
Daddy dan Mommy Gled hanya saling pandang dan Gled tampak heran dengan sikap kedua orang tuanya.
"Ada apa Dad, Mom?" tanya Gled heran.
Daddy dan Mommynya tertawa melihat anak pertamanya tampak heran.
"Nggak apa apa sayang kami cuman membicarakan kamu tadi, kemudian kamu datang dan membuat kami hening sesaat" jawab Daddy tertawa.
"Oh gitu ya Dad, aku kira apaan tadi, kenapa bahas tentang aku?" tanya Gled menatap kedua orang tuanya.
"Daddy dengar dari Mommy anak Daddy dalam masalah cinta ya?" tanya Daddy kembali dengan tersenyum, sembari mereguk teh hangatnya.
"I ... ya Dad" jawab Gled terbata bata kemudian melirik ke arah Mommy dengan menggembungkan pipinya.
"Udah nggak usah kek gitu ekpresinya" balas Mommy tertawa.
"Masalah cinta ya sayang, Daddy ngerti masa masa seperti ini emang masa remaja yang paling indah, Daddy harap anak Daddy nggak bakal buat masalah, Daddy ngasih kebebasan untuk Gled, tetapi jangan kelewatan batas ya sayang. Jangan lupa nilai sekolahnya nggak boleh turun!" tegas Daddy tersenyum.
"Udah nggak usah tegang gitu wajahnya sayang" ucap Daddy lagi tertawa sembari melihat Mommynya.
"Hehehe iya Dad, aku akan ingat kok" balas Gled tertawa kecil. Gled menyadari ada hal yang membuat hatinya sedih.
"Dad ... Mom ..." ucap Gled melirik kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Gled saling menatap Gled. Seakan muncul pertanyaan di pikiran mereka.
"Ada apa sayang?" tanya Mommy sembari menyendok nasi untuk Daddynya.
"Kenapa masih pakai baju kantor si Mom?, apa Mommy sama Daddy baru pulang?, nggak capek apa?" tanya Gled mentap kedua orang tuanya.
"Nggak apa apa sayang, Dad dan Mom bekerja untuk kalian berdua, kami rela capek demi masa depan kalian" sahut Daddy tersenyum.
"Aku tau Dad dan Mom bekerja demi masa depanku, tetapi aku berfikir apa Dad dan Mom bisa pulang lebih awal nggak?, aku sedih lihat Nola yang kesepian dirumah ini, sama seperti waktu aku kecil yang kesepian di rumah besar ini. Aku nggak mau Nola juga bernasib sama sepertiku" ucap Gled melirik Adik kecilnya dengan tersenyum.
Nola juga terseyum melihat Kakaknya perhatian kepadanya.
Seketika Daddy tersentak mendengar ucapan Gled, ia menghela nafasnya.
__ADS_1
Hening sesaat ...
"Daddy minta maaf, Dad sadar bahwa waktu bersama keluarga lebih penting dibandingkan mengejar materi" ucap Daddy melihat Nola dan Gled.
"Mommy merasa bersalah kepada kalian, kebanyakan anak anak di luar sana yang orang tuanya memiliki usaha atau perusahaan, mereka akan kurang perhatian. Bukan berarti mereka nggak sayang anaknya. Mereka sangat menyayangi anaknya. Kamu udah dewasa Mommy tau kamu ngertikan maksud Mommy" jelas Mommy dengan wajah sendu.
Gled mengerti maksud perkataan Mommynya, ia tersenyum tipis sembari menundukkan kepala.
"Udah jangan sedih gitu dong sayang, Daddy dan Mommy janji akan usahakan pulang cepat dan setiap hari minggu jika tidak berhalangan, kita akan pergi bersantai bersama, agar rasa kebersamaan kita bisa lebih erat lagi" jelas Daddy tersenyum kemudian Nola turun dari kursinya dan memeluk Daddy.
"Yeiyyy ... bakal jalan jalan dong Dad" sorak Nola tersenyum.
"Makasih ya Dad, Mom, hatiku udah lebih lega. Semoga keluarga Wenard selalu harmonis" ucap Gled tersenyum menatap Daddy dan Mommynya.
Kemudian mereka sekeluarga makan malam bersama, yang dipenuhi dengan canda tawa dan rasa keharmonisan keluarga.
***
Penyelidikan hari ke 2
Namun berbeda dengan hari ini, kegiatan ekskul ditiadakan karena guru mengadakan rapat.
Semua siswa bebas melakukan apapun, tetapi tidak ada yang di perbolehkan pulang.
Gled, Villa dan Kiki tampak bersemangat karena ini adalah kesempatan emas untuk mereka, karena mereka akan menuntaskan kasus itu.
Saat mereka bertiga berjalan di koridor sekolah, Guvi tampak sedang berlatih dengan anggota ekskulnya.
Guvi terlihat tampan saat itu, ia memakai jaket abu abu dengan, bandana yang diikatkan dikepalanya
Guvi sangat serius mengajarkan anggota ekskulnya, bahkan ada beberapa siswi perempuan yang melihat ekskul marching band di lapangan itu terlihat menatap Guvi dengan penuh cinta dan ada juga yang meneriaki nama Guvi.
Gled terlihat jengkel dengan para gadis yang meneriaki Guvi dan menatapnya dengan penuh cinta.
"Lo lihat mereka nggak Gled, Guvi populer banget kan, tuh lihat tingkah anak cewek" ucap Kiki melihat Guvi yang tak sadar dengan keberadaan mereka bertiga.
"Gimana tuh para cewek nggak lepas pandang dari Guvi, lihat aja tuh penampilannya ganteng banget" puji Villa tersenyum.
__ADS_1
"Yaudah deh guys ngapain kita berhenti disini, lebih baik kita kembali ke tujuan awal" ajak Gled, tanpa berkomentar tentang Guvi.
Gled mulai melangkah dan di susul oleh Villa dan Kiki.
Saat Gled hendak melewati Guvi yang kini terlihat serius, sekilas Guvi memandang ke arah Gled refleks Guvi berteriak dan memanggil nama Gled.
"Gled ..." teriak Guvi tersenyum.
Gled tersentak dengan tingkah Guvi yang tiba tiba memanggil namanya. Ia tidak tau harus bersikap senang atau kesal karena semua mata tertuju padanya.
Gled, Villa dan Kiki saling melirik.
Kiki peka dengan apa yang dihadapi sahabatnya, Kiki menarik tangan Gled dan Villa juga mengikutinya.
Sebelum Gled melangkah ia sempat menorehkan senyuman kepada Guvi, Guvi tampak bahagia walaupun Gled tidak menemuinya.
Guvi juga merasa bahwa tingkahnya juga cukup lucu Mungkin Gled ngggak mau temui gue karena banyak orang ya disini, bodohnya gue semoga Gled nggak marah, gue tau mungkin ia tidak mau di tanya tanyain sama siswa dan siswi itu batin Guvi dan kemudian kembali fokus mengajari anggota ekskulnya.
Padahal sekarang hari bebas mau melakujan kegiatan ekskul atau tidaknya, tetapi anggota ekskul Guvi memaksa ingin latihan hari ini.
***
"Untung kalian bawa gue cepat cepat dari sana, gue nggak mau di pandang sinis kek gitu oleh mereka yang berada disana, bukannya gue takut, gue males aja ribet!" guman Gled melirik Villa dan Kiki.
"Iya Gled, gue orangnya peka kok" sahut Kiki memperhatikan sekitar.
"Guys, target ketemu" bisik Villa melihat di sisi kanan koridor yang tampak sepi.
Gled dan Kiki melihat ke arah yang dimaksud Villa dan benar tampak seseorang yang mereka cari sedang duduk sendirian, sambil membaca buku di tangannya.
"Kesempatan nih guys" ucap Kiki melirik kedua sahabatnya untuk berjalan.
Gled dan Villa mulai melangkah, mereka bertiga mendekati seseorang yang mereka cari.
Orang itu tampak terkejut dengan keberadaan Gled, Villa dan Kiki di koridor sepi itu.
"Kalian siapa?" tanya orang itu memandang ke arah Gled, Villa dan Kiki. Orang itu menghentikan aktivitas membacanya.
__ADS_1