
"Yoona..!!" Panggil Alan membuat Yoona langsung terkejut dan berbalik melihat kearah suara.
Mata Yoona terbelalak saat melihat Alan datang menghampirinya bersama seorang gadis yang terlihat sangat cantik. Gadis itu terus saja memeluk tangan Alan dan tidak mau melepaskannya. Alan juga terlihat sangat mesra bersama gadis itu.
Bibir Yoona terkatup rapat dan darahnya serasa mendidih, ingin rasanya dia mendaratkan tonjokannya kepipi Alan dan menjambak habis rambut gadis disampingnya.
"Alan??" lirih Yoona sambil menatap Alan dan gadis disampingnya bergantian.
Yoona mengepalkan kedua tanganya menahan emosi, hatinya terasa pilu melihat kemesraan Alan dan kekasihnya.
"Aku kemari hanya mau minta maaf, semalam aku ketiduran hingga lupa dengan janji untuk menemuimu." Ucap Alan dengan ekspresi santainya.
"Itu karena kau terlalu bersemangat semalam sampai lelah lalu ketiduran.!" Gerutu gadis disampingnya dengan suara manja.
Yoona memicingkan kedua matanya, hatinya marah bukan main. Dia menunggunya sendiri hingga larut malam namun ternyata yang ditunggu malah bersenang-senang dengan seorang wanita.
"Apa... Apa kalian berdua tidur bersama??" tanya Yoona dengan sangat ragu-ragu.
"Tentu saja kami tidur bersama, bahkan semalam Alan membuatku sangat kelelahan," jawab gadis itu sambil menyentuh dagu Alan.
Hati Yoona begitu terasa sakit saat melihat Alan tidak membantah kata-kata gadis itu. Alan malah tersenyum tanda bahwa dia memang melakukannya semalam.
"Yoona semuanya sudah jelas, aku harap kau tidak berharap lebih," tutur Alan sambil membalas pelukan gadis disampingnya, "Mulai sekarang anggap saja kita tidak pernah bertemu, sayang ayo kiya pergi.!!" Alan dengan santai dia langsung pergi meninggalkan Yoona,
Perasaan Yoona menjadi tidak karuan hatinya terasa sangat pilu, air mata pun mengalir membasahi pipinya. Dia masih berdiri sambil terus menatap punggung Alan yang mulai jauh dari hadapannya.
"Alan kau sialan dasar laki-laki brengs*k..!!" Teriak Yoona dalam mimpinya.
"Alan aku benci kamu, aku benci kamu," Yoona terus saja mengigau, dia terlihat sangat gelisah. Air matanya terus mengalir dan tubuhnya menjadi berkeringat namun terasa sangat dingin.
"Yoona sadarlah, apa kau bermimpi buruk??" tanya Ady Wilson sambil menepuk-nepuk pelan pipi Yoona.
Yoona perlahan membuka kedua matanya, remang-remang dia menatap langit-langit berwarna blue. Saat semua kesadaranya terkumpul, Yoona terkejut dan langsung terbangun duduk diatas kasur.
Yoona meraba pipinya yang terasa basah lalu menghapus air matanya.
"Apa aku menangis??" pikirnya sambil terus mengelap pipinya dengan kedua tanganya.
Dia sadar ternyata yang tadi itu hanya mimpi, tapi mimpi itu terlihat sangat nyata hingga kepedihan hatinya terasa menusuk bahkan air matapun ikut menetes.
"Ini pasti akibat terlalu kesal denganya hingga terbawa kedalam mimpi," gumam Yoona sambil menepuk kepalanya sendiri.
"Siapa yang membuatmu kesal??" tanya Ady yang sejak tadi duduk dibelakangnya.
"Astaga sejak kapan ada orang di belakangku??" pekik Yoona sambil menarik selimut dan memundurkan bokongnya ketepi ranjang.
"Hihi, aku sejak tadi disini tapi kau malah membelakangi ku," jawab Ady sambil menunjukan senyum manisnya.
Yoona menatap Ady dengan tatapan waspada, secara dia tidak mengenal pria dihadapanya itu. Perlahan Yoona menurunkan kakinya dari ranjang sambil masih menatap Ady dengan tatapan tajamnya.
"Wah kenapa kau menatapku seperti itu? Aku bukan orang jahat loh, aku orang yang sudah menolongmu saat pingsan di taman," tutur Ady sambil beranjak dari tepi ranjang.
Yoona terdiam sejenak dan langsung mencoba untuk mengingat kembali apa yang sudah terjadi. Dia baru ingat bahwa dia semalam membiarkan tubuhnya kehujanan karena sangat marah dan kecewa kepada Alan. Kemudian dia merasa kepalanya sangat pusing dan telinganya berdenging hinnga penglihatanya menjadi gelap lalu setelah itu dia tidak mengingat apa-apa lagi.
"Jadi ini rumah mu, dan kau juga yang membawaku kemari??" tanya Yoona sambil memusatkan pandangannya ke setiap sudut kamar.
"Betul sekali, jika ingin berterimakasih nanti saja sekarang aku masih ada urusan," balas Ady sambil menatap jam tangannya, "Untuk sementara tinggalah disini sampai keadaanmu membaik.!!" Sambungnya lagi lalu berjalan menuju pintu.
"Tunggu siapa nama mu??" tanya Yoona.
"Nama ku Ady Wilson," jawab Ady tanpa menoleh kearah Yoona dan terus berjalan dengan gaya santainya.
"Tuan muda Ady aku sungguh sangat berterimakasih.!!" Ucap Yoona sambil membungkukan badannya.
__ADS_1
Ady lalu menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Yoona, "Bukannya sudah aku bilang jika ingin berterimakasih nanti saja,dan juga jangan panggil aku tuan muda,"
"Lalu aku harus memanggilmu dengan panggilan apa??" tanya Yoona sedikit bingung.
"Kakak.!!" Jawabnya lalu pergi begitu saja.
"Hah, Kakak??" pikir Yoona sangat bingung.
Yoona tidak begitu memperdulikan kata-katanya, dia lalu berjalan keluar dari kamar. Yoona melihat-lihat seluruh isi ruangan yang barang-barangnya terlihat sangat mewah dan mahal.
"Nona sarapan anda sudah siap..!"
Yoona terkejut karena seorang pelayan tiba-tiba saja datang dari arah belakangnya. Karena perutnya sudah sangat lapar, tanpa ragu Yoona langsung mengikuti pelayan itu menuju ruang makan.
"Silahkan Nona..!!" Seru seorang pelayan sambil menarik kursi untuk Yoona.
"Terimakasih," balas Yoona lalu duduk dikursi yang sudah di siapkan.
Perlahan Yoona mulai menyantap makanan enak di hadapanya. Dia tidak merasa ragu atau takut jika saja makanan itu ditaburi racun. Dengan santai dia terus saja memakan semua makanan yang di hidangkan.
"Aku masih sangat kesal, aku akan menumpahkan semua amarahku pada makanan-makanan ini.!!" Batin Yoona sambil melahap makanan seperti monster yang sedang memangsa hasil buruannya.
Yoona memakan semua makanan dengan sangat rakus, biasanya saat seorang wanita sedang kecewa atau sakit hati kepada seorang pria dia tidak akan memiliki nafsu makan. Tapi Yoona sebaliknya, dia akan menunjukan bahwa dia tidak kecewa sama sekali dengan cara menunjukan selera makannya yang semakin bagus
"Lihat aku sanggup makan semua hidangan ini, itu tandanya aku tidak sakit hati.!!" Ketus Yoona sambil memasukan semua makanan kedalam mulut.
Padahal perasaannya sungguh berbeda dengan sikap yang ia tunjukan. Batinnya masih terasa perih jika teringat kejadian semalam.
Setelah selesai makan Yoona langsung terduduk sambil mengelus-ngelus perutnya yang buncit karena kekenyangan. Saat terasa sudah nyaman Yoona lalu berjalan untuk melihat-lihat sebenarnya sedang berada dimana dia saat ini.
"Waw..!! Rumah ini bukan hanya besar tapi benar-benar sangat mewah dan unik, banyak lukisan-lukisan bersejarah di dinding rumah. Pasti pemilik rumah ini sangat kuno." Pikir Yoona sambil terus memperhatikan setiap foto yang dia lihat.
Saat Yoona melihat sebuah foto keluarga, pandangan matanya terhenti di satu foto. Terlihat ada 5 orang didalam foto itu yang terdiri dari ayah,ibu dan ketiga anak-anaknya. Anak laki-laki yang masih remaja terlihat seperti Ady wilson pria yang tadi pagi mengejutkannya. Ada juga kedua gadis cantik yang memeluk ibunya terlihat sangat tidak asing dimata Yoona.
"Hemm, Wilson?? Jadi wanita paruh baya itu adalah nyonya Wilson, dan ini foto keluarganya.!" Gumam Yoona sambil memegang dagunya.
"Kenapa semuanya terlihat kebetulan, aku bahkan sekarang ditolong oleh kelarga Wilson, ini sengaja atau memang hanya kebetulan sih," Pikir Yoona sangat penasaran tentang keluarga Wilson.
Yoona mengambil foto keluarga itu dan melihatnya dari dekat. Tidak tau kenapa perasaanya sangat aneh saat melihat mereka didalam foto. Apa lagi jika melihat foto gadis kecil disebelah kanan seorang ibu, foto itu terlihat sangat mirip dengannya.
"Pelayan sini kemari..!!" Panggil Yoona sambil melambaikan tangannya kearah seorang pelayan.
"Ya Nona ada apa??" tanya seorang pelayan dengan sangat sopan.
"Apa kau kenal siapa-siapa saja yang ada didalam foto keluarga ini??" tanya Yoona sambil menunjukan foto keluarga ditangannya.
Pelayan itu terdiam sejenak, tidak tau apa yang dia pikirkan ia terlihat sedang mengingat sesuatu. Yoona dengan sabar masih menungu jawaban dari pelayan itu.
"Saya kerja disini baru 1 tahun jadi belum paham tentang keluarga Wilson, tapi selama ini yang sering saya lihat hanyalah tuan muda Wilson dan ibunya Nyonya Cristy Wilson." Jelas seorang pelayan sambil menunjuk foto yang ia sebutkan namanya.
Yoona hanya mengangguk mendengar penjelasan dari pelayan itu. Dia bertanya-tanya dalam hatinya kemana tiga orang lainnya yang ada di dalam foto. Pria yang berdiri dibelakang kursi mungkin itu kepala keluarga dirumah ini. Wajahnya terlihat sangat menekan dan memiliki tatapan mata yang sangat tajam. Siapa pun yang melihatnya mereka pasti akan berpikir bahwa dia adalah orang jahat.
Yoona melihat kembali kepada dua gadis kecil didalam foto yang sedang memeluk Nyonya Wilson. Perasaan Yoona terlihat sangat akrab ketika melihat senyum kedua gadis itu, jika diperkirakan umur mereka mungkin hanya sekitar 10 dan 15 tahunan.
"Haduh kepala ku lama-lama jadi sakit melihat foto keluarga ini," gumam Yoona sambil meletakkan kembali foto diatas meja.
Yoona melanjutkan jalan-jalannya menuju keluar rumah, namun dia merasa bingung mencari pintu keluar dari rumah besar itu.
"Aish, begini ya rumah orang kaya, mau keluar saja sudah seperti masuk kedalam labirin besar, pintu keluarnya dimana sih??" gerutu Yoona sambil terus berjalan mencari pintu keluar.
Sekilas tiba-tiba saja Yoona seperti mendengar suara deru ombak dan suara burung-burung berkicau ria. Dia pun langsung mengfokuskan pendengarannya untuk mendengar dari arah mana suara itu berasal.
"Berasal dari mana suara ombak ini?" gumam Yoona sambil memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
Setelah dirasa dia tau berasal dari mana suara ombak itu, dia langsung membuka matanya lalu berlari kecil menuju kesumber suara. Akhirnya dia bisa menemukan juga pintu keluar berkat telinga sensitifnya itu.
"Nona jika anda ingin jalan-jalan mohon jangan terlalu lama dan jangan terlalu jauh.!!" Ucap seorang pelayan sedikit berteriak.
Namun Yoona tidak memperdulikan peringatan dari pelayan itu, dengan santai dia terus saja berlari menuju pintu keluar. Ya tidak ada yang bisa menghentikan keinginannya itu.
"Aku bukan Nona muda kalian, siapa yang peduli tentang itu," gumam Yoona sambil tersenyum lepas.
Yoona menghentikan langkahnya saat melihat pantai yang terbentang luas dihadapannya itu. Dia membuka mulutnya karena sangat takjub melihat pemandangan indah dengan pasir putih dibawahnya.
"Wahh, pantai.. Ini benar-benar pantai.!!" Seru Yoona sambil menggenggam pasir putih lalu melepaskannya diudara.
Seketika rasa kesal Yoona langsung terlupakan sejenak karena perasaanya yang merasa senang. Seingat dia dalam hidupnya tidak pernah yang namanya melihat pantai secara langsung. Ini adalah salah satu keinginan terbesarnya ingin merasakan liburan di sebuah pantai.
"Huahhh, jadi seperti ini udara segar dipantai," teriak Yoona menghirup napas dalam-dalam sambil meregangkan kedua tangannya.
Yoona berjalan-jalan dibibir pantai sambil menginjak-nginjakan kakinya diatas pasir putih. Dia seperti anak kecil yang baru saja melihat pantai. Dia melompat-lompat kecil sambil bernyanyi-nyanyi meluapkan semua kesenanganya.
"Nona..!!" Teriak seorang pelayan dan diikuti dengan beberapa pelayan lainnya.
"Ada apa??" tanya Yoona sambil berbalik melihat pelayan yang sibuk mengejarnya.
"Nona pakai Sunblock ini agar kulit anda tidak terbakar.!!" Ucap seorang pelayan sambil mengoleskan krim ke seluruh tubuh Yoona.
"Jangan lupa sandal jempitnya juga agar kaki anda tidak terkena duri.!"
"Ini pakai topi dan kacamata agar anda merasa nyaman.!!"
Para pelayan itu sangat sibuk memberikan dan memasang semua yang diperlukan saat jalan-jalan di pantai. Yoona merasa sangat risih namun dia membiarkan para pelayan itu memakaikan semua yang dibutuhkan olehnya.
🍃🍃🍃
Di sisi lain, Alan yang sedang bingung mencari keberadaan Yoona terlihat sangat khawatir. Dia terus saja berjalan kesana kemari di sekitar taman karena merasa tidak tenang dengan keberadaan Yoona yang sejak malam belum juga ditemukan.
Saat Alan terbangun ditengah malam, pikirannya langsung teringat dengan janji yang ia buat. Saat itu juga Alan langsung berangkat menuju taman. Namun setelah sampai ditaman ternyata Yoona sudah tidak ada, wajar saja saat itu jam sudah menunjukan jam 2 dini hari. Karena Alan sangat khawatir dan takut membuat Yoona marah, dia langsung saja menuju ke Apartement Yoona. Disana dia hanya disambut oleh orangtuanya Yoona dan mengatakan bahwa Yoona belum pulang sejak tadi sore. Itulah sebabnya hinga saat ini dia terus melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan Yoona.
"Bos.!! Aku menemukan tas ini mengapung di danau, ini pasti tas nona Yoona.!" Ucap seorang pelayan sambil memberikan tas yang dia temukan.
Alan langsung memeriksa isi tas itu. Benar saja di dalamnya ternyata ada ponsel milik Yoona yang sudah tidak aktif karena terendam air semalaman.
"Sial, pantas saja tidak bisa dihubungi ternyata ponselnya mati.!" Pikir Alan sambil mengepal erat ponsel didalam genggamannya
"Cepat..!!" cepat cari diseluruh danau, kalian harus mencarinya sampai dasar.!!" Teriak Alan mengarahkan semua anak buahnya.
Alan tidak mau tau, dalam pikiranya saat ini juga dia ingin Yoona sudah ditemukan. Dia sudah berjanji untuk menemui Yoona ditaman ini. Namun karena beberapa alasan dia tidak menepati janjinya dan bahkan tidak memberitahu Yoona jika dia tidak bisa datang. Rasa bersalah terus menghantui pikirannya, jika terjadi sesuatu kepada Yoona dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa Like,rate 5 🌟, dan vote ya..!!
__ADS_1