Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 18 Seseorang yang dirindukan Alan


__ADS_3

Dipagi hari yang cerah terlihat Alan, Yoona dan juga Ziyan sedang sarapan bersama seperti sebuah keluarga bahagia. Ziyan dan Yoona sesekali bersenda gurau sambil menikmati makanan dihadapan mereka, sedangkan Alan hanya fokus dengan sarapannya. Ziyan terlihat sangat bahagia karena dia merasa sudah memiliki sebuah keluarga yang lengkap.


Triringgg..


Suara dering telepon membuat mata Ziyan dan Yoona tertuju kepada Alan, Alan langsung memberi isyarat bahwa dia akan menjawab telepon sebentar dan mereka langsung menganggukinya.


"Halo..!!"


"Alan segera kekantor, dikantor ada masalah Tuan Yan mengamuk karena masalah Investasi waktu itu.!" jelas Sam dari dalam telepon.


"Baik aku akan segera kesana," Alan langsung mematikan teleponnya dan kembali kemeja makan.


"Ziyan papa duluan ya, biar Yoona yang mengantarmu sekolah.!" ucap Ziyan sambil mengusap lembut kepala putranya.


"Oke Pa," jawab Ziyan.


"Yoona setelah mengantar Ziyan harus segera kekantor karena pagi ini ada rapat dadakan.!!" jelas Alan sambil memakai jasnya dan langsung diangguki oleh Yoona.


Alan pun pergi kekantor tinggalah Ziyan dan Yoona dirumah, "Mama aku kekamar dulu ada yang mau aku ambil," Ziyan lalu berlari menuju kamarnya.


Yoona langsung menggunakan kesempatan ini untuk mencari sesuatu petunjuk tentang wanita yang bernama Ellie dikamar Alan. Dengan segera dia langsung menuju kamar Alan dan membuka pintu dengan sangat hati-hati.


"Apa yang kau cari??"


Deghh...


Yoona terkejut ketika suara pria mempergokinya yang diam-diam sedang masuk kekamar Alan. Yoona lalu berbalik untuk melihat siapa orang itu.


"Si..siapa kau tuan??" tanya Yoona sedikit gugup.


"Namaku Jinyu ketua pelayan disini, apa yang nona cari?" tanya Jinyu dengan sangat sopan.


"Tidak ada yang aku cari kok, aku baru melihatmu sekarang??," tanya Yoona lagi.


"Saya kemarin diberi tugas oleh tuan muda Alan dan saya baru kembali pagi ini," jawab Jinyu.


"owhh," Yoona hanya mengangguk sambil menggeserkan langkahnya dengan sangat perlahan.


"Mama ayo sekolah..!!" teriak Ziyan,


"Ya sayang," Yoona langsung berlari secepat kilat karena takut di Introgasi oleh ketua pelayan itu.


Jinyu hanya terdiam menatap kepergian Yoona, "Hmm, baru saja 1 minggu aku pergi, rumah ini sudah diisi oleh nyonya baru.!" gumam Jin Yu sambil menutup pintu kamar Alan.


Yoona terdiam sambil menatap jalanan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan, dia berpikir kalau saja pelayan tadi mengadu kepada Alan bahwa dia kepergok masuk kedalam kamarnya, dia pasti akan habis dimarahi olehnya.


"Ma, ada apa? Apa paman Jin menyakiti mu?" tanya Ziyan terlihat khawatir.


"Tidak kok," jawab Yoona dengan suara malas.


Mobil berhenti didepan pagar sekolah, Ziyan lalu keluar dari dalam mobil dan langsung diikuti oleh Yoona. "Semangatt.!!" ucap Yoona berjongkok sambil mengepalkan satu tangannya.


"Dah mama..!!" Ziyan langsung mengecup pipi kanan Yoona dan langsung berlari sambil melambaikan tangannya.


Yoona hanya tersenyum sambil membalas lambaian tangan Ziyan. Setelah bayangan Ziyan hilang, Yoona langsung berbalik dan masuk kedalam mobil. Namun belum sempat dia masuk kedalam mobil suara seseorang menghentikan langkahnya.


"Halo nona, Tuan kami ingin berbicara dengan anda.!!" sapa seseorang yang terlihat seperti pelayan orang kaya.


Yoona langsung menoleh kearah mobil mewah yang berhenti diseberang jalan. Terlihat seorang pria sedang melambaikan tangannya dari balik jendela mobil. Yoona mengekerutkan keningnya lalu berpikir sejenak untuk mengingat siapa pria itu. Setelah berpikir beberapa menit, Yoona pun mengingat siapa pria didalam mobil yang melambaikan tangan kepadanya. Ya pria itu adalah orang yang sudah menolongnya ketika dia pingsan didalam Restaurant. Yoona pun langsung bergegas menghampirinya.

__ADS_1


"Tuan, apa kau orang yang sudah menolongku waktu itu?" tanya Yoona dengan sangat sopan.


"Sepertinya aku mudah dilupakan sehingga membuatmu berpikir sangat lama untuk mengingatku.!" ucap pria itu sedikit menunjukan ekspresi kesalnya.


"Maaf tuan aku ini sangat pelupa, terimakasih banyak atas pertolonganmu waktu itu..!!" Ucap Yoona sambil membungkukan badannya.


"Masuklah..!! Sepertinya kita perlu sedikit mengobrol sudah lama kita tidak bertemu," Dia lalu membukakan pintu mobil dan menyuruh Yoona untuk duduk disebelahnya.


Yoona hanya terdiam sambil berpikir haruskah dia masuk kedalam mobil, walau dia pernah menolongnya tapi dia tetap saja adalah orang asing.


"Kenapa diam? Ayo masuk kita ngobrol sebentar anggap saja ucapan terimakasihmu padaku," ucapannya membuat Yoona merasa tidak enak, akhirnya dia pun masuk kedalam mobil.


"Kenapa kau bersikap seperti tidak mengenalku," tanyanya dengan sangat heran.


"Maaf tuan aku memang belum mengenal mu," jawab Yoona.


"Wanita ini hilang ingatan atau kenapa," gumamnya semakin heran.


"Tuan siapa nama mu?" tanya Yoona sambil mendongakkan wajahnya.


"Heh sungguh menarik," pikir Yandha sambil menunjukan senyum liciknya. "Nama ku Yan, kau harus mengingatnya mulai sekarang, apa boleh kita berteman?" tanya Yandha sambil menjulurkan jari kelingkingnya.


"Tentu saja boleh, o ya aku sedang terburu-buru karena pekerjaan.!" ucap Yoona sambil membuka pintu mobil.


"Baiklah lain kali kita mengobrol lagi," ucap Yandha sambil menunjukan senyum lebarnya dan Yoona hanya mengangguk.


"Aku pikir tidak ada lain kali," gumam Yoona dalam hati lalu masuk kedalam mobilnya.


Yandha terus saja menatap Yoona sampai dia pergi jauh melaju dengan mobilnya. Dia terus saja tersenyum membayangkan wajah Yoona yang semakin cantik. Tentu saja dia berpikir bahwa Yoona adalah Ellie.


"Kamu ini hilang ingatan atau sengaja berpura-pura tidak mengenalku," pikir Yandha membuatnya semakin tertarik kepada Yoona.


Disisi lain Alan yang sedang menahan emosinya karena menunggu Yoona yang tak kunjung datang membuat para klien terdiam kaku karena takut. Diantara mereka tidak ada yang berani membuka pembicaraan hingga Sam datang dan membuat suasana menjadi normal kembali. Sam langsung memimpin rapat hingga selesai dan Alan masih dengan ekspresinya yang mencekam.


"Maaf aku terlambat.!!" teriak Yoona dengan napas yang terengah-engah.


Yoona langsung menciut ketika melihat Alan memasang ekspresi seperti singa yang sedang memburu mangsanya. Dia juga tercengang karena melihat ruangan hanya tinggal tersisa Alan dan Sam saja.


"A..apa rapatnya sudah selesai?" tanya Yoona sangat gugup.


Sam hanya menggelengkan kepalanya sambil mengusap wajahnya dengan kasar dan mendekati Yoona,"Pikirkan saja bagaimana caramu mendinginkan kepalanya?" bisik Sam lalu pergi dari ruang rapat.


Yoona lalu menelan ludahnya sendiri dengan kasar, dia takut namun harus memberanikan diri untuk meminta maaf kepada Alan yang dari tadi menatapnya dengan sangat menakutkan.


"Tuan Alan, boss Alan..!! Aku sungguh minta maaf.!" ucap Yoona sambil menundukan wajahnya.


Yoona sangat bingung karena dia tidak pandai membuat alasan yang bagus. Dia hanya mengucapkan kata maaf tanpa memberi alasan yang jelas.


"Apa kau mengantar Ziyan sekolah hingga keluar Negeri?" tanya Alan.


"Hah? Ten..tentu saja tidak," jawab Yoona ragu.


"Lalu apa alasanmu??"


"Mmm..aku tadi terlalu lama mengobrol dengan ziyan," jawab Yoona mulai ngelantur.


"Wanita bodoh, apa kau kira aku bisa dibohongi.!" ketus Alan sambil menjitak kening Yoona.


"Tidak ada lain kali, sebagai permintaan maaf buatkan aku secangkir kopi," ucap Alan sambil berjalan menuju ruangannya.

__ADS_1


"Ehh aku kira aku akan mati," pikir Yoona lalu dengan segera dia langsung membuatkan kopi untuk Alan.


Ketika Yoona membawa secangkir kopi untuk diantar karuangan Alan, tiba-tiba dengan sengaja seorang karyawan menumpahkan kopi ketangan Yoona.


"Arrghhh.." Yoona merintih kesakitan karena tangannya terasa melepuh tersiram kopi panas.


"Upss maaf ya, kopi kan masih banyak kau bisa membuatkannya lagi kan.!" ucapnya lalu pergi meninggalkan Yoona.


Yoona hanya mengeluh sambil menahan emosinya karena dia tidak ingin memperbanyak musuh didalam kantor. Dia lalu kembali untuk membuat kopi lagi dan mengantarnya keruang CEO.


"Boss kopi mu..!!" ucap Yoona sambil menaruhnya diatas meja.


Alan tidak sengaja melihat tangan kiri Yoona yang sangat merah karena air panas, "Kenapa dengan tanganmu??" tanya Alan dengan wajah datar.


"Ehh ini tidak sengaja kena air panas," jawab Yoona sambil menyembunyikan tanganya kebelakang.


"Ck dasar wanita bodoh.!" Alan lalu berdiri dan mengambil salep dari kotak P3K, "Kemarilah..!!" ucap Alan menyuruh Yoona untuk duduk disebelahnya.


"Terimakasih, aku bisa mengoleskannya sendiri," Yoona lalu mengambil salepnya dari tangan Alan dan langsung mengoleskannya sendiri, Alan hanya memperhatikan Yoona dengan seksama.


"Aku ingin tau kenapa kau selalu memakai penutup telinga?" tanya Alan sambil menyelipkan rambut Yoona yang menutupi telinganya.


"Emm.. Telingaku terlalu peka terhadap frekuensi normal dan tinggi, aku hanya bisa mendengar suara dengan frekuensi rendah itu akan terdengar normal ditelingaku. Tapi frekuensi yang terdengar normal ditelinga orang lain akan menjadi frekuensi tinggi ditelingaku," Jelas Yoona.


"Apa itu sejenis penyakit?" tanya Alan dengan wajah serius.


"Tidak juga," jawab Yoona sambil menggelengkan kepalanya. "Dokter bilang ini akibat kecelakaan yang menimpaku 5 tahun yang lalu dia juga bilang pasti ada trauma besar yang menimpaku, aku juga mengalami Amnesia gara-gara kecelakaan itu." jelasnya lagi membuat Alan terkejut.


Alan langsung mengkerutkan keningnya, dia berpikir pantas saja selama ini wanita yang selalu dia panggil Ellie seperti tidak mengenalinya, bukan karena sedang bersandiwara melainkan karena dia hilang ingatan gara-gara kecelakaan 5 tahun yang lalu.


Alan langsung memeluk Yoona dengan sangat erat, membuat Yoona lagi-lagi dibuat bingung dengan sikap Alan. "Boss ada apa dengan dirimu?" tanya Yoona sambil mencoba melepas pelukan Alan.


"Tunggu, biar aku memelukmu sebentar.!" jawab Alan mempererat pelukannya.


"Ellie, aku tau itu pasti dirimu, jika 5 tahun yang lalu kau benar-benar hilang ingatan, maka aku sanggup perlahan-lahan membantumu mengingat semuanya. Aku sungguh merindukan dirimu Ellie," pikir Alan sambil terus memeluk Yoona,


Yoona merasa kasihan dengan tatapan Alan yang terlihat sangat menyedihkan, ini perrtama kalinya dia melihat Alan yang berwajah datar menunjukan ekspresi sedih. Walau Yoona bingung tidak tau apa yang membuat Alan terlihat sedih, dia lalu membalas pelukan Alan dan mencoba seolah-olah membuatnya tenang agar tidak merasakan kesedihan lagi.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Like,Comment dan Rate 5 🌟 ya..!!!


Terimakasih😆


Author By Lulun Eerlyan

__ADS_1


__ADS_2