
Pagi harinya seperti biasa Gled berangkat ke sekolah, tapi hari ini berbeda, saat Gled hendak keluar rumah, tampak didepan rumah mobil berwarna merah terparkirkan.
Pintu mobil itu terbuka, keluar seorang pria yang tidak asing lagi bagi Gled, memakai baju seragam yang sama dengan yang dikenakannya.
Tersenyum simpul, membuka kaca mata hitamnya dan mendekat kearah Gled.
Saat itu Mommy Gled dan Nola keluar dari dalam rumah, Mommy Gled bersiap siap mengantarkan Nola kesekolah dan pergi ke Kantor Yayasan.
Pria yang tidak asing lagi yaitu Okim, langsung mendekat ke Mommy dan menyalami tangan Mommy.
Gled hanya tersenyum tipis, Nola yang berada disana ikut menyapa Okim, karena Okim sudah mengenal keluarga Gled, saat masa SMP dulu, karena mereka dulu tinggal di Kota yang sama.
"Pagi Tante" sapa Okim tersenyum.
"Pagi juga Okim, eh kenapa ada di Jakarta?" tanya Mommy tampak bingung.
"Mommy dan Papi buka usaha di Jakarta Tante, jadi Okim dan keluarga pindah dari Bogor ke Jakarta" jelas Okim.
"Oh jadi begitu, kamu sekolah ditempat yang sama dengan Gled?" tanya Mommy lagi melihat pakaian Okim.
"Iya Tante, jadi apakah Okim boleh berangkat bareng Gled?" tanya balik Okim.
"Iya, tentu saja yaudah berangkat sekolah sana, ntar terlambat lo!" tukas Mommy.
"Ta..." ucap Gled terpotong karena Okim menarik tangan Gled masuk kedalam mobil.
Gled menghela nafas lelahnya dan melambaikan tangan ke Mommy.
"Ada ada aja anak muda zaman sekarang, jadi kepengen muda lagi deh" gumam Mommy pelan, tapi terdengar oleh Nola.
"Mommy udah tua, jangan ngayal dong Mi" ujar Nola tertawa dan memegang tangan Mommy untuk masuk kedalam mobil.
Didalam mobil Gled hanya melipat tangan di dada, serta wajahnya yang terkesan datar.
"Gled, jangan marah dong, aku hanya ingin mengawali hariku dengan melihat senyum diwajahmu" ucap Okim melihat Gled tapi masih tetap fokus mengendarai mobil.
"Iya, aku nggak marah, cuman terkejut doang kamu jemput aku" jawab Gled dangan wajah datar.
"Senyum dong, ntar biar cantiknya makin nambah" saran Okim tersenyum.
Akhirnya Gled memaksakan senyumannya karena ia tidak ingin, Okim terus terusan menganggunya.
***
__ADS_1
Sesampainya di Sekolah, Okim memarkiran mobilnya dan keluar dari dalam mobil memakai kaca mata hitam dan membukakan pintu mobil untuk Gled.
"Jangan sok cool" ucap Gled pelan.
"Aku nggak pede Gled, jadi aku pakai deh kacamata ini, antarin aku ke ruang guru dong" ajak Okim.
Gled mengangguk dan berjalan barengan dengan Okim, semua mata melihat ke arah siswa baru yang berjalan didekat Gled, Okim hanya menorehkan senyuman manisnya dan masih memakai kaca mata hitamnya.
Sesampainya di ruang Guru Gled berpamitan dengan Okim, karena ia juga harus masuk kelas.
Okim diantarkan ke kelas X1 Multimedia. 5, semua siswa dan siswi tampak terpana saat Okim membuka kaca matanya, semua siswa perempuan bersorak, Okim hanya tersenyum dan memperkenalkan diri.
***
Disisi lain kelas X11 Teknik Mekantronika. 3
Fandri sedang memainkan laptopnya, kini jarinya tengah sibuk dengan benda petak yang disebut laptop.
Monitor menunjukkan tentang kerangka kerangka robot, wajar saja semua siswa yang berada didalam sana tampak sibuk memperhatikan monitor kemudian menuliskan ke buku mereka masing masing.
Saat Fandri hendak mencatat di bukunya, seketika ia teringat akan seseorang yang memberikan motivasi kepadanya.
"Kenapa gue memikirkannya?" batin Fandri.
***
Disisi lain juga kelas X1 OTP. 2
Guvi tampak memperhatikan Bu Suci dengan raut wajah tampak bersinar, karena Guvi sangat menyukai pelajaran Bu Suci.
Pelajaran kepegawaian berlangsung dengan begitu bersemangat oleh Guvi, seketika saat Bu Suci keluar dari dalam kelas, Guvi teringat akan sesuatu hal dan ingin menanyakannya kepada orang itu.
"Entah kenapa gue mengingat dia, kenapa pertanyaan itu muncul di otak gue?, nanti saat jam istirahat gue akan menemuinya" batin Guvi.
***
Bel istirahat berbunyi
Seperti biasa Gled berdiri dari bangkunya dan mengajak kedua sahabatnya untuk pergi ke kantin.
Saat Gled hendak keluar kelas, ia dijumpai dengan Okim yang sedari tadi menunggunya di ambang pintu.
"Gled, pergi ke Kantin bareng yuk" ajak Okim tersenyum namun kini Okim berada di sekitar para siswi yang berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Maaf ya Okim lain kali aja, soalnya aku, Villa dan Kiki disuruh sama walas dulu ke kantor guru, kamu pergi aja dulu kasian tu cewek cewek nungguin kamu sejak tadi" alasan Gled tertawa.
"Oke Gled, aku pergi dulu nanti pulang bareng ya" teriak Okim berlari di koridor sekolah, karena para siswa perempuan selalu mengikutinya.
"Okim memang tampan banget, para cewek cewek malah ngejar dia, baru hari pertama sekolah udah dikejar kejar, apalagi kalau udah lamasekolah disini, mungkin tuh anak bakal nyesel deh sekolah disini, jangan cemburu ya Gled" ucap Kiki tertawa melihat Okim yang kini telah berlari menjauhi para cewek cewek yang mengejarnya.
"Biasa aja, yaudah mari kita pergi ke kantin" ajak Gled.
"Gled emang gitu, Okim dicuekin ntar diambil orang loh Gled" sambung Villa tersenyum.
Gled hanya geleng geleng kepala dan hendak berjalan menuju Kantin.
Saat Gled beberapa langkah berjalan, tiba tiba ada lagi yang datang.
"Hai Gled, nih ada Brownies untuk kamu, kemarin Mommy baru pulang dari Bandung" sapa cowok yang ternyata adalah Fandri yang menyodorkan sekotak brownies ketangan Gled.
"Kenapa repot repot segala sih Kak" sahut Kiki mengambil brownies yang Fandri sodorkan kepada Gled.
"I..tu Browniesnya u...ntuk Gl...." ucap Fandri melihat Brownies yang berada ditangan Kiki.
"Makasih ya kak Fandri udah ngasih Gled Brownies" ujar Villa tersenyum.
"Masama" ucap Fandri tersenyum.
"Kak Fandri makasih Browniesnya, kalau gitu Gled mau ke kantin dulu ya kak" ujar Gled tersenyum dan melangkah pergi.
Fandri tersenyum saat Gled tersenyum kepadanya.
"Gled, gled nggak habis fikir gue tuh cowok cowok pada ngejar lo apa lo nggak mau gitu?" tanya Kiki yang masih melangkah disamping Gled.
"Biarin aja" ucap Gled singkat.
"Hehehe gue akan lihat, pada siapa hati lo akan jatuh cinta" sambung Villa melihat kearah Gled.
Sesampainya dikantin Gled dan kedua sahabatnya memesan makanan dan duduk dimeja untuk menyantap makanam.
Belum sesuap Gled menyendok Nasi Goreng, ia tengah dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tiba tiba duduk berhadapan dengannya.
"Hai Gled, maaf ya ganggu waktunya sebentar, gue mau nanya warna kesukaan lo apa?" tanya Guvi memandang wajah Gled.
"Ungu" jawab Gled singkat dan menatap mata Guvi.
"Oh Ungu, kalau begitu gue pergi dulu ya, lanjutin dulu makanannya" ujar Guvi pergi dari Kantin.
__ADS_1
"Gue nggak tau bagaiamana harus menanggapi ketiga cowok itu, entah sejak kapan mereka masuk kedalam kehidupan gue" gumam Gled memandang Kiki dan Villa.