
Setelah cukup memakan waktu selama 5 jam, akhirnya pada pukul 11 malam, rumah Gled telah kosong, Daddy Gled telah meminta kerabatnya untuk meginap dirumahnya, tetapi karena kesibukan masing masing jadi tidak ada yang mau menginap di rumahnya.
Gled tampak lelah hari ini, bukannnya ia tidak suka keramaian, hanya saja ia tidak tau apa yang di bahasa oleh orang dewasa.
Akhirnya Gled, mencoba untuk tidur lebih awal, karena ia sangat lelah hari ini.
***
Hari hari yang dilalui Gled saat ini telah mulai menyenangkan.
Seperti biasanya saat jam istirahat ia akan pergi ke kantin, bersama kedua sahabatnya, tetapi hari ini tampak berbeda karena yang ia lihat saat baru keluar dari dalam kelas X1 Akuntansi. 1, ia dikejutkan dengan Fandri yang menunggunya didepan kelas.
Tidak lama kemudian, Okim juga datang dengan penampilan biasanya memakai kaca mata hitam, ia tampak cool, memakai kaca mata itu.
"Lo ngapain disini?!" ketus Okim melihat Fandri yang baru datang dan membuka kaca matanya.
"Suka suka gue dong, mau gue pergi kesini atau kesana itu bukan urusan lo!, gue kesini cuman gara gara mau ketemu Gled dan mau membicarakan sesuatu" ucap Fandri
Gled, Villa dan Kiki saling melirik, mereka tidak mau ada keributan antara Okim dan Fandri.
Lebih kurang 5 menit, Okim dan Fandri masih berada disana, tetapi yang menjadikannya berbeda kini Guvi telah sampai didepan kelas itu.
Ia tampak tersenyum kepada Gled, lalu ia menkrinyutkan keningnya, seraya melihat orang yang berada diantara Gled.
"Oi, kenapa lo ada disini Kak?" tanya Fandri tersenyum tipis, kemudian ia kembali menatap orang yang tampak asing baginya.
__ADS_1
"Mau ketemu sama Gled lah, lo mau ngapain kesini?" tanya Fandri balik.
"Gue tau ni, lo pasti Guvi bukan?!, gue tau sekarang, lo suka sama Gled kan?, jangan berharap lo bisa dapatkan Gled" ucap Okim.
"Gue ingat lo cowok yang gue lihat waktu itu, gaya lo keren banget, tapi apa yang gue dengar ini lo bilang gue jangan mimpi untuk tidak mendapatkan Gled, apa hak lo!" ancam Guvi menatap Okim.
"Tunggu bentar gue mau berfikir sejenak, bisa diam nggak!, Guvi, lo juga suka sama Gled?, tapi yang jadi masalahnya kita bertiga telah menyukai satu wanita yang sama" ucap Fandri melarai pertengkaran itu, serta kini raut wajah Fandri, Okim dan Guvi menatap Gled yang sedari tadi hanya diam.
Kiki membisikkan sesuatu kepada Gled.
"Gled gue pikir dari pada ribut depan kelas dan kita udah ngundang beberapa orang karena keributan ini, lebih baik kita bicara di taman aja gimana" ajak Kiki berbisik ke telinga Gled.
Gled mengangguk tanda mengiyakan ucapan Kiki.
"Kita bicaranya di taman sekolah aja gimana?, nggal baik bicara disini, bisa mengundang orang karena keributan, belum lagi masuk ruangan BK, belum ada sejarahnya gue masuk ruang Bk, lebih baik kita bicarakan ini secara baik baik" sela Gled, menatap ketiga cowok itu dan mereka mengangguk mendengar penjelasan Gled.
Disana hanya ada beberapa murid, taman tampak sepi, karena para siswa mungkin pergi ke kantin.
Mereka duduk di kursi taman itu, sambil membicarakan semua yang tampak membingunkan.
"Gled ada apa ini?" tanya Guvi melihat Gled yang tampak kesal dengan semua ini.
"Bentar lo jangan nanyain sahabat gue, apa lo nggak lihat itu dia lagi pusing mikirin ini semua gara gara kalian" bentak Villa melihat Okim, Fandri dan Guvi.
"Vil, kok lo nyalahin gue sih" ucap Okim.
__ADS_1
"Gled kamu mikirin apa?, aku tau aku salah karena mungkin telah datang menggangu kamu, hati aku sakit Gled, mendengar pembicaraan kamu di taman ini bersama sahabatmu, mengenai Fandri dan cowok ini, aku bukannya ngekang kamu untuk berteman dengan siapapun tapi aku nggak mau kamu melupakanku" jelas Okim memegang tangan Gled dan bersimpuh dihadapannya, ternyata Okim yang melihat Gled, Villa, Kiki dan Haqqi berbicara ditaman waktu itu.
"Jangan kek gini Kim, aku tau gimana perasaan kamu tulus menyangiku, tapi nggak kek gini caranya" ucap Gled melepaskan genggaman tangan Okim dan memintanya untuk duduk di kursi taman itu kembali.
"Iya Gled, aku tau perasaan kamu bagaiamana, tapi coba kamu fikir Gled, kamu harus nentuin pilihan mu Gled, aku mau bilang ORANG YANG SELAMA INI AKU CINTAI DAN AKU SAYANGI ITU ADALAH KAMU dan aku nggak tau apakah mereka berdua itu benar benar mencintai kamu" ungkap Okim tersenyum, tampak ungkapan perasaannya kali ini begitu berbeda.
Gled hanya diam mendengar ungkapan perasaan Okim.
Fandri berdiri mencoba menguatkan genggaman tangannya, berjalan mendekati Gled.
"Gled, nggak tau kenapa jika gue bersama lo, walaupun itu cuman beberapa menit, tapi itu semua sangat berarti bagi gue, gue nggak tau entah bagaimana cinta ini bersemi begitu saja, gue ngerasa gue harus ada untuk lo, walaupun gue sering lihatin lo pulang bareng mobil lo, ingin rasanya gue goncengin lo pulang bareng, walaupun cuman sesederhana itu permintaan gue, tapi yang pastinya CINTA GUE NGGAK AKAN SESEDERHANA ITU, GUE MAU BILANG GUE CINTA SAMA LO, gue nggak tau apa lo mau terima cinta gue atau nggak, tapi gue akan berusaha mendapatkan cinta lo" ungkap Fandri menatap Gled dengan penuh rasa sayang, yang terpancar tulus dari wajahnya yang kini tampak tersenyum manis.
Gled hanya membalas ucapan Fandri dengan senyuman.
Guvi tersenyum melihat Gled, yang sedang bingung dengan perasaannya saat ini.
"Semua terasa sangat membingungkan bagi gue, gue rasa gue bakal mendapatkan cinta lo dengan mudah, tetapi sekarang gue sadar, cinta itu butuh perjuangan.Tapi saat gue mengenal lo, gue ngerasa lo berbeda, nggak tau kenapa saat pertemuan kita yang tidak disengaja membuat sebuah rasa yang dinamakn cinta, entahlah gue nggak ahli dalam ngegombal atau bagaimananya, tetapi ini dari hati gue yang sebenarnya GUE SUKA SAMA LO, GUE CINTA SAMA LO, akhirnya gue bisa ungkapin perasaan gue, waktu pas gue ngasih lo liontin itu, gue mau ungkapin perasaan gue, tapi gue belum berani buat ngungkapinnya" ungkap Guvi tersenyum di bibirnya.
Seketika air mata Gled menetes di pipinya, ia terharu mendengar pengakuan dari ketiga cowok tampan itu, yang membuat ia bahagia.
Gled merasa sangat bingung dengan perasaannya saat ini, disisi lain ada Okim yang selama ini mencintainya, disisi lain juga ia melihat ketulusan cinta dari Fandri dan disisi lain juga ia melihat cinta Guvi yang ingin ingin memperjuangkan cintanya.
Kiki dan Villa tampak terharu mendengar ungkapan perasaan ketiga cowok itu, yang menurutnya begitu baik kepada Gled.
Seketika dari belakang kursi Gled, ada sebuah tangan yang menghapus air mata Gled.
__ADS_1
Semua orang terkejut dengan kedatangannya yang tiba tiba, Gled mengetahui orang yang berada dibelakangnya adalah orang yang juga ia sayangi.
Orang itu tersenyum manis kepada Gled dan memegang kepala Gled.