
Haqqi memberhentikan motornya di pinggir jalan, tampak beberapa anak jalanan yang memakai pakaian lusuh dan tampak kurus.
Gled turun dari motor Haqqi dan menunggu Haqqi untuk memarkirkan motornya.
Gled dan Haqqi saling memandang, mereka memberikan kepada beberapa anak itu snack yang telah Haqqi bawa sebelumnya.
Raut wajah bahagia, terpancar dari wajah anak anak jalanan itu, mereka tampak tersenyum kepada Gled dan Haqqi.
"Terima kasih Kakak dan Abang" ucap anak perempuan yang tampak lebih besar diantara 5 anak anak itu.
"Sama sama Dek" balas Haqqi tersenyum.
Gled merogoh saku roknya mengeluarkan sejumlah uang, ia memberikan sedikit uang kepada anak anak itu.
"Kakak cantik, terima kasih telah memberikan kami uang" sahut anak laki laki itu dengan bahagia, memegang uang di berikan Gled.
Kemudian mereka menyalami tangan Gled dan Haqqi untuk pamit.
"Senang juga ya Ber, lihat senyuman penuh bahagia terpancar dari bibir mungil anak anak itu" gumam Gled menatap anak anak jalanan yang berlari dengan raut wajah bahagia.
"Jika ada uang berlebih, alangkah baiknya jika memberikan sedikit harta kita untuk mereka" sambung Haqqi melirik Gled yang sedang menatap anak anak jalanan itu yang kini menjauh.
Haqqi menyentil kepala Gled, sehingga Gled tersadar dari lamunannya.
"Apaan sih Ber, sakit tau" ketus Gled terlihat kesal.
Haqqi kemudian mengelus rambut Gled dan tertawa.
"Udah jangan kek bocah, lo udah gede cuman kek gitu doang ngambek" ucap Haqqi tertawa.
Gled mencubit tangan kiri Haqqi dan kembali tertawa. Haqqi juga ikut tertawa meskipun tangannya di cubit oleh Gled.
"Eh kita kek orang pacaran aja nih" ujar Haqqi tertawa.
"Nggak akan pernah ada kata pacaran di antara kita" tegas Gled menjulurkan lidahnya kearah Haqqi.
"Iya gue tau kok, btw udah ada yang ngisi di hati lo ya. Siapa yang lo pilih?" tanya Haqqi melirik Gled.
"Hmmm gue gak tau" balas Gled menatap Haqqi dengan wajah datar.
"Eh masa nggak tau" sambung Haqqi melotot kepada Gled.
__ADS_1
"Ekpresi lo kenapa kek gitu?" tanya Gled menahan tawa dengan menutup mulutnya dengan tangan.
"Gue tau ni lo nggak ada yang suka ya sama mereka bertiga, lo tu sukanya sama gue" ujar Haqqi tersenyum dan sok imut.
Gled memegang keningnya, seakan ingin menyentil ginjal sepupunya itu karena terlalu kepedean.
"Gue nggak tau mau ngomong apa sama lo, akan ada waktunya gue bakal milih dan btw gue nggak mau ditanyain terus, gue tau mereka bakal desak gue. Terserah mereka mau menunggu gue atau nggak. Gue bakal menerima dia yang mau nunggu gue untuk jawab, gue mau tau siapa cowok yang bakal bertahan dengan sikap gue!" jelas Gled mendorong Haqqi ke motor agar mereka pulang ke rumah.
"Keras kepala banget sih lo!" sambung Haqqi yang mendengar ucapan sepupunya itu yang panjang lebar.
"Iya bawel, udah ah kita pulang sebelum gue nanyain sesuatu yang bakal membuat lo tersudut" ancam Gled menatap tajam Haqqi dengan tersenyum.
Haqqi seakan tau maksud dari sepupunya itu, ia cepat cepat menaiki motor dan menghidupkan motor tersebut.
Gled menaiki motor tersebut dan mereka pulang menuju rumah Gled.
***
Sesampainya di rumah Gled, Haqqi pulang begitu saja tanpa berkata apapun. Ia takut Gled akan menyinggung masalah percintaannya.
Gled tersenyum puas, melihat wajah sepupunya itu terlihat takut akan ancamannya.
"Yah lo si bawel banget nanyain itu mulu, gue tau kok mereka pengen banget tau jawaban gue" gumam Gled, menatap punggu Haqqi yang kini menjauh.
Sesampainya di kamar, Gled langsung menghempaskan badannya ke kasur empuk miliknya.
Seketika Gled terpikirkan dengan tatapan penuh makna dari Okim yang bersikap berbeda kepada dirinya.
"Okim kenapa ya?" tanya Gled dengan mata sendu.
Apa dia nggak mau lagi ketemu gue. Apa dia benci sama gue!, kok dia kek gitu sih, apa dia cemburu?, hah tentu saja dia cemburu, tapi nggak gitu juga kali. Dia kan tau gue tipikal cewek yang kek gimana. Kenapa gue sedih kek gini sih? batin Gled tampak sedih.
"Apa gue terlalu mementingkan ego ya, tapi gue nggak bisa kalau memilih sesuatu itu jika terdesak, apalagi soal perasaan" gumam Gled mentap jendela kamarnya yang kini tepat di depannya.
Gled menghela nafasnya dan seketika dia tertidur pulas di kasurnya tanpa mengganti seragam sekolahnya.
***
Pukul 19.00 malam hari
Ada langkah kaki yang memasuki kamar Gled, dengan langkah pelan bahkan tak terdengar.
__ADS_1
Ia mulai mendekati Gled, dengan langkah cepat ia meneriaki telinga Gled.
"KAKAK ..." teriak seseorang yang tidak lain adalah Nola adik kandung Gled.
Gled sangat terkejut, bahkan ia langsung duduk dari tidurnya.
Matanya masih terlihat kabur, Gled mengusap matanya dan melihat siapa yang membangunkannya.
Pandangan Gled tertuju pada gadis kecil yang duduk di depannya, dengan tersenyum menampakkan senyum lesum pipitnya.
Gled yang ingin memarahi orang itu, seketika buyar saat yang ia lihat orang yang berada di depannya adalah gadis kecil yang imut tertawa lebar kepadanya.
Gled pasrah ia hanya menghela nafas dan kembali membaringkan tubuhnya.
"Kakak nggak marah?" tanya Nola yang masih tersenyum menatap Gled.
"Bagaimana aku marah denganmu sayang" balas Gled tersenyum.
"Maafin Nola ya Kak, Kakak sih tidur malah pakai seragam sekolah, contoh nggak baik Kak" ucap Nola menceramahi Gled.
Gled tertawa melihat adik kecilnya kini menceramahinya.
Nola kemudian beralih ikut berbaring di kasur empuk Gled. Ia memeluk Gled dan tertawa.
Kedua Kakak Adik itu, saling menceritakan kisah kesehariannya.
Lebih kurang 15 menit mereka berbicara, Nola bangkit dari tidurnya.
"Kak mandi gih, kalau nggak tukar baju aja, habis tu kita makan ya Kak, bentar lagi Daddy dan Mommy pulang" ucap Nola melirik Gled seraya tersenyum dan melangkah menutup pintu kamar Gled.
Gled melirik jam dindingnya alangkah terkejutnya dirinya, jam di dinding menunjukkan pukul 7 malam.
"What ...?, lama banget gue tidur" ucap Gled tertidur dan kemudian mengambil handuknya dan melangkah menuju kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama untuk Gled selesai mandi, Gled memakai piyama tidur yang berwarna putih kotak kotak itu, dengan celana panjang dan baju lengan pendek.
Gled menyisir rambutnya dan turun ke lantai bawah untuk makan bersama keluarganya.
Setibanya Gled di ruangan makan tampak Nola yang sudah duduk di sana dengan Daddy dan Mommy yang masih memakai pakaian kerja.
Gled mendekati mereka menarik kursi untuk duduk, tampaknya Gled di tunggu oleh kedua orang tuanya dan Adiknya untuk makan malam bersama.
__ADS_1
"Dad ... Mom, maaf ya aku telat, aku ketiduran" ucap Gled tersenyum melihat Daddy dan Mommynya.
Daddy dan Mommy Gled hanya saling pandang dan Gled tampak heran dengan sikap kedua orang tuanya.