Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 16 Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Didalam dapur, terlihat Ziyan yang bertingkah imut sedang duduk sambil memangku dagunya memperhatikan Yoona yang sedang sibuk memasak. Ini pertama kalinya bagi Ziyan menanti seorang ibu yang sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya.


Ziyan lalu turun dari kursinya dan langsung menghampiri Yoona yang sedang memasak ayam goreng,


"Mama.!! Apa aku boleh Membantu??" tanya Ziyan sambil berjinjit melihat ayam yang sedang digoreng.


"Ehh jangan dekat-dekat nanti terkena minyak panas, Ziyan tunggu dimeja makan saja ya..!!" ucap Yoona sambil berjongkok memegang bahu Ziyan.


"Tapi aku bosan, boleh ya bantu mama masak..??" tanya Ziyan lagi sambil memasang wajah imut.


"Oke deh, tapi hati-hati ya kamu potong sayur aja nih,!!" ucap Yoona sambil memberikan beberapa sayuran kepada Ziyan.


Ziyan pun dengan semangat langsung memotong sayuran seperti yang diarahkan Yoona. Mereka berdua sangat asik memasak sambil sesekali bersanda gurau. Ketika semua makanan sudah siap dihidangkan merekapun siap menyantap makan malam mereka karena perutnya sudah meronta-ronta sejak tadi.


Tingg.. Tonggg


Ketika mereka sedang menikmati makan malam berdua, tiba-tiba suara bel pintu berbunyi Yoona pun berjalan untuk melihat siapa yang malam-malam begini bertamu.


"Siapa??" tanya Yoona sambil membuka pintu.


Yoona terkejut ternyata yang bertamu adalah Alan. Tanpa seizin tuan rumah, Alan langsung berjalan masuk kedalam rumah Yoona. Sedangkan Yoona hanya tercengang melihat Alan yang tiba-tiba datang kerumahnya menjadi tamu yang tak diundang.


Alan terus saja melihat dan menyentuh benda seisi rumah Yoona, setiap kali melihat setiap sudut rumah Yoona dia selalu saja mengkerutkan keningnya.


"Apa yang kau cari??" tanya Yoona sedikit kesal.


"Rumah mu sempit sekali, barang-baranya juga kuno dan lusuh," ucap Alan sambil mendudukan bokongnya kekursi.


"Ck kursiny keras.!!" ketus Alan lagi.


"Kau itu juri atau apa? Kalau kau tidak suka rumahku ya pergi saja jangan ganggu makan malam orang." bentak Yoona kepada Alan.


Alan hanya menutup telinganya karena merasa berisik dengan suara Yoona, " Dimana putraku??" tanyanya lagi sambil berdiri menghampiri Yoona.


"Sedang makan malam," jawab Yoona singkat sambil memundurkan langkahnya.


Tanpa basa-basi Alan langsung berjalan menuju kedapur, Yoona hanya menggelengkan kepalanya karena sikap Alan yang sulit ditebak. Yoona pun mengikuti Alan untuk pergi kedapur.


"Papa ayo makan malam," ajak Ziyan dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Alan mengkerutkan keningnya ketika melihat makanan yang sedang dimakan oleh putranya, dia pun lalu duduk disebelah Ziyan.


"Apa itu higienis, rasanya seperti tidak enak.!" ketus Alan sambil menatap dengan tatapan ragu dengan makanan yang dimakan oleh putranya.


"Hey jika kau tidak mau makan setidaknya jangan menghina masakan ku.!!" bentak Yoona sambil menodongkan garpu kewajah Alan.


Alan lalu menarik tangan Yoona yang sedang mengarahkan garpu kewajahnya. "Apa kau ingin membuat wajahku jadi jelek?" tanya Alan sambil memangku Yoona kepangkuannya.


"Ya memangnya kenapa, agar kau jomblo seumur hidup.!!" jawab Yoona sambil menusukan garpu kewajahnya.


Yoona mencoba untuk lepas dari pangkuan Alan, namun dia malah mengeratkan pelukannya membuat Yoona merasa risih.


"Alan kau sungguh tidak tau malu.!!" Yoona lalu menggigit lengan Alan hingga cap giginya menempel rapi ditangannya.

__ADS_1


"Aww.. Hey ini yang ketiga kalinya kau menggigitku," Alan mengusap-usap lengannya karena sakit dia lalu berdiri dari kursinya untuk menghampiri Yoona.


Yoona langsung menatap tajam mata Alan membuat dia langsung menciut dan mengurungkan niatnya untuk mendekati Yoona, "Ck dasar nenek sihir galak," ketus Alan sambil memasukan potongan ayam kedalam mulutnya.


"Papa bagaimana? Enak kan masakan mama..?" tanya Ziyan dengan semangat.


Alan hanya terdiam sambil merasakan makanan yang terasa lumer didalam mulutnya, "Masakannya enak juga, pantas saja Ziyan sangat lahap," pikir Alan sambil mengambil lagi ayam goreng didalam piring.


Plaakk, Yoona dengan sigap langsung menepak tangan Alan yang hendak mengambil lagi makanan didalam piring.


"Kau ini kenapa, apa hanya Ziyan yang boleh makan?" tanya Alan sedikit kecewa.


Yoona langsung memicingkan kedua matanya dan menatap mata Alan, "Dengar.!! Makanan ini tidak higienis dan tidak enak dimakan," ucapnya.


"Hahaha, Papa bukannya itu kata-katamu yang kau katakan tadi.?" Ziyan tertawa karena merasa papanya itu sedang menjilat air liurnya sendiri.


Yoona dengan tatapan licik dia asik makan tanpa memperbolehkan Alan untuk makan. Ziyan bekerja sama dengan Yoona, dia juga ikut-ikutan melarang papanya untuk makan malam bersama tanpa seizin Yoona. Alan hanya terdiam kaku melihat mereka berdua dengan lahap menyantap makan malam mereka, dia merasa sedang dikerjai oleh anak-anak ingusan.


"Tuan muda Alan, karena aku baik hati maka aku beri kau makan malam 1 porsi bayar cukup 200ribu, setuju??" tanya Yoona sambil menyuguhkan 1 porsi makan malam.


"Hah? Hanya 200 ribu, aku bahkan sanggup membeli dengan orangnya sekaligus," ketus Alan sambil mendekatkan wajahnya kewajah Yoona.


Yoona langsung tersipu malu, wajahnya langsung merona karena perlakuan Alan.


"Cepat makan makananmu..!!" Yoona langsung berbalik mengambil piring kotor dan mencucinya.


Alan pun langsung memakan masakan Yoona dengan sangat lahap, menurutnya ini masakan pertama paling enak yang dia rasakan selain di Restaurant mewah.


***


"Kapan kau membawa sicantik Yoona keranjang ku?" tanya Yenchu tidak sabar.


"Tenang saja bos, malam ini anak buahku akan menjemputnya." jawab Ling.


"Baiklah akan aku tunggu, aku harap kau tidak akan membuat ku kecewa.!" ucapnya lalu pergi meninggalkan Ling.


"Ck, bagaimana pun caranya malam ini kau harus menculiknya.!" Ling menyuruh anak buahnya agar segera menyeret Yoona malam ini juga kepelukanya Tuan Yenchu.


"Baik bos sesuai rencana," jawab salah satu anak buahnya lalu pergi dari ruangan.


"Heh, berani melawanku ini lah akibatnya," gumam Ling dengan tatapan yang sangat licik.


Diwaktu yang sama, Alan dan ziyan yang sedang kekenyangan merebahkan tubuhnya diatas sofa sambil mengelus perut yang hampir meletus.


"Papa jika setiap hari makan enak seperti ini, seminggu kemudian kau akan gendut." ledek ziyan kepada Papanya.


"Biar tidak gendut makannya sekali saja," Alan mencubit gemas pipi Ziyan hingga kesakitan.


Yoona yang melihat mereka bertingkah seperti dirumah sendiri langsung menaruh kedua tangannya dipinggang sambil melotot kearah ayah dan anak yang sangat menyebalkan.


"Apa kalian tidak akan pulang dari rumahku??" tanya Yoona dengan tatapan tajam.


"Aku kekenyangan tidak kuat jalan.!" jawab Alan dan ziyan serempak sambil mengelus perut buncit mereka.

__ADS_1


"Apa? Saat lapar kalian bilang tidak bisa pulang karena tidak kuat jalan, bahkan kenyanpun sama?" tanya Yoona lagi sangat heran.


Ziyan seketika langsung loncat kepelukannya Yoona dan memeluknya dengan sangat erat, "Mama boleh ya kita tidur dirumah mama?" tanya Ziyan dengan ekspresi imutnya.


"Rumahku kecil dan hanya ada satu kamar," jawab Yoona.


"Tidak masalah kita bisa tidur berdua," Ziyan langsung berlari menuju kamar Yoona dan membantingkan tubuhnya keatas kasur.


"Kalau begitu bagaimana denganmu, kau akan pulang kan??" tanya Yoona sedikit ragu.


Tanpa basa-basi Alan langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung berjalan menuju kamar Yoona, dia juga langsung merebahkan tubuhnya keatas kasur. Yoona hanya tercengang melihat sikap mereka berdua yang selalu seenaknya melakukan apapun.


"Haish baiklah kalian boleh kuasai ranjangku, aku akan tidur disofa," Yoona berjalan kedalam kamar lalu mengambil selimutnya.


Ziyan tanpa aba-aba langsung menarik tangan Yoona keatas kasur membuat Yoona langsung tersungkur keatas kasur.


"Mama kau tidur disini saja, kasur ini masih luas kok.!" Ziyan langsung berpindah ketepi dan menyuruh Yoona untuk tidur ditengah-tengah mereka.


Yoona hanya terdiam dan membayangkan bagaimana jika dia tidur disebelah Alan. Alan dengan santainya berpura-pura memejamkan kedua matanya sambil melipatkan kedua tangannya untuk bantalan.


"Ziyan ini ide gila," ucap Yoona tidak suka.


"Tenang saja aku tidak akan memakanmu jika ada Ziyan," ucap Alan sambil membuka sebelah matanya dan tersenyum tipis.


"Brengsek apa maksud perkataanmu hah?" Yoona terlihat kesal lalu melempar Alan dengan bantal.


Alan hanya tertawa kecil sambil membalikan tubuhnya membelakangi Yoona dan Ziyan. Yoona pun dengan terpaksa tidur 1 ranjang bertiga dengan posisi Ziyan yang berada ditengah-tengah antara mereka berdua.


Tidak lama Ziyan langsung tertidur pulas, tidak tau dengan Alan mungkin dia juga sudah tertidur karena matanya yang sudah terpejam. Yoona yang masih menatap langit-langit kamar tidak bisa memejamkan kedua matanya karena takut bermimpi buruk lagi. Diapun hanya terus menatap Ziyan sambil sesekali mengusap pipinya dengan sangat lembut.


Ketika Yoona mulai mengantuk dan memejamkan matanya, dari luar terdengar seseorang memencet bel berkali-kali membuat Yoona terjaga dari tidurnya.


"Siapa sih malam-malam bertamu?" gerutunya sambil berjalan membuka pintu.


Alan yang menyadari Yoona terbangun karena mendengar suara bel, dia pun langsung terduduk sambil menghidupkan lampu. Dia menunggu Yoona didalam kamar namun setelah hampir 20 menit Yoona tidak kunjung kembali membuat Alan khawatir dan langsung memeriksanya.


Alan langsung menghidupakan semua lampu ruang tamu, dan dia terkejut ternyata Yoona tidak ada. Alan melihat pintu yang masih terbuka dan sebelah sandal tidur Yoona tergeletak di depan pintu.


Diapun langsung berlari untuk mengejar kalau saja ini adalah penculikan, pasti penculiknya belum jauh dari tempat ini. Alan langsung menuju lift dia juga melihat seseorang baru saja memakai lift dan turun kelantai bawah.


Ketika sampai di lantai dasar dia langsung berlari keluar dan dia melihat ada mobil hitam baru saja melaju dengan sangat cepat. Alan langsung melihat plat mobil tersebut dan langsung menyuruh Sam untuk melacaknya.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan pernah bosan buat terus dukung author ya.!!😆


__ADS_2