Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Rumah Kiki


__ADS_3

Gled!" teriak Villa sambil mengejar Gled.


Gled menoleh kebelakang, tampak dari raut wajahnya saat ini terlihat wajah datar. Kedua sahabatnya itu langsung mendekat kearahnya.


"Gled apa lo marah sama gue?, kalau iya gue minta maaf" pinta Kiki dengan bersalah.


"Nggak!, kenapa gue marah sama lo" ucap Gled ngerangkul Kiki dengan tersenyum.


"Beneran lo nggak marah?, tapi tadi lo ngapain lari begitu aja dan ekpresi lo saat itu marah banget" tanya Kiki memastikan.


"Enggak, gue nggak marah sama lo, karena masalah sepele kek gitu, gue ngerasa kenapa gue berada diposisi seperti ini, gue bingung jika suatu hari nanti jika mereka bertiga mengungkapkan perasaannya ke gue siapa yang akan gue pilih. Gue nggak mau jika mereka malah membenci gue dan nggak mau lagi berteman sama gue, jujur kehidupan gue saat ini sudah lebih berwarna karena ada mereka, tetapi nggak mungkinkan gue milih ketiga tiganya, tentunya gue bakal milih salah satu dari mereka, sejak kapan gue terlibat dalam cinta segi empat ini dan gue nggak mau dibilang play girls cuman gara gara mereka bertiga deketin gue" jelas Gled menatap Kiki dan Villa dengan menghela nafas lelahnya.


Villa dan Kiki terdiam mendengarkan penjelasan Gled yang panjang lebar.


"Memang kisah cinta yang membingungkan, pilihlah sesuai kata hati lo" saran Kiki tersenyum karena ia merasa lega, Gled tidak marah dengannya.


Villa tersenyum dan ikut berbicara "Gue terserah lo aja deh Gled, apapun yang membuat lo bahagia kita sebagai sahabat lo akan ngedukung lo"


"Makasih Villa, Kiki gue sayang kalian, gue senang banget punya sahabat kek kalian" ujar Gled memeluk kedua sahabatnya itu.


Villa dan Kiki tersenyum dan membalas pelukan Gled "Kita juga senang punya sahabat kek lo" ujar Villa dan Kiki berbarengan.


Ketiga sahabat itu kemudian melepaskan pelukannya.


"Oh ya guys, udah pada selesai nggak tugas Administrasi Pajaknya, esok kumpul lo ntar kalau nggak buat siap siap deh kena marah sama Buk Ninda, suruh hormat di tiang bendera, mau dikemanain nih muka" ujar Kiki tertawa.


"Gimana kalau kita kerjainnya barengan, dirumah gue aja jam 2 nanti ya, gue kurang paham kalau soal pajak, coba aja kalau Matematika satu menit 5 soal selesai kelar deh" tawar Kiki dan berlagak sombong karena ahli dalam bidang Matematika.


"Oke jam 2 kan, di rumah lo" ucap Gled.


"Iya"


"Rumah lo dimana ya ki, soalnya gue lupa, rumah lo kan di komplek, rumahnya mirip mirip semua, ntar gue nyasar" keluh Villa dengan wajah lesu.


"Vil, ntar gue jemput ya, kita barengan aja pergi ke rumah Kiki, gue malas diantar terus sama bodyguard ntar gue bawa motor, jangan nolak!" ajak Gled, melihat Villa.

__ADS_1


Karena Gled mengatakan jangan menolak, serta ekpresi wajahnya yang terlihat serius, akhirnya Villa menerima tawaran Gled "Oke Gled, makasih ya udah nebengin gue" jawab Gled tersenyum.


"Yaudah deh kita pulang dulu ya guys, sekalian gue mau beres beres rumah sebelum kalian kerumah Gue" ajak Kiki mengedipkan satu matanya.


Gled dan Villa juga mengedipkan salah satu mata mereka "Oke" ujar mereka berdua.


Entahlah, mungkin mengedipkan salah satu mata telah menjadi kebiasaan mereka, mungkin hanya mereka saja yang tau artinya.


***


Jam 14.00, Gled telah menjemput Villa dan mereka sedang diperjalanan kerumah Kiki.


Tidak lama kemudian Gled dan Villa sampai dirumah Kiki yang memang berada di tengah tengah komplet 'elit'.


Tok ... tok ...


Ketuk Villa, kemudian yang membukakan pintu adik laki laki Kiki yang tersenyum hingga menampakkan pipi chubbynya.


"Ayo Kak masuk, si Mbak udah nunggu" ajak Igun, Adik laki laki Kiki.


Gled dan Kiki mengangguk dan berjalan memasuki rumah Kiki yang terlihat besar dan luas.


"Kak, kata Mbak Kiki kakak langsung ke lantai 3 aja ya" ucap Igun melihat Gled dan Villa.


"Iya Igun makasih ya, kalau gitu kami langsung ke atas ya" ujar Gled melangkah menaiki tangga dan diikuti oleh Villa.


Gled dan Villa sampai di lantai tiga, tetapi ini bukan kamar Kiki, melainkan ruangan perpustakaan mini milik keluarganya.


Cklek


Villa membuka gagang pintu, tampak dari dalam ruangan Kiki yang sudah menyiapkan Ice Cream coklat dengan roti tawar dan beberapa buku pelajarannya.


"Masuk guys" ajak Kiki tersenyum melihat kedatangan Gled dan Villa.


Gled dan Villa mengangguk dan mendekat duduk disamping Kiki.

__ADS_1


"Tumben sepi rumah lo, Mommy lo udah pulang?" tanya Gled.


"Belum, biasa mungkin pergi arisan Ibuk Ibuk sosialita, makan gih es krimnya, udah susah susah seorang Kiki bikin es krim" ucap Kiki menyodorkan dua mangkok es krim ketangan Gled dan Villa.


"Makasih" ucap Gled dan Villa serentak.


"Seriusan lo yang bikin nih es krim" tanya Villa menyendok ice creamnya.


"Yaiyalah apa lo meragukan gue, hehehe tapi dibantuin dikit sama si Mbok" jawab Kiki tertawa.


"Yaudah sambil makan es krimnya kita bikin tugasnya, ntar nggak selesai kalau ngomong terus" ujar Gled sembari mengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya.


2 Jam kemudian tugas mereka telah selesai, mereka terkapar karena kelelahan membuat catatan pajak, serta tabel tabel yang berisi angka dengan nominal yang tertera.


"Guys ke teras yuk biar adem" ajak Kiki bangkit dari tidurnya melangkah menuju teras lantai tiga itu, diikuti Gled dan Villa.


Saat mereka sedang melihat pemandangan dari atas teras lantai tiga, Villa menepuk bahu Kiki dan berkata "Ki, lo masih ingat sama dia nggak?, dia cowok itu lo" tanya Villa melihat seseorang yang baru turun dari motor, membawa sebuah kotak dan memberikan kepada Mbok Nita, kemudian berlalu pergi begitu saja.


"Kenapa tuh anak ada disini dan apa yang diberikannya kepada Mbok Nita?" tanya Kiki balik.


Gled bingung dengan pembahasan Villa dan Kiki. la pun melihat cowok yang baru saja pergi dengan motornya.


"Siapa dia?" tanya Gled penasaran.


"Lo masih ingat sama cowok yang cipratin air ke wajah Kiki nggak, tadi itu dia" ujar Villa.


"Oh jadi dia, eh bentar yang jadi masalahnya kenapa tuh cowok ngasih kotak itu ke Mbok Nita" ucap Gled melihat Villa dan Kiki.


Kiki berlari menuju lantai bawah dan disusul oleh Gled dan Villa, mereka seakan tau maksud dari perilaku Kiki.


Setibanya di lantai satu, mereka langsung menuju dapur dan menanyakan kepada Mbok Nita tentang cowok itu.


"Mbok, siapa cowok tadi Mbok?, kenapa dia ngasih kotak ke Mbok?" desak Kiki


"Dia ..."

__ADS_1


__ADS_2