
"Tanya apaan?" ucap cowok itu menaikan satu alisnya, serta keningnya yang tampak berfikir.
"Apa kita bisa bicara, duduk di kursi taman itu nggak?" tanya Kiki melihat kursi taman yang tidak jauh dari mereka.
"Boleh" jawab cowok itu, melangkah mendekati kursi taman itu dan disusul oleh Gled, Villa dan Kiki ikut duduk di kursi itu.
Jarak antara cowok itu dengan Gled, Villa dan Kiki lumayan jauh mungkin 1 meter.
"Sebelumnya gue mau meminta maaf sekali lagi karena udah terlalu keras memarahi lo!, mungkin lo bakal emosian kalau juga berada disisi gue" ucap Kiki.
"Iya lupain aja deh, gue udah lupain lagian wajarkan, cewek marah pas baru datang ke sekolah trus ada cipratan air yang mengenai wajahnya" balas cowok itu tersenyum tipis.
"Makasih ya, kalau gitu gue mau ngenalin diri nama gue Kiki Kharisma Putri dan mereka berdua sahabat gue dari jurusan X1 Akuntansi. 1" ucap Kiki tersenyum.
Kiki melirik kedua sahabatnya, untuk ikut memperkenalkan diri.
"Nama gue Sevilla Tita Azzahra" ujar Villa tersenyum kepada cowok itu.
Cowok itu ikut tersenyum melihat Villa dan sekarang giliran Gled yang akan memperkenalkan diri.
"Nama gue mungkin lo nggak asing lagi Ber" ucap Gled tersenyum tipis.
Sontak Kiki dan Villa menatap Gled, ekpresi mereka terlihat jelas banyak tanda tanya di kepalanya.
"Iya Gled, kita bertemu lagi nih setelah sekian lama" ucap cowok itu tersenyum manis kepada Gled dan kini rasa cangung tidak ada lagi diantara mereka.
"Eh ada apa ini, jadi kalian saling mengenal?" tanya Villa menkrinyutkan keningnya.
"Iya, kalian jangan salah sangka sama gue, pas gue lihat dia pertama kali pas diteras rumah Kiki, dianya udah pakai helm dan udah mau siap siap buat pergi, wajahnya nggak jelas oleh gue, cuman samar samar, gue nggak mau bilang aja ntar gue salah orang, pas gue lihat dia secara dekat hari ini gue mengenal wajahnya" jelas Gled tersenyum.
"Jadi dia siapanya lo?" tanya Kiki penasaran.
__ADS_1
"Dia adalah sepupu gue namanya Haqqi Bermana, ya kan Ber!" ujar Gled tertawa.
"Iya nama gue Haqqi Bermana salam kenal ya, awalnya gue nggak tau kalau sepupu gue yang jahil ini bersekolah disini, gue anak baru disekolah ini" jelas Haqqi kini tampak tidak canggung lagi.
"Mau nih gue ceritain, gimana awal kejadian gue cipratkan air ke wajah ... nama lo Kiki kan?" ucap Haqqi menatap Kiki, saat itu juga Kiki langsung mengangguk tanda mengiyakan ucapan cowok yang bernama Haqqi itu.
"Iya ceritain aja" jawab Kiki tersenyum.
#Flashback
Awalnya Haqqi telah datang pagi pagi ke sekolah, kemudian saat ia hendak jalan menuju kelas, tiba tiba ada yang memanggilnya.
"Nak, bisa bantu Ibu?" tanya seorang perempuan yang berpenampilan rapi sepertinya dia seorang guru.
Haqqi mengangguk dan berjalan ke arah guru itu.
"Ada apa ya Buk?" tanya Haqqi.
Tanpa pikir panjang Haqqi langsung mengiyakan ucapan guru itu, untuk membantu menyiram bunga dan mengambil peralatan menyiram bunga.
Saat Haqqi hendak mengambil selang air, untuk menyiram bunga dan tanpa aba aba guru itu langsung menyalakan air dan pergi begitu saja. Kemudian saat Haqqi memegang selang air itu tanpa melihat arah ujung selangnya, tempat dimana air keluar dari selang itu. Air keluar begitu saja dan secara tidak sengaja Kiki tepat berada disana dan ujung selang itu mengeluarkan cipratan air mengenai wajah Kiki.
Begitulah kejadian cipratan air yang mengenai wajah Kiki.
Haqqi menceritakan semuanya dan mereka semua tertawa saat mendengar kecerobohan Haqqi dan tentang Kiki yang terkena cipratan air.
"Lo sih Ber, ceroboh banget kenakan wajah sahabat gue sama cipratan air" ucap Gled tertawa seraya melihat ke arah Kiki.
"Iya gue juga udah minta maaf kok sama Kiki" ucap Haqqi tertawa.
Kiki dan Villa juga ikut tertawa, mereka kini mendapatkan satu teman baru lagi.
__ADS_1
"Oh ya Ber, sejak kapan lo datang ke kota ini?" tanya Gled seraya merapikan jepit rambut pemberian Fandri.
"Udah seminggu sih, oh ya gue dari kelas X1 Multimedia.5, kalau ada apa apa gue bisa bantu kok" ucap Haqqi tersenyum.
"Haqqi, kok Gled panggil nama lo Ber?" tanya Kiki heran.
"Gled itu nakal banget tau, waktu kecil dia sering panggil gue Ber, mungkin sekilas orang akan berfikir nama kepanjangan gue yaitu Bermana, tetapi jika diartikan dari sudut pandang Gled, panggilan Ber itu berarti beruang, dalam bahasa inggris disebut bear, jadi gue itu waktu kecil badannya gendut dan tembem. Badan Gled kurus kek ranting kayu, padahal makannya banyak tau, Gled itu orangnya suka ngambekan dan sedikit cuek" jelas Haqqi tertawa dan Gled tampak melototi Haqqi.
"Masa kecil yang indah" puji Villa.
"Trus kita panggil lo dengan nama Haqqi atau Bermana?" tanya Kiki.
"Panggil Haqqi aja, nggak usah dengerin Gled" jawab Haqqi.
"Eh bentar mungkin udah 5 tahun kita nggak ketemu dan sekarang gue lihat lo berubah drastis, dari gendut, item, suka ngambil makanan gue dan sekarang badan lo udah kek atlet ya, kulit lo udah nggak item lagi malahan putih serasi sama ketampanan lo, sekilas tadi gue pikir bukan lo, tetapi pas gue lihat ada tahi lalat kecil di dagu lo yang sebelah kanan itu dan saat itu gue yakin ini lo" jelas Gled menatap Haqqi.
"Iya jelas dong sekarang gue udah kurus, nggak kurus kurus amat sih, gue rajin olahraga, untung ada tahi lalat ini, ini pemanis pas gue senyum tahi lalatnya jadi pemanisnya" ucap Haqqi tersenyum.
"Oh ya Ber, teman gue mau nanya sesuatu" ujar Gled seraya melirik Kiki.
"Iya silahkan" ucap Haqqi tersenyum.
"Waktu itu lo pernah ke alamat ini nggak?" tanya Kiki mengetik sesuatu di hpnya dan melihatkan sebuah alamat yang tertera di layar hp itu.
"Iya gue pernah anterin pesanan ke rumah besar itu" ucap Haqqi.
"Jadi lo kerja sebagai kurir pengantar barang online?" tanya Kiki melihat Haqqi dengan tatapan penasaran.
"Iya" jawab Haqqi menunduk.
"Kenapa lo bisa kerja sebagai pengantar barang online Ber?" tanya Gled penasaran dengan kehidupan sepupunya itu.
__ADS_1
"Ceritanya ..."