
Alan berjalan mondar-mandir di depan ruang UGD, dia terlihat sangat panik menunggu Ayahnya yang sedang kritis. Nyonya Karyn pun tak henti-hentinya terus menangis dipelukan Yandha yang juga ikut menyusul saat tau bahwa Ayahnya tiba-tiba serangan jantung.
"Bu sudah jangan menangis lagi Ayah pasti akan baik-baik saja, Dokter sedang menanganinya." Bujuk Yandha sangat mengkhawatirkan ibunya yang tidak berhenti menangis.
"Hiks, Bagaimana ibu bisa berhenti menangis jika belum bisa melihat Ayahmu.!!" Isak Ny. Karyn.
Alan hanya menatap sedih wajah ibunya tidak bisa berkata apapun. Dia sadar bahwa ini adalah salahnya, jika dia tidak melawan kehendak Ayahnya mungkin tidak akan jadi seperti ini.
"Lily tolong gantikan aku jaga ibu.!" Suruh Yandha kepada Asistennya.
"Baik Tuan.!!" Balas Lily lalu duduk di samping Ny. Karyn.
Yandha lalu menghampiri Alan yang masih terus berdiri di depan ruang UGD. Dia lalu menarik tangan Alan dan membawanya ke tempat yang sedikit jauh dari ibunya.
"Kakak, sebenarnya apa yang terjadi kenapa Ayah bisa tiba-tiba sakit??" tanya Yandha penasaran bercampur emosi.
Yandha memang belum tau apa yang sebenarnya terjadi, karena saat diberitahu bahwa Ayahnya sedang kritis Yandha sedang berada di Kantornya.
"Aku hanya bilang bahwa aku ingin menikahi Ellie dan Ayah tidak perlu ikut campur tentang urusanku," jawabnya dengan wajah santai.
"Kakak apa kau gila??" tegas Alan tidak percaya.
"Kalau kau juga mau kaget sampai jantungan, silahkan.!! Aku tetap pada keputusanku dan tidak akan pernah merubahnya." Jawab Alan lagi sambil berbalik meninggalkan Yandha.
"Kakak kau sungguh keter..."
Brukk
Belum selesai Yandha bicara seorang Suster tiba-tiba saja menabraknya dari belakang.
"Maaf Tuan saya tidak sengaja.!" Ucap Suster itu lalu pergi lagi dengan sangat tergesa-gesa.
"Aww,, Ada apa dengan Suster itu kenapa dia..."
Brukk
Lagi-lagi, belum selesai Yandha bicara seseorang juga menabraknya dan malah langsung pergi tanpa meminta maaf terlebih dahulu.
"Hey ada apa sebenarnya kenapa selalu aku yang ditabrak, apa ada yang mati?" gerutu Yandha sedikit kesal sambil menatap punggung wanita yang menabraknya.
Alan bengong melihat wanita yang baru saja melewatinya. Dia merasa wanita itu adalah...
"Yoona..!!" Lirih Alan sambil mulai melangkahkan kakinya hendak mengejar wanita yang baru saja melewatinya.
__ADS_1
"Kakak ada apa??" tanya Yandha sambil menahan tangan Alan.
"Barusan yang menabrakmu sepertinya Yoona?" jawab Alan.
Alan pun langsung berlari mengejar kemana perginya wanita itu. Dia benar-benar yakin bahwa yang dia lihat adalah Yoona. Namun saat Alan berlari mengejarnya tiba-tiba saja dari arah kiri koridor Rumah Sakit seseorang menghentikan langkahnya.
"Alan..!!" Panggil Carolin sambil melambaikan tangannya.
Dia datang bersama Ziyan, Ziyan langsung berlari dan memeluk Papanya.
"Papa apa kakek baik-baik saja??" tanya Ziyan terlihat sangat khawatir.
"Ya kakek baik-baik saja," jawab Alan sambil melirik kearah Yandha. Yandha pun mengerti apa maksud dari Kakaknya itu. Dia langsung mengajak Ziyan untuk menunggu kakeknya di depan ruang UGD.
"Kenapa kau membawa Ziyan ke Rumah Sakit??" tanya Alan kepada Carolin sedikit tidak senang.
"Aku tadi menjemputnya sekolah, dan langsung membawanya kemari. Dia tau bahwa kakek nya Tuan besar William sakit jadi Ziyan minta diantar kemari." Jawab Carolin beralasan.
Alan hanya diam saja sambil menatap sinis kepada Carolin. Dia pun lalu pergi begitu saja meninggalkannya.
"Hmm, kalau aku tidak membawa Ziyan tentu saja tidak ada alasan untuk aku datang kemari," batin Carolin sambil berjalan menyusul Alan.
🍃🍃🍃
"Hiks, ibu tenang ya semua pasti akan baik-baik saja.!" Bujuk Yoona sambil memeluk erat tubuh ibunya.
"Yoona kita orang miskin bisa apa, tadi Dokter yang menangani Haris tiba-tiba keluar meninggalkan operasi, dan ibu mendengar katanya ada Tuan besar yang membutuhkan pertolongan gawat darurat. Yoona apa mereka pikir kita orang miskin ini tidak butuh pertolongan??, apa kita orang miskin tidak layak ditolong?" isak ibunya terlihat sangat kesal.
Yoona langsung mengepalkan tangannya menahan emosi. Betapa tidak adilnya seorang Dokter meninggalakan Operasi hanya karena mementingkan orang lain yang tiba-tiba datang sebelumnya. Dokter yang tiba-tiba meninggalkan Operasi adalah dr. Kelvin yang bertanggung jawab atas berjalannya operasi Haris. Namun karena ada orang besar yang menurutnya lebih penting, dia pun langsung meninggalkan ruang operasi.
"Yoona jangan khawatir, aku sudah memanggilkan Dokter terbaik yang aku kenal, semoga waktunya tepat." Ucap Nathan membuat Yoona sedikit merasa tenang.
"Terimakasih Nathan," balas Yoona.
"Sama-sama, Kalian tunggu disini ya, aku pergi sebentar dan akan kembali setelah membeli minuman.!" Ucap Nathan dan langsung di angguki oleh Yoona.
Nathan pun berjalan menuju lift, saat pintu lift terbuka terlihat ada Alan di dalamnya. Mereka berdua saling pandang tanpa ekspresi dan tidak ada yang menyapa hingga akhirnya Nathan duluan yang menyapanya.
"Halo Tuan Alan.! Kau sedang di Rumah Sakit juga?" sapa Nathan dengan sangat ramah.
Namun tanpa memperdulikan sapaan Nathan, Alan langsung saja keluar dan melewati Nathan yang sedang berdiri di depan Lift. Alan tidak terlalu memperdulikannya karena dia memang tidak ada urusan dengannya. Nathan pun juga mengacuhkannya dan masuk kedalam lift.
Alan terus berjalan melihat kesana-kemari mencari Yoona. Namun sejak tadi dia tidak menemukan dimana Yoona berada hingga akhirnya dia berhenti di depan ruang operasi.
__ADS_1
"Hmm, Apa mungkin Yoona berada di sini? Tapi buat apa kalau pun dia ada di sini?" pikir Alan sambil membaca tulisan ruang operasi.
Alan masih belum menyadari bahwa Yoona sedang duduk di kursi sambil tertunduk memeluk ibunya, begitu pun dengan Yoona. Karena Alan merasa Yoona tidak ada di sekitar lantai 10 Rumah Sakit, dia pikir mungkin hanya salah lihat. Dia pun memutuskan untuk kembali ke lantai bawah.
"Ehh kenapa tiba-tiba tercium bau parfumnya Alan?" pikir Yoona sambil mengangkat kepalanya melihat sekitar koridor.
🍁🍁🍁
Setelah melewati masa kritis, Suster memindahkan Tuan besar William ke ruang VIP. Para keluarga yang menunggunya langsung melihat ke dalam ruangan.
"Kakek apa ini sakit??" tanya Ziyan sambil mengusap dada Tuan Fredy.
"Wah cucu kakek hebat, karena tangan kecil Ziyan dada kakek jadi tidak sakit lagi.!" Balas Tuan Fredy membuat Ziyan jadi tidak takut lagi.
Ziyan langsung merangkak naik keatas kasur dan berkata: "Kakek jangan sakit lagi ya, Ziyan takut.!!" Ucap Ziyan langsung memeluk tubuh kakeknya. Fredy merasa iba saat melihat cucunya terlihat sedih. Dia langsung mengelus rambut Ziyan dan Ziyan merasa sangat senang.
"Paman Fredy, Caca doakan semoga paman cepat sembuh, maaf Caca tadi sangat terburu-buru saat tau paman sakit hingga tidak membawa apa-apa untuk paman," Ucap Carolin sedang mencari muka.
"Haha, Caca ada apa dengan mu, kita ini sudah seperti keluarga jangan merasa canggung begitu dong.!!" Balas Tuan Fredy terlihat bahagia.
"Paman jaga kesehatan ya jangan terlalu banyak pikiran. Lihat semuanya sedang berkumpul kami semua akan sedih jika paman tidak cepat sembuh.!" Ucap Carolin lagi sambil meneteskan air mata palsunya.
"Gadis baik terimakasih ya sayang.!!" Nyonya Karyn langsung memeluk Carolin. Dia merasa bahwa Carolin sangat cocok untuk menjadi menantunya.
Alan merasa jijik saat melihat Carolin yang sedang mencari perhatian kepada Ayah dan Ibunya. Dia pun langsung melangkahkan kakinya menuju pintu. Fredy menyadari bahwa Alan bukan hanya tidak bicara dengannya bahkan sekarang dia malah terlihat akan keluar dari kamar.
"Alan.!!" Panggil Ayahnya.
"Ada apa, Ayah banyak-banyaklah istirahat agar tidak membuat orang khawatir lagi.!" Balas Alan sambil tetap berjalan keluar dari kamar.
Tuan Fredy hanya dapat menghela napasnya karena Alan semakin sulit diatur. Jika Alan tetap kukuh dengan keinginannya itu memang sudah tidak dapat di ganggu gugat lagi walau Ayahnya mati sekalipun.
.
.
.
BERSAMBUNG.
Maaf ya sebelumnya Author baru Up eps baru lagi, karena beberapa hari yang lalu sampai sekarang Author sakit dan tabungan eps habis jadi belum bisa Up. sekarang diusahakan walau Up sedikit tapi tetap Up.
Jangan lupa beri Like,comment, Vote dan Rate 5 🌟 ya..!!!
__ADS_1