Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 13 Firts Kiss


__ADS_3

Sesampainya dirumah Alan, mereka langsung turun dari mobil. Yoona tercengang melihat rumah Alan yang seperti istana, besar dan sangat mewah.


Alan mengkerutkan keningnya ketika melihat Yoona yang terdiam seperti orang linglung, "Cepat masuk.!" ajak Alan dan Yoona langsung mengikutinya.


Ketika membuka pintu terlihat Ziyan yang sedang berdiri menunggunya langsung terdiam menatap Yoona. Matanya menjadi berkaca-kaca ketika melihat Yoona berdiri dihadapannya.


Ziyan menahan tangisnya dan langsung berlari menghampiri Yoona, " Mamaaa..!!!!" teriaknya langsung memeluk Yoona dengan sangat erat.


Yoona hanya dapat membalas pelukan Ziyan dengan sangat erat juga, tidak tau kenapa dia juga ingin meneteskan air mata seperti seorang ibu yang sangat merindukan putranya.


"Ziyan apa kau baik-baik saja?" tanya Yoona sambil mengusap air mata Ziyan yang membasahi pipinya, Ziyan hanya mengangguk menjawab pertanyaan Yoona.


"Heh aku baru tau ternyata cucu keluarga William sangat cengeng," ledek Yoona sambil mengangkat sudut bibir atasnya.


"Tidak..!! Siapa juga yang cengeng, aku hanya menjatuhkan air saja," tegas Ziyan sambil mengusap kasar air matanya.


Yoona tersenyum hangat sambil mengacak-acak rambut Ziyan, " Dengar anak laki-laki tidak boleh cengeng.!" ucapnya.


"Apa mama akan tinggal disini?" tanya Ziyan dengan suara parau.


Yoona bingung bagaimana menjawab pertanyaan Ziyan, dia langsung menatap Alan yang sedang berdiri disampingnya untuk membantunya menjawab pertanyaan dari Ziyan.


"Hem dia akan tinggal disini sampai lukanya sembuh," ucap Alan sambil berjalan menuju sofa, "Pelayan obati semua lukanya.!" ucapnya lagi kepada seorang pelayan.


"Yey aku akan tidur dengan mama.!" Ziyan bersorak gembira mendengar bahwa Yoona akan tinggal dirumah bersamanya.


Yoona hanya terlihat canggung karena dia tidak terlalu akrab dengan keluarga William. Dia ingin menolak untuk tinggal bersama mereka, namun dia tidak tega untuk melihat ekspresi bahagianya Ziyan yang tiba-tiba harus hancur ketika dia menolak untuk tinggal.


"Mama ayo tidur dikamarku.!" ajak Ziyan sambil menarik tangan Yoona.


"Aww, aduhh.!!" rintih Yoona kesakitan karena tangannya yang terluka disentuh oleh Ziyan.


"Mama maafkan aku, aku tidak tau kalau tangan kanan mama terluka," ucap Ziyan merasa bersalah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Bukannya Papa sudah bilang kalau dia terluka," ketus Alan membuat Ziyan kesal.


"Papa tidak becus melindunginya, mulai sekarang biar aku yang melindunginya.!!" tutur Ziyan sambil menepuk-nepeuk dadanya.


"Sudahlah kalian jangan bertengkar lagi, suara kalian membuat telinga ku sakit.!" ucap Yoona dengan senyum yang dipaksa.


"Nona.!! Biar aku obati dulu lukamu," ucap seorang pelayan membawa kotak P3K.


"Baik, terimakasih.!!" saut Yoona, dan pelayanpun mengobati luka ditangan Yoona dan mengganti perban untuk luka diperutnya.


Setelah selesai mengobati luka, Yoona langsung ditarik paksa oleh Ziyan agar dia tidur dengannya. Ini adalah pertama kalinya Ziyan tidur ditemani oleh seorang wanita kandidat mama mudanya.


Ziyan sangat merasa bahagia, kebahagiaan terlukis jelas diraut wajahnya. Yoona langsung membacakan beberapa dongeng sebelum tidur untuk Ziyan hingga akhirnya dia tertidur pulas.


Setelah beberapa saat, Yoona berjalan keluar untuk mencari minuman karena dia merasa haus. Dia sangat bingung karena rumahnya begitu besar dan para pelayan sudah tidak ada. Yoona berjalan sambil memperkirakan dimana letak dapur hingga dia berhenti didepan pintu kamar.


Ceklekk


Alan yang baru saja selesai mandi keluar dari kamar hanya dengan memakai handuk yang melilit pinggangnya dan handuk kecil diatas kepalanya. Alan melihat Yoona sedang berjalan melewatinya tanpa menyadari bahwa ada orang didepannya, karena ruangan memang tidak terlalu terang membuat Yoona tidak menyadarinya.


"Apa yang kau cari?" tanya Alan langsung menghadang Yoona dengan tubuhnya yang terlihat sempurna, sontak membuat Yoona sangat terkejut.


"Arghhh hantuu..!!" teriak Yoona sambil memukul-mukul dada Alan.


Alan dengan sigap langsung menangkap kedua tangan Yoona dan sedikit mengangkatnya lalu memepetkannya kedinding, "Siapa yang kau bilang hantu??" tanya Alan.


"Hah Tu.. Tuan Alan?? Kau membuatku kaget kenapa keluar dengan hanya memakai handuk yang serba putih hah??" tanya Yoona sedikit kesal.

__ADS_1


"Ini rumahku, tentu saja aku bebas melakukan apapun dirumahku," jawab Alan seenaknya dengan posisi masih memegang kedua tangan Yoona.


"Haish baiklah kau bos nya," ucap Yoona menghela napasnya, "Tolong lepaskan tangan ku.!" ucapnya lagi sambil mendongak keatas karena Alan terlihat jauh lebih tinggi darinya.


Alan hanya terdiam sambil menatap wajah Yoona dengan seksama, dia tidak mengeluarkan sepatah katapun dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditebak.


"Alan kau dengar tidak..!!" teriak Yoona membuat Alan terkejut.


"Apa mulutmu harus dibungkam agar tidak membuat telingaku sakit.?" ucap Alan sambil mendekatkan wajahnya.


"Hehe tuan aku minta maaf, tapi tangan ku sangat pegal seperti digantung," rengek Yoona sambil mendongakkan lagi wajahnya.


Cup..


Mata Yoona langsung terbelalak karena Alan tanpa seizinnya malah mengecup bibir Yoona. Jantungnya seketika langsung berdetak sangat kencang hingga seperti mau meledak. Alan dengan lembut mulai ******* bibir Yoona, namun dengan sigap Yoona langsung menggigit bibir Alan.


"Ck aww.!" Alan berdecak kesal sambil mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Kau dasar laki-laki kurang ngajar," bentak Yoona sambil memberontak agar tangannya terlepas dari genggaman Alan.


"Diamlah atau handukku akan jatuh.!" ucap Alan sambil menunjukan senyum tipisnya.


"Arghh kau laki-laki tidak tau malu.!!" teriak Yoona lagi.


"Kenapa kalian sangat berisik??" tanya Ziyan dan Sam serempak sambil mengucek mata mereka.


Sontak Yoona pun terkejut karena seperti kepergok sedang melakukan hal yang memalukan, ya posisi mereka sangat tidak senonoh dengan posisi Yoona yang sedang diapit ketembok oleh Alan yang hanya menggunakan sehelai handuk.


"Arghh kalian?? Maaf mengganggu..!!" teriak Sam sambil menarik Ziyan dengan paksa.


"Hey tunggu..!! Tidak seperti yang kalian pikirkan." teriak Yoona.


"Hey sudah buat malu sekarang malah pergi begitu saja.!!" teriak Yoona sangat kesal.


"Kenapa? Apa ingin melanjutkannya lagi?" tanya Alan berbalik sambil menunjukan senyum anehnya.


"Tidak siapa yang menginginkannya.!!" teriak Yoona lalu kembali kekamar Ziyan.


"Dasar kucing yang tidak penurut," ucap Alan sambil menyentuh sudut bibirnya.


Yoona berjalan sambil menghentakan kedua kakinya karena dia benar-benar sangat kesal. Itu adalah ciuman pertamanya yang selalu dia jaga untuk diberikan hanya kepada calon suaminya suatu hari nanti, namun sekarang sudah dicuri oleh laki-laki yang menurutnya sangat tidak tau malu.


"Dasar pria tidak tau malu, beraninya dia mencuri firts kiss ku." ketusnya sambil berbaring disamping Ziyan.


"Calon suami maafkan aku ya tidak bisa menjaga firts kiss ku.!!" rengek Yoona dalam hati sambil menutupkan suluruh tubuhnya menggunakan selimut.


*****


Suara burung berkicau sangat merdu sambil bertengger di tangkai bunga mawar, mataharipun sudah menampakan senyum hangatnya dipagi hari. Yoona yang baru saja merasa tertidur pulas sudah harus membuka matanya karena para pelayan sudah sibuk membangunkannya untuk berganti pakaian dan menggantikan perban dilukanya.


"Nona apa kau tidak tidur nyenyak semalam?" tanya seorang pelayan yang sedang mengganti perban ditangannya.


"Tidak juga," jawab Yoona dengan suara malasnya.


Yoona memang tidak bisa tidur karena wajah Alan selalu menghantui dirinya ketika dia menutup mata. Dia terus saja kepikiran saat Alan mengecup bibirnya dengan sangat lembut. Walau tidak sampai satu menit namun rasanya masih terasa sampai sekarang.


"Nona, Tuan muda Alan dan Tuan muda kecil sedang menunggu anda diruang makan.!" ucap seorang pelayan sambil membungkukan badannya.


"Baiklah," jawab Yoona dengan wajah pandanya.


Diruang makan terlihat Ziyan, Alan dan Sam sudah duduk dikursi masing-masing, mereka sedang menunggu Yoona untuk sarapan pagi.

__ADS_1


Sam sejak tadi terus saja memperhatikan sudut bibir Alan yang terlihat merah karena bekas gigitan. Dia terus saja menunjukan senyum anehnya membuat Alan merasa tidak nyaman.


"Aku tidak tertarik denganmu, jangan menunjukan senyum seperti itu," ketus Alan sambil melirik sinis kepada Sam.


"Puuft,, apa kau benar-benar melakukannya semalam?" tanya Sam sambil menahan senyumnya.


"Berisik.!!" ketus Alan sambil melempar koran kearahnya.


"Papa melakukan apa??" tanya Ziyan penasaran.


"Kau akan punya a.."


"Pagi..!!" sapa Yoona membuat ucapan Sam terpotong.


Ziyan langsung turun dari kursinya dan langsung memeluk Yoona, "Selamat pagi juga mama..!!" jawab Ziyan dengan ekspresi bahagia.


"Ada apa denganmu? Kenapa mata mu seperti panda??" tanya Sam menatap aneh kearah Yoona.


"Haha tidak apa-apa," jawab Yoona sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Puuft,, apa seseorang membuatmu begadang semalaman?" tanya Sam melirik aneh kepada Yoona dan Alan bergantian.


Alan hanya menatap wajah Yoona tanpa ekspresi, "Sudahlah cepat duduk dan sarapan.!" ucap Alan sambil melirik Yoona.


"Aku tidak bisa tidur semalaman, tapi dia biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu, awas saja aku akan memberinya pelajaran berharga." gumam Yoona dalam hati sambil menunjukan ekspresi iblisnya.


Merekapun sarapan dengan santai tanpa pembicaraan apapun, namun Ziyan tiba-tiba saja menanyakan sesuatu yang membuat Yoona terkejut.


"Papa kenapa bibirmu bisa terluka??" tanya Ziyan disela-sela makannya.


Uhukkkk..


Yoona langsung tersedak saat mendengar pertanyaan Ziyan.


"Ini digigit kucing liar," jawab Alan sambil melirik Yoona dengan senyum mesumnya.


"Beraninya kau menyebutku kucing liar.!" gerutu Yoona dalam hati sambil menatap Alan dengan hawa membunuh.


Meraka saling tatap dengan tatapan mesum dan tatapan dari Yoona yang seakan-akan mau membunuhnya. Sam dan Ziyan langsung menciut melihat tatapan Yoona yang sangat mencekam seolah-olah mau membunuh. Mereka hanya terdiam sambil memakan sarapan mereka masing-masing tanpa berani bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa kasih dukungan Like,comment and Rate 5 🌟 ya..!!


Vote juga ya..!!


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2