
Kemudian panggilan video dari Haqqi tersambung.
"Ada apa Ber?" tanya Gled dari balik handphone, saat itu rambut Gled tampak berantakan, ia membiarkannya saja, karena yang melihatkan hanya Haqqi, sahabat sekaligus sepupunya Gled.
"Maaf ya gue ganggu lo, padahalkan lo itu butuh istirahat, gue cuman butuh teman curhat, gue bingung sama perasaan gue," balas Haqqi dari balik telfon tampak dia sedang berbaring di kasurnya, matanya tampak sayu dia tidak bersemangat seperti biasanya. Kamar Haqqi tidak begitu luas wajar saja karena dia tidak tinggal dengan orang tua melainkan nge kost, karena kalian juga tau kan alasan seorang Haqqi hidup mandiri.
"Iya, santai aja kali Ber. Perasaan apa mungkin ini soal seseorang yang lo suka?" tanya Gled menatap ke layar handphone.
"Apa ini soal kiki?" tanya Gled dengan mata serius, pertanyaan Gled langsung membuat Haqqi bangun dari rebahannya.
"Maksud lo apa?" tanya Haqqi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tampak dari benda petak persegi panjang yang di pegang oleh Gled.
"Udah, lo nggak usah bohong kali Ber. Gue udah tau dari tatapan lo ngelihat Kiki, dari cara lo memperlakukan dia itu udah jelas kalau lo suka sama dia. Jadi cowok yang peka dong!" ucap Gled yang membuat mulut Haqqi terngaga, membulat seperti mau menyuap nasi.
Haqqi tampak gusar, yang di pikirkannya sekarang, adalah bagaimana seorang Haqqi bisa merebut hati seorang cewek bernama Kiki, yang di kenal cuek, pemarah dan tomboy.
Di lubuk hati Haqqi yang paling dalam entah kenapa rasa itu muncul, ia tidak menyadari entah sejak kapan perasaan cinta kepada Kiki mulai tumbuh di hatinya.
"Dasar aku," ujar Haqqi pelan, namun bisa di dengar oleh Gled.
"Sekarang lo udah tau kan siapa cewek yang gue suka. Gue bingung gimana cara utarakan cinta gue, gue merasa nggak pantas untuk Kiki, gue nggak ngerti entah sejak kapan rasa insecure ini muncul," ucap Haqqi kini mereka berdua tampak serius saling menatap layar handphone.
"Kalau lo emang suka sama Kiki lo harus buktiin. Lo bisa kan cara memperjuangkan sebuah cinta. Lo juga harus utarakan cinta lo ke Kiki. Gue mau kasih tau lo kalau Kiki suka cowok yang cool dan perhatian," ucap Gled tersenyum.
"Oke gue akan perjuangkan cinta gue. Gimana cara jadi cool ya?" tanya Haqqi tampak berfikir.
"Lo jadi diri sendiri aja, nggak usah tiru orang. Kalau lo nggak bisa cool nggak apa apa, gue akan support lo buat deket sama Kiki. Gue nggak mau lihat teman gue nangis karena lo!" ucap Gled mengancam.
__ADS_1
"Iya makasih ya Gled udah mau ngasih saran gue, yaudah lo istirahat sana gue harap lo juga bisa ya menentukan pilihan lo diantara mereka bertiga," balas Haqqi tersenyum menyeringai.
Panggilan mereka terputus
Pilihan lo di antara mereka bertiga kata kata itu masih terngiang di pikiran Gled. Gled merebahkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya, melihat langit langit kamar seraya memikirkan tentang semua kejadian yang telah terjadi akhir akhir ini.
Mulai dari kisah ia bertemu kembali dengan Okim, teman masa SMP nya dan semua kisah-kisah yang terjadi dengan Okim. Pertemuannya dengan seorang cowok yang suka ditindas karena nggak bisa bergaul, yaitu Fandri. Sampai pada kisah ia bertemu dengan cowok yang terkenal di sekolah itu, Guvi.
"Semua terasa menyenangkan setelah mereka bertiga masuk kedalam kehidupan aku. Aku merasa senang bisa mengenal mereka. Mereka bertiga memiliki ke istimewaan masing masing, jika disuruh untuk memilih aku tidak akan bisa untuk memilih, karena mereka sangat baik padaku. Aku tidak ingin membuat mereka sakit hati. Jika aku tidak memilih maka mereka semua akan kecewa, aku sangat bingung," ucap Gled panjang lebar, ia berbicara sendiri.
Tok ... tokk ....
Suara ketukan pintu dan gagang pintu berhasil membuat Gled terkejut dari lamunannya.
Tampak seorang gadis kecil, berkulit putih dengan pipi chubby masuk ke kamarnya, gadis kecil itu tidak lain adalah Nola, adik kandung Gled.
"Sayang, kenapa kamu kemari?" tanya Gled tersenyum.
"Kakak Main yuk. Aku dibelikan mainan baru sama Daddy," ucap Nola tampak gembira. Wajah bahagia dari Nola membuat Gled ikut bahagia, ia sangat menyayangi gadis kecil yang berada di hadapannya ini. Ia tidak bisa menolak permintaan dari adiknya itu. Demam Gled sudah mulai membaik, suhu panas di tubuh Gled sudah mulai turun.
"Yaudah ayo," ucap Gled tersenyum melihat ke arah Nola.
Saat Nola menggenggam tangan Gled untuk turun dari ranjang.
Tiba tiba seorang wanita yang tidak lain adalah Mommy Gled memasuki kamar.
"Nola sayang, Mommy kan udah bilang Kakak kamu butuh istirahat sayang, apa Nola nggak mau Kakak Gled sembuh. Mainnya sama Mommy aja ya," bujuk Mommy Gled mengelus pucuk rambut Nola.
__ADS_1
"Mommy jangan larang Nola, nggak apa apa kok Mom, Gled udah baikan kok bosan juga baringan terus," sanggah Gled menatap ke arah Mommynya.
Nola melihatkan puppy eyesnya ke arah Mommy. Gled dan Mommy tertawa melihat tingkah Nola.
Akhirnya Mommy, mengizinkan Gled untuk bermain bersama Nola. Mommy Gled menyadari kalau Nola sangat menyayangi Gled ia tau Nola hanya kesepian. Semua ini juga salahnya karena terlalu sibuk mengurus kantor.
Mereka bertiga keluar dari kamar Gled, Nola menggenggam tangan Gled mereka berdua berjalan bersama menuju kamar Nola.
Mommy melihat kedua anaknya tampak saling menyayangi. Hatinya begitu bahagia kedua putrinya tampak bahagia. Bagi orang tua tidak ada kebahagiaan yang lebih baik di bandingkan kebahagiaan anak anaknya.
~OoO~
Brukk ...
Suara seseorang jatuh terdengar oleh Gled, tampak dua orang cowok sedang berantem. Saat itu Gled baru sampai ke sekolah. Kondisinya telah membaik makanya ia mau pergi ke sekolah pagi ini. Tetapi alhasil di koridor sekolah itu ia telah menyaksikan sebuah kejadian yang membuat ia merasa terganggu.
Gled menghampiri tempat kejadian itu, di sana ada kerumunan dan di tengah tengah kerumunan itu tampak dua orang siswa cowok sedang berantem, tidak ada yang mau melerai. Kedua cowok itu tampak tidak asing bagi Gled, Gled mencoba mengingat ingat sesuatu tentang mereka.
Gled mengkrinyutkan keningnya, akhirnya ia mengetahui siapa dua orang cowok yang sedang berantem ini. Mereka adalah siswa incaran Gled dan Duta Anti Bullying.
Mereka adalah anak nakal yang sulit untuk di temuinya. Gled melangkah ke arah mereka berdua. Namun langkahnya di hentikan. Lengannya di cegah oleh seseorang. Orang itu maju ke depan mencoba untuk melerai kedua orang cowok itu berantem.
Gled tampak terkejut, tiba tiba saja ada yang memegang lengannya mencoba untuk melerai kedua orang itu.
Cowok itu dengan tenangnya mencoba melerai kedua orang itu. Semua cewek yang berada di sana tampak bersorak melihat cowok yang melerai kedua cowok itu, bibir cowok yang ikut melerai tadi berdarah karena tangan salah satu cowok itu mengenai bibir cowok itu.
Keadaan menjadi panik, kerumunan semakin bertambah tidak ada yang ikut melerai mereka hanya menonton saja. Gled tampak cemas karena bibir cowok itu berdarah ia tak tega, suara sorakan semakin keras karena cowok yang berdarah bibirnya tak lain adalah cowok terkenal di sekolah itu.
__ADS_1