Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 10 Visual All karakter


__ADS_3

•Alan William



•Athalia Yoona



•Ziyan William



•Nathan Adric



•Yandha William



•Sammuel



•Dr. Vian



•Merissa Adric



•Sisil Calista



•Sekretaris Merry



Gimana Reader, Visual diatas udah cocok dan sesuai dengan imajinasi kalian belum??😆


kalau belum cocok boleh rekomendasikan yang menurut kalian cocok dan bagus ya..!!


Author halunya sama yang drakor ya, maaf kalau mungkin ada yang tidak suka.🙏🙏


Yuk kembali kecerita, Happy Reading****.!!


.


.


.


.


Setelah keluar dari Rumah besar nan mewah, Yoona langsung memberhentikan Taxi lalu melaju menuju Apartemennya.


Minggu ini banyak hal yang tidak terduga didalam hidup Yoona. Mulai dari hal buruk hingga hal yang membuatnya bahagia walau hanya sekejap mata.


semuanya dilewati mengalir seperti air terjun yang jatuh sangat cepat.


"Nona sudah sampai di alamat yang nona bilang tadi..!!" Ucap supir Taxi membuat lamunan Yoona buyar.


"Ehh oke terimakasih..!!" Ucap Yoona sambil memberikan uang lalu turun dari Taxi.


Yoona mendongakan kepalanya menatap gedung yang tinggi dihadapannya.


"Wel come to my Istana..!!" Ucap Yoona sambil meregangkan kedua tangannya lalu masuk kedalam Gedung Apartemen.


"Aku harus istirahat full tanpa ada yang mengganggu, banyak sekali kejadian akhir-akhir ini..!" Gumam Yoona sambil memijat-mijat bahunya dan menekan tombol Lift.


Tinggg..


Lift terbuka dan langsung menampakan tiga pria tinggi besar berkacamata hitam yang sangat menyeramkan keluar dari dalam Lift.


Tiga pria itu berpapasan dengan Yoona yang hendak masuk kedalam Lift sedangkan mereka keluar dari dalam Lift.


"Siapa sih mereka postur tubuhnya seperti Bodyguard..?" Gumam Yoona sambil menekan tombol Lift lantai 15.


Setelah sampai dilantai 15 Yoona langsung merogoh kunci didalam sakunya dan membuka pintu Apartemennya.

__ADS_1


Yoona sangat terkejut setelah membuka pintu ternyata didalam Apartemennya sudah seperti kapal pecah.


Ruang tamu, kamar dan dapurnya berantakan melebihi kapal pecah.


"Arrgghhhh makhluk apa yang membuat Rumahku seperti ini..!!!" Teriak Yoona sambil mencengkram kepalanya sendiri.


Yoona ingin langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, namun bagaimana bisa rebahan jika keadaannya membuat kesal karena harus membereskan rumahnya yang berantakan itu.


"Satupun barang tidak ada yang hilang, memangnya apa sih yang membuat para makhluk itu memberantakan Rumahku..?" Gerutu Yoona sambil membereskan satu persatu barang yang berserakan.


"Jangan-jangan..!!" sontak Yoona teringat sesuatu dan langsung berlari menuju kamarnya dan langsung membuka lemari, dia langsung membuka kotak kecil untuk melihat isinya.


Yoona langsung menghembuskan napas leganya karena benda yang menurutnya sangat berharga masih ada dan tersimpan rapi didalam kotak kecil.


"Fiuuhh.. Untung saja benda kecil berharga ini masih ada," ucapnya sambil memakai sebelah Anting kecil permata berbentuk hati merah muda dengan lingkaran Emas disekitarnya.


Anting kecil itu adalah pemberian dari ibunya, walaupun hanya 1 dan tidak ada pasangannya dia sangat menyayanginya sampai tidak berani untuk memakainya karena takut hilang. namun dia sekarang memakai anting itu karena merasa tidak aman jika menaruhnya dirumah.


"Ehh jangan bilang ini perbuatan orang-orang tinggi besar tadi yang ketemu dibawah..!" Gumam Yoona berpikir sejenak dan merasa sangat kesal.


"Huuaaaaa..!! Ibu aku membutuhkan mu sekarang,, Hiks.." Teriak Yoona sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur dan diapun langsung tertidur pulas.


.


.


.


.


Diwaktu yang sama dirumah utama kediaman William, Yandha yang baru saja pulang dari Kota Newyork di Amerika Serikat datang kerumah utama keluarga William untuk menemui orangtuanya.


Yandha pun disambut dengan sangat hangat oleh pelayan dan juga Ibunya yang sudah sangat merindukan anak bungsunya itu.


"Sayang kenapa kamu lama sekali tidak pulang..?" Ucap Karyn sambil memeluk dan mengecup kening putranya.


"Ibu kamu seperti tidak tahu bahwa Ayah yang jahat melemparku keluar Negeri.!" Gumam Yandha sambil memonyongkan bibirnya.


"Haha kalau kamu tidak mau kenapa waktu itu tidak menolak..?" Ucap Karyn sambil mengajak Putranya untuk duduk di Sofa.


"Hanya kakak yang berani menolak perintah Ayah.!" Jawab Yandha sambil menyenderkan tubuhnya ke Sofa.


"Ya Kakak mu mewarisi sifat Adnan sangat keras kepala." Ucap Karyn sedikit sedih.


Berbeda dengan Yandha, dia putra yang sangat penurut dan tidak pernah membantah apa kata Ayahnya. Namun dibalik itu semua selalu tersembunyi sifat Misterius dibalik sifatnya yang ramah dan hanya Alan yang selalu menyadari niat licik dari adiknya itu.


"Sudahlah Bu..! Jangan terus mengingat dan menyebut namanya jika itu membuat ibu bersedih..!" Timpal Yandha sambil mengusap air matanya yang sudah hampir menetes.


"Baiklah ibu tidak apa-apa..! Cepat temui Ayahmu dulu diruang bacanya atau dia akan marah..!!" Ucap Karyn sambil memegang kedua bahu putranya.


"Baiklah..!!" Yandha pun berjalan menuju Ruang baca untuk menemui Ayahnya.


Tokkk.. Tokkk...!


"Masuk..!!" Ucap Fredy dari dalam ruangan.


"Ayah kamu bahkan tidak menyambut kepulanganku..!!" Ketus Yandha sambil membuka pintu dan menutupnya kembali.


"Hanya anak kecil yang suka disambut." Jawab Fredy tanpa menoleh kearah Yandha.


Fredy sedang berdiri didepan jendela sambil menatap dengan pandangan kosong keluar jendela. Tidak tau apa yang ada didalam pikirannya saat ini, dia terus menatap kosong keluar jendela.


"Ayah dulu kamu tiba-tiba menyuruhku ke Newyork untuk urusan yang sangat merepotkan, dan sekarang kau menyuruhku untuk cepat-cepat pulang, aku ini anakmu atau pesuruhmu??" Ketus Yandha menghampiri Ayahnya.


"Sudah 5 tahun..!!" Gumam Fredy singkat.


"Apa??" tanya Yandha pura-pura tidak tau.


"Sudah 5 tahun kau di Newyork tapi tidak pernah ada hasil apapun yang didapatkan.!" Gumam Fredy masih tetap dengan tatapan kosongnya.


"Ayah berhentilah berpikir terlalu serius, kau sudah tua santaikanlah sedikit otakmu itu. Kau masih punya aku dan Alan, apa kami tidak kau anggap anak hingga hanya ada Adnan dipikiranmu??" Ucap Yandha dengan nada yang sedikit menekan.


"Kalian semua adalah Putra-putraku, itulah sebabnya aku selalu menyayangi kalian walau sudah jadi mayat sekalipun." ucap Fredy kembali ketempat duduknya.


"Kau aku kirim ke Newyork untuk menyelidiki keluarga Atharic,sekarang aku ingin kau pulang juga masih karena keluarga Atharic." Sambung Fredy lagi sambil menyilangkan jari-jari tangannya.


"Atharic adalah keluarga Boss Mafia terbesar di Amerika Serikat, semua Mafia kecil tunduk dibawah pengawasannya. Bukan hanya dunia Mafia namun didunia bisnis pun dia no 1 dikota Newyork. tapi 4 tahun terakhir nama itu seperti hilang ditelan bumi, aku bahkan kesulitan mencari data tentangnya." Ucap Yandha dengan ekspresi datar.


"Ziyan bertemu dengan orang yang sangat mirip dengan Ellie, aku ingin kau menyelidikinya..!!" Perintah Fredy sambil berdiri menghampiri Yandha.


"Hemm wanita itu ya, aku bahkan sudah bertemu juga dengannya." Gumam Yandha dalam hati.

__ADS_1


"Aku sangat yakin Ellie ada hubungannya dengan kematian Adnan, aku tau ada yang disembunyikan oleh Alan, Yan aku akan terus mengandalkan mu sekarang..!!" Ucap Fredy sambil menepuk bahu anaknya.


"Baiklah seperti perintahmu, aku akan menyelidikinya." Ucap Yandha lalu pergi meninggalkan Ayahnya.


"Yan kau harus berhati-hati aku curiga ini adalah rencana besar yang sudah dirangkai serapi mungkin." Ucap Fredy dalam hati sambil menatap punggung anaknya.


.


.


.


***


"Yoona lebih cepat lagi kita dikepung musuh.!!" Ucap seorang wanita dengan sangat panik.


"Sabar kak aku sudah tancap gas secepat mungkin." Ucap Yoona fokus dengan kemudinya.


"Hahaha gadis bodoh kalian semua akan mati.!!" Ucap seorang Pria dari dalam mobil yang tiba-tiba menyalip.


Dorr dorrr dorrr...


Suara tembakan membuat gendang telinga Yoona seolah-olah mau pecah. namun dia terus tetap mengemudikan Mobilnya dengan sangat cepat.


"Kakak bagaimana ini??" tanya Yoona sangat panik.


"Yoona maaf aku tidak bisa melindungimu..!! Kau pergilah selamatkan dirimu sendiri.!" Ucap Wanita itu sambil mendorong tubuh Yoona dan.....


"Arrggghhhhhhh...!!" Teriak Yoona langsung terbangun dari mimpi buruknya.


"Huhh hiks aku benci mimpi ini..!! aku benci..!!" Teriak Yoona terisak menangis sambil mencengkram kepalanya sendiri.


Setiap tertidur dia sering sekali bermimpi buruk dengan cerita yang sama yang membuat tubuh Yoona langsung gemetar dan berkeringat dingin, mimpi itu sangat menakutkan melebihi apapun.


Membuat trauma yang tidak pernah kunjung hilang dengan suara yang terdengar keras menusuk telinga.


"Sebenarnya mimpi apa yang aku alami, siapa orang yang aku panggil kakak? dan siapa orang-orang yang mau membunuhku?" Gumam Yoona dalam hati.


Yoona pun langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk kembali membereskan rumahnya yang masih berantakan. Walau tubuhnya masih bergetar ketakutan mengingat mimpi buruk tadi dia tetap bangun dan menggerakan badannya karena dia memang buka tipe gadis yang pemalas.


Tlingg.. Suara pesan masuk.


"Siapa sih yang mengirim Mechat" Ucap Yoona sambil mengambil ponselnya dan membuka pesan.


***Pesan Masuk***


Sisil: Yoona nanti malam kita ke Bar yuk,,! ada kerja part time lumayan ¥100. 🤑


"Hmm..!! 100.000 ya lumayan sih tapi luka ku belum sembuh gimana ya?" Pikir Yoona sambil memegang dagunya.


"Terima saja deh lumayan" Sambungnya lagi berbicara sendiri.


***Pesan Masuk***


Sisil: Yoona nanti malam kita ke Bar yuk,,! ada kerja, part time lumayan ¥100. 🤑


Yoona: Oke tapi nanti jemput aku ya..!😉


Sisil: Oke deh jam 06:30 PM aku jemput.🙄


"Hmm masih ada waktu ni cukup untuk beres-beres dan bersantai." Gumam Yoona sambil berjalan menuju dapur.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Dukung terus Author ya dengan cara Rate 5🌟, Like and Coment..!!


Terimakasih buat para Readers..!😘

__ADS_1


Salam manis dari Author @Lulun_Eerlyan07


__ADS_2