Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 8 Pria Idaman


__ADS_3

"Huuaaaahhh... Akhirnya bisa menghirup udara segar" Ucap Yoona sambil menarik nafasnya dalam-dalam.


Yoona baru saja keluar dari rumah sakit, tapi lebih tepatnya dia sudah kabur dari rumah sakit. Dia sudah tidak tahan berada diruang VIP yang walaupun terlihat mewah tapi dia sangat tidak bisa menikmatinya, karena mau semewah apapun rumah sakit tetaplah rumah sakit dengan segala bau obat-obatan dan betapa mengerikannya jarum suntik yang sangat dia takuti.


Yoona melangkahkan kakinya dan kemudian berhenti tepat ditepi jalanan yang sangat ramai. Melihat kekanan dan kekiri tapi satu pun tidak ada orang yang dia kenal.


"Aduhh gimana caranya aku pulang, bahkan aku tidak punya uang sepeserpun." Keluhnya sambil mengeluarkan ponsel dari saku bajunya.


"Telepon Sisil saja kali ya." Ucapnya sambil mencari kontak Sisil.


"Ehh tapi jangan deh ini jam kerja kantor mana bisa dia jemput aku, belum lagi tempat kerjanya sangat ketat." Gumamnya mengurungkan niat untuk menelpon Sisil.


"Arghhh gimana ini..!!" Yoona berteriak sambil mencengkram kepalanya sendiri.


Disaat Yoona sedang putus asa karena bingung bagaimana caranya dia pulang. Tiba-tiba mobil sport merah berhenti tepat didepan Yoona berdiri.


Yaa dia adalah Nathan Adric, Nathan adalah orang yang sangat disukai Yoona sejak Nathan menjadi seniornya saat diuniversitas. Karena menurutnya Nathan adalah pria sempurna idaman para gadis.


Diusianya yang masih muda dia sudah menjadi CEO diperusahaan yang Ownernya sendiri adalah ayahnya.


Selain kesuksesanya, sifatnya yang lemah lembut membuat Yoona menjadi sangat menyukai Nathan.


Tiitttt... Tiittttt.


"Hey ngapain kamu berdiri disini, nungguin Taxi ya??" tanya Nathan dari dalam mobil.


"Se... senior Nathan??" Ucap Yoona sedikit kaget.


"Kamu mau kemana biar aku antar?" tanya Nathan sambil keluar dari dalam mobil.


"Ehh aku cuman mau pulang kerumah kak, tidak usah repot-repot mengantar." Jawab Yoona menolak karena merasa malu.


"Sudahlah ayo biar aku antar kamu pulang.." Ucap Nathan sambil menarik tangan Yoona untuk masuk kedalam mobilnya.


"Terimakasih banyak kak, maaf ngerepotin." Ucap Yoona sangat canggung.


"Sama sekali tidak merepotkan kok." Jawab Nathan lagi-lagi memamerkan senyumnya yang manis.


"Ahh senyumnya lebih manis dari madu." Gumam Yoona dalam hati dengan pipinya yang menjadi merona.


Alan yang sejak tadi berdiri didepan pintu rumah sakit terus memperhatikan Yoona hingga dia masuk kedalam mobil dan pergi.


Dalam pikirannya saat ini wanita galak itu ternyata sudah mempunyai seorang kekasih yang membuatnya mengurungkan niat untuk mengejar Yoona karena perintah putranya yang terus merengek menginginkan Yoona.


"Papa kenapa kau hanya berdiri seperti patung disini, apa kau sudah menemukan Mama??" tanya Ziyan yang tiba-tiba datang mengejutkan Alan.


"Haishh sudahlah aku akan mencarikanmu mama yang lebih baik dari dia..!!" Ucap Alan sambil menggendong Ziyan menuju mobil.


"Papa aku tidak perduli kau menyukainya atau tidak, yang jelas aku hanya mau dia." ketus Ziyan sambil menepuk pipi Alan.


"Sudah papa bilang sebelumnya calon mamamu harus wanita yang aku sukai bukan wanita yang hanya kau sukai seorang." Cetus Alan sambil melempar putranya kedalam mobil.


"Intinya harus wanita yang kalian berdua sukai." Sambung Sam yang baru datang dan langsung ikut masuk kedalam mobil.


"Huhh..!" Ketus Ziyan sambil melipatkan kedua tangannya didada dan memanyunkan bibirnya karena Sam terus saja membela Ayahnya.


Sam melajukan mobilnya menuju kekediaman pribadi Alan, disepanjang perjalanan Ziyan sama sekali tidak berbicara dengan Alan dan Sammuel. Dia sangat marah karena mereka berdua tidak bisa menemukan Yoona yang sudah dianggap menjadi Kandidat Mama Mudanya.


"Alan putramu sepertinya marah padaku, kenapa aku jadi kena imbasnya juga.?" Ucap Sam terus melirik Ziyan.


"Biarkan saja nanti juga baik sendiri." Jawab Alan tidak peduli.


Ziyan menangis hingga dia tertidur didalam mobil, Ketika sampai dirumah pribadinya Alan langsung menggendong Ziyan dan langsung membawanya kedalam kamar.


"Sam bagaimana? Apa ada informasi lagi tentang gadis itu??" tanya Alan sambil berjalan menuju ruang baca dan diikuti oleh Sam.


"Aduhh untuk saat ini belum menemukan apa-apa, dia seperti anak mafia yang identitasnya ditutup rapat-rapat." Cetus Sam sembarang bicara sambil merebahkan tubuhnya ke atas sofa.


"Hemm.. Anak Mafia?? apa itu mungkin dia anak seorang Mafia??" Gumam Alan sambil memegang dagunya.


"Hey aku hanya asal bicara kenapa kau memikirkannya." Ucap Sammuel sambil mengambil segelas kopi yang disediakan pelayan.

__ADS_1


"Dulu kita kesulitan mencari identitas Ellie, dan sekarang kita kesulitan juga mencari identitas Yoona, apa kau juga berpikir dia orang yang sama??" tanya Alan terlihat gundah.


"Hmm kalau dia orang yang sama apa mungkin ada rencana besar yang sedang dia siapkan??" gumam Sam dengan penuh pertanyaan.


"Kau tau kakak ku Adnan meninggal dengan sangat tidak wajar, bahkan menurut mata-mata terakhir sebelum dia dibunuh, orang yang terakhir bersamanya adalah Ellie. Saat ini orang yang sangat aku curigai adalah Ellie karena saat setelah kematian kakak ku dia juga menghilang tanpa kabar." Jelas Alan.


"Ya bahkan dia tega meninggalakan Ziyan dipintu masuk Panti asuhan." Timpal Sam sambil meraba foto Ziyan dimeja.


"Sam terus awasi Yoona jangan sampai kita lengah, apa kau sudah mengatur pekerjaannya untuk menjadi Asisten ku??" Tanya Alan sambil meletakkan gelas kopinya.


"Yaa tentu saja sudah tapi belum ada respon, mungkin dia takut dengan mu dan tidak mau menjadi Asisten pria aneh" ledek Sam dengan senyumnya yang aneh.


Alan hanya menatap sinis Sam yang selalu saja seenaknya meledek dirinya.


.


.


.


.


.


***


Diwaktu yang sama, Yoona yang masih didalam perjalanan satu mobil dengan Nathan terlihat sangat canggung. Yoona ingin memulai pembicaraan namun dia bingung apa yang akan dia bicarakan. Dia pun hanya menatap keluar kaca mobil melihat apa saja yang mereka lewati.


"Ehm kamu tadi dari rumah sakit??" tanya Nathan yang tiba-tiba membuka pembicaraan.


"Mmm Iya kak." Jawab Yoona sedikit gugup.


"Sudah aku bilang berapa kali jangan panggil kakak dong, biar kelihatan akrab panggil Nathan saja." Jelasnya kepada Yoona.


"Aku manggil Nathan?? Kalau sampai terdengar oleh para gadis lain aku pasti bakalan jadi sate." Gumam Yoona dalam hati.


"Ehh iya kak, ma.. Maksudnya Nathan hehe." Ucap Yoona malah jadi tambah canggung.


Nathan hanya tersenyum melihat tingkah Yoona yang selalu gugup setiap kali bersamanya. Sudah sejak lama semenjak Nathan diangkat menjadi CEO diperusahaan ayahnya dia jarang sekali sempat menanyakan kabar Yoona karena Nathan selalu sibuk dengan pekerjaan ayahnya, sekarang dia malah tidak sengaja bertemu Yoona didepan rumah sakit membuatnya sangat khawatir.



"Kamu ngapain dari rumah sakit, kamu sakit ya??" tanya Nathan sambil memperhatikan Yoona.


"Ehh jangan lihat aku fokus aja kedepan." Ucap Yoona sangat malu.


"Mmm bukan aku kok yang sakit aku tadi jenguk teman, yaa tadi habis jenguk teman hehe." Jawab Yoona gugup karena berbohong.


"Sukur deh bukan kamu yang sakit." Ucap Nathan dia merasa tenang sekarang.


Kruuyuukkk.. Suara perut Yoona berbunyi.


"Aduhh perut malu-maluin banget sih pakek bunyi segala." Ketus Yoona dalam hati sambil memalingkan wajahnya kekaca mobil.


"Puuft kamu belum makan ya?" tanya Nathan sambil menahan tawa dan langsung diangguki oleh Yoona.


"Ya udah kita mampir dulu ya." ucapnya lagi kepada Yoona.


"Jangan..!! Nanti aku masak saja dirumah." Ucap Yoona menolak ajakan Nathan.


"Masak terlalu lama nanti kalau kamu keburu kehabisan tenaga terus pingsan gimana?" Ucap Nathan meledek.


"Hehe.. Terserah kamu aja deh." Jawab Yoona tidak bisa menolak ajakan Nathan.


Nathan pun melajukan mobilnya menuju Restaurant mewah tempat biasa dia makan bersama keluarganya.


Ini pertama kalinya bagi Yoona di ajak makan ditempat mewah oleh orang yang sangat dia sukai itu.


Biasanya Nathan memang sering mengajak Yoona makan malam, namun dia selalu mengikuti Yoona terserah mau makan dimana. Karena Yoona tidak terlalu suka tempat yang ramai itu akan membuat telinganya berdenging dan kepalanya menjadi sakit.


"Kita makan disini saja ya..?" Ucap Nathan sambil memberhentikan mobilnya didepan Restaurant mewah.

__ADS_1


"Kenapa tidak ditempat lain saja?" tanya Yoona dengan ekspresi sedikit takut.


"Tenang aja kita nanti keruang VIP biar tidak ramai." Ucap Nathan sambil membelai lembut rambut Yoona.


Seketika jantung Yoona langsung berdetak kencang ketika Nathan membelai dengan lembut rambutnya. Dia tidak pernah tau bagaimana perasaan Nathan terhadapnya karena Nathan selalu ramah dan lembut kepada siapapun.


"Nathan aku ingin tau, apa aku punya tempat spesial dihati kamu?" Gumam Yoona dalam hati sambil menatap wajah Nathan yang tersenyum kepadanya.


"Tuan muda Adric silahkan lewat sini..!!" Seru seorang pelayan dan langsung diikuti oleh Nathan dan Yoona.


Semua orang yang melihat Nathan berjalan bersama seorang gadis yang penampilannya biasa saja menatap sinis kearah Yoona. mereka semua khususnya para gadis menatap tajam kearah Yoona yang membuatnya menjadi merinding.


Mulut tajam mereka yang setajam pedang itu sibuk membicarakan Yoona karena mereka sangat iri, bagaimana bisa gadis sederhana dengan penampilan jelek itu bisa berjalan disamping tuan muda yang seperti pangeran.


"Hey siapa gadis jelek itu kenapa bisa berjalan disamping tuan muda Adric?" Bisik seorang perempuan dengan tatapan mau membunuh.


"Pasti dia wanita penggoda, dasar *******."


"Lihat saja tampangnya itu membuatku merasa jijik."


Deghh..


Jantung Yoona langsung berdetak kencang mendengar kata-kata mereka yang sembarangan membicarakannya. Telinganya langsung berdenging mendengar suara semua orang yang sangat berisik dan ditambah lagi dengan alunan Piano yang sangat dia benci membuat jantungnya seperti mau lepas.


Yoona mengepalkan kedua tangannya menahan emosi ingin rasanya dia mencabik-cabik mulut para wanita yang membicarakannya.


Namun Nathan yang melihat Yoona sangat kesal langsung menggenggam tangannya membuat Yoona jadi kaget karena perlakuan Nathan.


"Nathan aku ingin tau sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku?? Apa dihatimu ada aku??" Gumamnya dalam hati sambil menatap sayu wajah Nathan.


"Jangan pedulikan kata-kata mereka biarkan saja, anggap saja anjing gong-gong." Bisik Nathan dan Yoona pun langsung tersenyum lega mendengar kata-katanya.


"Silahkan tuan putri..!!" Ucap Nathan sambil menarik kursi untuk Yoona.


"Ahh Nathan jangan begini dong aku jadi malu." Ucap Yoona sambil duduk dikursi yang sudah disiapkan Nathan.


"Kamu mau makan apa Yoona??" tanya Nathan kepada Yoona.


"Mmm apa saja deh yang penting bukan...."


"Seafood kan?" Ucap Nathan yang tiba-tiba memotong omongan Yoona.


"Haha tu kamu tau." Ucap Yoona sambil tertawa kecil.


Mereka berduapun menikmati makan siang mereka dengan santai, namun Yoona sedikit tidak nyaman mendengar suara alunan Piano.


Setiap kali mendengar suara Piano telinganya langsung berdenging dan kepalanya merasa sangat sakit wajahnya pun menjadi pucat.


Nathan menyadari bahwa wajah Yoona menjadi semakin pucat,dia langsung menyuruh pelayan untuk mematikan musik piano agar Yoona menjadi nyaman.


Yoona sangat senang dan menikmati makan siangnya bersama Nathan, dia selalu berkhayal jika disaat sedang berdua tiba-tiba Nathan menyatakan perasaannya bagaimana ya?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa Like, comment dan beri Rate 5 🌟 ya,


Mohon dukung terus Author @Lulun_Eerlyan07


__ADS_2