
Setelah keluar dari lingkungan sekolah Ziyan, Yoona kembali masuk kedalam mobilnya. Yoona menatap jam tangannya dan melihat masih ada waktu sekitar 30 menit sampai jam kantornya tiba. Dia lalu memutuskan untuk pergi ke Apartementnya sebelum pergi kekantor.
Saat tiba di gedung Apartementnya Yoona turun dari mobil dan langsung masuk kedalam gedung. Dari jauh seseorang tampak memperhatikan setiap langkah kakinya, Yoona sungguh tidak menyadari itu. Dia dengan santai langsung masuk kedalam dan menghentikan langkahnya didepan lift.
Tingg..
Pintu lift terbuka dan langsung menampakan tiga laki-laki berbadan tinggi besar dengan jas berwarna hitam lengkap dengan kacamata hitam seperti bodyguard yang terlihat didalam cerita komik. Yoona sangat terkejut melihat mereka semua, dia lalu menggeserkan kakinya sedikit kesamping karena merasa menghalangi langkah mereka.
"Kenapa adegan ini sama seperti waktu itu, waktu itu juga ada beberapa pria tinggi besar dan ketika sampai Apartement ku rumahku seperti kapal pecah, jangan-jangan....??" pikiran Yoona mengarah kekejadian tempo lalu.
Yoona lalu berbalik melihat para pria yang baru saja melewatinya dan langsung mencoba untuk menghentikan langkah mereka.
"Tunggu..!!" Ucap Yoona dengan lantang dan ekspresi yang sudah memanas.
Mereka pun menghentikan langkahnya dan langsung berbalik untuk melihat siapa yang berteriak memanggilnya.
"Apa kau memanggil kami, Nona??" tanya salah satu pria itu.
"Ya, aku memanggil kalian bertiga.!" balas Yoona dengan suara lantang.
Tiga pria tinggi besar itu langsung saling tatap satu sama lain dan salah satu dari mereka berekspresi seperti orang yang sedang tertangkap basah. Namun pria yang satunya lagi yang terlihat paling menonjol dan mungkin dia adalah bosnya langsung memajukan langkahnya kehadapan Yoona.
"Nona? Ada apa memanggil kami??" tanyanya dengan suara pelan namun terdengar sangat tegas.
Yoona yang mendengarnya langsung memundurkan langkahnya agar tidak terlalu dekat dengan pria itu,
"Kalian... Pasti kalian kan yang waktu itu memporak-porandakan rumahku??" tanya Yoona dengan suara lantang sambil menunjuk-nunjuk ketiga pria itu.
"Waktu itu juga sama bertemu didepan lift dan mereka berpakaian seperti kalian, kalau begitu tidak salah lagi bukan?" sambungnya lagi penuh emosi.
Namun tiba-tiba saja mereka semua terlihat sangat bingung mendengar ucapan Yoona dan mereka saling melirik satu sama lain.
"Heh, sudah ketahuan kalian bingung kan mau menjawab apa??" ucap Yoona sambil bertolak pinggang.
"Maaf nona tapi kau sungguh salah orang, kita mungkin waktu itu berpapasan tapi sungguh bukan kami yang berbuat seperti apa yang nona katakan," jawabnya dengan sangat sopan.
Yoona terdiam sejenak mendengar penjelasannya, bukan karena dia percaya bahwa bukan mereka yang melakukanya. Namun tidak tau kenapa mereka sangat sopan sejak Yoona mengajaknya bicara walau dengan nada yang sangat kasar.
"Hemm.!! Kenapa mereka ini terlihat sopan, semua tampang bodyguard yang pernah aku temui semuanya bersikap kasar dan seenaknya tapi mereka malah sebaliknya," pikir Yoona.
"Nona apa kami sudah boleh pergi??" tanya salah satu pria itu yang langsung membuyarkan lamunan Yoona.
Yoona langsung menatap ketiga pria itu dengan tatapan tajamnya, dia masih belum percaya bahwa kalau bukan mereka yang berbuat menghancurkan rumahnya karena hanya mereka yang sangat cocok untuk dicurigai.
"Kenapa kalian sangat lambat??" ucap seorang wanita paruh baya yang datang menghampiri mereka.
Wanita itu tiba-tiba datang membuat perhatian Yoona tertuju kepadanya. Yoona sedikit terkejut karena wanita paruh baya itu adalah wanita yang sangat sering ia temui saat di Apartement atau saat ditempat-tempat tertentu.
"Nona, ada perlu apa dengan para bodyguard ku??" tanya wanita itu.
"Hah, mereka adalah bodyguard anda??" dengan ekspresi tidak percaya Yoona balik bertanya kepada wanita itu.
"Ya benar mereka adalah bodyguardku, aku punya seseorang yang harus dilindungi dilantai atas jadi wajar jika mereka selalu berkeliaran di sekitar Apartement ini," jelasnya kepada Yoona.
Yoona tampak terlihat bingung dengan penjelasan wanita itu, apa mungkin dia hanya salah paham saja?
"Nona sepertinya semua sudah jelas ini hanya kesalah pahaman saja, kalau begitu kami permisi.!!" ucap salah satu bodyguard.
Merekapun berlalu tanpa melihat Yoona yang masih bingung memiikirkan semuanya. Yoona langsung tersadar dari lamunanya dan berlari mengejar mereka semua.
"Tunggu.. Tungguu..!!" teriak Yoona sambil berlari mengejar mereka semua.
"Ada apa lagi nona?? Nyonya kami sangat sibuk kami akan segera pergi." Jawab salah satu Bodyguard.
Yoona terdiam sejenak sambil menundukan tubuhnya dan mengatur napasnya yang terengah-engah. Setelah merasa baikan dia lalu mengangkat kepalanya dan langsung menatap wanita paruh baya itu yang terus memperhatikan Yoona tanpa ekspresi.
"Maaf mungkin aku salah paham, dan juga aku merasa kita sudah sering bertemu jadi aku memutuskan ingin mengenalmu nyonya..!!" ucap Yoona sambil membungkukan badannya dan langsung menjulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan wanita itu.
Seketika tidak tau apa yang membuatnya terkejut, wanita itu langsung membelalakan kedua matanya dengan ekspresi seperti tidak percaya. Dia langsung menutup mulutnya dan memandang tangan Yoona yang masih dia julurkan. Perlahan wanita itu juga menjulurkan tangannya dan dengan sangat lembut membalas tangan Yoona.
"Namaku Athalia Yoona, anda??" ucap Yoona dengan senyum yang merekah.
Wanita itu hanya terdiam dan tertegun menatap wajah Yoona yang dihiasi dengan senyum yang sangat cantik. Terlihat matanya seperti berkaca-kaca sambil sesekali melihat kearah tangannya yang sedang menyentuh tangan Yoona.
__ADS_1
Yoona terlihat bingung dan khawatir, dia hanya mengajaknya berkenalan namun wanita itu malah terlihat seperti ingin menangis.
"Nyonya apa anda tidak suka padaku, kalau begitu saya minta maaf..!!" ucap Yoona langsung melepaskan tangannya.
Wanita itu langsung meneteskan air matanya dan langsung berbalik berjalan dengan sangat cepat meninggalakan Yoona. Ketiga bodyguardnya juga langsung mengikuti dia yang sudah berjalan sedikit jauh. Yoona hanya terpaku diam membisu sambil menatap kepergian wanita itu. Tidak tau kenapa hatinya merasa sangat sedih melihat dia menangis dan tidak membalas menyebutkan namanya.
"Hmm.. Ada apa sih sebenarnya dengan ibu-ibu itu??" gumam Yoona sangat heran. Yoona pun langsung berbalik dan masuk kedalam lift.
Ketika sampai di depan mobilnya, bodyguardnya langsung membukakan pintu untuk wanita yang tadi bertemu dengan Yoona. Dia langsung masuk kedalam mobil dan langsung menumpahkan kesedihannya.
"Nyonya Wilson, sapulah air mata anda dengan sapu tangan ini.!!" ucap bodyguardnya sambil menyodorkan sapu tangan.
"Terimakasih Ken," balasnya sambil mengambil sapu tangan yang diberikan oleh Ken orang kepercayaannya.
"Nyonya, kenapa anda tidak memberitahunya saja??" tanya Ken.
"Tidak, waktunya tidak tepat biarkan dulu semuanya berjalan dengan apa adanya, kalian cukup lindungi dia dari jauh." jawabnya sambil menatap gedung Apartement Yoona.
Ken hanya terdiam mematuhi apa yang dikatakannya, mereka pun melajukan mobilnya meninggalkan gedung Apartement Yoona.
*****
"Hemm.. Semuanya baik-baik saja..!!" ucap Yoona sambil menatap sekeliling isi rumahnya.
Ya hari ini berbeda dengan waktu itu, isi rumah tidak berantakan seperti kapal pecah. Yoona berpikir mungkin dia memang sudah sangat salah paham. Dia juga berpikir jika suatu saat bertemu lagi dengan wanita paruh baya itu, dia berjanji kepada dirinya sendiri harus mengetahui siapa namanya dan bila perlu tau siapa orang yang dia lindungi yang dia katakan tadi. Tidak tau kenapa Yoona sangat penasaran dengan wanita itu baik nama ataupun tentang yang lainya.
"Ini dia kemarin aku melepasnya dan meninggalkannya dirumah, sekarang aku ingin membawanya kemanapun aku pergi," ucapnya sambil memperhatikan Anting permata merah muda yang sangat dia sayangi.
Yoona langsung memakaikan anting itu ditelinga kirinya, setelah itu dia lalu kembali menuju perusahaan tempat dia bekerja.
Sesampainya dikantor Yoona langsung bergegas menuju ruangannya. Semua orang memperhatikan Yoona dengan tatapan yang sangat aneh. Yoona merasa merinding melihat tatapan mereka yang seperti mau membunuh itu.
"Itu dia Asisten CEO yang ada diberita utama, sungguh tidak tau malu dia masih berani masuk kantor" gumam salah satu karyawan kepada temannya.
"Ya benar, pasti saat ini juga boss Alan akan segera memecatnya," balasnya.
Yoona kebingungan dengan tatapan orang-orang seisi kantor yang juga sibuk dengan celoteh mereka yang membicarakannya, namun saat ingin bertanya kepada salah satu karyawan tiba-tiba seseorang menarik tangan Yoona dan membawanya menuju toilet.
"Aduhh apa-apaan sih ini??" tanya Yoona sedikit kesal.
Tidak lama kemudian Sisil dan Roy juga langsung menghampiri Yoona dan Dania.
Sisil berdiri didepan pintu toilet melihat kearah luar untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain yang membuntuti mereka. Setelah merasa aman dia langsung menutup pintu dan segera mendekati Yoona.
"Yoona kau sungguh gila," ketus Sisil membuat Yoona bingung.
"Kalian kenapa sih??" tanya Yoona dengan ekspresi yang sangat heran.
"Yoona apa dirumahmu tidak ada TV atau kau tidak melihat berita online??" tanya Dania dan Yoona langsung menggelengkan kepalanya.
Roy yang sangat gemas dengan sikap polos Yoona langsung mengotak-ngatik ponselnya dan langsung menunjukan sesuatu kepada Yoona.
"Lihat ini..!!" ucap Roy.
Yoona terkejut ketika melihat berita Online ada dia bersama Jasson dengan posisi yang sangat tidak senonoh. Yoona langsung terlihat sangat emosi karena berita yang sangat asal bicara kepada publik.
Di dalam berita mengatakan bahwa Yoona si Asisten CEO Group STARIN tertangkap basah sedang melakukan hubungan badan dengan Jasson putra dari keluarga Yan di acara pesta Reuni Universitas STARIN tadi malam.
Ketiga temanya menatap Yoona dengan tatapan aneh, Yoona hanya terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa karena sangking terkejutnya.
"Kalian percaya dengan berita itu??" tanya Yoona dengan suara yang sedikit gemetar.
Sisil, Dania dan Roy saling tatap satu sama lain kemudian menatap Yoona sambil menggelengkan kepala mereka. Mereka sungguh tidak percaya dengam berita hoax itu. Walaupun sebenarnya Dania dan Roy sempat percaya sebelum Sisil menjelaskan semua tentang sifat Yoona.
"Yoona kami percaya bahwa kau tidak mungkin melakukan hal semacam itu," ucap Sisil sambil memegang kedua bahu Yoona.
"Ya, apalagi tadi Sisil bilang kemarin malam dia melihat kau pulang diantar langsung oleh Bos Alan dalam keadaan pingsan." timpal Dania.
"Orang yang menyebarkan berita itu pasti orang yang sangat iri dan membencimu," ketus Roy sambil mengepal erat kedua tanganya.
Yoona terdiam sambil memikirkan siapa kira-kira orang yang sangat membencinya, dia ingat hanya Merissa saja orang yang sangat tidak menyukainya. Merissa memang sejak dulu selalu membuat masalah untuk Yoona. Namun kejadian semalam dan siapa orang yang menyebarkan berita hoax itu pasti bukan hanya Merissa seorang diri masih ada orang lain yang membantunya atau mungkin dia orang yang membantu musuh lainnya.
"Hemm... Harus segera di selidiki ni." Gumam Sisil.
__ADS_1
"O ya Sil, tadi kamu bilang kemarin malam Boss menghajar Tuan muda Nathan hingga babak belur ya,??" tanya Dania penasaran.
"Apa? Nathan dihajar oleh Alan hingga babak belur??" tanya Yoina sangat terkejut.
"Iya, semalam aku lihat boss menghajar Nathan hingga beberapa kali tidak tau juga apa sebabnya tapi dia nyebut-nyebut nama kamu Na." Jelas Sisil lagi.
Yoona tanpa bicara lagi langsung berlari keluar untuk menanyakanya langsung kepada Alan. Teman-temannya hanya keheranan melihat Yoona yang tiba-tiba pergi begitu saja, mereka pun langsung keluar dari dalam toilet dan langsung masuk keruang kerja masing-masing.
Sementara itu Yoona yang berlari menuju ruangan CEO tanpa ragu dan tanpa melihat dulu keadaan didalam langsung saja mendobrak pintu.
"Alan aku ingin bicara dengan mu..!!" teriak Yoona sambil membuka pintu dengan kasar.
Semua orang didalam ruangan langsung tercengang melihat prilaku Yoona yang sembarangan dan sangat kasar. Ya tentunya hanya Yoona yang berani berteriak kepada Alan, dan Alan harus memiliki kesabaran yang penuh untuk menghadapi sikap Yoona.
Yoona langsung menciut karena malu, dia tidak tau ternyata didalam kantor Alan sedang ada rapat dengan para pemegang saham. Alan hanya menatap Yoona dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak, tidak tau dia akan marah atau sedang menahan malu karena sikap Asistennya itu.
"Ma..maaf sepertinya aku salah ruangan," ucap Yoona sambil membungkukan badannya.
Yoona langsung berbalik sambil menampung rasa malu yang dia buat sendiri. Alan hanya tersenyum tipis melihat raut wajah Yoona yang terlihat sangat menahan malu itu.
"Dasar gadis yang sangat ceroboh," gumam Alan sambil tersenyum tipis.
"Tuan apa barusan anda mengatakan sesuatu??" tanya Merry yang berdiri disebelahnya dan Alan langsung menggelengkan kepalanya.
"Aneh,bukannya memarahi dia karena sikap tidak sopannya itu boss malah tersenyum.!!" pikir Merry keheranan.
Alan langsung menyuruh Merry agar segera menghentikan rapatnya. Karena rapat memang sudah mau selesai dan dia juga tidak sabar untuk menemui Yoona.
Setelah bubar, Alan langsung mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi Yoona agar segera datang kekantornya.
Ddrrrttt..drrrttt
Yoona langsung mengambil ponsel dari sakunya dan langsung terkejut ketika melihat bahwa yang meneleponnya adalah Alan.
"OMG, aku baru saja keluar dan dia langsung menelepon ku, pasti aku akan ******." Gumam Yoona samblil memukul kepalanya sendiri.
Yoona pun langsung menjawab telepon dari Alan yang sudah menghubunginya hingga dua kali.
"Ha..halo bos." jawab Yoona sedikit gugup.
"Segera kekantor ku.!!" balas Alan singkat dengan suara datarnya.
"Baik bos," Yoona dengan terpaksa dan siap menerima hukuman jika Alan sangat marah gara-gara Yoona bersikap sembarangan saat rapat berlangsung.
Yoona menghentikan langkahnya ketika sampai didepan ruangan Alan dan langsung menarik napasnya dalam-dalam. Dia memberanikan diri dan dengan ragu langsung mengetuk pintu dan membukanya.
Yoona terdiam sambil berjalan menghampiri meja kerja Alan. Ingin rasanya dia kabur saat itu juga ketika melihat wajah Alan tanpa ekspresi. Alan masih menatap Yoona yang sudah berdiri dihadapanya tanpa mengatakan sepatah katapun sambil sedikit menundukan wajahnya.
"Kenapa diam, kau tadi sangat bersemangat.!" Ucap Alan.
"Itu.. Aku sungguh minta maaf, aku tidak tau kalau sepagi itu kau sudah mengadakan rapat penting," balas Yoona dengan wajah yang masih tertunduk malu dan takut.
"Memangnya apa yang ingin kau bicarakan??" tanya Alan sambil memeriksa beberapa dokumen.
Yoona tidak langsung menjawab pertanyaan Alan, dia berpikir sudah membuat malu Alan tentu saja waktunya tidak tepat jika membicarakan masalah tadi malam. Dia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang kenapa dia menghajar Nathan hingga babak belur.
"Mmm.. Sepertinya waktunya kurang tepat aku akan membicarakanya lain waktu." Jawab Yoona membuat Alan langsung mengkerutkan keningnya.
"Apa yang ingin dia katakan??" gumam Alan dalam hati sangat penasaran.
Walau Alan sangat penasaran tapi dia berpura-pura tidak peduli dengan apa yang ingin Yoona katakan. Padahal hatinya sangat penasaran dan memikirkan tentang apa yang ingin dia katakan.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Buat kalian tolong donk sudah sampai eps 20an kasih komentarnya tentang novel ini, kurang apa atau ada kesalahan apa dalam penulisannya, dan juga tentang ceritanya.. tulis dikolom komentar ya Author sudah siap mental buat bacanya..☺