Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 35 Perjanjian diatas kertas


__ADS_3

"Ayo turun.!!" Ajak Alan setelah Helikopter sampai diatas atap gedung rumahnya.


Yoona hanya terdiam saat mendengar ajakan Alan, dia langsung menatap kebawah dan terlihat tidak senang. Dia berpikir kenapa itu bukan atap gedung rumahnya melainkan atap gedung rumah Alan.


"Kenapa diam? Jangan bilang kau takut dengan ketinggian.!" Tanya Alan seraya mengejek Yoona.


"Cih, aku tidak selemah itu," jawab Yoona dengan tatapan sinis.


Alan terdiam saat Yoona memberikan tatapan sinis kepadanya, "Hmm, sepertinya dia masih marah kepadaku soal kemarin malam," pikir Alan.


"Baiklah kalau begitu cepat turun tunggu apa lagi, apa perlu aku menggendong mu?" ucap Alan sambil mengulurkan tangannya.


Dengan sigap Yoona langsung menepis tangan Alan, "Tidak perlu.!" Ketus Yoona singkat.


"Kenapa kita turun disini inikan rumahmu, aku hanya mau turun di Apartement rumahku atau didekat rumah sakit tempat adikku dirawat.!" Gerutu Yoona berbicara dengan sangat cepat.


"Yoona kita turun disini dulu ya, setelah itu kita langsung on the way ke tempat yang kamu mau," rayu Alan dengan nada yang sangat lembut.


Tanpa berkata iya Yoona langsung saja menuruti apa yang Alan katakan. Tidak menunggu aba-aba lagi Yoona langsung turun dan langsung loncat dari tangga.


"Yoona tunggu, ada yang ingin aku bicarakan.!!" Teriak Alan dan Yoona tidak menggubrisnya sama sekali. Dia tetap saja berjalan menjauhinya dan bersikap seolah-olah tidak mendengar teriakan Alan. Alan terus mengejarnya dan langsung meraih tangan Yoona untuk menghentikan langkahnya.


"Yoona dengarkan aku, aku ingin bicara denganmu.!" Rengek Alan menggenggam erat tangan Yoona.


"Sebenarnya apa lagi yang ingin kau bicarakan, ibu ku sudah menunggu," tanya Yoona tanpa menoleh Alan yang sejak tadi terus mengajaknya bicara.


Alan langsung memegang bahu Yoona dan membalikkan badannya agar menghadap kearahnya. Dia juga memegang dagu Yoona agar menatap matanya. Karena sejak bertemu dipantai hingga saat ini Yoona terus saja memalingkan pandangannya tidak mau menatap Alan.


"Bicara ya bicara saja tidak perlu menyentuhku.!" Bentak Yoona sambil menepiskan tangan Alan dari dagunya.


"Baiklah aku akan bicara, Yoona sebelumnya aku minta maaf tentang malam itu. Aku..... Aku bukannya lupa dan mencampakkan mu, tapi sungguh ada alasan yang sulit aku jelaskan padamu, aku mohon kamu mengerti tolong maafkan aku dan jangan marah lagi ya.!!" Jelas Alan dengan nada suara rendah dan tatapan yang sangat tulus.


Yoona terlihat tambah kesal saat mendengar Alan tidak bisa menjelaskan alasan yang kuat untuk meyakinkanya. Bagaimana bisa dengan semudah itu bisa memaafkannya sedangkan Alan bahkan sekedar memberi alasan pun tidak.


Yoona pun perlahan melepaskan genggaman tangan Alan sambil berkata, "Jika kau sulit untuk menjelaskan alasannya, tidak usah lagi bicara denganku tentang itu, aku sudah tidak peduli. Tidak tau wanita mana yang malam itu tidur bersama mu aku juga tidak peduli."


Yoona langsung berbalik meninggalkan Alan yang tiba-tiba saja langsung terdiam mematung. Dia berpikir keras bagaimana bisa Yoona berkata bahwa malam itu dia tidur bersama seorang wanita. Sedangkan faktanya malam itu dia tiba-tiba sakit hingga tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Yoona apa kau sungguh berpikir bahwa malam itu aku tidur bersama wanita lain?" gumam Alan sambil menatap punggung Yoona yang sudah mulai menjauh.


Yoona terus saja berjalan tanpa menoleh lagi kebelakang. Saat hendak menuruni anak tangga Yoona berbalik untuk melihat bahwa Alan masih mengejarnya atau tidak. Namun ternyata Alan tidak mengejarnya, dia langsung berbalik lagi dan menuruni anak tangga. Hatinya terasa tidak nyaman saat mengetahui bahwa Alan tidak mengejarnya lagi saat dia menyinggung tentang seorang wanita. Menurut Yoona itu menandakan bahwa apa yang dia katakan benar adanya sehingga membuat Alan tidak bisa mengelak lagi.


Sementara itu Alan masih berdiri sambil terus menatap kosong kearah Yoona berjalan. Dia tersenyum tipis dan berpikir ternyata Yoona marah karena dia pikir dia tidur bersama wanita lain, itu tandanya Yoona sedang cemburu. Dia pun membuat rencana untuk menjelaskan kesalah pahaman ini dengan romantis. Malam itu sebenarnya secara terang-terangan Alan berniat ingin melamar Yoona karena dia sudah sangat yakin bahwa Yoona adalah Ellie ibu kandung dari Ziyan. Karena gagal dia ingin mengulang kembali dan akan dipastikan bahwa kali ini dia tidak akan gagal.


"Bos kenapa tidak mengejarnya??" tanya Alex membuat Alan terkejut.


"Tidak perlu aku ada cara lain untuk menjelaskannya.!" Balas Alan sambil menepuk bahu Alex.


"Tapi bos jika kau membiarkannya seeprti itu dia akan salah paham," sambung Alex lagi.


"Sudah diam, kau tidak perlu menceramahiku.!" Ketus Alan lalu pergi menyusul Yoona.


🍁🍁🍁


Yoona dengan sangat kesal langsung berlari keluar dari rumah Alan. Dia memberhentikan Taxi dan langsung menuju ke rumah sakit untuk mengunjungi adiknya.


Namun saat diperjalanan, sebuah mobil mewah menyalip dan dengan sengaja memberhentikan mobil yang ia naiki. Dia tidak tau siapa yang ada didalam mobil, namun dia penasaran siapa dan dengan niat apa orang itu memberhentikan mobil yang ia naiki. Yoona pun memberanikan diri untuk keluar dari dalam mobil.


"Hati-hati Nona, siapa tau mereka punya niat buruk.!" Bisik seorang supir.


Yoona berdiri didepan mobil yang ia naiki. Terlihat seseorang yang sangat berwibawa mulai keluar dari dalam mobil. Pria itu terlihat sedikit tua namun tubuhnya masih berjalan dengan tegap, tapi walaupun begitu dia masih saja berjalan menggunakan tongkat.


"Apa anda yang bernama Athalia Yoona??" tanya seorang bodyguard kepada Yoona.


"Ya, kalian siapa dan ada perlu apa??" tanya Yoona sangat penasaran.


"Biar saya perkenalkan yang berdiri disebelah saya adalah tuan besar William, Fredy William. Tuan saya ada perlu dengan anda nona, mohon untuk masuk kedalam mobil sebentar.!" Jelas seorang bodyguard.


Seketika Yoona langsung terdiam saat mengetahui bahwa pria dihadapannya adalah tuan besar William, ayah dari Alan dan kakeknya Ziyan. Yoona penasaran sebenarnya apa yang ingin dia katakan sehingga harus repot-repot menemuinya langsung. Dia pun langsung menyetujui untuk masuk kedalam mobil bersama mereka.


Yoona mengikuti Tuan Fredy dan langsung duduk disebelahnya. Berada dekat disamping tuan besar William terasa sangat mencekam. Tatapannya yang dingin dan terlihat sangat cuek sangat persis dengan anaknya. Tentu saja buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.


"Ayo ke Rumah Sakit kota.!" Perintah Fredy dan mereka pun langsung melaju menuju rumah sakit.


Yoona merasa heran kenapa mereka membawanya ke Rumah Sakit tempat adiknya dirawat. Dia pun memberanikan diri untuk bertanya sebenarnya hal penting apa yang akan tuan besar itu katakan.

__ADS_1


"Maaf.. Sebenarnya ada perlu apa tuan dengan saya??" tanya Yoona sedikit ragu.


"Berikan suratnya.!!" Perintah Fredy kepada salah satu bodyguardnya.


Yoona pun langsung di sodorkan beberapa lembar kertas. Dia terlihat bingung karena mereka tidak menjelaskan apa-apa tentang niat mereka. Tanpa menunggu perintah lagi Yoona langsung membaca isi kertas yang dia pegang.


Seketika Yoona langsung terbelalak ketika membaca kertas yang diberikan oleh salah satu bodyguard itu. Ternyata isi kertas itu adalah bukti pembayaran dan surat izin Operasi tumor otak adiknya. Sudah ada tanda tangan ibunya di surat izin tersebut, dan bukti pembayaran pun sudah lunas.


"Tuan maaf, apa maksud dari semua ini??" tanya Yoona dengan wajah yang tiba-tiba menjadi pucat


"Kurang jelas apa lagi? Aku sudah melunasi biaya operasi adikmu dan akan langsung dioperasi besok pagi. Kau belum membaca surat yang terkahir segera baca dan harus langsung ditanda tangani.!" Jelas Tuan Fredy tanpa menatap Yoona.


Dengan tatapan bingung Yoona langsung membaca surat terakhir yang belum sempat ia baca. Saat membaca surat terakhir wajahnya menjadi semakin pucat. Tangannya langsung bergetar saat membaca ternyata itu adalah surat perjanjian.


Di kertas itu tertulis bahwa pihak B harus menjauhi pihak A dan dilarang membuat hubungan dalam bentuk apapun. Pihak B yang dimaksud adalah Yoona dan pihak A adalah seluruh anggota keluarga William khususnya Alan dan Ziyan. Jika pihak B tidak menyetujui atau melanggar surat perjanjian diatas kertas, maka pihak B harus mengganti semua biaya operasi yang sudah disetujui oleh pihak B lainnya sebesar 500 juta.


Tanpa pikir panjang lagi Yoona langsung menandatangani surat perjanjian itu. Karena mau dipikir sampai matipun ujung-ujungnya pasti dengan terpaksa akan menyetujui surat perjanjian karena tidak sanggup membayar uang ganti rugi.


"Kakek ini sungguh licik, tapi tidak apa ini sangat menguntungkan bagiku, adikku bisa sembuh setelah ini," pikir Yoona sambil menandatangani surat perjanjian itu.


"Oke, kau harus ingat dengan apa yang sudah kau baca dan setujui, jika melanggar aku tidak akan berbelas kasih.!" Ucapan tuan Fredy terasa sangat mencekam dan dengan hanya kata-katanya saja terasa seperti membunuh.


Tuan Fredy memang tidak banyak bicara, namun melalui kata-kata singkatnya sangat jelas bahwa dia ingin memisahkan Yoona dengan Alan dan Ziyan. Karena uang memang sangat berkuasa terutama sangat ampuh untuk mengancam orang miskin.


Yoona diturunkan didepan rumah sakit. Dia tidak banyak bicara setelah menandatangani surat perjanjian itu. Dia pikir menjauhi Alan dan Ziyan adalah hal yang sangat mudah. Apalagi dia merasa sangat diuntungkan karena biaya operasi adiknya sudah ditanggung, Haris akan segera sembuh.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


LIKE,COMMENT,RATE DAN VOTE.!!


__ADS_2