
Bel pulang telah berbunyi...
Gled menyandang tasnya, menoleh kebelakang, melihat keberadaan kedua sahabatnya itu.
"Gled, pergi nongkrong yuk, gue bosan dirumah, lagian baru jam 3" ajak Kiki menarik tangan Gled.
Gled mengangguk dan berjalan barengan dengan Kiki, belum selangkah mereka berjalan, Gled menoleh kebelakang, tampak Villa yang masih diam di belakang.
Gled langsung menarik tangan Villa, Kikipun ikut ikutan merangkul Villa.
"Gue nggak enak, ngrepotin terus, gue tau diri kok, gue nggak bisa ngikutin gaya kalian" ucap Villa menatap Gled dan Kiki.
"Sssssshhhh" sambung Kiki menutup mulut Villa dengan jari telunjuknya.
"Vil, kita tau keadaan lo gimana, apa lo nggak tau janji persahabatan kita, kita tu udah temenan dari lama, meskipun mungkin lo nggak nyaman dengan gue karena sikap gue dan Kiki yang suaranya kek toa dan selalu ribut, tapi itulah yang menjadi cirikhas pertemanan kita" jelas Gled memegang bahu Villa dengan senyuman dibibirnya.
"Tapi gue cuman orang miskin, gue ngerasa nggak pantas berada didekat kalian" tutur Villa menunduk.
"Udah jangan sedih lagi, kita punya kelebihan dan kekurangan masing masing, lo masuk sekolah ini karena kepintaran lo, sedangkan kita..." gumam Kiki.
"Oke kita pergi, udah lo nggak usah pikirin soal biaya gue sama Kiki yang nanggung, lo pergi aja sama kita udah bikin gue senang, ingat kita itu sahabat" ajak Gled menarik tangan Villa.
"Makasih ya, kalian udah terima gue apa adanya" ucap Villa dengan senyuman dibibirnya.
"Iya" ucap Gled dan Kiki berbarengan.
***
Di Mall
Mereka bertiga duduk disebuah kafe sambil menyeruput minuman dingin.
"Eh gue mau tau soal cowok tadi" ucap Gled yang masih mengenakan jaket cowok tadi.
"Baiklah biar gue yang cerita" sahut Villa.
Gled dan Kiki mengangguk dan mulai mendengarkan Villa.
__ADS_1
Guvi William Dozen
"Cowok yang nabrak lo tadi, dia adalah cowok super populer disekolah ini, namanya Guvi William Dozen, ketua Eskul Merchanding Band sekolah kita. Guvi sangat populer dikalangan para cewek, Guvi terkesan tampan, putih tinggi, baik hati dan terlebih lagi dia udah biasa ngikutin semua lomba merchanding Band, bahkan udah sampai di luar negri" ucap Villa.
"Wah pantesan cowok itu baik ke gue, tapi kok gue nggak pernah tau dia sekolah disini" ucap Gled menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya dia memang jarang ke sekolah karena mengikuti lomba mercanding band tingkat nasional, bahkan saat dia tidak sekolah, nilainya tidak pernah anjlok, karena ia selalu belajar" jelas Villa.
"Jadi begitu ceritanya" ucap Glad mengangguk.
"Apa lo suka sama dia Gled?" tanya kiki sambil menyeruput susu coklat dinginnya.
"Hadeh, kalian nih masa gue baru kenal udah suka sama orang sih, gue bukan tipikal cewek yang sekali ketemu langsung suka" tutur Gled memegang keningnya.
"Hehehe siapa tau lo suka" timpal Villa.
"Semoga lo jadian sama Guvi, biar kek pasangan serasi, cowok cool dan cewek perfect" sambung Kiki tertawa.
"Coba aja kalo berani, siapa sih anak kelas yang berani sama gue, dulu aja pas kelas satu gue sembunyiiin tuh hp guru sejarah, kalang kabut deh tuh guru, jadi nggak belajar, gue tuh paling malas soal sejarah, udah ngafalnya susah bikin otak pusing, trus ternyata eh ternyata ditatapnya gue yang lagi berada di depan pintu, saat itu nyali gue sedikit ciut dengan pandangan guru sejarah yang banyak menyimpan filosofi itu, dan kalian tahu kan apa yang terjadi sesudah itu" jelas Kiki tertawa.
"Ternyata eh ternyata tuh guru lihat hpnya di atas ventilasi pintu yang saat itu lo berdiri di bawah ventilasi pintu, saat itu tuh guru malah muji lo karena pas dia lihat lo yang keluar tanpa izin dia dan tanpa sengaja dia lihat hpnya diatas ventilasi, saat itu gue pengen ketawa pas lihat ekpresi lo yang mulai ciut" ledek Gled tertawa.
"Gue seneng banget dipuji sama guru sejarah, padahal sekali itu tuh guru muji gue dan sampai saat ini kalo gue ketemu sama guru sejarah dia selalu senyum lihat gue" sambung Kiki.
"Wkwkw seketika ngakak yang sembunyiin hp guru dan dia yang malah kena puji" gumam Villa tertawa.
Beberapa menit sesudah itu, tampak dari kejauhan seseorang cowok melambaikan tangan kepada Gled.
Sontak Gled merasa kaget dan sedikit malas ngeladenin cowok itu.
Okim Catur Elwardo
Okim adalah cinta pertama Gled, namun Gled tidak ingin menjalin hubungan dengan Okim, karena saat itu Okim menyatakan cintanya seminggu sebelum ujian nasional SMP, Gled tidak ingin diganggu dan ia menolak Okim.
__ADS_1
Tapi Okim tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Gled, dulu Gled satu SMP dengan Okim dan tinggal di kota yang sama, namun karena keluarga Wenard pindah kota, maka keduanya tidak pernah bertemu lagi dan hanya berkomunikasi lewat handphone.
Okim berlari menghampiri Gled, namun Gled sempat terkejut dengan Okim yang sekarang, Okim terlihat tampan dan terlihat sebagai lelaki remaja.
"Kenapa penampilan Okim jauh berbeda, ia terlihat tampan hari ini" bathin Gled.
"Hai Gled, aku kangen sekali denganmu, kamu tambah cantik aja sekarang" ucap Okim mengulurkan tangannya.
"Oh hai Okim, mengapa kau ada disini" ujar Gled membalas uluran tangan Okim.
"Tahukah kamu sekarang aku tinggal dikota ini, 2 hari yang lalu aku sampai dikota ini, aku senang sekali saat itu nyokap sama bokap pindah kesini karena Usaha Papa membuka cabang besar dikota ini. Gled perasaanku kepadamu masih tetap sama, aku akan selalu mencintaimu, aku akan terus menunggu hingga kamu menerima cintaku" ungkap Okim tersenyum kepada Gled.
"Kenapa kau masih menungguku, sudah aku katakan jangan pernah menungguku lagi" ucap Gled.
"Aku tau isi hatimu Gled, jangan pernah menyuruhku untuk tidak mencintaimu lagi, karena aku akan terus mencintaimu, entahlah perasaan itu tumbuh semakin besar, aku tidak pernah melirik gadis lain selain kau" gumam Okim.
"Yasudah, terserah kau saja" sambung Gled tanpa ekpresi.
"Gled tunggulah kejutanku besok, mungkin kau akan terkejut" ujar Okim tersenyum.
"Iya aku akan menunggunya" sahut Gled terpaksa tersenyum karena tidak ingin mengecewakan Okim.
"Kita berdua jadi nyamuk, antara kisah cinta pasangan serasi" ledek Villa tersenyum.
"Tidak apa apa Vil, sudah lama aku tidak menonton ungkapan cinta seseorang secara langsung, terakhir kali pas nonton drakor" ujar Kiki.
"Hehehe, aku jadi lupa ada temannya Gled, karena sudah lama tidak bertemu dengannya, hai aku Okim terakhir kali aku melihat kalian di layar handphoneku sebulan lalu" ucap Okim mengulurkan tangannya.
"Iya tidak apa apa, namaku Villa" sahut Villa membalas uluran tangan Okim.
"Aku Kiki wanita tercantik sedunia" balas Kiki membalas uluran tangan Okim dengan tertawa.
"Hehehe iya iya kamu cantik kok" sambung Okim tertawa.
"Yasudah aku pulang dulu ya, aku senang bertemu kalian" ucap Okim melambaikan tangan.
Gled hanya menatap punggung Okim dengan tatapan tanpa ekpresi.
__ADS_1