
Hari ini adalah hari sabtu, kegiatan ekskul biasanya akan diadakan hari ini.
Gled, Villa dan Kiki pergi ke ekskul mereka, memang benar mereka sahabat, tetapi selera mereka berbeda beda.
Gled akan pergi ke ekskul tari, karena Gled sangat menyukai tarian, Gled juga menjabat sebagai ketua eskul tari. Selain menjadi ketua eskul tari, ia juga menjabat sebagai Duta bullying yang dipilh langsung oleh kepala sekolah secara rahasia.
Gled sama sekali tidak tertarik menjadi anggota OSIS ataupun anggota PRAMUKA.
Seperti biasanya Villa akan pergi ke ekskulnya, ia juga menjabat sebagai sekretaris eskul musik. Villa juga menjabat sebagai anggota OSIS bagian kedisiplinan dan Duta bulliying.
Kiki juga akan pergi ke ekskulnya yaitu ekskul melukis, gambar yang selalu dibuatnya tampak memarik, ia menjabat sebagai bendahara ekskul melukis, Kiki juga menjabat sebagai Duta bulliying.
Ketiga gadis itu pergi ke ekskulnya masing masing.
***
Saat dari arah kanan koridor labor komputer, tampak Fandri sedang membaca buku yang ada di tangan kanannya, ia tetap membaca buku itu, tanpa memperhatikan jalan dan tanpa sadar ia menabrak seseorang yaitu Guvi.
"Oh maaf ya gue nggak sengaja" ucap Guvi.
"Iya nggak apa apa kok, eh bentar gue keknya nggak asing lagi sama wajah lo" ujar Fandri menatap wajah Guvi.
Guvi menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, sembari menatap wajah Fandri.
"Lo ketua ekskul marching band bukan?" duga Fandri menaikkan satu alisnya.
"Iya benar, nama gue Guvi William Dozen, dari kelas X1 OTP. 3, dan lo?" tanya Guvi balik.
"Nama lo Guvi ya, salam kenal ya, kalau nama gue Erfandri Fadel putra, gue dari kelas X11. mekantronika" jawab Fandri tersenyum.
"Oh jurusan mekantronika ni ya, jurusan yang membuat robot itu ya?" ujar Guvi.
"Iya benar, entahlah dari kecil gue suka nonton film robot di tv, trus gue bercita bercita ingin merakit robot sendiri" sambung Fandri tersenyum.
"Cita cita lo besar juga ya, semoga tercapai" ujar Guvi ikut tersenyum.
"Hehehe, lo kali yang udah sukses, udah keluar negri lagi ngikutin lomba marching band" puji Fandri menepuk bahu Guvi yang sejajar dengan bahunya.
"Kita sama sama hebat kok, yang terpenting usaha, karena kalau kita mau mencapaibsesuatu, trus usaha kita belum maksimal, tentunya kita nggak akan dapat apa apa" ucap Guvi tersenyum.
"Iya juga sih, kita harus berusaha lebih keras lagi, seneng deh gue ngomong sama lo bicaranya nyambung gitu, ternyata lo nggak sombong ya" ucap Fandri tertawa.
"Gue juga senang bicara sama lo, lain kali kita ngopi ngopi bareng" ajak Guvi tertawa.
__ADS_1
"Oke oke kita bakal ngopi ngopi bareng kok, yaudah gue pergi dulu ya mau ketemu sama seseorang" ucap Fandri hendak melangkahkan kaki.
"Mau ketemu sama cewek ya, good luck ya!" ucap Guvi tertawa dan juga ikut melangkah
"Iya thanks" jawab Fandri tertawa dan melangkah meninggalkan Guvi.
Guvi hanya tertawa dan melanjutkan perjalanannya menuju ke eskul favoritnya yaitu marching band.
Guvi dan Fandri tidak tau bahwa mereka berdua mencintai satu orang yang sama, apakah hubungan pertemanan mereka yang baru saja terjalin akan hancur atau tidak sama sekali ...
Saat Guvi hendak berjalan menuju ruangan ekskulnya tiba tiba dari arah depannya datang Okim yang memakai kaca mata hitamnya, berlalu begitu saja, tanpa berpaling ke arahnya.
Keren juga tuh anak, mungkin anak baru kali ya batin Guvi melanjutkan perjalanannya.
Kita tidak pernah tahu pertemuan singkat serta saling sapa itu, tidak akan ada lagi jika ada satu kata "pertengkaran" semua akan berubah jika kata itu muncul dalam sebuah hubungan.
***
Bel pulang berbunyi
Gled langsung keluar dari ruangan ekskulnya, saat ia ingin melangkahkan kaki berjalan menemui ketiga sahabatnya, tiba tiba ada yang memanggil namanya.
"Gled ... " teriak seseorang berasal dari belakangnya.
Ia adalah Fandri, tersenyum manis kepada Gled "Gled ada waktu sebentar?" tanya Fandri menatap Gled.
"Oh tentu saja, ada apa emang Kak?" tanya Gled, merapikan rambutnya yang terkena desiran angin, hingga poninya menutupi wajahnya.
Fandri tampak mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya.
Ia kemudian membantu Gled merapikan poni Gled dengan menempelkan dua penjempit rambut yang berwarna ungu dan kuning.
Gled tersentak saat Fandri menempelkan jepitan di rambutnya.
Fandri dengan rapinya menata rambut Gled dan secara mendadak ia sadar akan tingkahnya.
"Maaf Gled, gue langsung pasangin jepitan itu dirambut lo, awalnya gue ingin memberikan jepitan itu untuk lo" ucap Fandri tersenyum tulus hingga senyuman lesumnya tampak jelas, Fandri terlihat manis saat senyum lesumnya kelihatan.
"Iya nggak apa apa kok Kak Fandri, makasih ya udah ngasih gue jepitan rambut" ucap Gled memegang jepit rambut yang terpasangkan dikepalanya.
"Jangan lihat dari harganya ya Gled, jepit rambutnya terlihat lucu aja gitu, trus gue teringat akan lo jadi gue beli deh jepit rambutnya" gumam Fandri tersenyum.
"Iya Kak, gue nggak pandang harga kok, yang penting lo ikhlas ngasih gue" balas Gled tersenyum.
__ADS_1
"Makasih ya Gled lo udah hargain pemberian gue, lain kali gue bakal ngasih yang lebih berharga lagi, lihat aja esok kalau lo udah jadi pa ... " ucap Fandri terpotong karena ia belum bisa mengungkapkan perasaannya kepada Gled.
"Masama Kak, kalau boleh gue tau jadi apa ya Kak?" tanya Gled penasaran
"Hehehe lupakan saja, mungkin belum waktunya, mau pulang bareng nggak?" ajak Fandri menatap Gled.
"Enggak dulu ya Kak, solanya udah janji sama Villa dan Kiki" elak Gled.
"Yaudah deh, hati hati ya pulangnya, kalau gue ngajak lain kali jangan nolak ya" ucap Fandri tertawa.
Gled hanya tersenyum membalas ucapan Fandri, ia merasa bingung saat ini perlakuan Fandri sangat manis.
Lo baik juga ya kak, hati gue bingng batin Gled melangkah menemui kedua sahabatnya.
Lihat aja ntar Gled, gue bakal ngasih suprise ke lo dan ngungkapin perasaan gue ke lo batin Fandri tersenyum sembari menyandang tasnya menuju parkiran.
***
Saat Kiki hendak berjalan menuju taman sekolah, karena mereka bertiga akan berkumpul disana.
Kiki kaget dan merasa senang, ia kembali melihat cowok yang sedang ia cari cari, awalnya Kiki ragu untuk mendekatinya, tetapi karena dari belakangnya ada tangan yang memegang bahunya memberi isyarat untuk mendekati cowok itu.
Mereka adalah Gled dan Villa yang berbarengan datang.
Ketiga gadis itu menemui cowok yang sedang mereka cari cari, karena merasa penasaran dengan dirinya.
Awalnya Gled, Villa dan Kiki hanya ingin bertemu di taman itu karena Villa dan Kiki ingin tau apa isi kado dari Guvi.
Mereka tidak menduga ternyata mereka bertemu dengan cowok itu.
Mereka berjalan mendekati cowok itu, cowok itu tersadar akan kedatangan seseorang, ia langsung menoleh ke arah suara yang mendekatinya.
Mata cowok itu bertemu dengan mata Kiki, sejenak kedua mata mereka saling menatap, Gled memegang bahu Kiki dan Kiki tersadar atas lamunannya.
Cowok itu membuang muka, ia hendak pergi dari taman itu, tetapi langkahnya terhenti.
"Lo tunggu bentar!" tukas Kiki menatap cowok itu.
"Gue mau minta maaf, karena terlalu keras sama lo waktu itu" ucap Kiki merasa bersalah.
"Iya nggak apa apa kok, emang salah gue" ujar cowok itu tersenyum tipis.
"Oh ya gue pengen nanya sesuatu" ucap Kiki berwajah datar.
__ADS_1
"Tanya apaan ya?" ucap cowok itu tampak bingung.