Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 38 Luka


__ADS_3

Keesokan paginya Yoona terbangun perlahan membuka kedua matanya dan menatap langit-langit kamar yang sudah tidak asing lagi dimatanya. Dia memutar kepalanya kekanan dan kekiri untuk memastikan sedang berada dimana dia sekarang. Setelah sadar bahwa dia ada dikamar Alan, dia pun bangun lalu duduk ditepi ranjang.


Yoona meraba kepalanya yang masih terasa sedikit pusing. Dia beranjak dari duduknya dan berjalan dengan gontai menuju kamar mandi untuk cuci muka. Namun saat dia akan menyentuh handle pintu, seseorang dari dalam sedang membuka pintu sehingga membuat Yoona terhuyung kedepan.


"Arghhhh.!!" Teriak Yoona saat dia hendak terjatuh dan hampir tersungkur kedepan.


Dengan sigap Alan yang sedang didalam kamar mandi hendak keluar langsung menangkap Yoona dan memendamnya kedalam pelukan. Mata Yoona membulat saat wajahnya terbenam diroti sobeknya Alan. Alan memang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang melilit dipinggangnya. Yoona sedikit meraba-raba dada Alan karena terasa hangat dan nyaman. :D


"Kyaaa pagi-pagi sudah dapat sarapan roti.!!" Batin Yoona berteriak girang.


"Kau akan mendapatkan ini setiap pagi jika kau mau." Ucap Alan sambil tersenyum nakal melihat Yoona.


Yoona langsung tersadar dan langsung membebaskan dirinya dari dekapan Alan. Yoona merasa sangat malu karena bagaimana bisa dia terhanyut dalam dekapan Alan yang sedang tidak memakai baju itu.


"Yoona kau sungguh memalukan." Batin Yoona.


Karena kepala Yoona masih pusing dia sedikit terhuyung saat berdiri. Alan pun langsung memapah Yoona untuk membawanya kekamar mandi.


"Aku bisa jalan sendiri," Ucap Yoona sambil mencoba menepis tangan Alan.


Namun tanpa bicara Alan bersikukuh memapah Yoona dan menggendongnya masuk kedalam bathup. Alan mengaturkan suhu air untuk Yoona, dia mengucurkan air hangat kedalam bathup. Setelah air penuh Alan lalu menyiapkan shampoo, sabun dan semua yang dibutuhkan Yoona saat mandi.


Yoona berendam dan masih menggunakan baju piyamanya. Alan mengkerutkan keningnya sambil bertolak pinggang saat Yoona masih juga belum membuka bajunya.


"Buka baju mu.!!" Perintah Alan sambil menatap tubuh Yoona.


Yoona terdiam sambil menatap Alan dengan tatapan sinis. Dia menunggu Alan pergi, tapi Alan masih saja berdiri dan terus menatapnya.


"Kenapa kau tidak pergi??" tanya Yoona sambil menyilangkan tangannya didada.


"Kenapa kau menutupi dada mu, dadamu itu terlalu kecil aku juga tidak tertarik." Ledek Alan sambil tersenyum nakal.


"Sembarangan..!! Tubuhku ini montok tau semua laki-laki tertarik padaku." Sangkal Yoona sambil berdiri dan membusungkan dadanya secara tidak sadar.


Faktanya tubuh Yoona memang sangat padat dan berisi, dadanya tidak terlalu besar dan juga tidak kecil sangat pas dipandang bak model. Alan hanya mengganggunya karena dia tau bahwa Yoona wataknya sangat mudah emosi.


Alan hanya menahan tawanya saat melihat Yoona berdiri dihadapanya sambil membusungkan dadanya. Dia tau bahwa Yoona tidak sadar melakukan hal itu.


"Puuf, ya ya kau sangat seksi boleh tidak aku sentuh?" balas Alan sambil menggerak-gerakkan jari tangannya dihadapan Yoona.


Yoona tersadar dengan apa yang ia lakukan, dia langsung masuk kedalam air lalu menyilangkan tangannya didada.


"Kau mesum.!" Gumam Yoona sambil melirik Alan dengan tatapan sinis.


"Aku hanya mesum dengan mu kau sangat mudah marah, sangat asyik jika mengganggu mu." Ujar Alan sambil melangkahkan kakinya hendak masuk kedalam bathup.

__ADS_1


"Hey hey hey, apa yang mau kau lakukan jangan harap mau masuk kedalam bathup denganku.!" Pekik Yoona sambil menahan kaki Alan.


"Memangnya kenapa ini kamar mandi ku, jadi suka-suka aku." Ketus Alan terus saja menggoda Yoona.


Yoona pun hanya terdiam tidak membantahnya karena ini memang rumahnya. Dia pun mengalah lalu berdiri dan mengangkat kakinya untuk keluar dari bathup. Namun dengan sigap Alan langsung menahan kaki Yoona agar tidak pergi.


"Mau kemana kau belum mandi.!" Ujar Alan sambil menahan kaki Yoona.


"Siapa yang mau mandi bersama pria mesum seperti mu, wekk." Ketus Yoona sambil menjulurkan lidahnya.


Alan tersenyum nakal, dia langsung menarik kaki Yoona sehingga Yoona langsung terjebur kedalam bathup.


"Uhukkk uhukkk, Alan kau sialan aku minum air." Omel Yoona sambil terbatuk-batuk.


Alan langsung memukul-mukul punggung Yoona agar air yang terminum keluar. Posisi Yoona membelakangi Alan, dia langsung terdiam sambil melipat lututnya menunggu Alan pergi dari kamar mandi. Namun Alan masih juga belum keluar dari kamar mandi, bahkan mereka sekarang berendam di bathup yang sama.


"Buka bajumu.!"


Lagi-lagi Alan menyuruh Yoona agar membuka bajunya. Emosi Yoona langsung memuncak dan kepalanya seperti mau keluar tanduk. Dia langsung berbalik dan hendak menonjok wajah Alan. Namun dengan sigap Alan langsung menangkis dan menangkap kedua tangan Yoona.


"Kau itu memang benar-benar mesum," teriak Yoona memberontak.


"Kalau mau mandi ya memang harus buka baju," teriak Alan lagi tidak mau kalah.


"Setidaknya kau keluar sekarang, aku tidak bisa mandi jika ada pria mesum disini.!"


"Alan dasar kau pria tidak tahu malu, pria mesum, buaya darat.!" Pekik Yoona sambil berbalik membelakangi Alan dan menutup dadanya yang sudah terlihat jelas.


Sebenarnya Alan bukanya mesum, dia hanya ingin melihat luka dipunggung Yoona. Karena sebelumnya Vian pernah berkata saat dia mengobati luka Yoona yang tertusuk pisau,Vian tidak sengaja sekilas melihat punggung Yoona yang penuh dengan bekas luka. Awalnya Alan tidak percaya dengan apa yang Vian katakan, tapi setelah melihatnya sendiri dengan mata kepalanya dia baru percaya.


Perlahan Alan menyentuh punggung Yoona, dia meraba setiap luka yang ada dipunggungnya. Ada dua bekas luka tembak dilengan dan bahu Yoona, dan beberapa bekas luka dalam lainnya yang terasa sangat menyakitkan.


Yoona menyadari bahwa Alan sedang memperhatikan bekas luka ditubuhnya. Namun dia hanya menunduk dan membiarkan Alan melihat luka ditubuhnya. Selain ibunya tidak ada yang tau tentang luka itu, tapi sekarang Alan mengetahuinya. Dia berpikir mungkin setelah ini Alan pasti akan meninggalkanya dan itu akan membuat Yoona tidak perlu repot-repot lagi menjauhinya.


"Yoona.!" Panggil Alan dengan suara lirih.


"Hmm," Yoona hanya membalasnya tanpa membuka mulut.


"Maaf.!!" Ucapnya lagi masih dengam suara yang sangat lirih.


Yoona terkejut saat Alan tiba-tiba mengatakan kata maaf, dia langsung menoleh kebelakang menatap Alan. Lagi-lagi Yoona terkejut saat melihat Alan sudah menjatuhkan air matanya dihadapan seorang wanita. Alan terlihat sangat sedih, tersirat penyesalan yang teramat dalam dimatanya. Yoona bingung kenapa Alan sipria arogan dan dingin bak es batu itu tiba-tiba saja meleleh dan meneteskan air matanya.


"Kau... Kenapa??" tanya Yoona sedikit gugup.


Tiba-tiba saja Alan memeluk erat tubuh Yoona dari belakang, dia menangis tersedu-sedu menumpahkan semua air matanya dipelukan Yoona.

__ADS_1


"Yoona aku sungguh minta maaf, aku memang pria yang tidak bisa diandalkan. Andai saja aku dulu tidak pergi, kau pasti akan baik-baik saja. Pasti rasanya sangat menyakitkan mendapat luka separah ini."


Yoona masih terdiam karena bingung, dia tidak mengerti apa maksud dari perkataannya. Dia hanya membiarkan Alan tetap memeluknya, Yoona tidak memberontak sama sekali.


Perlahan Alan melepas pelukannya, dia lalu mengambil sabun lalu menggosokkannya ke punggung Yoona. Seketika suasana menjadi hening, mereka berdua tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hingga 20 menit Alan tidak henti-hentinya menggosok punggung Yoona.


"Alan.!!" Panggil Yoona tanpa menatapnya.


Heemmm


Alan hanya berdehem dan masih fokus menggosok punggung Yoona.


"Apa aku benar-benar Ellie??" tanya Yoona mulai penasaran.


Alan langsung menghentikan gerakan tangannya, dia lalu membalikan tubuh Yoona agar menghadap kearahnya. Yoona merasa sangat malu karena dia tidak memakai baju dan tubuhnya yang padat itu terlihat jelas. Dia langsung merendamkan tubuhnya kedalam air dan hanya menampakan kepalanya saja.


"Mandilah dulu, nanti akan kita bicarakan lagi." Ucap Alan sambil berdiri dan keluar dari bathup.


Namun Yoona menahan kaki Alan, sehingga membuat Alan menghentikan langkahnya dan berbalik lagi menatap Yoona.


"Ada apa??" tanya Alan.


"Aku mau kau menceritakan semuanya sekarang.!" Ucap Yoona dan sedikit memberikan penekanan pada kata terakhirnya.


"Hemm, baiklah." Alan pun berjongkok didepan Yoona, sedangkan Yoona masih didalam bathup dan memangku dagunya ditepi bathup.


Alan menarik napasnya dalam-dalam, dia mulai menyusun kata-kata diotak kecilnya itu. Sedangkan Yoona menunggunya dengan sabar dan siap mendengarkan apapun yang akan dikatakan Alan.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


LIKE,👍


COMMENT,🗨

__ADS_1


RATE, 🌟


VOTE,💰


__ADS_2