
"Tolong..!! Siapapun tolong aku.!" teriak Yoona sambil terus meronta-ronta dan memukul badan Jasson.
Namun Jasson terlalu kuat, dia sama sekali tidak berpindah dari posisinya diatas tubuh Yoona. Dia langsung merobek baju Yoona didepan semua orang, Jasson langsung meraba leher Yoona yang putih mulus hingga kebagian bawah. Orang-orang hanya tertawa puas melihat Yoona yang diperlakukan tidak senonoh oleh Jasson. Yoona hanya berteriak minta tolong dan terus memberontak hingga akhirnya seseorang datang menolongnya.
Braakkk
"Berhenti.!!" teriak Alan dengan tatapan mau membunuh sambil membuka pintu dengan kasar.
Sontak semua orang langsung terkejut dan menatap Alan yang baru saja mendobrak pintu dengan tatapan ketakutan. Alan langsung memandangi semua orang dengan tatapan yang sangat mencekam, dia adalah tamu yang dimaksud oleh Manager Yan.
"Ehh Boss Alan maaf membuat mu melihat hal yang sangat tidak enak dipandang," ucap Jasson sambil merapikan bajunya lalu menghampiri Alan.
"Ya kau adalah satu-satunya manusia yang tidak enak dipandang.!! buukkkk." Alan langsung mendaratkan tonjokannya kepipi Jasson hingga membuat dia tersungkur ke lantai.
"Aww, Alan apa maksudnya semua ini.?" bentak Jasson sambil mengelap darah dari sudut bibirnya.
Alan tidak menghiraukan pertanyaan Jasson, dia langsung menghampiri Yoona sambil melepas Jasnya lalu menutupkannya ketubuh Yoona karena bajunya yang sudah robek dibagian depan.
"Kalian semua pergi dari sini kecuali orang-orang yang membuat gadis ini terluka dan menangis.!" ucap Alan dengan tatapan mau membunuh.
Semua orang digiring keluar kecuali Jasson Yu, Sen Yu dan salah satu wanita malam yang menginjak tangan Yoona.
"Ellie, apa masih ada orang selain mereka yang sudah menyakitimu?" tanya Alan dan Yoona hanya menggelengkan kepalanya.
Yoona hanya terdiam sambil menatap wajah Alan dengan tatapan bingung,
"Kenapa dia menolongku, dan lagi-lagi dia selalu memanggilku dengan nama Ellie??" gumam Yoona dalam hati.
"Alex beri mereka semua pelajaran, buat nyawa mereka semua menjadi diambang pintu kematian.!" ucap Alan sambil membawa Yoona keluar dari ruangan.
"Baik bos," Alex pun langsung membawa mereka bertiga ketempat sepi untuk diberi pelajaran.
"Tuan muda Alan maafkan aku jika telah menyinggungmu, aku tidak tau kalau dia adalah wanitamu.!" rengek Jasson meminta pengampunan namun Alan sama sekali tidak memperdulikannya,
Alan membawa Yoona keruang VIP khusus untuk dirinya, dia membaringkan Yoona diatas kasur. Telinga Yoona masih berdenging sangat kuat yang membuatnya gelisah dan sangat ketakutan karena suara alunan musik didalam kamar.
"Matikan suara musik.!!" teriak Alan membuat orang yang mendengarnya menjadi ketakutan, musik pun segera dimatikan karena takut membuatnya lebih marah lagi.
"Kenapa dengan telinga mu??" tanya Alan karena melihat Yoona selalu menutup telinga kanannya.
Namun Yoona hanya menggelengkan kepalanya tidak menjawab pertanyaan Alan. Karena Yoona diam saja Alan jadi bingung harus berbuat apa, dia lalu berjalan keluar untuk memanggilkan seorang dokter.
"Siapa sebenarnya Ellie??" tanya Yoona membuat langkah kaki Alan terhenti.
Alan langsung menunjukan ekpresi tidak senangnya membuat Yoona menjadi takut.
"Tidak perlu bertanya, istirahat lah dulu.!" jawab Alan datar.
Dia lalu pergi meninggalkan Yoona sendirian, dia ingin membuat Yoona untuk menenangkan dirinya sendiri. Benar saja Yoona langsung tertidur pulas setelah beberapa menit Alan pergi.
.
.
.
Di sisi lain, Sam yang kewalahan mengahadapi sikap Ziyan sangat kebingungan. Dia berkali-kali menelepon Alan namun sekalipun tidak diangkat olehnya.
__ADS_1
"Paman cepat aku ingin papa ku.!" teriak Ziyan sambil melemparkan crayon cair kearah Sammuel, namun dengan ligat dia langsung menghindarinya.
Wajah Sam sudah penuh dengan coretan spidol dan pewarna lainnya,
"Alan cepatlah pulang anakmu sudah sekarat menginginkan dirimu," gumam Sam sambil terus melakukan panggilan telepon kepada Alan.
"Huhh andaikan saja aku memiliki Mama, aku tidak mau bertemu dengan papa yang dingin seperti es itu.!" ketus Ziyan sambil melipatkan kedua tangannya didada.
"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," gerutu Sam sambil melirik dengan tatapan aneh kepada Ziyan.
Yoona yang sedang tertidur langsung terbangun karena terganggu dengan suara ponsel yang terus berdering.
"Astaga.!! Apa aku tertidur diranjang orang lain?" ucapnya sambil menepuk keningnya sendiri.
Trriririirirringggg...
"Aduhh suara hp siapa sih?" rintih Yoona menutup telinganya rapat-rapat sambil mengambil ponsel yang tergeletak dimeja.
"Sammuel??" gumam Yoona membaca nama yang tertera dilayar Hp.
"Halo Alan kau dimana??" tanya Sam dari dalam telepon.
"Ehh aku tidak berniat mengangkatnya kenapa ini otomatis terjawab hanya menyentuh ponselnya.!" ucap Yoona sedikit panik.
Sam langsung terkejut karena ini pertama kalinya dalam sejarah hidup Alan ada seorang wanita yang menyentuh dan menjawab suara panggilan teleponnya.
"Halo siapa ini?? Dimana Bos Alan?" tanya Sam lagi penasaran.
"Maaf aku tidak bermaksud menjawab teleponnya," ucap Yoona sambil melempar hp Alan keatas kasur.
"Paman suara siapa itu, apa itu Yoona? Apa papa sedang bersama dengannya?" tanya Ziyan yang suaranya terdengar dari balik telepon.
Ceklekk..
"Kau sudah bangun dari tidurmu?" tanya Alan yang baru saja datang membuat Yoona terkejut.
Sammuel dan Ziyan mendengar suara Alan dari balik teleponnya, mereka langsung berpikir aneh dan saling menatap satu sama lain.
"Apa papa tidur dengan seorang wanita? Apa dia Yoona?" tanya Ziyan dengan mata yang berbinar-binar. Sedangkan Sam hanya terdiam kaku mencerna pertanyaan dari Ziyan.
"Oh Tuhan, jika benar dia tidur dengan wanita aku sangat bersukur ternyata dia selama ini tidak impoten." teriak Sam dalam hati dengan ekspresi terharunya.
Disisi lain Yoona terkejut karena Alan yang tiba-tiba kembali begitu cepat membuatnya merasa bersalah karena tanpa seizinnya dia menyentuh ponsel Alan.
"Maaf aku tidak bermaksud mejawab teleponmu." ucap Yoona sambil mendudukan kepalanya.
Alan hanya menatap Yoona tanpa sepatah kata pun dan langsung mengambil ponselnya,
"Kenapa?" tanya Alan kepada Sam dari balik telepon.
"Papa bersama siapa kau tidur? Kalau itu Yoona kau harus betanggung jawab dan bawa dia kerumah sekarang juga," teriak Ziyan membuat telinga Alan jadi sakit.
"Alan cepatlah pulang putramu menyiksaku.!!" ketus Sam lagi langsung nyerobot.
"Kalian berdua berisik.!!" ketus Alan sambil mematikan teleponnya.
Yoona hanya terdiam mendengar suara dari dalam telepon yang terdengar jelas, dia memang sangat peka dengan suara-suara berfrekuensi kecil.
__ADS_1
"Ikutlah bersama ku.!!" ajak Alan sambil memakai jasnya yang baru diambil dari dalam lemari.
"Eh tidak perlu, sebelumnya terimakasih untuk pertolonganmu tuan Alan.!" ucap Yoona sambil berdiri turun dari ranjang.
"Bagaimana caramu membalasku??" tanya Alan sambil mendekati Yoona.
Yoona langsung terdiam kaku mendengar pertanyaan Alan, bagaimana caranya dia mau membalasnya? Sedangkan uang tabungannya tersisa sangat sedikit, dan pekerjaannya berkali-kali selalu berakhir kacau.
"Aku berjanji akan membalasnya saat aku punya uang," ucap Yoona sambil menusuk-nusukkan kedua jarinya.
"Aku tidak kekurangan uang, ikutlah dulu dengan ku aku akan pikirkan bagaimana caranya kau membalas kebaikan ku," ucap Alan sambil tersenyum tipis dan berjalan keluar.
Yoona tanpa pikir panjang langsung menyetujuinya dan mengikuti Alan dari belakang, saat di koridor dia melihat Manager Bar sedang disiksa oleh para bodyguard. Yoona kasihan melihatnya dan langsung menghampirinya.
"Kenapa Manager disiksa?" tanya Yoona terlihat khawatir.
"Yoona aku mohon katakan pada tuan muda Alan agar tidak menyiksa dan menghancurkan bisnisku.!!" rengeknya sambil memeluk erat kaki Yoona.
"Kenapa kamu menyiksanya??" tanya Yoona kepada Alan.
"Dia memaksa gadis-gadis untuk melayani para bos," jawab Alan singkat.
Yoona pun tidak bisa berbuat apa-apa karena itu memang hal yang sangat tidak berprikemanusiaan. Dia hanya terdiam sambil menatap sedih kepada Manager Bar.
"Ayo cepat..!" ketus Alan dan Yoona langsung mengikutinya.
Ketika Yoona hendak masuk kedalam mobil, tiba-tiba Sisil berlari dan terus memanggilnya,
"Yoona tunggu..!! Yoona..!!" teriak sisil sambil menghampirinya.
"Sisil kamu baik-baik saja kan??" tanya Yoona yang terkejut mendengar teriakan Sisil.
"Bodoh, seharusnya aku yang bertanya kamu oke kan??" Sisil balik bertanya sambil memeluk Yoona dengan erat.
"Aku baik kok," jawab Yoona sambil menyembunyikan tangannya yang terluka.
Alan yang sudah menunggu didalam mobil terlihat sedikit kesal karena dia paling benci dengan yang namanya menunggu.
"Cepatlah..!!" ketus Alan tidak senang.
"Sisil kamu pulang duluan ya aku masih ada yang harus aku urus dulu.!!" tutur Yoona sambil masuk kedalam mobil dan Sisil pun hanya mengangguk sambil melambaikan tangan kepada Yoona.
Alan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan mereka tidak mengeluarkan kata sepatah katapun. Yoona hanya fokus memandangi jalanan, begitupun dengan Alan yang terus fokus dengan kemudinya. Namun sebenarnya dihati mereka banyak pertanyaan yang terlintas dipikiran masing-masing.
Yoona ingin bertanya kenapa Alan selalu memanggilnya Ellie, sedangkan Alan juga ingin bertanya kenapa Ellie mengganti nama menjadi Yoona?
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa Like, comment dan Rate 5 🌟 ya..!!