Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 9 Pembuat Masalah


__ADS_3

Happy Reading..!!


Setelah selesai menikmati makan siang yang mewah bersama Nathan, mereka terus berbincang-bincang menceritakan kisah mereka sewaktu kuliah.


Nathan dan Yoona sewaktu Kuliah memang tidak terlalu dekat, namun karena Yoona mengagumi Nathan dia selalu mencari kesempatan untuk bertemu Nathan walau hanya sekedar mengobrol tentang Materi yang dia tidak pahami.


Walau Nathan orang yang terlihat berwibawa dan cukup disegani, dia orang yang sangat ramah dan sangat murah senyum. Begitulah Nathan dimata para gadis terutama dimata Yoona.


Yoona terus menatap wajah Nathan saat dia sedang berbicara membuat Nathan menjadi narsis.


"Apa wajahku setampan itu?" tanya Nathan sambil menyodorkan potongan Dessert kemulut Yoona.


"Haha kau sejak dulu memang tampan.!" Ucap Yoona mengambil sendok yang diberikan Nathan.


"Hey aku mau menyuapi mu, kenapa malah diambil sendoknya..!" Cetus Nathan tidak senang.


"Aku merasa sangat malu jika kau menyuapiku." Ucap Yoona lalu memakan Dessert yang tadi diberikan Nathan.


Saat sedang santai sambil menikmati makanan penutup, tiba-tiba datang adik Nathan yang sejak dulu kurang menyukai Yoona. Dia selalu saja mencari masalah setiap kali bertemu dengan Yoona.


Namanya adalah Merissa Adric dia selalu menganggap Yoona sebagai saingan beratnya dalam pelajaran, prestasi, dan bahkan penampilan. walau penampilan Yoona selalu sederhana tetapi dia selalu terlihat lebih cantik dari Merissa.


Merissa bersama kedua temannya langsung menghampiri Nathan dan Yoona yang sedang makan.


"Kak Nathan..!! kenapa kamu membawa dia ke Restauran keluarga kita?" ketus Merissa sambil menunjuk kasar kearah Yoona.


"Merissa jaga sikap mu..!!" Ucap Nathan kepada adiknya masih dengan nada yang lembut.


"Sejak dulu aku tidak suka kakak dekat dengannya..! Apa tidak ada wanita lain yang lebih bagus dari dia?" Ketus Merissa tidak senang.


Yoona hanya diam menahan emosinya, dia tidak mau membuat masalah ditempat itu. padahal ingin rasanya Yoona melawan Merissa yang sejak dulu memang selalu saja mencari masalah dengannya.


"Aku sangat menyukai kakaknya, tapi sebaliknya aku sangat tidak menyukai adiknya yang sombong ini." Gumam Yoona dalam hati.


"Merissa jika kamu mau makan ya makan saja, jangan membuat keributan disini..!!" Ucap Nathan merasa malu karena semua orang menatap aneh kearah mereka.


"Wanita penggoda ini tidak pantas bersama mu kak..!" Ucap Merissa menatap sinis kepada Yoona.


Brakkk


"Merissa jaga ucapan mu..!! Bentak Nathan kepada adiknya sambil meggebrakan meja.


"Lihat..!! Gara-gara wanita penggoda ini bahkan kakak ku sendiri malah memarahi ku..!" Teriak Merissa langsung menjambak rambut Yoona.


"Merissa kau keterlaluan..!! aku bahkan tidak menggoda kakak mu." ucap Yoona sambil membalas jambakan Merissa.


"Sudah cukup kalian hentikan.!!" Teriak Nathan mencoba menengahi Yoona dan Merissa.


Yoona dan Merissa sama-sama tidak mau mengalah. mereka saling jambak dan saling dorong hingga akhirnya Yoona terjatuh yang membuat perutnya menjadi terasa sakit lagi.


"Ahh aduh..!" Rintih Yoona yang terjatuh sambil memegang perutnya.


"Hey bangun tidak.!! kau mau berpura-pura sakit hah??" Ucap Merissa menjambak rambut Yoona hingga membuatnya terdongak keatas.


"Merissa kau keterlaluan.. Plaakk." Nathan sangat geram kepada sikap Merissa sehingga membuatnya kelepasan menampar adiknya.


"Kakak menamparku..!!" Ucap Merissa sambil menangis.


"Aku akan katakan semua ini pada Ayah, tunggu saja wanita ini akan habis..!!" Bentak Merissa lalu pergi meninggalkan Nathan dan Yoona.


"Yoona kamu tidak apa-apa??" tanya Nathan membantu Yoona berdiri, dia merasa sangat khawatir karena Yoona terlihat sangat kesakitan.


"Lihat dia benar-benar wanita penggoda, dan bahkan berpura-pura lemah didepan tuan muda Adric." bisik para wanita yang berada di Restauran.


"Tutup mulut kalian semua..!!" Bentak Nathan membuat orang-orang yang melihatnya ketakutan.


"Sudahlah aku tidak apa-apa..!!" Ucap Yoona menahan sakit.


"Ayo kita kerumah sakit.!" ajak Nathan sambil memapah Yoona untuk duduk.

__ADS_1


Drrtttt.. Drrttt.. Suara getaran Ponsel.


"Aku sungguh tidak apa-apa, Nathan jawab dulu panggilan telepon mu..!!" ucap Yoona sambil melepaskan genggaman tangan Nathan.


"Oke tunggu sebentar ya.!!" Jawab Nathan lalu menjawab teleponnya.


Nathan mengkerutkan keningnya setelah melihat siapa yang memanggilnya lewat telepon. Ayahnya dengan cepat sudah langsung menghubunginya dia sudah menebak pasti tidak akan ada yang baik jika Ayahnya tiba-tiba menelepon.


"Ck kenapa cepat sekali Merissa mengadu pada Ayah..!" Ucap Nathan berdecak kesal.


"Halo ayah, ada apa??"


"Nathan cepat pulang atau kau akan mendapat masalah..!!" Ucap Ayahnya dari dalam Handphone.


"Oke ayah tunggu sebentar aku akan segera pulang." Ucap Nathan dengan wajah malasnya.


"Dalam waktu 10 menit ayah mau kamu sudah sampai rumah..!!" Ucap ayahnya lagi dengan tegas.


"Tapi ayah aku...!" Belum selesai Nathan berbicara panggilannya sudah terputus.


"Ck dasar adik pengadu..!" Gumam Nathan dalam hati sangat kesal.


Yoona yang melihat ekspresi Nathan terlihat sangat kesal langsung mengerti bahwa dia pasti akan dimarahi oleh ayahnya karena sudah menampar Merissa demi dirinya. Dia menjadi merasa bersalah atas masalah yang barusan terjadi.


"Apa ada masalah??" tanya Yoona yang sedang duduk menunggu Nathan.


"Tidak..! hanya ayahku yang menelpon." Ucap Nathan dengan wajah sedikit suram.


"Ohh aku mengerti, Nathan kamu pulanglah ayah mu lebih penting..!" Ucap Yoona karena dia paham dengan wajah suram Nathan yang seperti ada masalah.


"Tapi bagaimana denganmu Yoona?" tanya Nathan khawatir.


"Hemm aku bukan anak kecil aku bisa pulang sendiri.!!" Jawab Yoona memaksakan untuk tersenyum.


"Baiklah..! maafkan aku ya gara-gara aku kamu harus pulang sendiri." Ucap Nathan sambil mengelus rambut Yoona.


"Tidak masalah..!" Jawab Yoona sedikit sedih.


"Kenapa aku bodoh sekali ya, aku sekarang sedang kesakitan dan bahkan mau pulang kerumahpun tidak ada uang, malah membiarkan Nathan pergi begitu saja..!." Gerutu Yoona dalam hati.


Diapun berjalan keluar dari ruang VIP dengan wajah yang sangat pucat seperti mayat. Banyak orang yang memperhatikan Yoona namun tidak ada satupun yang peduli terhadapnya. Dia terus berjalan sambil menahan sakit hingga akhirnya tidak sengaja dia menabrak seorang pria asing.


Brukk..


"Aduhh..!" Rintih Yoona sambil menahan perutnya.


"Hey Nona..! Apa kau buta berani sekali kau menabrak tuan muda kami.!!" Bentak seorang Bodyguard kepada Yoona.


"Ahh Maaf tuan aku sungguh tidak sengaja.!!"


Ucap Yoona dengan lemas sambil membungkukan badannya untuk meminta maaf tapi dia sudah menahan sakit sejak tadi hingga akhirnya diapun pingsan didepan pria yang tidak dia kenali itu.


Pria asing itu adalah Yandha William, adik dari Alan William. Dia lalu menangkap Yoona yang hampir tergeletak kelantai.


•Yandha William



"Tuan muda biarkan saja wanita ini..! mari kita masuk kedalam." Ucap salah satu Bodyguardnya.


"Gadis ini terluka bawa dia kekediamanku.!!" Ucap Yanda sambil menyentuh perut Yoona yang terluka.


"Baik Tuan Muda..!!" para bodyguard pun langsung mengikuti perintah Yandha.


Mereka lalu membawa Yoona masuk kedalam mobil dan membawanya kekediaman pribadi Yandha.


"Hemm.. kakak iparku yang malang..!!" Gumam Yandha dalam hati sambil memperlihatkan senyumnya yang licik.


.

__ADS_1


.


Yoona membuka kedua matanya dia menatap kelangit-langit kamar yang terlihat sangat mewah.


Dia lalu duduk dan menatap kesekeliling kamar yang semuanya terlihat asing, dengan segala barang-barangnya yang terlihat sangat mewah membuat mata Yoona terbelalak melihatnya.


"Ehh dimana ini ya,? Kamar siapa ini aku seperti permaisuri yang terbangun didalam istana..!" Gumamnya yang kagum melihat kamar yang begitu sangat mewah.


Ceklekk..


"Nona kamu sudah bangun.?" Ucap seorang pelayan yang tiba-tiba masuk kedalam kamar.


"Dimana ini??" tanya Yoona kepada seorang pelayan.


"Ini kediaman Tuan Muda kami, Beliau yang telah membawa Nona dari Restauran saat Nona pingsan." Jelas pelayan itu dengan sopan.


"Jadi Tuan muda waktu itu yang tidak sengaja aku tabrak yang telah menolongku..!!" Gumam Yoona mengingat kembali kejadian waktu di Restaurant.


"Tolong bawa aku padanya, aku ingin mengucapkan terimakasih..!!" Ucap Yoona turun dari ranjang.


"Maaf Nona..! saat ini beliau sedang ada urusan jadi tidak ada dirumah." Ucap Pelayan itu.


"Kapan dia kembali." tanya Yoona lagi sambil menatap foto Yandha yang terletak dimeja kecil.


"Biasanya Tuan pulang sekitar jam 10 malam" Jawab Pelayan itu sambil menatap kearah jam tangannya.


"Haah jam 10 malam aku tidak mungkin disini terus menunggunya." Gumam Yoona dalam hati.


"Haishh sampaikan saja terimakasihku padanya maaf aku tidak bisa mengucapkannya secara langsung, aku akan membalas kebaikannya jika bertemu dilain waktu." Ucap Yoona sambil berjalan keluar.


"Baik nona, tapi anda mau kemana setelah ini?" tanya pelayan itu menghentikan langkah Yoona.


"Tentu saja aku mau pulang kerumah..!" Jawab Yoona seenaknya.


"Nona..! Tuan berpesan agar menyiapkan mobil jika anda ingin segera pulang, supir akan mengantar anda.!"


"Dari pada menyiapkan mobil pinjamkan saja aku sedikit uang, maka supir kalian tidak akan repot-repot mengantar ku pulang." Bisik Yoona kepada pelayan dengan senyumnya yang terlihat aneh.


"Ahaha.. Kalau begitu baiklah nona, aku akan menyiapkan uang nya." Ucap pelayan itu juga tertawa aneh.


"Haishh kalau bukan karena terpaksa aku tidak akan meminjam uang kepada pelayan itu, aku janji akan membayarnya." gumam Yoona dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Yandha yang sejak tadi memperhatikan Yoona dari balik CCTV tersenyum melihat Yoona yang sangat menarik dimatanya.


Dia berpikir bahwa selama ini dia terus mencarinya diluar Negeri tapi tidak pernah menemukannya walau hanya jejak kakinya, namun tidak disangka di Negeri sendiri secara tidak sengaja mereka malah dipertemukan.


"Haha kakak iparku yang lucu..!! tidak ku sangka setelah sekian lama kita dipertemukan juga," gumam Yandha sambil menyilangkan jari-jari tangannya.


"Sedikit bermain dengannya pasti sangat menyenangkan." Ucapnya lagi sambil meregangkan kedua tangannya.


Setelah menerima uang yang dia minta dari seorang pelayan, Yoona langsung pergi keluar dari rumah besar itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa kasih Rate 5 🌟 ya,


Like and comment nya juga.


__ADS_2