
Setelah selesai sarapan, Alan mengajak Yoona pergi keperusahaannya untuk melakukan pelatihan sebagai Asisten CEO. Awalnya Yoona menolak untuk melakukan pelatihan karena dia merasa itu bukan pekerjaan dibidangnya. Dia sangat menginginkan menjadi disaigner terkenal atau menjadi Produser terkenal yang namanya akan melambung tinggi dan terkenal kemana-mana. Namun karena Alan mengiming-iming gaji yang besar matanya langsung berbinar dan menyetujui untuk menjadi karyawan magang dikantor CEO.
"Ziyan semangat ya.! Belajar yang rajin," ucap Yoona sambil mengecup kening Ziyan.
"Oke mama.!" jawab Ziyan membalas kecupan Yoona dan langsung turun dari mobil.
Yoona melambaikan tangannya dan terus menatap Ziyan sampai tidak terlihat lagi bayangannya. Sam pun melajukan lagi mobilnya menuju perusahaan.
Sepanjang perjalanan Yoona terus saja menatap keluar kaca mobil, dia tidak mau berbicara dengan Alan karena masih kesal dengan perlakuannya semalam.
"Kenapa kau diam saja??" tanya Alan sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Memangnya aku harus bagaimana? Kalau aku banyak bicara pasti kau akan bilang kalau aku berisik, sekarang aku diam salah berbicarapun pasti akan sa,..hupp" tangan Alan langsung membungkam mulut Yoona hingga membuat ucapannya terhenti.
"Yah kau memang gadis berisik sekali sudah membuka mulut.!" ketus Alan sambil membungkam mulut Yoona.
"Mmmm..mmmm" Yoona terus berontak melepaskan tangan Alan sampai akhirnya diapun menggigitnya.
"Aww, kenapa kau suka sekali menggigit," ketus Alan sambil mengibas-ngibas tangannya kesakitan.
"Huh rasakan saja itu akibatnya karena mengganggu ku," ujar Yoona sambil melipatkan kedua tangannya didada.
Sam yang sedang mengemudi hanya menahan tawanya melihat Alan dan Yoona yang selalu saja bertengkar namun terlihat romantis.
"Tuan dan Nona kita sudah sampai, mau sampai kapan kalian bertengkar?" ucap Sam tersenyum gugup karena takut kena marah.
"Huh" Alan dan Yoona saling memalingkan pandangan lalu turun dari mobil.
Yoona medongak keatas menatap gedung impiannya yang menjulang tinggi mencakar langit. Demi masuk perusahaan STARIN Yoona menghabiskan uang dan semua usahanya untuk masuk ke Universitas STARIN. Namun impiannya pernah hancur karena kesalahan kecil, tapi sekarang karena keberuntungan yang hanya datang satu kali dia bisa masuk kembali walau bukan dibidang yang dia minati.
Yoona berjalan disamping kanan Alan sedangkan Sam berada disamping kirinya. Semua orang menatap Yoona dengan tatapan yang bermacam-macam, ada yang menatap iri karena bisa berjalan disebelah Presdir dan ada juga yang menatap kagum karena bukan orang-orang biasa yang bisa berjalan berdampingan bersama Presdir.
"Ssuutt, apa semua karyawanmu akan membunuhku?" bisik Yoona kepada Alan.
"Kalau kau tetap disampingku mereka tidak akan membunuhmu," jawab Alan sambil menunjukan senyum liciknya yang membuat Yoona menjadi merinding.
"Selamat pagi Tuan.!!" sapa para karyawan sambil membungkukan badannya.
Alan hanya membalas dengan senyuman tipis yang membuat karyawannya langsung keracunan akibat senyuman Alan walau tipis namun memabukan.
"Cih bisa senyum juga dengan para karyawannya ternyata," gumam Yoona sambil memanyunkan bibirnya.
Alan memang terlihat sangat dingin dengan wajah datarnya yang sulit tersenyum, tapi siapapun yang menatap wajahnya akan merasa sejuk seperti ditaman bunga es. :D
Tapi jangan salah, walau dia terlihat tampan dan sejuk, semua orang yang mengetahui sifatnya yang dingin diluar namun panas didalam tidak ada yang berani untuk menyinggungnya. Dia mungkin sedikit ramah terhadap karyawannya namun salah sedikit saja siapapun bisa habis didalam genggamannya.
"Selamat pagi Boss.!" sapa Merry langsung mengikuti Alan kedalam ruangan.
"Ada kabar apa??" tanya Alan sambil duduk dikursi agungnya.
Sebelum menjawab pertanyaan Alan, Merry melirikan matanya kearah Yoona seolah-olah memberitahu bahwa ada orang asing disini.
"Katakan saja, dia calon Asisten pribadi ku." ucap Alan sambil menyilangkan jari-jarinya dan Merry pun hanya mengangguk.
"Boss, Group Yan memohon pada perusahaan kita agar tidak menarik kembali Investasi yang telah kita janjikan, dia berjanji akan menjadi rekan kerja yang jujur dan tidak akan menjadi pengkhianat, dia juga bilang urusan pribadi mohon dibedakan" jelas Merry sambil memberikan berkas untuk diperiksa.
Yoona sedikit terkejut ketika mendengar Group Yan, samar-samar saat di klub malam dia mendengar bahwa Jasson Yu adalah tuan muda dari keluarga Yan.
"Hmm Alan menarik Investasinya dari Group Yan dia juga menyebut urusan pribadi, apa ada hubungannya dengan masalahku waktu itu ya??" gumam Yoona dalam hati.
"Tidak itu sungguh tidak mungkin, aku bukan siapa-siapa mana mungkin dia sampai harus membela ku seperti itu," gumam Yoona lagi sambil menggelengkan kepalanya.
Alan mengkerutkan keningnya ketika melihat Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya, "Kenapa gadis itu, apa kepalanya sakit,?" gumam Alan dalam hati.
__ADS_1
"Ehm Tuann??" tegur Merry karena melihat Alan melamun tidak menjawab penjelasannya.
"Hmm,, Katakan padanya seret anak kurang ngajarnya kehadapan ku, maka aku akan mempertimbangkanya untuk masalah Investasi.!" ucap Alan sambil memeriksa berkas yang dibawa Merry.
"Baik Tuan aku akan mengaturnya," jawab Merry.
"O ya bawa Yoona bersama mu ajarkan semua apa yang harus dilakukannya sebagai Asistenku," ucap Alan lagi sambil menatap Yoona yang masih berdiri dihadapanya.
"Baik Tuan..!!" jawab Merry sambil membungkukan lagi badannya lalu berbalik keluar dari ruangan dan langsung diikuti oleh Yoona.
Alan lagi-lagi mengkerutkan keningnya karena melihat Sam yang sejak tadi selalu menekuk wajahnya tanda tidak senang, dia pun berdiri lalu menghampiri Sam.
"Kenapa?" tanya Alan kepada Sam.
"Kau benar-benar mau menjadikannya Asisten, lalu bagaimana dengan ku?" tanya Sam tidak senang.
Alan tambah menatap Sam dengan tatapan yang semakin aneh. " Aku sudah sejak lama mengangkat mu menjadi Manager utama perusahaan, tapi kau selalu saja ingin membuntuti ku kemana pun aku pergi, sebaiknya pergilah bantu ayahmu dan jadi Direktur diperusahaanmu sendiri." ketus Alan sambil menjitak kening Sam.
"Hehe aku akan menjadi Manager yang giat, mohon jangan usir aku ke tempat ayahku," ucap Sam memohon kepada Alan.
"Tau juga kau rasanya takut," ketus Alan.
Sam masih seumuran dengan Yoona, sejak kecil dia sudah sangat dekat dengan keluarga William. Ayahnya memegang cabang perusahaan STARIN di Korea Selatan. Keluarga Sam masih ada hubungan saudara dari ibunya Alan, Dony Saga adalah adik dari Karyna Saga yang sekarang sudah menjadi Nyonya William. Namun karena didikan ayahnya yang sangat tegas membuat Sam sejak kecil selalu tinggal bersama Alan dan selalu menempel dengan Alan.
Disisi lain dikediaman keluarga Yan,
Prankkk..
"Kau anak tidak tau diuntung beraninya menyinggung Presdir Alan.!" bentak ayahnya Jasson sambil melempar vas bunga.
Semua pelayan yang melihat tertunduk takut tidak ada yang berani menghentikan kemarahan Tuannya,Chenes Yan. Jasson babak belur karena dihajar oleh para bodyguard Alan, sekarang bahkan ayahnya sendiripun menghajarnya habis-habisan. Ibunya Jasson, Weni Yan hanya bisa menangis sambil memeluk putra kesayangannya itu.
"Ayah dengarkan aku dulu, siapa yang mengira kalau wanitanya Alan adalah pelayan di Klub malam waktu itu.!" rengek Jasson tertunduk lemah dilantai.
"Kau anak bodoh, besok ikut aku meminta maaf kepada mereka.!" bentak Chenes lalu pergi meninggalkan ruangan.
Weni sangat kesal gara-gara wanita didalam klub putranya harus dihajar sampai babak belur bahkan ayahnya sendiri ikut memarahinya. Dia mengepalkan kedua tangannya dan berniat membalaskan dendam putranya.
"Sayang tenang saja, ibu akan memberi gadis itu pelajaran.!" ucap ibunya sambil mengusap pipi Jasson.
"Bu, kau cukup menangkap dia saja untukku biar aku yang menghabisinya," ketus Jasson sambil menunjukan senyum mesumnya.
Weni manganggukan kepalanya dan mulai memikirkan berbagai cara untuk menangkap Yoona dan memberinya pelajaran.
***
Hari sudah menunjukan jam 5 sore, Yoona yang seharian mendapatkan pengarahan dari Sekretaris Merry merasa lelah dan pusing. Dia berjalan menuju kantor CEO sambil terus memainkan ponselnya untuk mengirim pesan kepada sahabatnya.
Yoona: Sisil kau dimana??
Sisil yang masih sibuk dengan pekerjaannya tidak sempat membuka pesan dari Yoona. Yoona terus saja memperhatikan layar ponsel tanpa memperhatikan langkahnya sehingga tidak sengaja menyenggol seorang wanita.
Buukkk
"Aduh.!!" rintih Lina Sekretaris GM yang tidak sengaja ditabrak Yoona.
Yoona hanya tidak sengaja menyenggolnya namun wanita itu jatuh kelantai seperti didorong oleh tenaga besar.
"Maaf apa kau tidak apa-apa??" tanya Yoona sambil menjulurkan tangannya untuk menolong Lina.
Namun dia langsung menepis tangan Yoona dan tiba-tiba memasang wajah seolah-olah dia ditindas.
"Hiks.. Kenapa kau tiba-tiba mendorong ku, jangan mentang-mentang kau tangan kanannya Presdir kau jadi menindas karyawan biasa sepertiku," rengek wanita itu sambil meneteskan air mata palsunya.
__ADS_1
"Sepertinya Group STARIN memang sudah melahirkan bakat akting yang luar biasa," gumam Yoona dalam hati sangat kesal.
"Lina kenapa??" tanya Manager Yori yang tiba-tiba datang menghampiri Yoona dan Lina.
"Gadis ini tiba-tiba mendorongku dengan kasar padahal aku hanya tidak sengaja menyenggolnya.!" ucap Lina sambil memasang wajah menyedihkan.
Semua orang menatap Yoona dengan tatapan tidak senang, mereka percaya bahwa Yoona berbuat seenaknya dikantor Presdir. Namun Yoona sama sekali tidak takut karena dia memang tidak bersalah.
"Aku sangat kagum ternyata sudah banyak para calon Aktris besar dikantor ini.!" ujar Yoona sambil berjongkok dan menarik tangan Lina.
"Apa yang mau kau lakukan??" tanya Lina menjadi takut.
"Kau bilang aku mendorongmu, aku ingin menjadikan ucapanmu menjadi kenyataan.! Bruukkk" Yoona menatap tajam mata Lina lalu mendorongnya hingga dia tersungkur kelantai.
Semua orang menjadi takut melihat ekspresi Yoona yang tatapannya seperti Boss mereka ketika sedang marah. Yori yang melihat sikap Yoona mengkerutkan alisnya karena tidak percaya bahwa dia berani kepada Lina yang statusnya tinggi karena dia dekat dengan GM Sammuel.
"Lihatlah kelakuannya dia bahkan mendorongku lagi didepan banyak orang.!" teriak Lina sangat menyedihkan.
"Ada apa dengan gadis itu, kenapa menindas orang lain," ucap salah satu kaaryawan yang melihat kejadian itu.
"Dia mungkin bosan hidup,"
"Mungkin dia iri karena Sekretaris Lina cantik dan berbakat tinggi,"
Semua orang menyudutkan Yoona, mereka memandang Yoona sebagai wanita yang jahat. Lina pun tersenyum puas karena rencananya berhasil untuk membuat Yoona dibenci oleh karyawan lainnya.
Namun Yoona masih santai karena dia juga tidak bisa mendengar orang-orang yang membicarakanya, Yoona hanya tersenyum melihat bakat akting dihadapannya itu. Dia lalu menelepon seseorang untuk memberitahu bahwa ada calon aktris berbakat yang sedang berlatih akting.
"Halo apa ini Sutradra Kim,?" tanya Yoona yang pura-pura sedang berbicara didalam telepon.
"Ada calon aktris berbakat dihadapanku saat ini, pasti film apapun yang dia bintangi akan terkenal," ucap Yoona sambil mengeluarkan senyum nakalnya.
Sontak Lina pun terkejut menganggap Yoona serius sedang menelepon seorang sutradara, dia langsung berdiri dan berlari meninggalkan kerumunan. Orang-orang tercengang melihat sikap Lina yang berubah drastis yang tadiny menyedihkan langsung terlihat seperti musang yang sedang melarikan diri.
Manager Yori hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lina yang sangat kekanak-kanakan, semua orang tau persis bahwa apa yang dia tidak suka dia akan melakukan apapun untuk mengusirnya namun caranya yang terlalu bodoh.
"Kau berani membuatnya marah, dia tidak akan selesai sampai disini.!!" ucap Yori kepada Yoona.
"Biarkan saj aku juga tidak takut," ujar Yoona sambil berjalan melewati Yori.
"Tunggu.!! Siapa namamu??" tanya Yori membuat langkah Yoona terhenti.
"Namaku Yoona, Manager Yori.!!" jawab Yoona sambil tersenyum dan berbalik.
"Hmm gadis ini terlihat lemah namun sangat berani.!" gumam Yori dalam hati.
Merry yang sejak tadi memperhatikan Yoona dari jauh langsung mengepalkan kedua tanganya karena merasa sangat kesal. Dia lalu berbalik menuju kantornya lalu menyuruh Lina untuk segera menemuinya, Lina pun segera menuju keruangan Merry.
"Kau sangat bodoh.!" bentak Merry kepada Lina.
"Ini salah mu, kau bilang Yoona itu lemah jadi aku hanya menggunakan trik kecil untuk mengusirnya," ketus Lina.
"Buat rencana yang lebih bagus lagi untuk mengusirnya.!!" ucap Merry dengan tatapan jahatnya.
Merry tidak menyukai Yoona karena dia selalu menjadi Perhatian Alan akhir-akhir ini, dia cemburu karena selama ini hanya dia wanita terdekat yang selalu disisi Alan tapi tidak lagi semenjak kedatangan Yoona.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1