Kandidat Hati Gledies

Kandidat Hati Gledies
Berebut kursi


__ADS_3

Festival seni SMK ELIT


Hari akan diadakan festival disetiap tahunnya di SMK ELIT.


Festival itu diadakan untuk mengurangi stress para siswa akibat mata pelajaran yang sulit bagi mereka. Festival ini juga diadakan untuk mengembangkan bakat bagi siswa.


Tidak hanya penampilan saja yang di tampilkan disana, tetapi ada stan makanan juga yang di perjual belikan oleh siswa yang ikut berpatisipasi.


Seluruh siswa menyambut dengan senang hati festival, salah satunya jurusan makantronika, jurusan mereka memang sulit karena jurusan ini khusus mempelajari pembuatan robot dan mesin untuk industri.


Festival ini diadakan hanya sehari, di mulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore.


Semua siswa telah berkumpul di aula SMK ELIT. Aula itu terkesan luas dan panggungnya tampak lebar.


Gled dan Kiki duduk di aula tersebut. Villa sangat sibuk hari ini karena ia adalah anggota OSIS, makanya ia tidak bisa duduk bersama Gled dan Kiki.


Tak lama sesudah itu Haqqi datang dan duduk di samping Kiki, karena ia melihat kursi di samping Kiki tampak kosong.


"Hai Ki" sapa Haqqi tersenyum kepada Kiki, tampaknya Haqqi terlihat bahagia.


"Hai juga" balas Kiki menolehkan pandangannya ke arah Haqqi.


"Gled kenapa cemberut kek gitu sih?" tanya Haqqi kepada Kiki dengan menaikkan satu alisnya dan pandangannya melihat ke arah Gled yang sedang menatap panggung Aula.


"Lagi badmood" jawab Kiki singkat.


"Oh lagi badmood ya, cewek emang kek gitu ya susah ngatur mood sendiri" ucap Haqqi tersenyum tipis.


"Ya namanya cewek ya kek gitu" sambung Kiki berwajah datar.


Nih anak kenapa duduk di samping gue sih, untung gue udah bisa ngatur jantung gue supaya nggak deg degan lagi batin Kiki terlihat biasa saja.


Haqqi berinisiatif untuk menghibur Gled yang sedang badmood.


Ia mengetahui kalau sepupunya itu, masih memikirkan ketiga cowok tersebut.


"Gled ..., Gled ..." sapa Haqqi meneriaki Gled yang sedang melamun.


Lamunan Gled buyar saat Haqqi meneriakinya.


"Iya, kenapa Ber?" tanya Gled melihat ke arah Haqqi.


"Loh sejak kapan disini Ber?" tanya Gled lagi tampak bingung

__ADS_1


"Baru nyampe sih. Kok cemberut kek gitu sih?" tanya Haqqi melihat Gled tampak khawatir.


"Nggak ada kok cuman berada di fase sulit mikir, lo nggak usah khawatir sama gue" balas Gled tersenyum.


"Yaudah deh, senyum dikit lah jangan cemberut mulu" sambung Haqqi dengan mata sendu.


"Iya nih gue senyum udah kan" balas Gled mencoba untuk tersenyum dan melihatkan senyumannya itu kepada Haqqi agar Haqqi tidak mengganggunya terus.


Haqqi mengancungkan jempolnya, seraya tersenyum melihat tingkah Gled dengan rayt wajah tersenyum.


Saat itu Kiki benar benar merasa berada di tengah tengah antara Gled dan Haqqi.


Gled mencoba berbicara dengan Kiki, agar Kiki tidak merasa dikacangin, karena Gled bicara dengan Haqqi.


Sekitar 5 menit sesudah itu, Guvi datang dengan aura yang berbeda, ia terlihat ceria hari ini.


Guvi melihat dimana keberadaan Gled, mata Guvi akhirnya menemukan Gled, tampaknya kursi di deretan Gled duduk masih kosong, kursi di samping Gled juga belum terisi.


Guvi sangat bahagia, ia dengan cepat melangkah menuju kursi di samping Gled.


Tampaknya tidak semudah itu Guvi bisa duduk di samping Gled, ia juga melihat ada Okim dari arah kanan aula. Okim melihat keberadaan Gled dan ingin duduk di samping Gled.


Fandri juga terlihat dari arah Kiri aula, tampaknya ia juga ingin duduk di samping Gled.


Dengan langkah yang cepat mereka berlari ke kursi yang berada disebelah Gled, tingkah mereka juga di perhatikan oleh siswa yang berada disana.


Ketiga cowok itu berebut untuk duduk di samping Gled, namun pada akhirnya yang sampai duluan adalah Guvi.


Guvi tersenyum puas kepada Okim dan Fandri.


Gled tampak terkejut karena keberadaan Guvi yang tiba tiba datang dengan nafas yang ngos ngosan.


Ia juga melihat Okim yang tampak kesal duduk di sebelah Guvi. Fandri juga berada disana dengan tersenyum kepada Gled.


Fandri tidak terlalu mementingkan ia duduk di sebelah Gled atau tidak, tetapi melihat Gled tampak tersenyum saja sudah membuat ia bahagia, tetapi tetap saja ia juga merasa kesal kepada Guvi karena Guvi yang duduk di samping Gled.


"Nafas lo kenapa ngos ngosan?" tanya Gled melihat Guvi yang duduk di sampingnya.


"Gue seneng bisa duduk disamping lo" jawab Guvi bisa mengatur nafasnya.


"Kok bisa lo disini, biasanya kan lo sibuk amat dengan para anak didikan lo dan fans fans lo" ketus Gled melipat tangan di dada.


"Kok lo ngomongnya kek gitu sih, apa gue salah ya?" tanya Guvi memiringkan badannya melihat ke arah Gled.

__ADS_1


"Nggak ada kok, kalau mau sibuk sibuk aja nggak masalah kok, lo nggak ada waktu buat gue" gumam Gled pelan, tetapi masih terdengar oleh Guvi.


"Lah iya kan gue yang salah" ucap Guvi dengan mata sendu.


"Apa lo cemburu ya gue di dekati sama anak anak cewek yang suka lihat gue latihan?" tanya Guvi menatap Gled.


Gled memiringkan tubuhnya melihat ke arah Guvi.


"Nggak ..." ucap Gled pelan.


"Walaupun mereka sering lihatin gue, cinta gue hanya untuk lo kok, pliss maafin gue ya, memang akhir akhir ini gue sibuk banget, tapi sekarang gue nggak bakal sibuk lagi kok" ucap Guvi menatap mata Gled.


"Kenapa kek gitu juga sih, gue becanda kok" balas Gled tersenyum.


"Gue nggak percaya lo becanda, gue bakal sering sering kok bagi waktu untuk lo, gue bakal jadi orang yang selalu support lo kok" ucap Guvi tersenyum.


"Gue nggak suka ngekang orang dan sebaliknya gue nggak suka dikekang" balas Gled menatap Guvi.


"Bohong itu Gled jangan percaya" sahut Okim tertawa.


"Apa lo?!" ancam Guvi menatap Okim.


"Lo sih terlalu sibuk amat, entar gue lagi yang dapetin Gled" ucap Okim tersenyum kepada Gled.


"Udah deh kalian jangan berantem mulu, cuman Gled yang memutuskan siapa yang bakal dia pilih, kita hanya bisa berusaha supaya Gled bisa bahagia" sahut Fandri dengan tersenyum sehingga menampakkan senyum lesum pipitnya.


"Ah sok bijak lo" sahut Okim melirik Fandri.


"Kak Fandri kan emang lebih tua setahun dari kita, jadi dia lebih dewasa nggak kek kita" sambung Guvi melirik Okim dan beralih melihat Fandri dengan tersenyum.


"Udah jangan puji gue kek gitu, ntar kalau kalian terlalu memuji gue Gled bakal milih gue" ucap Fandri melihat Gled dengan tersenyum.


Gled hanya tersenyum membalas semua perkataan mereka bertiga, ingin dia tertawa karena melihat kandidat hatinya bertingkah konyol satu sama lain.


Bagi Gled mereka bertiga sangatlah baik dan karena hal kecil mereka bisa membuat Gled tertawa.


"Lah kepedean lo Kak" sambung Okim tertawa.


"Eh lo manggil gue Kakak, apa gue salah denger nih?" tanya Fandri melirik Okim yang berada di sampingnya.


"Apa gue nggak boleh?!" tanya Okim dengan tertawa.


"Lah boleh malahan Okim" jawab Fandri dengan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2