Mommy tersenyum.
"Yeiiyyy Mommy bakal sering dirumah, pulang cepat ya Mi, jangan lama lama lagi pulangnya, Nola kangen sama Mommy dan Deddy" teriak Nola memeluk Mommy.
***
Keesokan paginya Gled berangkat ke sekolah, dengan diantar bodyguard setia keluarga Wenard.
Tidak lupa Gled juga membawa jaket cowok kemarin yang telah dicuci.
Tepat pukul 06.45, Gled sampai disekolahnya, Gled tidak pernah terlambat semasa ia bersekolah di "SMK ELIT", ini karena ia tidak hanya cantik tapi juga disiplin.
15 menit lagi bel akan berbunyi, Gled segera masuk ke kelasnya.
Gled duduk dikursinya, serta meletakkan tasnya di kursi dan mulai duduk.
Tebakannya ternyata benar Kiki masih belum datang, sudah jadi kebiasaan Kiki untuk datang sebelum 5 menit orang masuk, tapi ia tidak pernah terlambat sedikitpun, Berbeda dengan Villa, Villa adalah anggota Osis sejak kelas satu, dia memang datang lebih pagi untuk mengadakan rapat Osis.
Gled duduk sendiri karena Villa sedang mengadakan rapat dan Kiki kira kira 10 menit lagi akan datang.
__ADS_1
"Hai Gled" sapa teman sekelas Gled.
"Hai" sapa Gled tersenyum.
"Aku udah lama lihat kamu Gled tapi aku takut bicara sama kamu" gugup siswi perempuan itu
"Hehehe iya, aku orangnya agak susah buat mendekatkan diri, kalau begitu perkenalkan namaku Gledies Rienza Wenard" ucap Gledies mengulurkan tangan.
"Kamu lucu juga ya, aku kira kamu orangnya sombong ternyata nggak, namaku Farisa Salwa" ucap Farisa tersenyum.
Gled dan Farisa saling berbicara, selang beberapa menit Villa dan Kiki datang berbarengan.
Kiki tampak melotot ke Farisa dengan wajahnya yang terkesan garang, sehingga nyali Farisa ciut dan segera duduk di kursinya kembali.
Kiki duduk dikursinya dengan raut wajah orang yang sedang badmood, serta diikuti oleh Villa yang tampak heran dengan ekspresi Kiki.
#Flashback
Kiki sampai di Sekolah dengan hati begitu bahagia saat ini, secara tiba tiba ada cipratan air yang mengenai wajahnya.
Sontak iya merasa kesal dan langsung menoleh kebelakang, ia langsung memarahinya dengan bacotannya yang sangat kasar.
Bagaimana mungkin, Kiki tidak marah, saat ia berjalan begitu bahagianya datang kesekolah eh tiba tiba ada cipratan air mengalir diwajahnya, untung saja tidak mengenai seragamnya kalau tidak udah di bunuh tu bocah cowok sama bacotan Kiki yang sangat sadis.
Cowok itu tidak sengaja mencipratkan air ke wajah Kiki, karena cowok itu sedang menyiram bunga di taman bunga sekolah.
Ia telah meminta maaf dan Kiki malah meninggalkannya begitu saja.
***
Villa menceritakan semua yang dilihatnya tadi kepada Gled, ingin rasanya ia tertawa saat melihat Kiki kena cipratan air, tapi Villa tidak mau menambah buruk suasana hati Kiki saat ini.
Kiki duduk dengan keadaan wajah datar, dengan tidak memperdulikan sapaan dari temannya.
Ding...dong... "Kepada siswa kelas X1 Akuntansi. 1, mohon masuk ke labor komputer, sekian terima kasih"
__ADS_1
Terdengar suara dari meja piket untuk menyuruh masuk ke labor komputer, langsung semua siswa berjalan menuju labor komputer yang berada di lantai 2.