
Kiki membuang muka dan menahan malu karena tanpa sengaja ia bertatapan dengan Haqqi.
"Ehemm" dehem Villa menyendok es krimnya.
Kiki dan Haqqi menatap Villa, karena berdehem secara tiba tiba, membuat tatapan Kiki dan Haqqi menjadi tersadar. Gled hanya memandang mereka semua dengan tatapan wajah tanpa ekpresi.
"Lo nggak usah khawatir sama gue Ber, gue tau lo bohong sama gue, kenapa nggak kerja sih" tanya Gled melihat Haqqi dengan wajah datar.
"Gue udah minta izin, jadi nggak usah khawatir gue nggak akan di pecat cuman gara gara nggak datang sehari, gue khawatir sama lo saat ini, gue mau lo bisa sedikit menenangkan diri, gue mau lo bisa kek jahilin gue lagi, sama seperti masa kecil kita dulu" ucap Haqqi tersenyum.
"Lo sih, gue lagi nggak mau bahas apa pun Ber, terserah lo mau berfikir gimana, ntar kalau gue ingat masa kecil kita, gue bakalan ingat badan gendut lo, yang susah lari kalau lomba lari, gue selalu menang lo jauh tertinggal" ucap Gled sedikit tertawa.
"Iya badan lo sih terlalu kurus, gue yang gendut gini susah lari, tapi sekarang gue nggak gendut lagi" balas Haqqi tertawa.
Mereka berempat berbicara dan menikmati es krim yang dingin di lidah itu.
Kiki, Villa dan Haqqi senang akhirnya Gled sudah mau tertawa.
"Ki pulang lagi yuk Ki, gue capek" ajak Gled melihat ke arah Kiki.
"Oke Gled, ayo kita pulang" sahut Kiki merasa lega, entahlah jantungnya berdegup kencang, sejak Haqqi menatapnya tadi.
"Eh es krim gue belum habis" ucap Haqqi.
"Udah habisin dulu es krim lo, kita pergi dulu selamat makan es krim" ucap Villa menyusul Gled dan Kiki.
Haqqi hanya diam dan melanjutkan makan es krimnya, ia menyadari dan diperhatikan oleh beberapa cewek yang berpakaian seragam sekolah, Haqqi hanya tersenyum melihat ke beberapa cewek itu.
Beberapa cewek itu melihat Haqqi tersenyum senyum sendiri.
"Kenapa tuh cewek pada liatin gue?" ucap Haqqi pelan, sambil menghabiskan es krimnya.
***
Setibanya di dalam rumah Gled langsung menaiki tangga kamarnya, tanpa melihat Dad dan Momnya duduk di sofa rumah.
"Mi, Gled kenapa tu?" tanya Daddy melihat ke Mommy Gled.
"Nggak tau juga Dad, Mommy susul aja lah Dad khawatir lihat Gled"
__ADS_1
"Iya Mi" ucap Daddy.
Mommynya Gled menyusul Gled ke kamarnya.
Gled merebahkan badannya ke ranjangnya, tanpa mengganti seragam sekolahnya.
Kemudian ada suara ketukan dari pintu kamarnya.
Gled membuka pintu itu, terlihat dari raut wajahnya ia tampak lesu, Mommy masuk ke kamar Gled.
"Ada apa ya Mom?" tanya Gled duduk di ranjangnya.
"Mommy lihat kamu kek lagi ada masalah, cerita dong ke Mommy" ucap Mommy mengelus rambut Gled.
"Aku bingung Mom, entahlah sejak kapan cinta ini bersemi Mom, kalau Mom jadi aku apa yang Mom lakukan?" tanya Gled melihat Mommynya.
"Anak Mommy jatuh cinta ya?" tanya Mommy balik sambil tertawa.
"Jangan diketawain dong Mom" jawab Gled merebahkan kepalanya di ranjang.
"Aku pusing Mom, aku diperebutkan sama 3 cowok, tadi mereka menyatakan cintanya ke aku, mereka semua baik Mom, aku nggak tau mau milih siapa" ucap Gled melihat Mommynya itu.
"Salah satunya Okim Mom" ucap Gled.
"Okim ya?, dia anak baik Gled, kalau Mommy masih muda, Mommy mau jadi pacarnya Okim" sambung Mommy tertawa.
"Ingat usia Mom, ntar Daddy marah" ucap Gled tersenyum.
"Trus dua lagi siapa?" tanya Mommy.
"Ini loh Mom namanya Guvi, dia baik Mom, dia pandai marching band, bahkan udah sampai luar negri, pertemuan ku dengannya pun tanpa disengaja, lihat ni Mom, dia yang ngasih ini ke aku" Gled mengeluarkan liontin itu dari baju seragamnya dan melihatkan ke Mommynya.
"Bagus sekali liontinnya" puji Mommy.
"Kalau yang satu lagi namanya Fandri Mom, dia Kakak kelas aku dari jurusan Mekantronika, jurusan kek buat robot, hatinya lembut Mom, dari cara memperlakukanku itu terkesan sangat menyayangiku Mom, ini pemberian dari dia Mom" ujar Gled menyentuh jepit rambut yang berwarna ungu dan kuning.
"Imut sekali jepit rambutnya, penasaran banget deh Mommy siapa dia, jarang lo Gled cowok ngasih jepit rambut" ucap Mommy tersenyum.
"Iya Mom Kak Fandri itu lembut banget serius, dia juga udah ikut latihan karate Mom" lanjut Gled tersenyum.
__ADS_1
"Wah mereka semua lolos dari kriteria Mommy" ucap Mommy.
"Aku bingung Mom, mau milih siapa?, aku nggak mau menyakiti hari mereka Mom, aku nggak mau mereka membenciku, aku udah senang bisa dikelilingi mereka yang baik hati dan membuat aku tersenyum" keluh Gled, dengan wajah lesu.
"Gled, ikuti kata hatimu, apapun yang dikatakan hatimu maka itu jawabannya" ucap Mommy Gled tersenyum.
"Baiklah Mom, aku akan coba buat tenangin diri dulu dan mencoba untuk memikirkan pilihanku lewat kata hatiku" balas Gled memeluk Mommynya "Makasih ya Mom, udah dengerin masalahku"
"Iya anak Mommy, yaudah mandi, terus ganti baju, terus makan" perintah Mommy tersenyum.
"Iya Mom, yaudah Gled mandi dulu" ucap Gled bangkit dari tidurnya dan langsung ke kamar mandi.
Mommynya hanya tersenyum melihat putri kecilnya kini sudah mulai remaja, Mommy menutup pintu kamar Gled dan melangkah pergi meninggalkan kamar Gled.
***
"kenapa gue deg degan segala sih" ketus Kiki sembari membaca lembaran novel yang di pegangnya, kini ia sedang berada di perpustakaan rumahnya.
"Jangan gini Ki, tapi kok tadi gue ngerasa deg degan banget saat didekat Haqqi" ucap Kiki berbicara sendiri.
"Gue sudah gila keknya nih!, jangan mikirin macam macam Kiki, masalah Gled belum kelar, jadi lo jangan buat masalah lagi" ucap Kiki lagi sambil membalik halamam novel yang ia buka.
"Mbak kenapa sih?, dari tadi ngomong sendiri" tanya Igun juga berada disana.
"Ah kamu minpi kali Dek, jelas jelas Mbak sedang baca novel" elak Kiki.
"Mbak lucu dari tadi aku lihat, baca novel sambil bicara bicara sendiri" ujar Igun tertawa.
Kiki diam dan tidak membalas ucapan Adiknya.
***
Malam harinya Gled duduk di balkon teras kamar rumahnya, sambil merasakan desiran angin.
Gled menatap lampu lampu gedung dan rumah rumah itu, yang kini tampak menjadi pemandangan baginya, ia telah terbiasa melihat semua itu.
"Kok gue jadi bingung kek gini ya" ucap Gled berbicara sendiri.
"Gue pilih siapa ya?, gue bingung, tapi Mommy bilang, ikuti kata hati, gue bakalan tentuin apa yang menurut kata hati gue.
__ADS_1
Entahlah apakah gue bahagia dengan pilihan gue nantinya" ucap Gled tersenyum menatap bintang yang indah di langit.