Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 17 Penculikan


__ADS_3

Yoona tersadar dan membuka kedua matanya, pandangannya sangat gelap karena kedua matanya tertutup kain, dia merasa tubuhnya tergoncang hingga seluruh tubuhnya merasakan sakit. Yoona berada ditempat yang gelap, sempit seperti didalam karung. Tangannya terikat kebelakang dan kedua kakinya juga terikat sangat kuat. Badan Yoona berguling kesana kemari karena tergoncang didalam mobil.


"Aduhh dimana ini, kenapa aku diikat?" pikir Yoona sambil menggeliatkan tubuhnya untuk duduk.


Namun baru saja berhasil duduk tubuhnya sudah terjatuh lagi karena goncangan didalam mobil. Yoona terus berusaha untuk membuka tali yang mengikat kedua tanganya namun seberapa keraspun dia berusaha ikatannya tidak bisa terlepas.


"Tolooonnggggg..!!" teriak Yoona dalam hati meminta pertolongan, namun tidak ada satu pun orang yang mendengarnya. Posisi Yoona saat ini berada didalam mobil Box, dia diculik oleh anak buah pamannya untuk dijual kepada Tuan Yenchu.


"Bos kami sudah berhasil menculik gadis itu," ucap salah satu anak buah Ling kedalam telepon.


"Bagus, bawa dia kehotel Grand Moon kamar no 119 lantai 10.!!" Jawab Ling dari dalam telepon.


"Baik boss.!"


Yoona diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka, karena kebetulan dia tidak menggunakan penutup telinga setiap mau tidur.


"Bagaimana caranya aku meminta pertolongan,?" pikir Yoona sedikit panik.


Yoona terus membuat suara agar mereka bisa melihat dan membuka penutup mulutnya, dia rasa dia memiliki ide cemerlang.


Hhmmmm... Mmmmm..mmmmmm??


"Boss sepertinya gadis itu ingin mengatakan sesuatu?" tanya preman itu kepada bosnya.


"Coba kau buka mulutnya.!" perintah bos nya dan anak buahnya langsung membuka penutup mulut Yoona.


"Hey kalian mau membawaku kemana?" tanya Yoona baik-baik.


"Hahaha, kau mau kami jual.!" jawabnya sambil tertawa puas.


"Bodoh, apa kalian tidak salah menculik orang?" tanya Yoona mencoba untuk mengecoh.


Kedua preman itu hanya tertawa mendengarnya, mereka percaya bahwa mereka tidak salah menangkap orang.


"Apa kalian tidak mengenal suamiku? Kau benar-benar menculik orang yang salah," ketus Yoona mencoba untuk tidak terlihat takut.


Mereka pun saling menatap satu sama lain dan terpancar aura keraguan diwajah mereka ketika Yoona bilang mereka salah menculik orang.


"Hey kau jangan membodohi kami.!!" Ucapnya sambil mencengkram dagu Yoona.


"Hehe, aku tidak berbohong kalau kalian tidak percaya biar kan aku menelepon suamiku dia adalah tuan muda dari keluarga William." ucap Yoona berbohong.


"Bos, bu...bukannya itu bos besar kita?" tanya salah satu preman dengan wajah mulai ketakutan.


"Hah, Alan bos besarnya kalau begitu ini akan semakin mudah," Pikir Yoona dengan menunjukan senyum kemenangannya.


Mereka berdua adalah salah satu anak buah dari Geng Pheonix yang disewa oleh Ling untuk menculik Yoona. Bos besar dari Pheonix adalah Alan William, Pheonix dibentuk oleh Adnan William organisasi rahasia untuk melindungi semua keluarga William dari para penjahat lainnya.


Disisi lain Alan yang sedang panik terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk menyusul Yoona. Sam yang juga menyusul Alan membawa beberapa anak buahnya sambil terus melacak keberadaan mobil yang menculik Yoona.


"Sam, apa kau sudah menyuruh orang untuk menjaga Ziyan?" tanya Sam dari balik telepon.


"Tentu saja sudah, dimana posisi mu sekarang?" Sam bertanya balik.


"Aku sudah sampai dititik merah," jawab Alan singkat.


Mobil yang membawa Yoona berhenti disebuah hotel, Alan langsung menerobos masuk kedalam hotel dan mencari Yoona disemua sudut ruangan.


Sam berlari menghampiri Alan yang sedang terengah-engah mengatur napasnya, "Alan, Yoona berada dilantai 10," ucap Sam dan Alan langsung berlari menuju Lift.


"Segera cek berada di kamar nomor berapa dia?"


"Baik," jawab Sam sambil mengotak-ngatik tablet yang dia bawa,


Setelah beberapa menit Sam mengkerutkan keningnya karena tiba-tiba saja koneksi terputus, "Ck, sial kita kehilangan jejak.!" gerutu Sam sangat kesal.

__ADS_1


"Tidak ada waktu lagi, ada berapa kamar dilantai 10?" tanya Alan sambil membuka Jasnya karena hawa yang semakin panas.


"Tentu saja ada puluhan bahkan ratusan kamar, tapi tenang saja aku sudah menghubungi Manager mereka untuk memblokir lantai 10," jawab Sam.


"Bagus.!" Alan langsung berjalan menemui Manager Hotel.


"Maaf boss, ada informasi bahwa di kamar VIP No 123, 30 menit yang lalu ada 2 orang laki-laki dan 1 orang wanita masuk kedalam kamar itu." jelas salah satu bodyguardnya.


"Tunggu apa lagi ayo kesana," ucap Alan.


Sesampainya didepan kamar VIP nomor 123 mereka langsung mendobrak kamar tersebut hingga rusak. Alan langsung masuk kedalam kamar dengan tatapan penuh amarah. Namun betapa terkejutnya dia ketika melihat seonggok manusia seperti **** terikat dengan hanya memakai kaos dalam dan celana box.


Matanya langsung mencari sesosok Yoona yang sangat dia khawatirkan, lagi-lagi dia terkejut ketika melihat Yoona sedang duduk sambil menyilangkan kedua kakinya seperti bos. Dua orang tinggi besar disamping kanan kirinya sedang mengupaskan buah apel dan bahkan menyuapinya.


Yoona tersenyum puas ketika melihat Alan yang datang untuk menolongnya, dia lalu mendekati Alan dan mulai menunjukan bakat aktingnya.


"Sayang mereka semua mau menculikku, tapi setelah mereka tau bahwa aku istrimu, mereka langsung memperlakukan aku seperti ratu," ucap Yoona sambil bertingkah manja dan mengedipkan sebelah matanya kepada Alan.


"Kau baik-baik saja?" tanya Alan dengan ekspresi ragu, dan langsung diangguki oleh Yoona.


"Kau pintar baby, tau juga bagaimana caranya memanfaatkan aku.!" bisik Alan ditelinganya Yoona.


Yoona hanya tersenyum kaku, dia berpikir mungkin cara menyelamatkan dirinya sedikit salah.


"Apa tuan muda es ini akan marah padaku?" pikir Yoona sedikit ragu.


Alan menatap tajam kearah dua laki-laki yang memakai jas berlambang pheonix, mereka langsung gemetar ketakutan dan bersujud memohon ampun.


"Bos maafkan kami, kami sungguh buta tidak tau kalau dia adalah istrimu, mohon hukum kami.!!" ucap mereka berdua bersujud memohon ampun.


"Kalian pantas dihukum.!!" bentak Alan sambil mengangkat kakinya untuk menendang mereka, namun Yoona langsung menahan niat Alan untuk menyakitinya.


"Jangan, mereka tidak menyakitiku sama sekali, kau urus saja **** gemuk ini.!" ucap Yoona sambil menunjuk Yenchu yang tergeletak dilantai.


"Selamatlah untung saja kita tidak menyakitinya," ucap mereka berdua menghela napas lega.


"Tuan muda Alan aku mohon maafkan aku, aku hanya tidak tau kalau dia ternyata wanita mu.!" rengek Yenchu dengan deraian air mata.


Alan merasa muak dengan rengekan Yenchu dia lalu menarik Yoona keluar dan hanya menyuruh anak buahnya untuk mengurus mereka. " Sam, hukum seberat-beratnya **** itu, dan untuk mereka berdua.." Alan menghentikan ucapanya sejenak," Terserah kau mua dihukum seperti apa mereka?" tanya Alan kepada Yoona.


Yoona hanya menatap dingin dan memikirkan ide untuk mereka,"Hemm, kalau boleh aku ingin mereka menjadi Bodyguard ku," jawab Yoona.


Sontak mereka berdua langsung berlari dan bersujud dikaki Yoona,"Nyonya terimakasih anda memang yang terbaik, kami berjanji akan setia dan selalu melindungi anda." ucap mereka berdua sambil terus bersujud dikaki Yoona.


"Baiklah kalian boleh berdiri, siapa nama kalian??" tanya Yoona.


"Nama ku Xiaozen"


"Dan nama ku Yaoucun"


"Haish nama kalian sulit diingat," Yoona langsung berpikir sejenak untuk mengganti nama mereka berdua agar menjadi lebih mudah diingat. "Hmm.. Bagaimana kalau kalian aku panggil Beng dan Bing saja," ucap Yoona sambil tertawa kecil.


Sam tertawa mendengar nama yang diberikan oleh Yoona, namun mereka hanya langsung mengangguk menyetujuinya. "Apapun itu kami setuju," ucapnya sangat yakin.


"Jika kalian menghianatinya, seluruh keluarga kalian akan habis.!" ancam Alan dengan tatapan membunuh.


"Si..siap bos.!" jawab mereka berdua serempak.


Alan dan Yoona pun kembali kedalam mobil, Alan membawa Yoona kerumah pribadinya kerena menurutnya Apartement Yoona sangat tidak aman untuk ditempati.


"Kenapa kita kesini?" tanya Yoona dengan wajah heran.


"Apartement mu tidak aman," jawab Alan dengan wajah datar.


"Bagaimana dengan Ziyan??" tanya Yoona lagi sangat khawatir karena Ziyan sedang dirumahnya.

__ADS_1


"Seseorang sedang membawanya kemari," jawab Alan dan langsung turun dari mobil.


Benar saja tidak menunggu lama mobil yang menjemput Ziyan sudah sampai, Ziyan dengan terburu-buru langsung loncat kepelukannya Yoona.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Ziyan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Tentu saja seperti yang Ziyan lihat," jawab Yoona sambil membalas pelukan Ziyan.


"Pelayan bawa Ziyan kekamarnya?" ucap Alan.


Seorang pelayan pun langsung membawa Ziyan kekamarnya, "Mama selamat tidur.!" ucap Ziyan sambil melambaikan tangannya dan langsung dibalas oleh Yoona.


Didalam ruangan hanya tinggal Alan dan Yoona, semua pelayan sudah beristirahat karena waktu yang memang sudah larut. Yoona berdiri kaku dihadapan Alan, dia bingung apa yang harus dia lakukan sedangkan Alan hanya diam sambil menatap dingin kepadanya.


"Bagaimana cara mu membuat dua orang bodoh itu menjadi tunduk?" tanya Alan penasaran.


"Ya seperti yang aku katakan tadi, aku berpura-pura menjadi istrimu, dia juga ada bilang kalau kau adalah bos mereka yang sesungguhnya," jawab Yoona sambil mengangkat kedua bahunya.


Yoona berpikir mungkin Alan akan marah karena memanfatkan statusnya untuk melindungi diri. Dia hanya pasrah kalau saja Alan akan menghukumnya karena hal itu.


"Yoona sejak dulu aku selalu ingin bertanya apa kau benar-benar Yoona? Apa kau benar-benar bukan orang lain yang sebelumnya aku kenal??" tanya Alan sambil mendorong Yoona ketembok.


"A..apa maksudmu, kenapa kau selalu seperti ini??" tanya Yoona sedikit gugup.


Yoona menahan dada Alan dengan kedua tangannya agar Alan tidak terus memajukan langkahnya yang membuat Yoona sampai terhimpit kedinding. Namun ternyata caranya itu salah, Alan langsung menyipitkan matanya dan melihat tangan Yoona yang masih menyentuh dadanya.


"Apa kau tidak tau bagaimana jadinya jika seorang pria dadanya disentuh oleh Wanita?" tanya Alan dengan senyum anehnya.


"Arghh maaf..!!" teriak Yoona sambil memalingkan wajahnya dan mencoba untuk lepas dari Alan.


Namun dengan sigap Alan langsung menarik tangan Yoona dan tiba-tiba langsung mengecup bibir Yoona.


"Mmmphh.." Mata Yoona langsung terbelalak ketika Alan yang tanpa aba-aba langsung mengecup bibirnya. Ingin rasanya Yoona menolak kecupan bibir Alan, namun tubuhnya tidak bisa membohongi keinginanya. Tubuh Yoona langsung bergetar, jantungnya berdegup sangat kencang serasa mau meledak. Dia langsung memejamkan kedua matanya dan membiarkan Alan untuk terus mencium bibirnya hingga membuat Yoona kehabisan napas.


Yoona langsung mendorong Alan dengan sekuat tenaganya, Yoona jadi tertunduk kaku dan merasa sangat malu. Alan hanya terdiam beberapa saat hingga akhirnya dia mengecup kening Yoona.


Cup..


"Sudahlah selamat tidur Ellie..!" ucap Alan lalu pergi meninggalakan Yoona.


Degh.. degh..


Yoona menyenderkan tubuhnya kedinding sambil meletakkan tangannya didada, jantungnya terus berdetak sangat kencang karena perlakuan Alan kepadanya yang selalu berbuat seenaknya.


Yoona juga lagi-lagi sangat terkejut, ini bukan pertama kalinya Alan memanggil dia dengan panggilan Ellie. Sejak pertemuannya pertama kali dia selalu saja menyebut nama Ellie membuat Yoona semakin penasaran dan berniat untuk mencari tau tentang siapa itu Ellie.


"Hmm.. Bertanya kepada Sam mungkin langkah awal yang bagus," gumam Yoona sambil berjalan menuju kamarnya.


Sebenarnya Yoona juga sangat penasaran dengan rahasia besar tentang dirinya yang dikatakan oleh pamannya. Memangnya seberapa banyak lagi rahasia yang tidak dia ketahui membuat Yoona terus berpikir sepanjang malam.


Yoona terus berguling kesana kemari karena ulah 2 orang yang membuatnya mati penasaran. Yoona berulang kali menelepon ibunya tapi belum sempat dijawab dia langsung segera mematikannya. dia ingin bertanya kepada ibunya tentang rahasia dia yang selama ini telah disembunyikan oleh ibunya, namun niatnya selalu berubah karena dia merasa waktunya kurang tepat. Yoona pun perlahan memejamkan kedua matanya dan diapun terlelap dalam tidurnya.


.


.


.


.


.


.


Besambung

__ADS_1


Jangan lupa Like,comment dan beri Rate 🌟5 ya..!!


Boleh dong Follow Ig Author Lulun_Eerlyan07


__ADS_2