Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Pergi ke Taman


__ADS_3

Bel pulang berbunyi


Di depan kelas Gled, sudah ada yang menunggunya disana, serta senyum mengembang terukir di wajahnya.


Ia adalah Fandri yang datang dengan berniat ingin pulang bersama Gled.


Gled keluar dari kelasnya, Villa dan Kiki ikut melangkah bersejejeran berjalan bersama Gled.


"Ciee yang mau pulang bareng" ledek Villa menyenggol lengan kanan Gled dan disertai tawa.


"Apaan sih lo!" ketus Gled dengan tersenyum tipis.


Fandri yang mendengar itu ikut tertawa kecil, sembari menyandang tas di bahu kanannya.


"Kak Fandri kelihatan berbeda hari ini" sahut Villa lagi melihat Fandri dari atas sampai ke bawah.


"Masih sama kok, cuman beda penampilan dikit" balas Fandri tersenyum.


Kiki yang diam dari tadi, kemudian ikut berbicara.


"Kak Fandri, Lo kalau bawa motor hati hati, jangan bikin Gled sedih, kalau sampai Gled kenapa napa ... awas! lo Kak, gue sama Villa bakal ada disamping Gled buat dukung dia!" ancam Kiki dengan melipat tangan di dada, tetapi dilanjutkan dengan senyuman.


"Iya Ki, lo tenang aja. Kalian adalah sahabat yang baik, andai gue punya sahabat kek kalian" sambung Fandri menatap Villa dan Kiki.


"Apaan sih Kak, lo jangan kek gitu. Kita kan juga udah jadi teman lo!, gue tau masalah bully lo waktu itu gue masih ingat kok. Lo udah janji sama kita bertiga bakal berubah!, lo harus buktiin Kak, sekarang lo udah ada peningkatan Kak, lo udah ikut bela diri dan sekarang udah ubah penampilan, itu sudah bagus, gue sebagai sahabat Gled menilah lo keren juga Kak" jelas Villa melihat Fandri dan kemudian menoleh ke Gled.


Sorotan mata Villa terlihat tajam menatap Gled, seakan memberi isyarat sesuatu. Gled mulai mencerna apa yang barusan terjadi.


"Lo k ... keren juga Kak" timpal Gled terbata bata, Gled mengerti dengan bahasa isyarat Villa.


Villa cukup bisa membuat seseorang menjadi termotivasi, dia juga seorang yang suka memberi semangat.


Tujuan Villa seperti itu kepada Gled. Karena ia berfikir jika seorang cowok di puji, maka mereka akan lebih percaya diri lagi. Villa hanya ingin Fandri lebih percaya diri lagi.


"Gue nggak banyak bicara cuman mau bilang, lo udah ada peningkatan, lo cukup keren" ucap Kiki tersenyum kepada Fandri, karena Kiki merasa ia juga butuh memberi pujian kepada Fandri.

__ADS_1


"Makasih kalian udah ngomong kek gitu kepada gue" sambung Fandri tersenyum manis.


"Iya Kak, yaudah kita berdua pulang dulu" ucap Villa seraya melirik Kiki.


"Oke Gled gue pulang dulu ya. Kak Fandri gue sama Villa duluan ya, hati hati ya" sambung Kiki.


Gled dan Fandri mengangguk, tanda mengiyakan ucapan Villa dan Kiki.


***


Setibanya di parkiran Fandri telah menaiki motor metiknya, seraya tersenyum kepada Gled.


"Gled, maaf ya gue nggak bawa mobil atau motor gede. Soalnya gue udah biasa bawa motor metik, apa nggak apa apa ni lo pulang pakai motor metik kek gini?" tanya Fandri tidak enak dengan Gled, karena ia hanya membawa motor metik ke sekolah.


"Lo bicara apa sih Kak, jangan bicara kek gitu lagi, gue nggak mandang orang mau bawa motor atau mobil itu sama aja bagi gue, yang penting ketulusan hati dia mau nganterin gue. Lo nggak boleh lagi bicara kek gitu ya Kak, gue nggak suka orang yang ngerendahin dirinya sendiri" jawab Gled menatap Fandri.


"Iya Gled, makasih udah mau pulang bareng gue, yaudah ayo naik ntar kalau bicara terus nggak jadi pulangnya" ajak Fandri melirik Gled dan memberikan isyarat untuk naik di motornya.


Gled menaiki motornya Fandri, senyuman terukir di bibir Fandri, hatinya bahagia karena keinginannya tercapai.


Fandri mengendarai motor dengan kecepatan sedang, di atas motor tidak ada pembicaraan sama sekali.


"Boleh Kak" sahut Gled, melihat ke kaca spion itu.


Senyuman kembali terpancarkan dari bibir Fandri. Gled hanya bisa ikut tersenyum dan bahagia karena bisa membuat hati seseorang bahagia.


"Kak Fandri ..." gumam Gled melihat Fandri dari kaca spion motor itu.


"Iya Gled kenapa?" tanya Fandri yang melihat kaca spion motornya tetapi masih fokus mengendarai motor.


"Eh nanti aja deh gue nanya ke lo" jawab Gled.


"Oke" balas Fandri.


***

__ADS_1


Ditaman


Sesampainya di Taman Fandri dan Gled duduk di kursi yang sama.


Keadaan Taman saat itu lumayan ramai, wajar saja karena jam menunjukkan pukul 14.30.


"Kak gue mau nanya" ujar Gled memiringkan badannya ke arah Fandri.


"Iya tanya apa?" tanya Fandri menatap Gled.


"Cara agar buat otak supaya tenang gimana Kak?" tanya Gled karena otaknya saat ini lumayan stress.


"Apa lo tertekan Gled?" tanya Fandri dengan mengkrinyutkan dahinya.


"Jujur gue tertekan Kak!" balas Gled menunduk.


"Maaf telah bikin lo tertekan akhir akhir ini" ujar Fandri.


"Kenapa lo yang jadi minta maaf sih Kak?, gue cuman bingung Kak" ucap Gled sembari memperhatikan sekitar.


"Iya kan semua ini, karena ungkapan perasaan kita bertiga yang membuat lo jadi tertekan kek gini" sambung Fandri.


"Nggak usah bahas itu, jawab dulu pertanyaan gue!" tegas Gled karena tidak ingin membahas tentang ungkapan perasaan ketiga cowok itu.


"Baiklah gue bakal jawab pertanyaan lo, cara agar otak lo bisa tenang, kalau menurut gue lo anggap saja apa yang lo pikirkan sekarang nggak beban, lo cukup jadi apa yang lo inginkan, walaupun terkadang saat lo ingin jadi apa yang lo inginkan, tetapi sesaat lo kembali lagi memikirkan itu.Terkadang manusia juga makhluk biasa, saat masalah datang di pikiran mereka maka mereka akan menjadi frustasi. Jadi cara mengatasinya lo cukup anggap itu jangan jadi beban, lo juga butuh hiburan agar otak lo mulai relaks. Gue bukan dokter, tapi itu cara gue agar otak gue kalau lagi ada masalah gue bakal lakuin itu" jelas Fandri tersenyum.


"Oh gitu ya Kak, ide lo juga bagus" ujar Gled tersenyum.


"Ada satu lagi gue lupa, kalau lo ada masalah jangan di pendam, karena lo juga manusia lo butuh seseorang yang bisa dengerin masalah lo. Lo bisa cerita ke seseorang yang menurut lo bisa menjaga rahasia. Lo bisa cerita ke keluarga lo atau sahabat yang benar benar sayang sama lo" sambung Fandri tersenyum.


"Oke Kak, keknya lo pendengar yang baik dan solusi lo bagus juga tuh, makasih ya kak udah jawab pertanyaan gue dan btw kita mau kemana lagi?, kan tujuannya gue ngajak lo pulang bareng supaya kita bisa lebih kenal jauh" ucap Gled menatap Fandri.


"Masama, gue kan udah ajak lo ke Taman, gimana kalau kita keliling Taman ini. Dari pada duduk aja kan" ajak Fandri dengan tersenyum.


"Oke Kak, lo dari tadi senyum senyum terus" ucap Gled tersenyum.

__ADS_1


"Hehehe gue lagi bahagia" sambung Fandri bangkit dari kursi taman.


Gled mengerti dengan perkataan Fandri, Gled berdiri dan mereka mulai melangkah berkeliling menikmati pemandangan Taman.


__ADS_2