
Didalam ruang rawat VIP Yoona seorang diri, entah sampai kapan dia terbaring dirumah sakit ini. Yoona sangat merasa bosan, didalam pikirannya saat ini dia memikirkan bagaimana tentang pekerjaan barunya, dia bahkan belum bekerja seharipun.
"Argghhh uang ku akan hilang lagi, pasti lagi lagi aku akan dipecat sebelum bekerja.!!" gerutu Yoona sambil mencengkram kepalanya.
Tokkk.. tokkkk..
"Siapa?? masuk saja..!!" Ucap Yoona setelah mendengar suara ketukan pintu.
"Jengg... jengg.." Ucap seorang gadis sambil membawa sekeresek makanan dan baju ganti.
"Sisil..!!" Teriak Yoona sangat senang.
Yaa Sisil adalah sahabat Yoona satu-satunya yang sangat dia percaya, mereka selalu bersama sejak kuliah. Yoona merasa kehidupan mereka sangat sama itulah yang membuat mereka berdua menjadi sahabat seperjuangan susah senang selalu bersama.
"Sisil bagaimana kamu tau aku sedang berada dirumah sakit??" tanya Yoona kepada Sisil.
Yoona memang tidak memberitahu siapapun tentang keadaannya saat ini. bagaimana mungkin dia memberi kabar orang yang dia kenal, dia bahkan tidak memiliki ponsel saat ini, dan dia merasa seperti dipenjara dirumah sakit ini karena tidak diizinkan keluar dari kamar.
"Boss besar yang memberitahuku.!" Jawabnya sambil menaruh plastik yang dia bawa keatas meja.
"Haah...! Boss besar siapa yang kamu maksud??" Tanya Yoona lagi sedikit bingung.
"Tentu saja tuan muda Alan, memangnya siapa lagi..!!" Ucap nya sambil bertolak pinggang.
"Bagaimana mungkin? kenapa dia bisa tau kalau aku berteman dengan Sisil." Gumamnya dalam hati.
"Sisil apa kamu serius??" tanya Yoona lagi tidak percaya.
"Yoona sayangg... coba deh kamu pikir kalau bukan Bigboss yang memberitahuku memangnya siapa lagi, kamu bahkan tidak mengabariku." Ucap Sisil sambil mencubit geram kedua pipi Yoona.
"Hmm.. iya juga sih.. tapi bagaimana caranya dia tau kalau kamu adalah temanku?" Gumam Yoona sambil memegang dagu.
"Tentu saja karena ini..!!" Ucap Sisil sambil mengangkat sebuah ponsel.
"Waahh ponsel ku,, akhirnya kau kembali sayanggku." Ucap Yoona sambil mencium ponsel miliknya yang sempat hilang.
"Hey bagaimana ini bisa ada dikamu??" tanyanya lagi dengan heran.
"Ceritanya begini...."
Flashback Sisil
"Duhhh.. Yoona kenapa susah dihubungi sih.. Jangan jangan dia frustasi gara-gara pertama kerja langsung dipecat dan terus dia bunuh diri.. ohh tidaakk.." Gumam Sisil sambil berjalan bolak balik seperti setrika.
"Aku harus telpon dia berkali-kali sampai dia mengangkatnya." Ucap Sisil sambil menelpon Yoona lagi.
Tuuuttttt....tuuutttttt...
"Halo." Ucap seseorang dari dalam ponsel.
"Ahh akhirnya diangkat juga." Gumam Sisil dalam hati.
"Yoona kenapa kau tidak menjawab telepon sejak tadi, kau tau betapa khawatirnya aku, aku kira kau bunuh diri karena frustasi." Ucap Sisil panjang lebar.
"Ini bukan Yoona, apa ini Nona Sisil karyawan magang di Group Star International???" tanya seseorang itu dari dalam ponsel.
"Aku baru sadar ternyata yang menjawab telepon suara lelaki." Gumam Sisil dalam hati.
"Benar tuan, Maaf sebelumnya saya sedang berbicara dengan siapa??" tanya Sisil dengan sangat sopan.
"Saya Asisten CEO Sammuel, datang lah keruang CEO sekarang dalam waktu 5 menit." Ucapnya dan sambungan pun terputus.
"Arrghhhhh kenapa aku bisa menelpon ke Asisten CEO?, Matilah aku..!! aku rasa aku tidak salah nomor." Ucap Sisil sambil berlari menuju Lift.
__ADS_1
Flashback End.
.
.
.
.
"Wow terus bagaimana setelah kamu sampai didalam kantor.??" tanya Yoona yang penasaran dengan cerita Sisil.
"Yoona Yoona Yoona...! kalau bisa itu pertama kali dan terakhir kalinya aku masuk kekantor CEO." Ucap Sisil sambil mencengkram kepalanya sendiri.
"Kau tau saat itu rasanya aku seperti sedang masuk kekandang singa dengan tatapan mereka yang seolah-olah mau memangsa." Sambungnya lagi dengan ekspresi seperti orang frustasi.
Sisil merasa berurusan dengan CEO langsung adalah hal buruk baginya, karena salah sedikit saja pasti bisa habis riwayatnya.
"Lalu apa yang dikatakan Alan??" tanya Yoona lagi kepada Sisil.
"Heyy... sssuuttt..!! berani sekali kau menyebutnya dengan namanya langsung." Ucap Sisil yang langsung membungkam mulut Yoona.
"Kau jangan terlalu berlebihan dia bahkan tidak ada disini." Ucap Yoona dengan santai.
"Hiss dasar gadis bodoh apa kau tidak takut jika nanti dia tiba tiba datang.?" Bisik Sisil sangat khawatir.
"Kenapa aku harus takut,? Dia masih sama-sama makan nasi tentu saja aku tidak akan takut, jika dia macam-macam aku akan memukul pantatnya sampai merah.!!" Ucap Yoona sambil melipat kedua tangannya didada.
Ceklekkk.. Suara pintu terbuka.
"Apa kau yakin dengan apa yang kau ucapkan??" Ucap Alan yang tiba-tiba sudah membuka pintu tanpa Yoona dan Sisil sadari.
"Yoona sepertinya kau akan lebih lama lagi dirawat dirumah sakit karena ucapanmu barusan." Gumam Sisil dalam hati ketakutan.
"Hehe.. aku sepertinya tidak mengucapkan apapun." Ucap Yoona sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum.
"Kau bilang aku tadi makan nasi,bagaimana kalau ternyata aku sanggup untuk memakanmu, apa kau takut sekarang???" Ucap Alan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona.
"Ehehe... Tuan kau pasti bercanda kan?,aku juga tadi hanya bercanda.!" Ucap Yoona lagi sambil memalingkan wajahnya.
"Ellie aku tau kau sangat penakut..!" Ucap Alan sambil mencengkram dagu Yoona.
"Hey apa maksud mu?, aku sama sekali tidak takut padamu, dan lagi aku bukan Ellie,! apa kau sedang mabuk.??" Ucap Yoona sambil memicingkan kedua matanya.
"Kau benar benar membuatku kesal..!!" Ucap Alan sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Yoona seperti orang yang hendak mencium.
Yoona pun terkejut dengan apa yang Alan lakukan, dia langsung memejamkan kedua matanya dan.....
"Papaaa..! apa yang kamu lakukan??" teriak Ziyan yang tiba-tiba muncul membuka pintu.
Sontak Alan pun langsung berdiri tegap dan langsung manjauhi Yoona.
"Huh Ziyan kau menyelamatkan ku." Gumam Yoona dalam hati sambil melepas napas lega.
Sisil yang sejak tadi berdiri kaku seperti patung langsung menghampiri Yoona. ya walaupun ada dia nyatanya dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Yoona.
"Yoona hampir saja kau ******." Gumam Sisil kepada Yoona.
"Mama apa papa menyakiti mu??" tanya Ziyan sambil memeluk tangan kanan Yoona.
"Tentu saja tidak," Ucapnya sambil tersenyum.
"Ada apa dengan anak nakal ini, kenapa selalu memanggilku Mama??" Gumam Yoona dalam hati sangat heran.
__ADS_1
"Yoona kenapa Putra bigbos memanggil mu Mama??" Bisik Sisil kepada Yoona.
"Itu juga yang ingin aku ketahui.!" Jawab Yoona sambil berbisik.
Alan yang tidak senang karena Ziyan memanggil Yoona Mama langsung memasang ekspresi yang mencekam.
"Ziyan sudah papa bilang berapa kali jangan memanggilnya Mama dia bukan Mama mu." Ucap Alan dengan tegas.
"Papa kau bahkan sejak dulu tidak bisa mencarikan ku seorang Mama, tapi kau sekarang melarangku untuk mencari Mama ku sendiri." Ucap Ziyan tidak kalah tegas.
"Bukannya kau sendiri yang selalu menolak setiap perempuan yang di atur oleh kakek untuk menjadi Mama baru mu.." Ucap Alan lagi tidak mau kalah.
"Hey papa..!! sekarang kau bahkan menyalahkan aku?? bukannya papa juga yang selalu menolak tidak menginginkan seorang wanita." Ucap Ziyan lagi sambil bertolak pinggang dan menatap tajam mata Alan.
Mereka ayah dan anak lagi-lagi bertengkar yang membuat kepala Yoona sakit saat mendengar suara mereka.
"Ziyan kamu tidak boleh berbicara seperti itu..!!" Timpal Yoona disela perdebatan mereka.
"Mama apa kamu tidak suka aku bertengkar dengan Papa,, aku minta maaf ma..!!" Ucap Ziyan dengan memasang wajah imutnya.
"Seharusnya kau meminta maaf pada papa." Cetus Alan kepada putranya.
"Weekkkk..." Ucap Ziyan sambil menjulurkan lidahnya.
Yoona dan Sisil pun menahan tawa melihat tingkah Ziyan kepada Papanya.
Alan yang sangat kesal pun hanya menunjukan ekpresi datarnya dan langsung pergi keluar dari ruangan.
Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang ingin Yoona tanyakan kepada Alan, kenapa dia selalu salah memanggilnya dengan nama Ellie.. Siapa sebenarnya orang yang bernama Ellie itu???
Apa dia ibu kandung nya Ziyan???
kalau pun iya. kenapa dia harus memanggil Yoona dengan panggilan Ellie??
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Buat yang suka dengan cerita ini mohon tinggalkan jejak kalian ya.
terus dukung author dengan cara rate 5 🌟,like and comment,.!!
Author By @Lulun_Eerlyan07
__ADS_1